
Badai telah berlalu, berbagai masalah yang datang sudah digantikan oleh kebahagiaan yang baru. Hari ini adalah hari dimana wisuda Gibran dan Jasmine akan diselenggarakan. Hari ini juga Gibran akan melepas persandiwaraannya. Dengan setelan jas yang senada dengan dress yang digunakan Jasmine membuat mereka sangat serasi. Tak lupa Jas hitam yang membalut kemejanya membuat Gibran semakin terlihat sempurna.
Kedatangan mereka yang diiring pengawal tentu saja membuat banyak perhatian. Dengan dua mobil, Gibran dan Jasmine beserta orang tua Gibran juga ikut andil dalam acara ini.
Acara dimulai dengan hikmat, para pebisnis yang menghadiri wisuda putra putri mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan meskioun hanya mengobrol dengan pebisnis terkenal seperti Riko. Mereka nencari kesempatan, Syukur jika bisa menjalani kerja sama.
"Selamat atas gelar Magisternya" Gibran dan Jasmine menoleh bersamaan, menatap seorang pria paruh baya yang dibalut jas abu dan masih terlihat gagah meskipun keriput sudah terdapat diwajahnya.
Jasmine mencengkeram jas Gibran, mencoba mencari perlindungan dan bantuan apa yang harus ia lakukan.
"Terima kasih ayah mertua" Ya, pria paruh baya itu adalah ayah kandung Jasmine, mertua Gibran.
"Sayang," Gibran menarik pinggang Jasmine, meyakinkan istrinya jika tidak perlu takut atau merasa canggung.
"A-ayah" Ayah kandung Jasmine tak kuasa menahan air matanya, mendengar panggilan yang sudah lama ia harapkan dari putri cantiknya.
"Ayah ingin memelukmu nak" ucap Ayah Jasmine, Jasmine mendongakkan kepalanya, meminta persetujuan sang suami. Tentu saja Gibran mengangguk dan segera melepas tangannya dari pinggang Jasmine.
__ADS_1
Jasmine segera berhambur memeluk ayah kandungnya. Pelukan hangat seorang ayah yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Usapan lembut dari tangan kokoh ayah yang ia ingin rasakan seperti temannya yang lain. Kini sudah terpenuhi, semua harapan dan keinginan mempunyai ayah hangat sudah ia dapatkan.
"Terima kasih karna ayah berkenan datang di wisuda Jasmine" ucap Jasmine dengan air mata yang mengalir.
"Seharusnya ayah yang berterima kasih karna kau masih mau menerima ayah setelah ayah membiarkanmu hidup puluhan tahun bersama mereka yang menyakitimu" ucap Ayah kandung Jasmine penuh sesal. Jasmine menggelengkan kepalanya cepat.
"Aku tidak pernah menyesal hidup dan tumbuh besar dikeluarga seperti itu, aku sangat bersyukur karena mereka aku bisa belajar banyak hal dan menjadi mandiri sekaligus menemukan orang baik yang selalu mendukungku" Jasmine melepaskan pelukannya, lalu menoleh pada Gibran dan tersenyum.
"Selamat siang tuan Haris" mereka bertiga menoleh, menatap Riko yang baru saja datang bergabung.
"Tuan Riko, suatu kebanggaan bagi saya karena bisa bertemu dengan pebisnis handal seperti anda" ucap Haris dan mereka pun saling berjabat tangan.
"Wahh mari kita bersaing" balas Haris dan kemudian mereka tertawa bersama.
.
.
__ADS_1
Mereka memutuskan untuk makan siang di restoran yang tidak jauh dari kampus. Menikmati siang sekakigus merayakan kelulusan putra putri mereka.
"Saya berencana menempatkan putri anda sebagai pemimpin perusahaan fashion saya pak Haris" ucap Riko hingga membuat Jasmine tersedak.
"Hati-hati sayang" ucap Gibran seraya menyodorkan minuman untuk istrinya.
"Jasmine bukan tanggung jawab saya lagi pak Riko, mintalah ijin pada anak anda yang berjabat sebagai suami anak saya" ucap Haris tegas.
"Saya menurut bagaimana maunya Jasmine saja Yah, saya akan selalu mendukung keputusannya" jawab Gibran membuat Jasmine menoleh.
"Kau berpotensi sayang, kau pantas mendapatkan jabatan itu" ucap Imelda tersenyum pada menantunya.
"Jika Gibran mengijinkan saya bersedia dad, mom, yah" Riko bernafas lega, dirinya bisa pensiun setelah memastikan perusahaanya sudah ada ditangan anak-anaknya.
"Lihatlah pak Riko, mereka sangat serasi bukan" ucapan Haris membuat Gibran tersenyum sedangkan wajah Jasmine memerah. Riko dan Imelda tertawa bersamaan.
"Kapan anda akan pensiun dari dunia kesehatan bu Imelda?" tanya Haris.
__ADS_1
"Jika saya sudah mempunyai cucu saya akan pensiun pak Haris, sehingga saya tidak merasa bosan dirumah" jawab Imelda.
"Cepat berikan cucu yang banyak untuk kami, kami sudah ingin sekali bermain bersama cucu yang lucu" ucap Haris pada pasangan pengantin baru itu.