
Pukul 4.30 kami sampai di rumah, tepat dengan adzan subuh yang berkumandang dari mushola sebelah rumah. Akhirnya sebelum masuk rumah, aku dan Glewo sempatkan dulu untuk subuhan berjamah di mushola sebelah.
Sementara Indah dan Blewah yang saat ini dalam pengaruh Sumirah menunggu di dalam mobil, memang aku tidak bolehkan mereka masuk ke dalam rumah dulu sebelum aku masuk rumah.
“Ayo masuk rumah rek” kuajak mereka untuk turun dari mobil setelah bubaran sholat subuh.
Indah sudah menggelung rambutnya dan ditutupi oleh topi, kemudian dia memakai jaket parasit hitam yang kami beli kemarin.
Kubuka pintu pagar rumah, tapi sebelumnya aku teliti dulu perangkap jejak kaki yang kubuat dari ceceran jelaga atau arang yang kuhancukan hingga lembut kemudian kutaburkan di sekitar halaman rumah.
“Hmmm tadi ada yang masuk ruman ini Wo, coba liaten Wo ada tiga jejak kaki yang berbeda”
“Iyo Gel , sopo yo sing masuk kesini, kok beraninya datang kesini waktu kita sedang pergi”
“Sik Wo nanti juga akan ketahuan, tinggal tanya ke asyu siluman dan anak-anak yang ada di dalam rumah itu saja lah”
“Kalian masuk dulu semua, aku mau bicara sama asyu peli haraanku dulu rek, siluman asyu hehehe”
Ketiga temanku masuk ke dalam rumah, sedangkan aku tetap ada di halaman rumah dan kupanggil asyu itu agar dia datang ke sini.
Asyu siluman yang tidak sengaja menjadi peliharaanku setelah kejadian pembunuhan mbah Joyo ini memang aku karyakan untuk jaga rumah, asyu itu segera datang ketika ku panggil dia.
“Siapa yang tadi ke rumah ini?” tanyaku tanpa menggunakan percakapan oral sama sekali
“Tiga orang yang datang kesini, mereka datang pada tengah malam, kemudian saya takut-takuti mereka ketika mereka berani masuk ke halaman rumah” kata syiluman asyu itu
“Bagaimana ciri mereka bertiga?” tanyaku
“Pimpinannya bertubuh kecil berpotongan cepak dan dipanggil farid oleh dua orang yang berbadan kekar”
“Petro bangshyat! Ngapain dia datang kesini, apa tidak kapok setelah dikerjain kapan hari itu” gumamku
“Setelah kamu takuti lalu gimana mereka, apa kah mereka berkata sesuatu atau gimana” tanyaku lagi
“Tidak, mereka hanya lari dan masuk kedalam mobil kemudian pergi dari sini” jawab syiluman asyu itu singkat padat dan tepat hehehe
__ADS_1
“Apakah saya salah mengusir mereka tuan?” ancik syiluman ini memanggilku tuwan hahahah
“Jangan panggil saya tuwan, panggil nama saja atau mas, jangan mas. Panggil saya cak, ya cak Agus saja lebih nikmat didengar”
“Kamu tidak salah sama sekali, benar itu yang kamu lakukan tadi, sekarang gimana, apa kamu tetap tinggal disini atau kamu mau pergi?”
“Saya kerasan di rumah sebelah cak, kalau boleh saya mau tinggal disini saja cak”
“Lalu bagaimana kamu bisa makan, kan kalau di Waji kamu bisa makan darah, mayat dll, tapi disini kamu makan apa?”
“Saya bisa makan apa saya, saya cukup menghirup aroma masakan yang ada di kampung sini sudah luar biasa enaknya cak”
“Ya sudah kalau gitu, kamu tinggal saja disana kalau memang kamu mau. Kalau kamu sudah tidak kerasan kamu bisa pergi dari sini saja ndak papa kok”
Kemudian asyu itu kutinggal masuk ke rumah, terus terang aku ngantuk sekali saat ini, aku harus istirahat dan tidur dalam waktu yang cukup lama apabila diharuskan.
Ketiga temanku sedang ada di ruang tamu, mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting keliatanya, tapi aku malas untuk tanya kepada mereka.
“Mas, duduk dulu sini mas. Ada yang perlu dibicarakan mas” panggil Indah
“Iya mas, soale ada yang agak mendesak untuk dibicarakan mas, ini menyangkut teman kalian yang namanya Petro yang tadi tengah malam datang kesini” kata Indah
“Barusan aku dapat laporan dari anak-anak kecil ini mas. Temanmu kesini bersama dua orang kan tadi kata anjing yang di depan itu mas, tetapi sebenarnya dia tidak bertiga, ada paranormal hitam yang bersama dia, yang bekerja secara jarak jauh”
“Dia berhasil masuk ke dalam rumah mas, untung anak-anak ini berhasil mengusirnya, Dia sudah berhasil masuk sampai ke dapur dan sebelum masuk ke ruang tengah, keempat anak ini sudah menghadang di depan kamar mandi”
“Koyoknya mas Agus harus tegas sama Farid atau Petro itu mas, karena dia tidak akan menyerah sampai mereka bisa menghabisi kalian mas” kata Indah lagi
“Lha terus maksudmmu gimana Ndah. Apa aku harus datangi Petro dan bilang jangan macam-macam sama kita gitu?’”
“Ndak mas, mas Agus cukup patahkan saja yang dikirim kesini oleh dukun sewaan Petro hingga beberapa kali kiriman mas. Dengan begitu tidak ada lagi yang berani datang kesini setelah tau ada yang lebih hebat dan mengerikan disini mas”
“Kalau sampai dukun suruhan Petro itu bisa masuk ke sini, maka kalian tidak akan selamat mas, bahkan beberapa peninggalan mbah Putri yang masih ada di sini akan dicuri secara ghaib oleh mereka”
“Pertahanan rumah ini memang bagus mas, tetapi kalau tanpa bantuan mas Agus maka pelan-pelan akan bobol juga mas. Sementara ini kita jaga rumah ini dulu saja mas, sampai disini aman, baru setelah itu dilanjukan dengan hotel Waji lagi mas”
__ADS_1
“Ya wisalah , sekarang lebih baik kalian tidur, istirahat dulu. Beberapa malam ini kita tidak istirahat sama sekali lho ya”
“Mas, saya boleh ajak Bawok kesini? Saya suruh dia ada di bagian belakang rumah mas, jadi selain anjing yang didepan itu, nanti dibelakang ada bawok juga mas” kata Sumirah
“Ya terserah mbak Mirah lah mbak, asal tidak mengganggu Bawok saja mbak. Sekarang lebih baik kalian istirahat dulu agar energi kita kembali”
“Lebih baik mas Agus dan mas Glewo mandi bersih dulu, kemudian sarapan dan tidur. Aku sama Sumirah mau siapkan sarapan dulu untuk kalian”
Pagi ini harus kugunakan untuk istirahat penuh, karena kemungkinan nanti malam ada Farid atau Petro yang akan datang kesini lagi. Aku tau sifat Petro yang tidak akan menyerah begitu saja.
Heran aku, kenapa masalah tiba-tiba muncul satu persatu, belum juga tuntas dengan yang ada di Waji, kemudian mbah Joyo meninggal dan dia menyerahkan secarik kertas ber amanah untuk melakukan sesuatu yang ada di vila Putih.
Belum selesai dengan vila putih, sekarang Petro yang datang dengan menggunakan bala bantuan dukun-dukun yang dia sewa untuk mencari dan membobol rumah ini.
Tapi untungnya ada Sumirah yang siap membantu kami dengan cara dia mendatangkan temanya yang tanpa kepala itu. tapi semoga semua bisa diselesaikan dengan baik lah.
Aku dan Glewo selesai mandi, sarapan sudah tersedia di ruang tamu. Blewah masih saja ada dalam kekuasaan Sumirah, tapi biarlah begitu saja, karena tidak ada gunanya juga kalau Blewah muncul, dia bisanya hanya bikin masalah saja.
“Mbak Mirah, lebih baik mbak mirah mandikan tubuh BLewah mbak, agar lebih enak dilihat mbak. Karena Blewah itu kan jarang mandi, akibatnya tubuh dia dan rambut dia itu kumal dan mengerikan mbak”
*****
Malam pun tiba, setelah sholat Isya berjamaah di mushola sebelah, kami sudah bersiap di dalam rumah menunggu kedatangan Petro atau farid.
“Dia tidak akan datang dekat-dekat ini kayaknya mas. Mungkin tengah malam nanti dia akan kesini bersama bala bantuan yang lebih kuat mas” kata Indah
“Gel, lama-lama aku kok agak takut ya sama Petro yo, arek iku tambah gak karuan gitu sih Gel. Kita ini sudah bersahabat belasan tahun lho, tapi kok deke tega sekali sama kita ya Gel”
“Mbuh Wo, aku yo heran kok, harusnya dia kan lindungi kita, tapi malam deke makakno kita ke wong arab yang mungkin mungkin masih dendam sama kita”
“Nek menurutku kita mending datangi saja wong arab iku Gel, kita tanya apa maunya, biar semua ini selesai, baru kita fokus cari tubuh Indah dan sekalian yang membuat lagu kita mengerikan”
“Eh Wo, awakmu sudah coba telpon Broni, dan Tifano?”
“Sudah berkali kali c*k, tapi hp mereka tidak ada yang aktif. Aku juga coba telpon ke Wildan, Ukik. Tapi sama saja Hp mereka semua mati Gel”
__ADS_1