INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 10, RUMAH MBAH AKU


__ADS_3

Rumah mbahku letaknya dua rumah dari ujung gang, ujung gang ini adalah sebuah mushola, sebelum mushola ini ada pertigaan ke kanan dan ke kiri


Apabila ke kiri akan tembus ke gang berikutnya, dan kalau ke kanan akan ke arah rel kereta api,


Kami sudah ada di depan rumah mbahku , rumah yang selalu tertutup karena memang sudah kosong belasan tahun sejak mbahku meninggal.


Tetapi anak-anak dari mbahku sudah menitipkan rumah ini kepada tetangga depan rumah untuk membersihkan semingu sekali, sehingga tidak terlihat mengerikan.


Tentu saja anak dari mbahku akan mengirim sejumlah uang sebagai jasa membersihkan rumah.


Rumah yang berbentuk sederhana ala rumah di kampung, berwarna putih bersih, pintu rumah terletak di tengah rumah, sebelah kiri adalah kaca yang lebar ukurangnya, sedangkan sebelah kanan adalah jendela kamar depan.


Halaman rumah ini cukup lebar lah , pada jaman itu mobil daihatsu hijet bisa masuk, di sebelah kanan rumah ada pohon jambu biji yang sudah lumayan tinggi dan sudah ada buahnya  juga.


Sebelah kanan rumah hanya ada tanaman dalam pot yang mulai kering, mungkin sudah lama tidak disiramin, ada juga tananam melati yang subur dan berbunga.


“Gel , rumahnya kok tutupan gini rek” tanya Glewo


“Sik bentar, aku tak ke tetangga depan, kunci rumah dititipkan disana, karena mereka yang  membersihkan rumah mbahku”


Blewah tidak komentar tentang rumah ini , dia hanya menatap tajam kearah rumah sebelah  kanan mbahku yang tampak gelap , tetapi berpenghuni.


Memang rumah sebelah itu aneh, gelap singup dan kurang terawat, banyak lumut yang tumbuh di dinding depan bagian bawah tumah itu.


Aku sudah meminta kunci dari rumah depan, untungnya penghuni rumah depan ini belum pergi bekerja, pasangan suami istri depah rumah mbahku ini kalau pagi hingga siang berjualan di pasar.


“Ayo masuk rek ,aku wis gak sabar pingin tidur di dalam sana” kata Glewo


“Iya Wo , aku juga masih nguantok kok ,tadi dibus gak bisa tidur sama sekali c*k” sahut Blewah


“Apane rek, kalian berdua itu sejak berangkat dari kota S sudah pada tidur rek, aku ae lho sing belum tidur, aku kuatir sama keadaane petro sama Ngot rek” jawabku


“Eh Indah kemana yo rek, kok gak keliatan, tadi kan dia ada disebelahmu Wah?”


“Emboh Gel, gak tak perhatikan dia Gel, mungkin lagi cari sarapan buat kita rek heheheh”


“Sarapan menyan sama bunga setaman ta c*k” sahut Glewo


Ketika kami mulai masuk ke halaman rumah mbahku, tiba-tiba Indah sudah ada di depan kami, dia keliatanya melarang kami untuk masuk  ke dalam .


“Jangan masuk dulu mas, di dalam banyak sekali yang aneh-aneh, tadi Indah sengaja ke dalam dulu , memeriksa apa yang ada di dalam rumah ini mas”


“Memangnya ada apa aja disana Ndah” tanya Glewo ”ada sego pecel atau sego rawon gak Ndah”


“Ngawur ae mas Glewo ini, diruang tamu ada aroma poci, di kamar juga ada aroma poci juga, pokoknya di tiap sudut ada aja mahluk halusnya”


“Kecuali di kamar belakang mas, disana ada anak kecil yang lucu, seorang anak perempuan yang bemain sendiri, dia kesepian kayaknya mas”

__ADS_1


“Terus gimana kami bisa masuk ke dalam sana Ndah, apa harus diusir dulu semua yang ada disana? Tanyaku


“Ndak usah diusir mas, mereka kayaknya sudah lama ada disana, tapi kalian harus hati-hati mas, jadi Indah Cuma kasih tau kalian aja  ada siapa saja yang didalam rumah ini mas”


“Yo wis lah , ayo masuk ke dalam, aku udah gerah pingin, mandi aja rasanya” kataku


Aku mengeluarkan anak kunci yang tadi aku masukan di kantong celana panjangku, sebuah anak kunci model lama yang masih berbentuk lonjong,


tidak seperti anak kunci jaman sekarang yang gepeng bentuknya.


Kumasukan anak kunci ke lubang kunci, kemudian aku putar handel pintu rumah, pintu rumah terbuka dengan lebar....


Uhh bau lembab seketika menyeruak di hidung kami,....


Assalamualaikum...


Kami bertiga mengucap salam sebelum masuk ke dalam rumah , tetapi tentu saja tidak ada yang menjawab salam kamilah.


“Ayo masuk rek, kita bisa istirahati disini sampai situasi sudah mulai kondusif rek” kataku


Rumah ini meskipun tidak ditinggali tetapi nampak bersih, lantai rumah yang bukan terbuat dari keramik tetapi dari acian semen terlihat mengkilap dan bersih.


Setelah kami masuk ke rumah, di sebelah kiri ada sofa berbentuk L berwarna biru yang kain pelapisnya sudah mulai pecah-pecah, ditengah sofa ada meja berbentuk kotak yang kacanya sedikit retak.


Setelah sofa ada bufet yang menghadap ke arah belakang, ke arah meja makan yang menempel di tembok.


Kamar rumah ini ada tiga buah, yang paling depan itu adalah kamar tamu, kamar tamu ada di depan sofa ruang tamu, kamar berikutnya ada di depan


meja makan, kemudian setelah kamar ada kamar mandi.


Didepan kamar mandi ada kamar yang ukurannya lebih kecil , biasanya untuk menaruh barang-barang milik mbahku , seperti mesin jahit kuno dan peti kuno yang berisi aneka macam barAng yang aku tidak tau.


Di bagian paling belakang dari rumah ini adalah dapur, dapur rumah ini lumayan luas juga tetapi cenderung gelap dan sediki mengerikan, bahkan siang haripun agak mengerikan hehehe.


“Mas , dimana-mana banyak sekali penghuninya mas, mereka pada liatin kalian mas”


“Ndak papa Ndah , pokoknya kita tidak mengganggu merekalah, biar aja mereka ada disini” kataku


“Lha kita akan aman Ndah , liaten Blewah ini, wajah dia kan udah mirip sama setan yang ada disini juga ndah” kata Glewo


“Ndasmu Wo , mosok aku iki demit c*k” sahut blewah.


“Rumah mbahmu iki bersih sekali yo Gel, hampir gak ada debu atau kotoranya, untuk rumah kosong ini termasuk istimewa rek” kata Glewo


“Kita tidur di kamar depan aja rek, karena kamar tengah itu kamar almarhum mbahku”


“Yok kira beres-beres dulu aja, terus kita cari sarapan dan sekalian cari jasad si setan Indah ini rek”

__ADS_1


“Iiihh Indah bukan setan mas, kalau setan kan jahat, Indah kan baik sama kalian mas hihihihi” jawab Indah kemudian tertawa mirip mbak kunti.


Waktu sudah menunjukan pukul 10.30, kami sudah sarapan di warung yang ada di beberapa rumah sebelah kiri rumah mbahku


Sekarang kami akan mencari angkot yang menuju ke arah jembatan lama, karena kata Indah Jasad dia ada disana.


“Oh iya kita harus ganti kartu hp disik buat sementara rek, bahaya nek sampek kita pakek kartu hp kita ,iso di tracker sama orang suruhan jutawan arab itu rek”


“Ntik ae lho Gel, masalah gampang iku, nanti ae lho setelah cari jasad si Indah , baru kita cari nomor but Hp kita rek


Kami menggunakan angkot untuk menuju ke arah jembatan lama, tetapi angkot itu sayangnya tidak sampai ke tujuan yaitu jembatan lama, kami turun beberapa puluh meter dari jembatan lama itu.


“Bisa kamu tunjukan dimana kira- kira letak jasadmu Ndah” tanyaku setelah kami berada disekitar jembatan lama


“Jembatan lama ini besar Ndah, kalau kamu ndak kasih tau kami yo nyoyor rek” katak Glewo


Aku akan membantu Indah dulu, dengan harapan dia akan membantu kami menemukan siapa yang membuat lagu kami menjadi sebuah lagu yang cukup


mengerikan hingga sudah ada 4 orang yang gantung diri.


Indah hanya memandangi bagian bawah jembatan lama ini dengan bingung, keliatanya dia lost dengan jasadnya, dia tidak tau dimana jasadnya dibuang.


“Kalau jasadmu dibuang ke sungai Brantas ini yo wis hilang Ndah,  udah dimakan boyo lah hihihihi” kata Glewo


“Ndak mas, Indah yakin jasad Indah dibuang ke semak-semak yang ada di pinggir sungai itu, ndak sampai jatuh ke sungainya mas”


“Kamu tau dari mana kalau jasadmu ada dipinggir sungai itu Ndah” tanyaku


“Indah liat sendiri mas” katanya dengan kebingungan


“Kapan itu kamu dibunuh oleh pacarmu?” tanya Blewah


“Kira-kira delapan atau tujuh bulan lalu mas”


“Yo wis ilang Ndah, wis jadi tanah c*k, gak mugkin ketemulah Ndah!” kata Glewo


Kami sekarang ada di pinggir jembatan lama, jembatan lama ini dulunya memang digunakan untuk penyeberangan ke kota Mjkt.


Tetapi semenjak beberapa belas tahun lalu dibuat jembatan baru, jembatan lama ini jarang digunakan, karena selain sudah ada bagian yang rusak, juga bahaya bagi penyeberang.


Jembatan ini menjadi sepi, sekitar jembatan kalau malam gelap dan sepi, sehingga semak belukar dibawah itu cocok untuk membuang mayat hehehe.


“Gini aja Ndah, tunjukan kami dimana tempat yang kamu ingat, nanti kami coba untuk mencari ditempat yang kamu tunjuk itu” kataku


“Indah agak ndak ingat mas, yang Indah ingat ya di tempat semak-semak itu mayat Indah dibuang mas, dibuang dalam keadaan tel*njang lagi mas”


“Lhooo heeee, lha ini kamu kok bisa pakek baju lho, harusnya kamu kan udoooo hahaha” kata Glewo

__ADS_1


“Ya keenakan yang Indah datangin dong mas kalau Indah gak pake baju , Indah sekarang ini adalah proyeksi sewaktu Indah pernah Hidup, Indah pernah hidup pakek baju ini mas”


__ADS_2