INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 108. ANGIN KENCANG DI DALAM RUANGAN


__ADS_3

"Kita ke sana hanya untuk mengambil buku teka teki silang saja ya, setelah mendapatkan buku itu kita harus segera pergi dari sana, setuju Wah?" tanyaku kepada Blewah yang tetap memaksa untuk mengambil buku yang sudah dia tinggal lama disana


"Setuju Gel, setelah aku dapat kan buku itu , kita segera meninggalkan tempat itu" jawab Blewah


"Indah gimana menurutmu, dari tadi kamu Cuma diem aja lho, ndak bicara apa apa"


"Ndak papas mas Agus, Indah memang hanya pingin diam aja mas. Kalau mau ke waji lebih baik siang ini saja mas, dari pada kalau malam hari" kata Indah


Akhirnya siang ini kami berempat berangkat lagi-lagi menuju ke hotel waji yang jaraknya tidak bisa dibilang dekat, dan lagi-lagi aku harus isi bahan bakar mobil dulu.


"Mas, sesuai omongan mbah putri semalam, ingat kan mas" setelah Indah lihat aku mengisi bahan bakar mobil ini hanya dengan uang dua puluh ribu rupiah


"Iya Ndah, setelah kita pulang dari sana, kita coba nanti" kataku tanpa menyelesaikan kalimatku


Aku tau Blewah orang yang tidak akan tenang melihat uang banyak, dia akan habiskan uang itu untuk hal-hal  yang tidak berguna.


Aku ingat ketika dia jadi juara dua dalam program acara televisi "Penghuni Terakhir", waktu itu dia benama Toni atau syai toni rojim, di acara itu Blewah kalah tipis dengan orang dari Jkt. Hadiah yang dia terima juga tidak main-main lah.


Tapi yang namanya Blewah tetap saja Blewah, dalam dua bulan uang hadiah dari program acara penghuni terakhir itu ludes, dan sebagian besar hanya dibuat untuk mentraktir para wanitah wanitah muda.


Jadi wajarlah untuk urusan yang satu ini aku rahasiakan dari Blewah,  Kalau Glewo orangnya tidak suka aneh aneh, paling juga dia minta ditraktir main dengan waria  hihihihih.


Perjalanan siang hari ini lumayan panas karena aku tidak nyalakan pendingin udara dalam mobil, sengaja tidak aku nyalakan pendingin udara karena mobil hanya aku isi dengan uang dua puluh ribu rupiah saja. Takutnya tidak cukup untuk pulang pergi perjalanan.


"Wo, awakmu ada sisa duek?"


"Aku onok 50 rb  Gel, kenapa?" tanya Glewo


"Gak papa Wo , buat jaga-jaga ae, duek ku terakhir wis tak belikan bensin tadi"


"Iyo Ge, nanti pakek uangku aja kalau perlu apa-apa" jawan Glewo


"Lho he, kewud ( duwek ) mu wis entek ta Gel, nek gitu aku tak mbecak ae lah Gel , lumayan buat tambah tambahan dana" kata Blewah


"Iyo Wah, nek kamu mau mbecak yo mbecako Wah , opo ngemis sisan lebih banyak dapatnya dari pada mbecak Wah"


"Ngemis cita-cita idamanku Gel, ngemis iku cepat sugih lho rek. Kira-kira model ngemis yekopo sing cocok buat aku Gel"

__ADS_1


"Ngemis kaki borok dirubung laler ijo atau ngemis model ngesot kaki buntung Wah, ketoke cocok bua ente"  kata Glewo


"IYo Wo, cuma bondo tapi singkong, air kelapa, perban, obat merah karo debu tanah" guman Blewah


Siang hari pukul 14.30 kami sampai di hotel Waji , sebelum hotel waji harusnya ada warung mbah Joyo, tetapi siang ini keliatanya warung itu sedang tutup, ndak tau kenapa kok tutup, padahal wasiat mbah Joyo kan tidak boleh tutup warung sama sekali.


"Warung mbah Joyo tutup Gel.. ojok-ojok ada apa-apa sama Ki peli Gel" kata Glewo


"Hussh Kipli Wo, jangan Ki peli, gak bagus didengar arek cilik Wo heheheh"


Mobil kuparkir di tempat seperti biasanya, beberapa meter dari sebelah kiri dari pintu pagar hotel Waji. Keadaan sekitar hotel saat ini sedang sepi karena warung mbah Joyo keadaanya tutup.


"Sekarang ayo kita ambil buku teka teki silang itu Wah, setelah itu kita pergi dari sana secepatya Wah, aku masih merinding kalau masuk ke dalam hotel itu lagi Wah" kata Glewo


Kami berempat berjalan masuk ke dalam halaman hotel, suasana siang ini benar-benar sepi, nda tau  kenapa kok gini, ndak koyok biasane yang selalu rame suara burung yang ada di dahan pohon mangga dan pohon beringin yang mengerikan.


Kami berjalan pelan-palan di rumput yang sudah lumayan tinggi ini, terus terang aku takut apabila tiba-tiba ada ular yang menyerang kami.


"Buah mangga ini makin banyak saja ya rek, seakan akan tanah disini selalu diberi pupuk dengan berkala"


"Iya mas, memang ada pupuk mas, tapi pupuk yang berasal dari jasad dan potongan tubuh manusia mas, mangga dan pohon beringin itu akan menjadi subur terus, seperti pohon kamboja yang ada di kuburan suburnya" kata Indah


"Sekali lagi awakmu karepe dewe Wah, aku ndak segan-segan memanggil nama penggantimu, jangan mbok anggap ancamanku ini main-main lho Wah" tergurku kepada Blewah


"Iyooo iyooo Gel, gak usah emosian gitu poko rek hehehe, aku kan Cuma guyonan Gel" jawab Blewah


"Disini bukan saatnya guyonan ataupun memamerkan kesangaranmu rek, disini harus ekstra hati-hati, gak usah sok-sokan jadi jagoan" tegurku lagi


Kantor hotel sudah terlihat di depan kami, keadaan siang yang tadinya terang lambat laun menjadi mendung, tanda mendung itu mungkin akan turun hujan sebentar lagi. Tapi ini kan belum musim hujan, kenapa sekarang ada mendung datang?


Kami tepat ada di depan kantor hotel, tepatnya persis di depan pintu kaca kantor yang kotor oleh debu. Kuintip di dalam kantor hotel yang memang sepi tidak ada siapapun disana, tidak terkecuali mahluk ghaib yang juga tidak nampak di dalam sana.


"Ayo kita masuk ke dalam rek, tapi hanya ambil barangmu dan kemudian kita segera kita pergi dari sini"


"Ok Gel, cuma ambil buku tts kemudian kita minggat dari sini ya" Glewo memberikan penekanan


"Mas Agus bisa merasakan sesuatu ndak di dalam sana? Indah merasa ada mayat yang baru mati mas"

__ADS_1


"Iya Ndah, aku juga merasa bahwa disana ada yang barusan mati, hawanya beda dengan terakhir kita kemari"


Aku maju ke pintu masuk yang sebagan besar adalah kaca. Kemudian kutekan kebawah handle pintu ruang kantor itu, ketika kutarik pintu itu keluar, wuiiih aroma busuk menyeruak keluar  ruangan.


"Aaaarrrh bau apa ini rek, busuk sekali baunya" kata Glewo


"Koyoke didalam itu ada mayat Wo, buktinya banyak lalat hijau yang berterbangan dan hinggap di dalam ruangan ini rek"


"Kita tidak usah mencari tau dimana mayat itu, karena tujuan kita kesini hanya mengambil buku teka teki silang kan Wah, bener ndak Wah?" lanjutku


"Iyo Gel, ayo kita masuk rek, dan tutup hidung kalian, karena bau bangkai ini benar-benar mengerikan" kata Blewah


 Baru saja kami melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan ini, tiba tiba mendung semakin tebal, padahal tadi waktu kami diluar mendung tapi mirip dengan , mendung kalau mau hujan.


Bersamaan dengan mendung yang makin tebal dan makin gelap disini, tidak lama kemudian kabut mulai turun, kabut mulai datang dari pintu gerbang hotel.


Setelah kabut turun, kemudian angin mulai berhembus pelan, perlahan-lahan menjadi kencang , dan tidak lama kemudian semakinkencang disertai dengan suara gemuruh angin yang mirip badai.


"Keliatanya kita tidak diperbolehkan datang ke sini rek, mereka ini keliatanya menolak kedatangan kita" teriak Glewo yang mulai ketakutan.


Aku tidak bisa mendengar suara Glewo kalau dia bicara tidak berteriak.


"Kita ambil buku tts itu, kemudian kita pergi dari sini" teriakku kepada Blewah yang mulai bingung


"Gel. Iki.....iki si Sumirah minta hadir Gel, keliatanya pentimg Gel. Tapi aku mau ambil buku itu disik, setelah itu  biarkan dia nggantikan aku"  teriak  Blewah diantara suara angin yang kencang


Meskipun kami ada di dalam ruangan, tetapi disini angin benar-benar bertiup dengan keras, sehingga apa saja yang ada disini berantakan karena tiupan angin yang sekarang mirip badai


Wih dengaren Blewah kok baik , biasanya dia kan gak suka dengan adanya Sumirah. Tapi aneh, saat ini dia membiarkan Sumirah nggantikan dia.


Blewah segera belari menerjang angin yang keliatanya berasal dari arah dapur, Blewah menuju ke meja resepsionis, cukup lama dia ada disana hingga beberapa menit kemudian.


"Buku teka teki silange hilang Gel!" teriak Blewah dari balik meja resepsionis karena suara Blewah beradu dengan suara angin


"Cepat kesini Wah, dan segera gantikan dengan Sumirah, aku takut kalau keadaan ini ada hubungannya dengan tutupnya warkop mbah Joyo"


Blewah sudah ada diantara kita, wajah dia ketakutan, tidak sepert Blewah yang biasanya pemberani.

__ADS_1


"Cepet panggilen  Sumirah, baru aku bisa ganti dengan dia Gel, nek nggak mbok panggil mana bisa dia nggantikan aku" kata Blewah  lagi


__ADS_2