
GEMEZZZ... sebuah papan nama mewah berwarna pink yang hanya bettuliskan Gemezzz warna hitam begitu mencolok di pinggir jalan Mn.
Sebuah ruko yang lumayan besar, mungkin ruko ini menggunakan dua kapling dijadikan satu. Ruko yang bagian depanya hampir seluruhnya berupa kaca yang didalamnya masih tertutup kelambu.
“Ini ta tokone Gel, kok besar sekali tokone Gel, gak nyangka kalau Totok bisa sukses sewa toko semewah iki Gel ”
“Pasti Wo, pasti ini tokone, aku kok ngeri juga ya kalau liat tulisan gemezzz nya hehehe, aku penasaan apa yang dijual sama mereka didalam sana Wo”
Toko Gemezzz ini masih tutupan , dus dus berantakan di halaman toko. Keliatanya si Totok baru selesai bongkar bongkar.
“Ayo masuk Gel, setelah itu kita cepet pulang, aku kok merinding ya mau masuk ke dalam toko itu gel, tadi kamu ndak ngajak Indah ta Gel, kan rasane aman kalau ada Indah disini Gel”
“Jangan dulu Wo, lebih baik ndak udah melibatkan Indah dulu Wo, biarkan dia di rumah dulu sama Blewah dulu dari pada kalau dia kesini malah gak karuan liat pacare ternyata homo”
“Lha kita kesini apa ndak masuk ke mulut macan Gel” tanya Glewo dengan nada suara yang agak gimana gitu hihihihi
“Ya ndaklah Wo,kan lumayan mulutnya Totok bisa kita gunakan sebaik mungkin heheheh”
“Asyuu opo c*k Gel, malah tambah remek kamu Gel, nek gitu aku pulang ae lah , mumpung belum masuk ke kandang macan”
“Wis ta tenang aja Wo, pokoknya kita jangan sampai tergoda sama Totok Wo”
“ Tergoda matamu Gel!, iya nek perempuan ,lha iki lakik homo sisan apane gak bikin gumoh Gel”
“Coba sik ae pokoke Wo, nek ndak kuat kita kibarkan bendera putih hehehe, yok kita masuk ke sana Wo, biar ndang cepet selesai cepet pulang”
Ku ketuk pintu kaca toko yang bernuasa pink di bagian tembok atas dan bawah kacanya, tidak lama kemudian pintu dibuka oleh seorang laki-laki.
Laki-laki gagah yang berperawakan tinggi berotot, rambut cepak, kumis dan brewok tipis, serta aneka tato gambar ruwet di lenganya.
“Ya, cari siapa” suaranya garang banget kaget juga denger suara garangnya laki-laki yang memakai kaos ketat dan celana jeans ketat juga.
“Mas Totok ada pak” aku berusaha sopan dengan orang yang ada di depanku, karena aku tidak mau kalau aku dianggap preman disini.
“Siapa namamu” tanyanya lagi tetap dengan suara yang garang, pokoknya laki banget pokokya deh
“Saya Agus pak, saya disuruh kesini sama mas Totok”
Kemudian laki-laki garang kekar itu melihatku dari atas kepala hingga ke kakiku yang hanya memakai sandal jepit warna hijau yang pudar warnanya.
Kemudian dia ganti melihat Glewo yang bertubuh pendek gemuk berkaca mata dan hanya memakai kaos oblong plus celana pendek yang sudah agak
__ADS_1
sobek bagian selangk*ngannya.
“Sebentar saya panggil Totok dulu, kalian tunggu disini dan jangan coba-coba masuk sebelum saya suruh masuk” kata laki-laki garang berpotongan
cepak sambil melotot ke arahku
“Cyiiiin tu diluar ada yang cari kamyuuu lhooo, aduuuuh jijay deh liatnya” suara lembut lembayu milik siapakah, apakah milik lelaki garang berpotongan cepak tadi itu?
“Cupipa siiihh, mas Agus kah sayank? Tanya suara satunya yang aku yakin itu suara Totok
“iyaaa cyiin, yey kok gilingan sih , cari lekong kayak gitu siih” kata suara yang aku yakin itu adalah suara si laki-laki bermabut cepak
“Biariiinn, emang lekong kamyu yang masih suka ama keong racun duuuhh rempong deh” kata suara milik Totok
“Janc*k Gel, iku ngono mahluk ampibi semua Gel, kita pulang ae Gel dari pada disini merinding aku gel” Glewo mulai ketakutan
“Sik Woo sabar, kita kesini kan demi Indah,wis pokoke ojok wedi lah” aku berusaha menenangkan Glewo yang semakin ketakutan ketika mendengar suara lelaki kekar tetapi kemayu hihihii
Sebenarnya aku juga takut lah, gimana ndak takut, yang ada dalam sana itu kekar kekar semua, kalau seumpama kita didalam terus diperkosa apane gak mencret-mencret rek.
Tidak kama kemudian Totok keluar juga setelah beberapa menit mereka berdua totok dan laki-laki berpotongan cepak itu bersitegang.
“Gak papa mas Totok yang penting saya dan teman saya Glewo ini kesini untuk bantu-bantu mas Totok disini” aku berusaha menenangkan Totok yang kayaknya malu sekali dengan kelakuan Joy.
“Iya mas Agus , eehmm tapi akunya pingin mas Agus ada disini ,temenin akunya dari si Joy yang sok army gitu dech mas..
“Panggilanya aja Joy! padahal namanya tuh BEJO mas huufff, sayangnya dia adalah partner jualan akunya mas, kalau dia hanya pekerja akunya udah akunya pecat dari dulu mas”
“Yuuk masuk yuuk, mas Glewo ini apanya mas Agus ya?” tanya Totok dengan wajah yang genit
Malam ini pakaian totok makin aneh, dia memakai kemeja yang bahannya tembus pandang kayak plastik, sehingga tubuh kekar dia jelas keliatan, kemeja tembus pandang itu dipadu dengan celana panjang warna merah menyala yang ketat pula.
Saking ketatnya celana panjang itu, sampai sampai belahan bok*ngnya keliatan, apalagi kepala kura-kuranya jelas methunthung. Sumpah nggilani pol pokoke.
Aku dan Glewo akhirnya masuk ke dalam toko Gemezz, di dalam sini banyak sekali patung manekin perempuan yang cantik-cantik, bahkan kalau diperhatikan lebih mirip perempuan dari pada sebuah patung atau manekin.
“Apa yang bisa kami kerjakan disini mas Totok, mungkin ada yang bisa kami lakukan macam bersih-bersh gitu” tanyaku, karena dari tadi kami hanya diam sambil duduk saja.
“Cuman temani akunya aja mas, mas Agus duduk aja gak usah ngapain-ngapain, mmhh atau kalau akunya capek, pijetin ya mas hihihi”
“Saya ndak pandai mijetin mas, yang ahli mijet itu Glewo ini mas, kalau saya ahlinya bidang ngemotin sesuatu mas hehehe”
__ADS_1
Aku memang sengaja memancing Totok agar dia semakin dekat dengan kami berdua, tapi aku tau batas batasnya lah heheheh.
“Ouughh ngemot apa mas, ngemot tebu atau ngemot pasir mas hihiihih, canda mas, jangan marah ya sayank” jawab Totok
“Ahh masak sih mas Glewo ini pinter mijet, nanti pijetin akunya ya mas, jangan khawatir mas semua pasti ada jasa lelahnya mas ihiihhii”
Di dalam toko ini dari tadi kok rasanya ngeri, apalagi kalok lihat manekin yang ada disini , rasanya manekin itu hidup mungkin karena saking cantiknya.
Rasanya aneh sekali disini , aku merasa kayak banyak mata yang sedang melihat aku dan Glewo, padahal disini hanya ada totok dan Joy atau BeJo saja.
Kulirik jam tanganku , sekararang sudah menunjukan pukul 22.30. Cukup lama juga kami berdua ada disini, sudah saatnya pulang lah. Ndak baik jam segini ada di tempat orang.
Totok sedang me rekap pakaian yang berantakan di lantai sendirian, aku dan Glewo hanya membantu menata pakaian-pakaian yang sudah direkap oleh Totok. Sedangkan teman dia yang berambut cepak ndak tau kemana.
Semakin malam disini semakin menakutkan , apalagi dengan adanya beberapa patung manekin yang seolah olah hidup dan melihat ke arahku.
Manekin-manekin itu kelihatanya sedang berusaha berkomunikasi denganku, keliatanya patung itu sedang berusaha memberi singnal bahwa tolong perhatikan aku.
Tapi itu kan hanya perasanku aja, mungkin kerena aku belum pernah melihat patung manekin sedekat ini sehingga aku merasa aneh disini yang memang banyak patung manekinya.
“Hmm mas Totok, apakah pekerjaanya masih banyak, maaf karena saya rasa ini sudah malam mas, saya besok pagi harus kerja narik becak mas” aku berusaha untuk pamit pulang
“Oh iyaa mas Agus , tentu saja boleh doong akunya lupa kalau mas Agus tidak tinggal disini heheheh, yang akunya ingat mas Agus dan mas Glewo tinggal disini bersama akunya heheheh”
“Iya maaf mas Totok, besok selepas saya narik becak , saya kesini lagi deh untuk bantu-bantu apa saja yang memang bisa kami bantu deh mas”
“Oh gitu, tentu saja boleh sayaang boleh kalau begitu..... ini saya ada pakaian yang bisa kalian kenakan kalau kalian kesini. Karena besok kan toko ini harus segera buka, sesuai perintah mas”
“Jadi seandainya besok mas Agus dan mas Glewo kesini berarti udah ada pembeli dong, jadi lebih baik kita sudah berpakaian yang pantas, agar calon pembeli tidak merasa kegerahan mas hihihhi”
Kemudian Totok menyerahkan dua stel pakaian yang akan kami gunakan besok ketika datang ke toko ini. Apakah aku dan Glewo dijdikan pegawai disini tau gimana sih.
“Mas Agus, ini satu stel pakaian untuk dipakai yang jaga disini, itu pakaian akunya rasa cucok sama tubuh kalian, apalagi buat mas Agus yang tinggi besar berbulu di dada ini, duuuh banget deh pokoknya mas”
“Besok buka, langsung rame kah mas Totok” tanya Glewo yang merasa janggal
Mungkin Glewo merasa aneh, kok ya ada toko pakaian yang baru buka kemudian diserbu pembeli, apalagi di daerah Mjkt ini.
“Iyalah mas , udah pasti kok. Udah banyak pelanggan yang tanya-tanya kapan toko ini buka. Pokoknya besok kalian berdua ada kerjaan sampingan disini deh”
“Mmmh jangan hiraukan si Joy atau Bejo itu ya sayank, dia itu emang gitu suka urusin hidup orang, padahal hidup dia sendiri aja gak jelas”
__ADS_1