
Dalam keadaan bulan penuh harusnya mereka mengadakan pesta makan-makan, tetapi yang ada di area hotel ini masih sunyi sepi tidak ada apapun kecuali mahluk halus yang selalu mondar madir disini yang sok sibuk.
“Mas Agus kata mereka kita harus masuk sendiri tanpa mereka, mereka tidak berani dan tidak punya hak untuk ada di dalam sana mas, jadi setelah masuk ke pintu itu mereka menunggu kita disini mas”
Saat ini kami berada persis ada didepan pintu kaca yang bertuliskan kantor.
“Ndah bener ini kita masuk kesini, takutnya mereka sengaja umpankan kita ke pimpinanya yang sekarang sedang kelaparan”
Indah bicara lagi dengan keempat anak yang nggelibet di sekitar kaki kami , wajah keempat anak itu serius, tidak ada guyonan khas anak kecil kayak tadi lagi.
“Anak-anak ini akan ikut kita mas, untuk membuktikan bahwa mereka tidak mengumpankan kita ke atasannya, tetapi mereka minta garansi setelah kita dari sini harus segera keluar mas, mereka tidak mau kena siksa oleh penguasa disini mas”
“Ya wis Ndah, ayo kita masuk, ajak mereka juga agar mereka bisa menunjukan dimana tempat Blewah berada”
“Mas tunggu, mereka minta gendong mas, anak-anak ini tidak berani menapakan kaki mereka kedalam ruangan ini, katanya disini panas sekali”
“Yo wis, ayo cepetan dan gak usah ngajak ngomong lagi Ndah, kalok denger mereka ngomong ngecepret koyok mencret perutku langsung mules Ndah, jadi inget closet Ndah hehehe”
Satu di punggung kiri dan satu di kanan, begitu pula dengan Indah , tapi memang tidak terasa sama sekali ketika mereka berdua naik dan gendong di punggung kiri dan kananku.
Senter hp di tangan kananku, langkah kakiku terus mengikuti arah senter hpku, semakin masuk ke dalam keadaannya semakin lembab, suhu udarapun semakin panas didalam sini
“Eh Ndah , tolong tanyakan apakah masih jauh Ndah”
“Katannya di ujung itu ada pintu yang tembus ke arah dapur mas, dan didapur itu ada ruangan lagi yang biasanya digunakan para helper untuk tidur, nah disanalah mas Blewah berada kata kedua anak yang sedang Indah gendong ini mas”
Semakin masuk ke dalam semakin sepi, tidak ada satupun mahluk ghaib yang menampakkan wujudnya. Kalau tadi waktu ada di sekitar meja resepsionis masih ada beberapa yang seliweran, tetapi disini sama sekali tidak ada.
Debu lantaipun semakin tebal, dan diatas debu tebal itu nampak jejak kaki yang menuju ke arah belakang, jejak kaki yang keliatanya masih baru.
“Ndah, keliatanya itu jejak kaki Blewah” tunjukku di lantai
“Keliatanya sih iya mas, itu keliatanya jejak kaki mas Blewah, disini makin berdebu aja lantainya mas, tebal sekali debunya, padahal yang didepan tadi hampir tidak ada debunya mas”
“Iya ndah, seharusnya yang berdebu itu yang depan, karena yang depan kan dekat dengan halaman hotel , sedangkan yang disini kan jauh, tapi debu ini aneh Ndah, sepertinya bukan debu dari luar, karena debu ini berwarna abu abu Ndah”
__ADS_1
“Iya mas, semakin kesini, rasanya kok semakin mengerikan mas, debu ini sepertinya bukan debu dari luar mas, karena warnanya abu-abu dan agak kasar teksturnya mas”
Setelah aku dan Indah sibuk memperhatikan debu yang berserakan dilantai, kami kembali berjalan di lantai yang berdebu abu-abu menujuke pintu yang kata anak kecil itu tembus ke dapur hotel.
Sampai sini aku merasa harus istirahatkan diriku dulu sebelum terkaget-kaget dengan apa yang ada di balik pintu ini. karena perasaanku berkata kalau yang ada dibalik pintu itu adalah sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya.
Sebenarnya ada apa sih disini, kenapa semakin kebelakang hawanya semakin panas, persis seperti waktu di kamar 6+ yang panas itu, tapi apakah mungkin semuanya akan terungkap ketika aku membuka pintu ini?
“Mas, coba didorong pintunya mas dan hati hati karena kata anak-anak ini pegangan pintu itu panas mas”
Memangnya dibelakang itu ada apa, kenapa semua menjadi panas, bahkan pegangan pintu ini panas juga, apakah dibelakang ada kebakaran atau gimana?
Suasana gelap ditambah panasnya udara disekitar sini membuat pikiran kami menjadi kalut dan tiba tiba berubah menjadi kepanikan.
“Tenang-tenang mas, jangan panik hanya karena hawa panas yang ada disini mas, cobalah berpikir positif saja, memang hawa sumuk dan pengab kayak gini ini membuat kita makin kalud, kita makin merasa tidak bisa berpikir dengan tenang mas”
“Jadi lebih baik tenang kan diri dan buka pintu itu mas” suruh Indah kepadaku
Ada hal aneh yang terjadi pada dirikku yang sedang digandoli oleh dua biji anak kecil yang juga sedang merasa kepanasan, kedua anak yang ada di bahuku ini tidak kalah menderitanya dibanding denganku.
“Bismillahirahmanirahim…..” kubuka pintu yang di depanku ini dengan hanya mendorongnya, karena pintu ini bukan pintu yang mempunyai handle pintu yang harus ditekan ke bawah, melainkan hanya ada pegas yang membuat pintu ini akan tertutup kembali apabila didorong atau ditarik
Kuambil senterku yang tadi sudah kumasukan ke kantung celanaku, kuterangi bagian dalam ruangan aneh ini. Ternyata didalam sini kosong, hanya saja hawa disini sekarang dingin khas hawa pegunungan di daearah pct.
“Mas, hati-hati, karena kita sudah mulai memasuki kawasan mereka kata anak kecil yang kita gendong ini mas”
“Ini kita kemana Ndah, karena ruangan ini lebar sekali, disini ruangan dapur yang lumayan mengerikan kalau menurutku, hawanya dingin sekali disini, iso masuk angin nek kayak gini Ndah”
“Nanti Indah kerokin mas kalau dah sampai rumah, jangan khawatir mas heheheh, kita ke arah kiri mas, kata anak kecil ini”
Ini adalah ruangan dapur, karena disini ada berbagai macam peralatan dapur yang masih tertata rapi dan dalam keadaan yang bersih, kusorotkan terus senter hpku untuk bisa lihat lebih banyuk lagi yang ada disini.
Di arah kanan itu kayak ada semacam pintu yang terbuat dari logam stainless still dengan handle pintu dari logam pula, kalau perkiraanku itu adalah lemari pendingin yang seperti di film sponge bob itu kan.
Tapi nanti saja kulihat pintu itu dan isinya, yang penting sekarang ke arah kiri cari Blewah dulu aja yang terpenting. Aku heran, kok bisa Blewah tiba-tiba masuk ke daerah ini hingga ke dapur mengerikan ini?
__ADS_1
“Mas di ujung itu kan ada pintu, coba di buka mas, Blewah kemungkinan besar ada disana mas”
Apa aku ndak perlu curiga dengan perintah Indah yang berasal dari arahan dua anak kecil yang sekarang sedang ada di atas bahuku ini?
“Di dalam itu ada apa Ndah, kenapa harus kubuka pintu yang ada didepanku itu Ndah?”
“Karena teman kita ada disana mas, dia sedang bersama dengan seorang perempuan kata kedua anak yang ada di kepalaku ini mas”
Di depanku sekarang ada pintu yang kemungkinan besar adalah tempat menginapnya para tenaga kebersihan dan tenaga pemasak hotel ini
“Sebenarnya mas Blewah disini adalah karena ajakan dari orang yang ada di dalam pintu yang sedang dalam keadaan tertutup itu mas”
“Perempuankan tadi katamu Ndah?”
“Iya mas. dia berujud perempuan, perempuan dengan kepala yang terpisah dengan tubuhnya”
“lebih baik mas Agus cepet selamatkan Blewah, dari pada mahluk itu mulai membunuh secara pelan pelan dan tanpa rasa sakit kepada mas Blewah, itu yang dikatakan anak kecil yang Indah gendong ini mas”
Senter kuarahkan ke daun pintu yang berwarna putih kotor, disisi sisi daun pintu itu kotor sekali dengan noda kehitam-hitaman, lebih mirip dengan noda darah yang dulu kami pernah lihat di ruang kantor hotel ini.
Tanpa menunggu lama pintu yang sedang tertutup kutekan kebawah handle pintunya, tetapi sayangnya pintu itu tidak terbuka, kemungkinan dikunci dari dalam. Hhmmmm kok ada ya demit main kunci kuncian pintu, koyok arek sekolah yang nonton bokep di kamar ae rek.
Kuambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar itu, kebetulan yang aneh anak-anak yang kugendong ini memberikan tenaganya pada kaki kananku untuk menendang daun pintu yang terlihat kokoh itu.
BRAAAAK!.....
“Aaahhsssshhh.....” Suara lenguhan laki-laki dari dalam terdengar hingga telingaku
“YANCHOOOOK!... suora opo iku Ndah!”
“Itu suara mas Blewah , cepat mas selamatkan dia sebelum roh mas Blewah di syeedhooottt mahluk aneh itu”
Kuterangi kamar itu untuk mencari dimana Blewah berada, tiba-tiba cahaya senterku berhasil menerangi sebuah kaki perempuan yang menapak di lantai.
Palan-palan sinar senterku menerangi bagian lutut , naik lagi ke paha. Dan stop di area paha, karena aku ndak berani naik lagi, ternyata perempuan itu tidak memakai pakaian sama sekali, jadi aku skip dulu untuk menyinari anggota tubuhnya..
__ADS_1
Kusinari bagian atas saja kalau begitu....., t...tetapi, Astargfirullah..., betul Indah, tidak ada kepada disana, yang ada hanya leher yang penuh darah hitam dan nanah. Lalu kemana kepalanya dia?
“Kepala perempuan itu ada ditempat tidur mas, tepat di antara kedua kaki mas Blewah”