INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 190 (MENCARI BLEWAH)


__ADS_3

“Kita ada dia masa depan, dan kalian bertiga ikut kami di masa ini teman-teman” kata Dogel  menunjuk kepada Winna, Chandra, and Chinta yang sedang kebingungan


“Untuk saat ini kita tidak tau siapa atau apa yang membawa kita semua ke masa ini, hanya saja kemungkinan besar bisa jadi akibat dari kekalahan Totok terhadap Blewah dan Nang. Tapi itu masih kemungkinan lho ya” kata Dogel


“Pak Tembol kemungkinan saat ini kita kembali ke masa ketika kami bertemu dengan bapak atau bisa juga kita ada di masa setelah nya atau sebelumnya pak. Karena saya lihat jam saya kok kacau tanggalanya”


“Bisa jadi kacau nak Petro, tapi coba lihat jam dan penanggalan di  ponsel kalian juga anak-anak , apakah menunjukan waktu yang benar atau tidak, karena kemungkinan besar penanggalan pada ponsel dan arloji kalian itu itu harusnya kacau juga”


Winna, Chandra, Chinta melihat ponsel mereka, dan ternyata benar, penanggalanya tertulis angka NOL semua, bahkan penunjukan jamnya juga kacau, ketiganya tidak ada yang  sama.


Jadi mungkin ledakan itu mengakibatkan portal dimensi waktu terbuka, dan akhirnya kita ada sekitar beberapa tahun kedepan, tapi apa yang menyebabkan ini terjadi kan kita masih belum tau. Apakah ini semua karena hasil dari kerjaan Blewah dan Si Nank nang atau apa” kata Dogel lagi


“L..lalu bagaimana dengan kehidupan kami bertiga” tanya Winna setelah tersadar dari kagetnya


“Aku ndak tau mbak, yang pasti sekarang mbak-mbak ini bukan ada di masa kalian, tetapi maju beberapa tahun kemudian, dan majunya itu kita tidak tau. Kalian kan jadinya lebih awet muda mbak hehehe. Nanti coba kalian lihat keluar sana, lihat di sebelah mushola itu ada mobil mbak Winna yang sudah gak karuan” kataku


“Masih untung kalian hanya maju dan mundur beberapa tahun saja, coba bayangkan bagaimana takutnya kalian apabila mundur hingga jaman penjajahan seperti yang saya dan anak-anak Sutopo alami itu” kata pak Tembol


“Ok saya paham kita ada di masa apa nak, tapi bagaimana dengan nak Blewah, dan nak Nank. Bagaimana dengan tubuh nak Blewah yang masih tidur ini?” tanya pak tembol


“Saya tidak tau pak, tetapi saya yakin perpindahan masa ini karena ulah Blewah dan Sinank nang juga. Pasti mereka berdua juga ikut andil dalam perubahan ini  pak” jawab Dogel


“Eh kami harus tenangkan diri dulu mas karena hal ini benar-benar diluar akal sehat mas. Harusnya kami tidak ada disini, tetapi apabila kami ada disini berarti ada alasan yang  kuat. Itu yang harus kita pikirkan mas” kata Chandra


Dogel kemudian menceritakan percakapanya dengan bu Puji tadi, sebuah percakapan yang singkat namun membuat bulu kuduk mereka meremang.


“Kata bu Puji kita hanya pergi dalam waku seminggu , tapi yang kita alami adalah perpindahan waktu yang tidak jelas, berarti pada masa ini harusnya kalian ada disini, lalu apa yang sedang kalian lakukan pada masa ini waktu itu” kata pak Tembol kebingungan


“Gini rek, yang namanya rencana Tuhan dan atau juga yang namanya ghaib itu tidak bisa dipikir dengan akal sehat, semua bisa terjadi sedemikian rupa secepat membalikan lembaran kertas! Jadi ya jangan dipikirkan apa yang ada di sini sebelumnya, karena pikiran manusia itu sangat terbatas” kata Ngot menengahi kami yang sedang bingung


“Apa yang harus kita lakukan lagi setelah ini anak-anak” tanya  pak Tembol


“Saya belum tau pak, tapi yang pasti kita harus selesaikan dulu yang belum selesai pak, kita harus cari dimana Blewah dengan bantuan Indah dan Ngot pak” jawab Dogel


“Gimana Ndah, Ngot…. Apa yang harus kita lakukan untuk menemukan Blewah yang sampai saat ini belum kembali ke raganya?”

__ADS_1


“Gini Tro, tadi aku juga sempet tanya-tanya ke demit yang ada di sekitar sini. Kata mereka untuk urusan dengan Totok itu tidak bisa hanya bisa dilakukan begitu saja. Karena ada akarnya yang harus dimatikan juga. Jadi menurutku kemungkinan besar Blewah masih ada bersama Nang untuk menumpas sampai akar-akarnya” jawab Ngot


“Saya kok merasa kita harus ke vila putih nak, keliatanya kita harus mencari yang namanya Haris nak, saya rasa dia adalah akar yang dimaksud oleh nak Ngot ini” kata pak Tembol


“Bagaimana anak-anak kalau nanti kita ke vila putih. Dan untuk tubuh nak Blewah mungkin bisa kita tidurkan di kamar depan ini dulu saja selama kita tinggal nanti ini” kata pak Tembol


“Eh jangan pak, dia itu bauknya gak karuan pak, biar tidur di tikar ini saja pak” jawab Chandra


“Ya sudah kita tidurkan dia di lantai ini saja, dan kalian cepat mandi, sebentar lagi kita pergi  untuk cari sarapan dan sekalian pergi menuju ke arah gebang nak”


“Eh pak, lebih baik ke gebangnya malam saja pak, saya tidak enak dengan penduduk sini apabila mereka lihat ada tiga perempuan yang kelaur dari rumah ini pak” kata Dogel


“Lagi pula siang-siang di vila putih tidak ada apa-apanya pak, mending tengah malam sekalian pak, agar terlihat apa saja yang ada disana pak” kata Dogel lagi


“Iya benar juga nak Dogel, kita ini tinggal di kampung dan kadang omongan penduduk kampung itu lebih berbahaya juga nak.  Ya sudahlah  kita malam  saja kesana, sekalian kita tunggu nak Blewah mungkin akan datang.


“Sekarang biar saya dan Petro keluar cari sarapan pak, kita juga harus pikirkan apa yang akan kita lakukan di Gebang, jangan grusa-grusu dulu pak” kata Dogel


Aku mengeluarkan motorku yang sudah terparkir di rumah ini entah untuk berapa lama. Semoga aki nya masih kuat untuk menyalakan mesin motor ini.


“Hehehee uang hasil jual perhiasan mbahku ternyata masih tersimpan dengan aman disini” guman Dogel yang sempat kudengar di pintu kamar


“Wis…. Ayo Tro, kita pergi cari sarapan heheheh, iki ada uang yang tak simpan di laci kamar” tunjuk Dogel pada lembaran seratus ribuan yang sangat banyak


Setelah kucoba beberapa kali menyalakan motot menggunakan kick stater, ternyata motorku masih bisa nyala hehehe. Aku dan  Dogel pergi mencari sarapan ke jalan raya. Tapi keliatanya Dogel menginginkan untuk melihat tempat kerjanya yaitu toko Gemezzz dahulu.


“Tro sebelum kita beli makanan, ada baiknya mampir dulu ke toko Gemezzz, aku kepingin liat bagaimana keadaan toko itu untuk masa tahun ini, apakah sudah berubah peruntukan atau masih saja seperti sebelumnya”


“Ok Gel. Sekalian lihat bentor kalian yang diparkir di dalam toko itu ya ”


“Lheeee aku ndak bawa kuncinya Tro, waktu itu kan yang ngunci toko nek gak salah kan si Blewah. lha apa kuncinya masih ada di Blewah atau hilang di perjalanan ya ndak tau Tro” jawab Dogel


*****


“Tadi kami lewat ke toko Gemezzz atau bisa juga disebut bekas kos-kosan mbak Winna. Keadaan disana masih sama kotornya seperti sebelum kami tinggal untuk masuk ke sana bersama Petro, Blewah, Indah dan Ngot” kata Dogel

__ADS_1


“Tapi yang pasti adalah toko itu masih ada dan masih belum berubah peruntukanya, sehingga menurut saya kita tidak jauh dari masa dimana kami ada dan tinggal disini ketika anak-anak Sutopo yang bernama Tifano, dan Broni kesini” kata Dogel


“Berarti kos kosan Winna sudah tidak ada mas, dan berubah menjadi sebuah toko gitu mas?” tanya Winna


“Iya mbak Winna, toko itu dulunya adalah kos-kosan kamu. Saya bisa bilang gitu karena lemari hitam yang ada di kamarmu itu masih ada disana” kata Dogel


“Lalu sebenarnya kita ini ada di tahun berapa sih mas” tanya Chandra


“Waduh ndak tau mbak, kami disini waktu itu tahun 2000 an. atau nanti saja kita beli kalender saja hehehehe, karena dirumah ini tidak ada kalender sama sekali” lanjut Dogel


“Bagaimana ceritanya hingga nak Tifano dan nak Broni itu bisa kesini nak Dogel?” tanya pak Tembol


Dogel menceritakan kepada pak Tembol secara detail lagi untuk mengingatkan Pak Tembol yang mungkin sudah lupa kalau Dogel sebelumnya penah bercerita mengenai pertemuan dia dengan anak-anak Sutopo.


*****


Malam pun tiba, setelah kami sholat isya berjamaah di mushola sebelah masjid, Dogel mencoba untuk menstater mobil Totok yang terparkir di samping mushola. Dan ternyata mobil itu masih bisa nyala normal mesinnya.


“Kita jalan ke vila putih setelah keadaan disini sepi saja ya, agar tidak ada penduduk sini yang lihat keberadaan kalian bertiga” kata Dogel


karena mobil totok ini masuk golongan yang hanya untuk maksimal lima penumpang, maka sisanya naik motor bersama aku.


Tepat pukul 22.00 kami berangkat dari rumah mbah putri. Mobil Totok berisi mbak Bashi, Dogel, Winna, Chandra, dan Chinta. Sedangkan pak Tembol bersamaku mengendari motor matik milik ku.


Perjalanan menuju ke vila putih melewati hotel Waji yang malam ini keadaanya sudah kosong dan mengerikan, berbeda ketika jaman sebelumnya yang masih dipenuhi oleh wisatawan.


Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai ke Gebang, kami langsung menuju ke vila putih dahulu untuk mampir ke rumah Haris yang ada di sebelah vila. Ini adalah ide pak Tembol yang entah kenapa mempunyai firasat jelek terhadap orang yang bernama Haris itu.


“Pak, kita langsung ke rumahnya atau bagaimana pak?”


“Langsung saja nak Petro, saya merasakan adanya sesuatu yang ganjil diantara mereka Haris Dan Totok, tapi ndak tau lah nak, pokoknya kita lihat dulu dia nak” kata pak Tembol yang sedang kubonceng dengan motorku


Berselang sekitar 15 menit dari Gebang kami sudah sampai jalan tanjakan yang menuju ke vila putih, dari kejauhan samar-samar aku bisa lihat ada mobil yang terparkir di sebelah kanan pinggir jurang. Kuhentikan dulu motor ini, begitu pula mobil yang ada di belakang kami juga iku berhenti.


“Pak, disana ada mobil pak, bagaimana pak, apakah kita teruskan pak?”

__ADS_1


“Iya nak, kita langsung saja menuju ke sana nak, saya juga heran ada mobil parkir disana  malam-malam gini disini nak


__ADS_2