
Mereka tertidur sampai pukul 16.00 atau pukul 4 sore dan melewatkan makan siang. Karena sangat lelah akibat olahraga, mereka sampai tidak mendengar saat pelayan mengetuk pintu tadi untuk memberitahukan jam makan siang.
Riko membuka matanya perlahan, dan melihat Imelda masih terlelap dengan lengannya sebagai bantalan. Riko tersenyum kemudian mengecup kening Imelda lama.
Ponsel Riko berdering, dengan hati-hati Riko mengangkat kepala Imelda dan meletakkannya dibantal kemudian memposisikannya senyaman mungkin. Riko turun dari ranjang dan mengambil ponselnya diatas nakas tidak lupa juga memakai celana pendeknya.
Saat Riko tengah mengangkat telvon di balkon, Imelda mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling kamar yang berantakan karena baju yang berserakan. Dengan cepat Imelda menarik selimut dan menutupi sampai bagian leher. Imelda mendengar suara di balkon dan Imelda tahu jika itu pasti suaminya.
Saat sudah selesai mengangkat telvon, Riko kembali kekamar dan melihat Imelda yang sudah membuka matanya.
"Sayang kau sudah bangun?" tanya Riko seraya berjalan mendekat kearah Imelda yang diangguki oleh Imelda.
"Apa suamiku baru mengangkat telvon?" tanya Imelda.
"Iya sayang." Jawab Riko dan duduk di tepi ranjang.
"Apa ada masalah?" tanya Imelda.
"Tidak sayang. Hanya saja aku lusa harus pergi ke luar negeri karena ada sedikit masalah diperusahaan yang ada disana." jawab Riko dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
"Apa suamiku akan meninggalkanku?" tanya Imelda sedikit murung.
"Tidak jika istriku bersedia ikut maka aku akan dengan sangat bahagia mengajaknya" Jawab Riko dan tersenyum.
"Apakah tidak mengganggu?" tanya Imelda.
"Tentu tidak sayang" jawab Riko.
"Baiklah aku mau ikut" ucap Imelda dan membuat Riko lega.
"Aku akan menyuruh anak buahku untuk mengurus keperluan kita sayang. Sekalian kita berbulan madu" jawab Riko seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Iya sayang bagaimana pun kita harus segera mempunyai Riko versi mini" Ucap Riko hingga membuat Imelda sedikit sedih karena belum bisa memberikan momongan untuk Riko.
"Maafkan aku sayang. Sampai saat ini aku belum hamil" jawab Imelda dengan sendu.
"Eits jangan berkecil hati sayang. Kita kan bisa setiap hari membuatnya atau mungkin setiap jam eh atau mungkin setiap menit" jawab Riko seraya sedikit menggoda Imelda yang dibalas Imelda dengan tinjunan.
"Aww kenapa istriku galak sekali" ucap Riko seraya mengelus lengannya bekas tinju dari Imelda meskipun tidak sakit sama sekali.
__ADS_1
"Aku ingin mandi" ucap Imelda mencoba bangkit dari posisi rebahannya.
"Hati-hati sayang" ucap Riko dan membantu Imelda kemudian menyingkap selimut Imelda hingga membuat Imelda malu dan menutup wajahnya.
"Apa kau ingin menggodaku sayang hemm?" tanya Riko.
"Ti tidak. Aku ingin mandi" Jawab Imelda gugup seraya ingin menarik selimut kembali tapi tangan Riko dengan cepat membuang selimut itu ke sembarang arah.
"Aku akan membantumu sayang" ucap Riko dan langsung membopong tubuh polos Imelda dan Imelda pun langsung menenggelamkan wajahnya didada bidang Riko. Riko pun terkikik karena berhasil menggoda istrinya itu. Meskipun ini bukan yang pertama kali Riko melihat tubuhnya, Imelda tetap saja malu.
Saat sudah didalam kamar mandi, Riko meletakkan Imelda di dalam bathup dengan sangat pelan dan mengisinya dengan air dan tak lupa juga berbagai wewangian.
Imelda terkejut saat melihat Riko yang juga ikut masuk kedalam bathup.
"Kenapa kau disini?" tanya Imelda sedikit kesal.
"Aku hanya ingin mandi bersama istriku. Apa ada yang salah?" tanya Riko dengan wajah tanpa dosanya itu.
Imelda pun hanya diam tanpa menjawab ucapan Riko. Jika terus meladeni sang suami, tubuhnya akan dibuat lelah lagi karena Riko pasti akan meminta lagi.
__ADS_1