Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 98


__ADS_3

Dinda dan Vani panik karena sudah hampir satu jam menunggu, Imelda belum kembali. Mereka sudah mencarinya ketoilet tapi mereka tidak menemukan Imelda.


"Haduh gimana dong Din. Kalau terjadi sesuatu dengan Imelda gimana?" tanya Vani semakin panik.


"Plis jangan buat suasana makin tegang deh Van, ini aku juga lagi mikir" Jawab Dinda seraya mondar-mandir disamping meja.


"Boss bukannya itu teman nyonya ya?" tanya Cleo seraya menunjuk Dinda dan Vani.


Riko pun menoleh kearah yang ditunjuk Cleo. Riko menautkan kedua alisnya saat tidak melihat Imelda dan melihat Dinda dan Vani yang sangat panik.


"Maaf pertemuan kali ini cukup sampai disini" ucap Riko kemudian bangkit dari duduknya diikuti Cleo dan Selly.


Riko langsung berjalan menuju Dinda dan Vani sedangkan Cleo dan Selly meminta maaf karena pertemuan mereka harus ditunda.


"Dimana istriku?" tanya Riko dingin hingga membuat Dinda dan Vani terperanjak kaget.


"Emm... Mel-melda..." ucap Vani seraya menyenggol bahu Dinda untuk membantunya menjawab.


"Cepat katakan" bentak Riko hingga membuat dua gadis tersebut ketakutan.


"Melda hilang tuan" Jawab Dinda cepat.


"Apa?" Kaget Riko hingga membuat Cleo dan Selly juga kaget.

__ADS_1


"Cleo cepat periksa cctv disini" Ucap Riko panik.


"Baik bos" jawab Cleo dan langsung berlari untuk melihat rekaman cctv satu jam yang lalu disusul oleh Riko dan juga yang lainnya.


"Nyonya diculik boss. Tapi penculiknya menggunakan masker jadi saya tidak bisa melihat wajahnya. Ini juga ada satu perawat yang ikut andil dalam penculikan nyonya" Jelas Cleo setelah melihat rekaman cctv.


"Cepat lacak dimana posisi istriku" Pinta Riko dengan wajah yang sudah sangat panik.


Cleo pun mengotak ngatik ponselnya untuk melacak keberadaan Imelda.


"Saya belum menemukannya boss" Ucap Cleo sedikit ketakutan.


"Ahh siall. Cepat kerahkan semua anak buah kita untuk mencari keberadaan istriku" ucap Riko.


Riko pun langsung menghubungi Heru untuk menyampaikan kabar ini.


"Hallo pa" sapa Riko saat panggilan sudah terhubung.


"Iya hallo"


"Melda diculik pa" Ucap Riko langsung pada intinya.


"Apa? bagaimana bisa?"

__ADS_1


"Riko masih menyelidikinya pa"


"Baiklah. Papa juga akan mengarahkan anak buah papa untuk mencari keberadaan Imelda. Jika kau sudah lebih dulu mendapatkan informasi kau langsung hubungi papa"


"iya pa"


Setelah panggilan terputus, Heru langsung diberondong pertanyaan oleh Sandra dan Alvian.


"Apa yang terjadi dengan Melda pa?" tanya Sandra khawatir.


"Melda diculik" jawab Heru hingga membuat Sandra dan Alvian terkejut.


"Bagaimana bisa pa?" tanya Alvian panik.


"Papa tidak tau bagaimana cerita aslinya yang penting sekarang hubungi kakakmu dan minta semua anak buah kita untuk dikerahkan mencari Imelda." Ucap Heru tegas yang diangguki oleh Alvian.


"Pa bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan putri kita pa hiks hiks. Mama tidak mau Melda kenapa-kenapa pa hiks" Ucap Sandra yang sudah menangis sesenggukan.


"Mama tenang kita akan berusaha mencari Imelda dan mama harus yakin kalau Melda tidak papa" Ucap Heru seraya memeluk Sandra untuk menenangkannya.


"Alvian pergi dulu pa" Pamit Alvian seraya mencium pipi kedua orang tuanya dan langsung berlari keluar.


Sedangkan ditempat lain, Imelda baru saja sadar dari pingsannya. Imelda memperhatikan sekelilingnya, Imelda melihat bahwa hanya ada barang-barang tidak terpakai disekitarnya. Ini bahkan lebih pantas disebut gudang, pikir Imelda.

__ADS_1


__ADS_2