INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 45, TENTANG MASA LALU INDAH


__ADS_3

“Jadi sebaiknya apa yang kita lakukan sekarang Gel, apakah kita tetap harus seperti ini, menungu ada yang mati lagi?


“Nggak rek, kita mulai bergerak, kita mulai dari toko Gemezzz karena asal mula kengerian Indah itu dari Totok. Jadi kita mulai gerak dari tempat kita kerja rek”


“Berarti kita nunggu telepon dari Totok  ya Gel,  soale  kapan hari itu Totok bilang kalau kita masuk kerjanya nunggu dia nelpon kita dulu Gel, mungkin dia berbenah benah dulu di ruko itu sebelum kita disuruh masuk kerja lagi”kata Glewo


“Ruko itu kalau ndak salah kan pemberian suami Bejo kan rek, disini ada yang harus kita teliti  tentang ruko itu , karena cukup aneh juga sebuah ruko yang baru ditempati tetapi sudah membuat sebegitu banyak pelanggan” lanjut Glewo


“Nek iku deke pakek penglaris Wo, gak  mungkin kalau hanya kosongan aja rek” timpal Blewah


“Kalau pakek penglaris pasti iya juga Wah, tapi nek ada yang gantung diri dan esok harinya yang gantung diri itu ternyata masih hidup itu yang aneh dan mengerikan lah heheheh”lanjut Blewah


“Aku curiga dengan semua patung yang ada disana. Tapi gini ae rek, lebih baik aku cerita Indah dulu tentang  kejadian di ruko, karena kasus kita ini keliatanya berasal dari sumber yang sama”


“Maksudnya gimana Gel berasal dari sumber yang sama itu” tanya Glewo


“Ngene Wo, ini hanya asumsiku ya. Indah mati dalam kadaan hamil kan, kemudian kayaknya anaknya masih hidup ketika Indah dibunuh Totok,  ndak tau gimana mayat Indah seolah olah ada di tepi sungai”


“Lha masalah anak Indah ini yang aku masih bingung, kenapa kok bisa jadi jahat dan menguasai Ibunya, Ini yang harus dicari. Aku yakin seyakin yakine anak Indah ini yang mempengaruhi orang agar  bunuh diri” aku cerita kepada Glewo ini berdasarkan  apa yang aku lihat dari Indah


Perkara nanti ada lagi informasi dari Indah bisa dijadikan tambahan analisa dari opini yang barusan aku sampaikan kepada kedua temanku ini.


“Jadi semenatara iku dulu rek, dan kita coba lihat Totok sebagai pacar Indah, dulu dia kan yang terakhir melihat kondisi Indah sewaktu masih Hidup”


“Yo wis nek gitu Gel, kita pulang aja sekarang, aku  wis capek sekali tadi ndorong bentor yang mogok dari jalan Mn sampai Mb1 iki  rek” kata Blewah


Menjelang tengah malam kami sudah ada di rumah, tidak lama kemudian  Glewo dan Blewah sudah terdengar suara ngoroknya, tinggal aku yang masih plonga plongo di ruang tamu.


Bagaimana kalau kutemui Indah saja sekalian kuajak dia ngomong tentang yang tadi itu, aku rasa dia pasti sudah mau menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya terjdi dengan dirinya.


Aku menuju ke kamar belakang tempat Indah tinggal, Indah diharuskan tinggal di kamar ini sesuai dengan perintah mbahku kepadanya. Ternyata seperti biasanya dia duduk di pinggir dipan, wajah Indah terlihat kusut dan tidak ada senyum seperti biasanya untuku.


“Kok aku ndak dikasih senyum mu  Ndah, ndak tau apa kalau aku ini kangen sama kamu Ndah” aku berbasa basi agar suasana tidak kaku seperti ini.


“Indah takut dan malu kepada mas Agus. Indah saat ini mirip   sampah yang harus disingkirkan mas” Indah berkata seperti itu dengan wajah yang menunduk, dia sama sekali tidak berani menatap mataku


“Wis gini saja Ndah , sesuai dengan amanah mbah putri bahwa aku harus bisa menyelesaikan masalahmu Ndah, karena masalahku sendiri itu ada sangkut pautnya dengan masalah yang sedang kamu hadapi”


“Jadi semua itu saling berkaitan Ndah, kamu harus bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu sehingga kamu menjadi seperti ini”

__ADS_1


Indah tertunduk tanpa berkata apapun kepadaku , tetapi perkiraanku dia sedang memikirkan baik buruknya apabila dia bercerita tentang apa yang terjadi pada dirinya.


“Semua berawal dari pertemuanku dengan mas Totok ketika Indah sedang memilih pakaian di toko murah yang ada di Mjsr. Dari pertemuan sekali itu kemudian kami saling ngobrol lewat aplikasi Wa”


Indah memulai ceritanya setelah beberapa saat dia diam tanpa berkata apapun, mungkin tadi dia sedang mengumpulkan keberanianya untuk menceritakan masalah yang memalukan ini.


“Indah sama sekali tidak menyangka kalau mas Totok itu seorang yang mempunyai kelainan s*ksuwal penyuka sesama jenis, Indah baru tahu ketika Indah hamil atas anak hasil hubungan Indah dengan mas Totok”


“Heheheh...Indah kok bisa hamil, padahal dia kan penyuka sesama jenis Ndah” aku memotong cerita Indah karena ada yang aneh di telingaku


“Mungkin dia masih punya keinginan untuk sembuh dan bisa menikahi perempuan mas, bisa saja karena mungkin dia sudah menyadari kesalahan langkahnya mas” kata Indah mulai nyaman diajak bicara


“Pada waktu itu Indah sadar tidak kalau dia itu ternyata seorang yang mungkin Bis*ksuwal” aku berusaha mengorek pengetahuan Indah tentang Totok


“Jelas Indah ndak tau mas, dia itu lakik banget mas badan kekar, dada berbulu, dan kalau bicara selalu tegas dan berwibawa mas”


“Jadi dengan ciri khas yang jantan kelaki lakian, kemudian Indah dengan rela menyerahkan kehormatan Indah untuk dinikmati oleh Totok?” tanyaku


“Iya betul mas, Indah  malahan sering diajak dia ke hotel di Pct mas. Indah atas dasar cinta mau saja diajak dia begituan msa. Tapi ada yang aneh, dia kalau mau uklik uklik bisanya cuma pagi sebelum subuh aja mas, alasanya kalau  sore atau malam dia  capek kerja”


“Kemudian hal yang tidak diinginkan pun terjadi mas, Indah Hamil. Bebarapa kali Indah minta pertanggung jawaban sama Totok, tetapi dia selalu menghindar dan selalu mengelak, hingga pada suatu ketika dia mengajak Indah untuk jalan ke Pct lagi.


“Sebentar Ndah, orang tua Indah apa tidak pernah bertanya dengan perubahan fisik Indah yang pertunya semakin membesar” tanyaku dengan penasaran


“Indah itu sudah lama kos diluar mas, karena pabrik  tempat Indah kerja itu telalu jauh kalau dari rumah ortu Indah, Indah juga jarang pulang mas, paling sebulan sekali Indah pulang, sudah biasa Indah dan keluarga seperti itu”


“Kalaupun pulang kerumah, Indah selalu memakai pakaian yang agak besar mas, agar kedua orangtua Indah tidak mengetahui kalau Indah sedang hamil”


“Nah pada waktu itu Totok mengajak Indah ke Pct lagi, ke hotel yang berbeda dengan hotel yang sebelumnya, hotel yang Indah kasih tau mas Agus pada waktu kita ke Prgn Itu mas “


“Ketika Indah masuk ke kamar yang berbentuk motel itu ternyata di dalam kamar sudah ada beberapa laki-laki yang agak aneh , yang satu lelaki kekar berpenampilan mirip anggota petugas keamanan tetapi tingkah lakunya melambai mirip homo yang biasanya ada di salon-salon”


“Yang satunya  berpenampilan biasa, tetapi mata dia menakutkan, tiap Indah melihat orang itu seolah mata dia itu menusuk  tajam ke dalam tubuh Indah. Mereka becakap cakap diluar sementara Indah sendirian di dalam kamar.


“Kemudian Totok masuk ke dalam kamar mas, dia menuju ke kamar mandi  untuk melepas pakaianya. Setelah itu yang Indah ingat Totok menyuruh Indah untuk tidur dan kemudian semua menjadi gelap”


“Indah terbangun ketika ada anak kecil atau lebih mirip bayi yang membangunkan Indah. Indah merasa aneh karena tubuh indah rasanya ringan dan melayang, Indah bingung  denga keadaan Indah waktu itu mas”


“Indah tau kalau Indah sudah mati dari anak kecil yang mengaku sebagai anak indah, anak kecil yang membangunkan Indah di suatu tempat dipinggir sungai Brantas”

__ADS_1


“Anak itu mengaku kalau dia anak Indah yang ada didalam kandungan Indah, dan dia mati bersamaan dengan matinya Indah ketika di hotel itu”


“Dia yang berkata kalau Indah mati dicekik Totok dan mayat Indah dibuang di sekitar pinggir sungai itu, anak itu juga yang menyemangati Indah untuk membalas dendam kepada tiap laki-laki yang selalu menyebut nama Indah L Ningrum”


Sampai disini Indah hanya diam dan menundukkan kepalanya, dia keliatanya belum atau tidak mau melanjutkan ceritanya.


“Ndah , berarti kamu ndak tau waktu kamu mati dan ketika tubuhmu dibuang ke situ, berarti kamu ndak tau kalau kamu dibunuh sebelum diceritakan anak itu kan ndah?”


“Iya mas, Indah sama sekali tidak tau mas, Indah hanya diberi tahu oleh kecil itu kalau Indah dibunuh dan dibuang ke semak semak pinggir sungai mas” kata Indah dengan wajah yang sedih


“Kamu yakin kalau anak kecil itu adalah anak  kamu Ndah? Kamu yakin ndak?” aku sedikit memaksa Indah untuk meyakini bahwa anak kecil jahat itu adalah benar-benar keturunan dia


“I..Indah yakin mas. Iya indah yakin, hingga.... hingga dia mulai melakukan tindakan yang tidak baik, anak itu beralasan akan balas dendam kepada siapa saja yang selalu menyebut nama Indah secara berulang ulang”


“Indah selalu akan datang kepada yang berulang kali menyebut nama Indah, Indah datang hanya untuk memperingatkan korban agar korban selalu ingat dengan Tuhan, agar dia selalu menyebut nama Tuhan sebelum anak Indah datang untuk mempengaruhi orang tersebut untuk bunuh diri”


Beberapa orang lolos dari kematian termasuk mas Agus ini, tetapi beberapa orang yang tidak taat dengan agamanya akhirnya terpengaruh dan mati dengan cara gantung diri.


“Lha apakah Indah tidak berusaha melepaskan diri dari setan kecil itu Ndah?”


“Indah sudah berusaha lepas dari yang mengaku anak Indah ini mas, tetapi dia semakin kuat menempel pada tubuh Indah, semakin dia bisa menyuruh orang untuk melakukan gantung diri, maka semakin kuat dia mas, dan semakin dia bisa menguasai Indah”


“Dia juga selalu menyemangati Indah agar mencari tubuh atau jasad Indah,  anak itu perhatian sekali dengan  Indah, dia selalu menghibur Indah seperti anak kepada Ibunya, dia juga selalu berkata kematian Indah ini memang lebih dari pada menanggung malu di dunia nyata”


“Tetapi ada yang aneh mas, Indah sama sekali tidak bisa melihat rumah Totok atau tempat Tinggal Totok, kalau hanya melihat Totok di luar tempat dia tinggal Indah masih bisa mas, tetapi apabila Totok sudah masuk ke suatu ruangan, semua penglihatan Indah menjadi kabur semua mas”


“Gini Ndah, kemarin ada yang mati lagi kan,  ada remaja yang gantung diri lagi, apakah itu karena ulahmu dan anakmu?”


“Iya mas,  gitu itu pokoknya otomatis mas, pokoknya kalau ada orang yang bolak balik menyebut Indah baik itu secara verbal atau dalam hatinya, maka otomatis Indah sudah ada sekitar dia mas.


“Hanya beberapa menit Indah ada disana mas, setelahnya penglihatan Indah selalu kabur dan  kemudian Indah entah berada dimana setelah itu, tau tau anak Indah datang dengan wajah yang menunjukan kepuasan”


“Indah tidak dapat melarang anak Indah yang indah beri nama Toni itu, karena tiap Indah larang, Toni selalu marah marah dan mengancam akan membunuh tiap orang yang dekat dengan Indah, termasuk mas Agus tadi malam itu mas, tetapi Toni tidak bias menembus tubuh mas Agus sama sekali”


Aku merasa aneh dengan cerita Indah ini, karena dengan adanya anak yang mengaku sebagai anak Indah ini malah semakin banyak yang mati. Dan apakah ada hubunganya kematian yang ada di  toko Totok ini dengan Indah dan anak Indah?


Karena  untuk yang ada di toko Totok ini jelas-jelas mengerikan, Karena menurut Glewo dan Blewah yang telah mati itu hidup kembali dan sempat ngobrol di depan toko bersama Totok.


Sosok yang bernama Bejo ini mencurigakan , karena dari tingkah lakunya kepada kami yang selalu membuat kami merasa tidak nyaman, ditambah sekarang dia seolah olah masih hidup.

__ADS_1


Aku masih menunggu Indah bercerita lagi, karena sekarang dia sedang menangis, terus terang aku takut juga kalau lihat Indah sedang nangis, karena yang keluar adalah darah bukan air mata.


__ADS_2