
Pagi hari tiba, seperti biasa semua orang akan kembali bergelut dengan aktifitasnya. Chayra, seorang gadis cantik ini terlihat bersiap untuk pergi kuliah. Chayra menjalani harinya dengan santai, dirinya tidak terlalu memikirkan Marcell yang sudah jarang menghubunginya. Dirinya tidak ingin terlalu berharap, bukankah jika jodoh maka mereka akan bertemu? Begitulah pikir Chayra.
Selama hampir dua tahun ini, Chayra menyibukkan diri dengan jalan-jalan dengan para sepupunya atau bahkan sendiri jika mereka sedang sibuk. Gibran juga menepati janjinya untuk pulang setiap satu bulan sekali.
Berangkat kuliah dengan supir, Chayra hanya duduk diam termenung dikursi penumpang seraya menatap pepohonan yang dilewatinya. Dirinya tidak ingin membawa mobil lagi setelah kejadian ada seorang seniornya yang mengakui mobilnya.
"Kita sudah sampai nona" sepertinya Chayra memang tengah memikirkan sesuatu hingga dirinya tidak tahu jika mobil yang ditumpanginya sudah sampai dikampus.
"Terima kasih pak" Chayra langsung turun dari mobil tanpa menunggu supir untuk membukakan pintu.
Baru beberapa langkah berjalan, Chayra menoleh saat mendengar seseorang yang memanggil namanya. "Chayra, tunggu" Chayra tersenyum, saat melihat Agatha berlari kearahnya. Satu tahun lalu, orang tua Agatha resmi bercerai, Agatha juga berubah. Dirinya sudah tidak seperti Agatha yang sombong dulu. Bahkan Agatha sekarang juga menjalin hubungan dengan Dareen.
Sejak perubahan Agatha, Agatha langsung meminta maaf pada Chayra dengan tulus dan Chayra bisa menerima Agatha dengan tangan terbuka tanpa dendam didalamnya.
__ADS_1
"Dimana Dareen? Tumben kalian tidak berangkat bersama" Chayra kembali melangkah, tidak membiarkan Agatha untuk beristirahat sebentar saja.
"Katanya dia sedang mengantar saudara kembarnya kembali keluar negeri" Chayra menghentikan langkahnya, menatap Agatha yang kebingungan dengan tingkahnya yang tiba-tiba berhenti.
"Apa kemarin kak Elard tidak bisa menemaniku karena Sareen ada disini?" Lirih Chayra.
"Hah? Apa Ra?" Chayra terkejut dan langsung menggelengkan kepalanya.
Chayra kembali berpikir di setiap langkahnya, dirinya pernah memergoki Elard dengan Sareen berjalan berdua disebuah Mall dengan sangat mesra. Tapi Chayra tidak berani menegurnya karena takut salah orang.
"Raa apa kau mendengarku?" Menggoyang lengan Chayra sedikit keras, membuat Agatha mendapat tatapan tajam dari Chayra.
"Apa sih Ta?" Ucap Chayra jengah karena Agatha selalu seboh dengan sendirinya.
__ADS_1
"Nanti kita nongkrong yuk, ada promo di kafe seberang" ulang Agatha dengan wajah tanpa dosa.
"Iya-iya" jawaban Chayra dibalas wajah berbinar dari Agatha. Ditinggal kedua orang tuanya menikah lagi, membuat Agatha menjadi gadis yang mandiri dan tidak suka terlalu menghamburkan uang, jadi tak heran jika dirinya sangat antusias saat ada promo.
...****************...
Tepat seperti apa yang dibicarakan Agatha, dikafe yang berada diseberang kampus terdapat promo besar-besaran, itu membuat Chayra sebenarnya malas untuk berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya.
"Agatha, apa sebaiknya kita tidak pindah kafe saja? Lihatlah itu sangat ramai. Aku ingin menenangkan pikiranku ditempat yang damai" tanpa menunggu jawaban Agatha, Chayra langsung menarik tangan sahabatnya itu.
Agatha mengerucutkan bibirnya, sesekali dirinya juga menoleh kebelakang untuk melihat betapa serunya berburu promo seperti pengunjung kafe lainnya.
Taksi yang ditumpangi mereka berhenti disebuah kafe yang tidak jauh dari kampus, Chayra langsung turun dan mengajak Agatha untuk masuk kedalam. Kafe terlihat sepi pengunjung karena sepertinya para pelanggan merek sedang berburu promo dikafe sebelah.
__ADS_1
"Ra, apa kau baik-baik saja?" Agatha sedikit khawatir dengan Chayra karena sedari tadi Chayra hanya diam dan sedikit sekali berbicara.