INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 204 (PENCARIAN BLEWAH LANJUTAN)


__ADS_3

“Anjing ini sudah jinak jeh, sekarang kita harus masuk kerumah ini” kata Dogel


“Kita harus masuk ke rumah itu sekarang nak. Akan saya coba untuk membuka pintu pagarnya dulu” kata pak Tembol yang kemudian menuju ke arah pintu pagar yang tadinya dijaga oleh anjeng yang sekarang sudah berubah menjadi jinak itu


Ketika pak Tembol sedang memegang pintu itu, tiba-tiba anjeng yang sudah kutaklukan itu berdiri, kemudian dia berjalan pelan menuju ke pintu pagar rumah, kemudian dengan moncongnya dia mendorong pagar itu hingga terbuka dengan sendirinya.


Kemudian anjeng itu mendatangiku dan menaruh kepalanya di telapak tanganku tanpa berusaha menjilat tubuhku seperti anjeng kebanyakan yang ada di dunia kami yang selalu menjilat kepara orang yang dia sukai.


“Kayaknya dia menyuruh kita untuk masuk ke dalam rumah, ada apa ini sebenarnya? Apakah Totok atau Dimas atau Haris, atau  Rochman atau Nabil sedang berusaha menjebak kita di  dalam sana nak?” gumam pak Tembol


“Dia menyuruh kalian untuk masuk ke dalam, kalian segera masuk dan cari teman kalian yang disekap di dalam sana itu” kata tiruan abah Fuad


“Apakah ini bukan jebakan bah?” tanya Dogel


“Tidak ada jebakan yang dilakukan oleh binatang, jebakan hanya dibuat oleh manusia yang licik!. Sebuas-buasnya binatang juga masih mempunyai sisi baik, jadi kalian masuk saja ke dalam dan cari teman kalian itu” kata tiruan abah Fuad


“Kamu dulu saja nak Petro, karena nak Petro sudah baik dengan anjeng itu, kami ikut dibelakang nak Petro” kata pak Tembol yang agak takut dengan anjeng bertubuh besar yang kini sudah jinak itu.


Akhirnya aku masuk ke dalam rumah ini diikuti oleh pak Tembol dan Dogel, sedangkan abah Fuad menunggu diluar. Anjeng itu berjalan di depan kami dengan ekor yang hanya berupa gundukan kecil itu saja yang bergerak-gerak.


Dia keliatanya menuntun kami menuju ke suatu tempat yang kami tidak tau, Karena tiap melangkah anjeng itu selalu menoleh ke arah belakang, seolah olah dia sedang mengecheck apakah kami mengikuti dia atau tidak.


“Eh nak Petro, apa kita harus ikuti anjing itu kemana dia jalan?” tanya pak Tembol


“Lha yaitu pak, gimana ini pak, apakah kita cari sendiri atau tetap mengikuti anjing itu kemanapun dia jalan pak?”


“Rumah ini besar sekali Tro, dan banyak kamar yang pintunya tertutup rapat, kita tidak tau dimana teman kita itu disekap. Menurut pak Tembol gimana baiknya pak?” kata Dogel


“Apakah perlu kalau tiap kita melewati kamar, kemudian kita buka kamar itu?” kata pak Tembol memberikan opininya


“Iya ya pak, kenapaaaa ndak kepikiran ya saya” ujar Dogel


“Kita dari awal saja, dari kamar yang paling depan tadi, kita coba buka pintu kamarnya” kata pak Tembol yang kemudian berjalan kembali dua kamar yang sudah kami lewati tadi

__ADS_1


Aku mengikuti ide pak Tembol, kami kembali ke kamar pertama yang sudah kami lewati tadi, sekarang pak Tembol sudah ada di depan pintu kamar yang pertama tadi, anjing penjaga tumah pun duduk di tempat langkah dia terahir jalan.


Pak Tembol berusaha memutar handle pintu, dan ternyata bisa. Setelah kami lihat di dalam, ternyata kamar yang lumayan luas dengan satu tempat tidur kingsize, lemari pakaian, dan meja rias itu kosong.


“Kita ke kamar kedua yok nak” kata pak Tembol yang berjalan ke kamar yang kedua, yaitu kamar yang letaknya di sebelah kamar pertama


Dibukanya juga pintu yang menutupi kamar itu, dan ternyata pintu yang tidak terkunci itu bisa dibuka dan di dalamnya juga tidak ada siapapun.


“Kosong juga nak, ya sudahlah. Ayo kita ikuti anjing itu, siapa tau dia memang menuntun kita ke kamar yang ada nak Blewah dan Nak Nang nya, tapi kita juga harus periksa tiap kamar yang kita lewati”


Kami saat ini ada di ruangan yang mungkin bisa disebut ruang tamu, karena didalam sini ada satu set kursi tamu dan meja tamu juga, tidak lupa bufet yang didalamnya ada sebuah tv tabung model lama yang besar dan tebal .


Kami berjalan dengan pelan ke arah dalam rumah hingga di sebelah kiri kami ada pintu kamar lagi, tapi anjing itu tetap melewatinya.


“Pak, apa pintu yang itu tidak perlu kita buka juga pak?” tanya Dogel


“Coba saya bukanya nak, siapa tahu ada nak Blewah di dalamnya” jawab pak Tembol yang kemudian berhenti dan membuka pintu kamar yang ada disampingnya. Dan sama saja, ternyata kamar itu juga kosong!


“Apakah rumah ini memang kosong seperti ini ya nak, hingga kamar yang sudah kita lewati itu tidak ada yang menempatinya sama sekali” kata pak Tembol


Kami berjalan pelan menuju ke bagian belakang rumah yang ternyata ada sebuah pintu yang tertutup. Di depan pintu ini anjeng itu kemudian duduk sambil melihat handle pintu.


“Pak, kelihatanya dia ingin kita membuka pintu ini pak, bagaimana pak, apa…apa bapak berani membuka pintu ini pak” tanya Dogel


“Iya nak, biar saya bukanya nak” kata pak Tembol yang kemudian maju ke depan kami dan meraih handle pintu itu


Pak Tembol memutar handle pintu model lama yang berbentuk bulat sepreti bola bilyard itu. Setelah terbuka ternyata di dalamnya adalah sebuah ruangan kosong saja, hanya saja ruangan ini tidak ada perabotnya sama sekali selain meja yang ada ditengah ruangan saja, meja yang  terbuat dari besi tepatnya.


Tetapi di dinding ruangan ada pintu besi yang menempel pada dinding ruangan, ada empat pintu besi yang berbentuk segi empat sama sisi yang ada di tembok ruangan ini.


“Apakah meja itu mengingatkan pada sesuatu anak-anak?” tanya pak Tembol


“Meja stailess steel yang seukuran dengan tubuh manusia pak, saya tidak tau apa guna meja stainless steel yang seukuran tubuh manusia itu pak, kemudian itu ada pintu besi di dinding juga gunanya apa pak?” kata Dogel

__ADS_1


“Yah sama nak, saya juga tidak tau nak, hanya saja pemikiran saya kok ke kamar mayat nak. Ruangan ini mirip dengan  kamar mayat nak” kata pak Tembol


Mak deg!...., masak iya sih di alam seperti ini ada kamar mayat. Bukanya kamar mayat itu ada di dunia kami saja, kemudian kutepis pemikiran itu dan juga omongan pak Tembol tentang ruangan ini.


Anjeng itu terus menuntun kami menuju ke bagian belakang rumah, ternyata setelah ruangan yang ada meja besi dan lemari besi ini ternyata ada pintu lagi yang menuju ke bagian belakang rumah.


Anjeng itu diam di pintu yang tertutup dan menatap tajam ke arah pintu belakang. Sepertinya dia sedang mengatakan sesuatu kepada kami…. Disana ada yang sedang kalian cari.


Kuelus kepala anjeng itu, tetapi ekor yang berupa benjolan kecil itu tidak bergerak sama sekali, dia hanya menatap tajam ke arah pintu yang sedang tertutup itu.


“Pak, anjeng ini tidak menggerakan ekornya sama sekali. Dan dia menatap tajam ke arah pintu ini pak. Apakah dibalik pintu ini ada sesuatu yang kita cari atau ada sesuatu yang sedang menunggu kita pak?”


“Saya sedang berpikiran sama dengan kamu pikirkan nak Petro. Jadi ada dua kemungkinan nak, di dalam sana ada nak Blewah dan nak Sinank nang, atau malah kita akan bertemu dengan sesuatu yang tidak kita harapkan nak”


“Lalu bagaimana pak, karena waktu kita tidak lama pak, kita harus segera memutuskan dan segera mungkin keluar dari sini dan kembali ke alam kita pak” sahut Dogel


“Ya sudah nak, saya akan buka pintu itu nak, kalian jangan tepat di depan pintu nak, agak sedikit menyingkir di samping pintui ini saja” kata pak Tembol


Sementara itu anjeng yang sedang duduk itu tetap menatap tajam ke arah pintu dengan telinga yang berdiri, mungkin di balik pintu itu ada sesuatu yang harus diwaspadai.


Pak Tembol maju dari posisinya yang ada di belakang kami, dia maju ke arah pintu dan kemudian tanganya memegang handle pintu yang berbentuk bulat juga.


“Handle pintu ini hangat nak, berbeda dengan handle pintu yang tadi kita lewati dan termasuk beberapa kamar yang kita buka tadi nak” kata pak Tembol


“Tapi bagaimanapun juga ya harus kita buka nak, karena kemungkinan besar apa yang kita cari ada di belakang sana nak” tambah pak Tembol


Pak Tembol menarik nafas panjang dan kemudian dia hembuskan kuat-kuat, dia berusaha meyakinkan dirinya untuk membuka pintu belakang rumah ini, dia berusaha memberanikan dirinya untuk bertemu dengan sesuatu yang ada di dalam sana.


“Tunggu pak, saya kok ragu apabila bapak membuka pintu ini pak, saya lihat gelagat anjeng ini berbeda dengan ketika kita masuk ke ruangan yang ada di rumah ini pak. Untuk saat ini anjeng ini kelihatanya tegang pak, lalu dari gelagatnya di dalam itu ada sesuatu yang akan menyambut kita pak” kata Dogel


“Biar bagaimana pun kita harus tetap masuk ke dalam sana nak, karena hingga saat ini kita belum menemukan teman kita nak” kata pak Tembol


“Hingga sampai ke ruangan ini kita sama sekali belum bertemu dengan sesuatu kan nak, maka dari itu kemungkian besar kita pasti akan bertemu dengan sesuatu. Hanya saja kemungkinan itu kita akan bertemu dibagian ruangan belakang ini nak. Itu baru kemungkinan saja lho nak” kata pak Tembol

__ADS_1


Memang betul dengan yang dipaparkan pak Tembol, kita sama sekali belum bertemu dengan sesuatu di rumah ini, dan harusnya kita ini bertemu dengan sesuatu itu, karena kita saat ini masuk ke dalam rumah milik orang yang sedang menyekap Blewah dan Sinank nang.


Kalau di masa kita rumah ini adalah milik dari Bosku yang bernama M.Nabil, tetapi bisa saja nama Nabil itu hanya nama palsu karena sebenarnya nama dia adalah Rochman atau Totok.


__ADS_2