
“Mas Totok, saya minta maaf kalau malam ini kami harus pulang , kami tidak bisa jaga toko seperti kemarin, karena ada hal yang harus saya lakukan dengan para preman teman saya itu”
“Apa mereka maengancam mas Agus? Atau mereka ingin membuat mas Agus celaka? Tenang saja mas, akunya bisa bantu mas Agus ngadepin masalah preman itu mas”
“Oh bukan, mereka bukan preman seperti pada umumnya, mereka adalah preman bagi sistem kehidupan yang tidak adil.
“Hanya hari in saja mas saya ijin pulang cepat, besok saya bisa jaga seperti biasanya mas”
Totok hanya melihatku dengan tatapan penuh harap.....penuh harap ku gampar wajahnya hahahahah.
Tanpa menunggu jawaban dari laki laki bertubuh kekar dengan memakai rok span dan wig panjang, aku tinggalkan dia dengan wajah yang masih terbengong-bengong.
Bejo melihatku dengan wajah marahnya , dia hanya diam dengan nafas yang masih ngos ngosan serta keringat yang membanjiri kemeja ketatnya.
“Gimana parkirane Wah, hasil berapa malam ini” tanyaku pada Blewah ketika aku sudah di parkiran depan toko
“Lumayan Gel, tak itung-itung bisa hasil lima puluh tiga ribu iki heheheh, lha kalau tiap malam jaga parkiran kayak gini ya hasile lumayan buat nyambung hidup Gel”
Pukul 21.20 kami start dari toko gemezz menuju ke prgn, tiga sepeda motor dan satu bentor berjalan beriringan dengan kecepatan yang tidaknterlalu cepat.
Yang penting alon alon asal kelonan , eh eee alon alon asal kelakon.. karena yang kita tempuh adalah jarak yang lumayan jauh dengan medan yang menanjak, semoga bentor ini kuat menanjak di jalan hutan.
“Kita ini nekat lho mas, malam-malam gini berangkat ke daerah yang medan jalannnya naik dan turun dengan curam, padahal kendaraan yang kita pakai ini buatan tahun 90an lho hahahahh” kata Ukik
Saat ini Ukik yang meggonceng Blewah dengan menggunakan motornya yang bisa dikatakan cukup mengkhawatirkan keadaaanya, selain umur motor yang sudsh cukup tuwa.
Aku dan Glewo mengendarai bentor sedangkan Blewah bersama Ukik agar beban berat bentor bisa berkurang dalam menempuh jarak yang lumayan jauh.
Dimana Indah, .... ternyata Indah ada di bentor, duduk bersama Glewo. Lho berarti tadi Indah ikut ke toko Gemezz, bukanya tadi dia jaga rumah selama kami kerja?
Betul Indah tadinya jaga rumah, tetapi dia ikut kelima teman kami ketika mereka menjemput kami di toko Gemezz, meskipun tanpa sepengetahuan motor yang diboncennya
“Sebentar lagi kita msuk pct rek, kita istirahat dulu di warkop rek, sambil dinginkan mesin, maklum yang kita gunakan motor yang sudah sepuh sepuh rek” kata Tifano.
__ADS_1
Memasuki kawasan Pct yang berudara dingin di malam hari, kami mencari sebuah warung kopi, hanya untuk sekedar ngopi dan mendinginkan mesin motor tua kami.
Masuk kawasan pasar dan kemudian bebelok ke kawasan yang banyak terdapat vila dan hotel tua. Meskipun ini mungkin sudah tengah malam, tetapi kehidupan disini masih ramai, beberapa pedagang pasar mulai menggelar daganganya.
Kami berhenti di sebuah warung kopi yang lumayan masih rame meskipun sudah selarut malam ini, warung kopi ini menyediakan aneka gorengan dan makanan semacam mie istan.
Warung kopi yang tanpa nama ini ternyata cukup ramai dengan pembeli yang berdatangan termasuk kami, kami hanya memesan secangkir kopi untuk masing-masing, karena dana kami yang pas pas an.
“Mas, Indah ingat pernah ada disini mas, waktu itu Indah dan Totok perjalanan dari Mjsr, waktu itu kalau tidak salah sekitar tengah malam juga mas” kata Indah tiba-tiba kepadaku
“Makanya aku ajak kamu jalan-jalan, agar kamu ingat apa saja yang dilakukan Totok terhadapmu Ndah, agar Ingatanmu kembali lagi tentang masa kamu dibunuh dulu itu.
“Indah disini lumayan lama mas, karena Indah sedang terlibat pertengkaran sama mas Totok. Waktu itu kita berdua ada di Mjsr , kemudiaan Indah bilang kalau sedang hamil, tetapi Totok tidak mau mengakuainya mas”
“Setelah pertengkaran yang lumayan, kemudian Totok memberi ide untuk mencari hawa dingin, kemudian kami menuju ke sini dan mampir ke warng kopi yang keliatanya buka 24 jam ini mas”
“Nanti kamu ingat-ingat lagi, kemana Totok setelah ini membawamu Ndah, agar nantinya masalahmu dapat dipecahkan dan kemudian ganti kami harus memecahkan masalah kami Ndah”
“Kalau tidak salah, kita kemudian masuk ke salah satu penginapan di tempat ini mas, tapi Indah bingung losmen atau vila ya waktu itu, tetapi yang indah ingat mobil Totok bisa masuk ke dalam garasi penginapan”
Aneh juga , kenapa tiba-tiba kepala Indah sakit ketika dia berusaha mengingat-ingat kejadian sebelum dia dibunuh oleh Totok homo itu.
“Sudah jangan dipaksakan dulu, nanti juga kamu akan ingat kok kalau sudah waktunya ingat Ndah, makanya aku ajak kamu kesini agar pelan-pelan ingatanmu kembali, sehingga kamu akan tau apa yang dilakukan Totok terhadap jasadmu”
“Ayo rek kita lanjutkan perjalanan” kata Broni yang sudah menghabiskan segelas kopi hitam tanpa gulanya
Setelah melakuan pembayaran ,kami melanjutkan perjalanan yang mungkin agak mengerikan,karena selepas pct kami akan melewati jalan yang curam naik dan turun melewati hutan.
Aku yakin bentor ini mampu untuk melewati medan berat menuju ke kawasan Prgn itu, tetapi untuk melewati hutan yang gelap ini yang aku tidak yakin heheheh.
Kawasan Pct ini memang dahulu digunakan orang sebagai tempat untuk menikmati hawa yang sejuk dan dingin, tetapi karena sekarang ada kawasan lain semacam prgn dan semakin kesini hawa di pct ini tidak sedingin dulu, maka semakin berkuarang orang yang tidak mengunjugi pct ini .
“Mas, Indah merasa pernah ada disana mas” tunjuk Indah pada sebuah hotel yang letaknya agak masuk ke area taman yang gelap ,mungkin karena penerangan yang kurang
__ADS_1
“Ya sudah , coba kamu kesana, kamu periksa ada apa disana hingga kamu merasa pernah ada disana sebelumnya”
Indah menghilang dari pandanganku, dia pergi ke hotel yang tadi dia tunjuk. Semoga disana ada petunjuk yang dia dapatkan, sehingga kami bisa konsentrasi ke masalah kami.
Rombongan tiga motor dan satu bentor sudah mulai memasuki desa ya ng saat ini keadaanya sunyi sepi, desa yang menghubungkan kawasan persitirahatan dan obyek wisata air hangat pct dengan hutan yang menuju ke prgn.
“Indah kemana Gel, kok sampek sekarang belum juga muncul?” tanya Glewo yang sekarang gantian mengemudikan Bentor.
Tadi waktu berangkat dari Gemezz sampai ke warung kopi yang mengemudikan bentor adalah aku, tetapi tadi kita sepakat untuk bergantian mengemudikan bentor yang lumayan berat ini.
Ketika kami hampir masuk ke wilayah hutan, tiba-tiba Indah sudah ada di sebelahku, wajah Indah cemberut , mungkin dia habis melihat sesuatu di hotel itu.
“Gimana Ndah, apa yang kamu dapatkan disana? Apa kamu mendapatkan sebuah petunjuk tentang masalahmu?
“Tadi hampir dapat mas, tetapi ketika Indah masuk ke dalam kamar yang Indah rasa ada sesuatunya disana, tiba tiba Indah ketakutan, karena disana banyak setan jahat yang siap menangkap Indah”
“Disana Indah bisa lihat ada beberapa mayat di tempat tidur, keliatanya kamar itu adalah kamar bekas terjadinya pembunuhan mas”
“Tapi anehnya beberapa mayat ditempat tidur itu semuanya adalah mayat perempuan, dan yang mengerikan disana banyak mahluk pemakan darah mas, mereka rata-rata bewarna merahndarah”
“Kamu bisa lihat ndak, yang mati disana itu siapa saja, aku kok makin penasaran dengan kamar hotel bekas pembunuhan itu ya Ndah”
“Sayangnya ndak bisa mas, wajah mayat itu sama sekali tidak jelas , karena hanya berupa bayangan saja mas”
Aneh juga apa yang ada dikamar itu, lain kali saja kami kesana untuk meliha keadaan kamar itu , siapa tau ada semacam petunjuk disana.
Udara semakin dingin ketika kami mulai memasuki kawasan hutan pada malam hari ini, suara- suara aneh dari binatang malam mulai banyak terdengar.
Untungnya kami tadi membawa jaket sehingga udara dingin yang menusuk ini tidak sampai tembus ke kulit tubuh kami, perjalanan naik turun seolah tidak ada hentinya.
Hingga pada suatu tikungan tajam motor yang ditumpangi Tifano hilang kendali. Motor itu masuk ke jurang bersama kedua penumpangnya yaitu Tifano dan Haris!
Karena kaget kami hanya bisa diam dan terngaga sebelum Glewo berteriak memanggil teman kami yang tadi jatuh ke jurang.
__ADS_1
TIIIIIFFFF,...... HARIIIIIS!.....