INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 102. MALAM YANG ASIK


__ADS_3

“Pasti ada yang terjadi dengan teman-teman kita disana Wo, tapi apakah yang terjadi dengan mereka ada hubunganya dengan yang terjadi di Waji, apakah Waji itu berhubungan dengan vila itu?”


“Kalau menurut pesan mbah Joyo kedua penginapan itu kan saling berhubungan, bisa saja mereka saling memberikan korban satu sama lain” kata Glewo


“Maksude yekopo Wo, awakmu iku malah mbingungi ae c*k!”


“Ngene lho Gel, ini hanya perkiraanku  saja lho yo. Perkiraanku kedua penginapan itu mungkin saling memberikan korban hehehe, jadi nek Waji butuh korban, maka didatangkan dari Vila, begitu pula sebaliknya heheheh”


“Mulai utegmu ngawur Wo. Wis pokoke kedua penginapan itu mungkin saling terhubung, tetapi  kita sampai saat ini belum tau apa hubunganya dan kita belum tau dengan siapa kita bermasalah”


“Lhe!, kita kan bermasalah sama Totok Gel, mosok sampek episode sekian awakmu belum juga paham c*k, utegmu lemot ancene Gel”


“Mas Indah mau tidur dulu mas, udah malam ini mas, kalau nanti ada apa-apa Indah tolong bangunin aku ya mas” kata Indah yang dari tadi duduk dengan kami di sofa ruang tamu rumah


Blewah atau Sumirah menuju ke kamar belakang, sementara Indah menuju kamar mbah putri, di ruang tamu tinggal aku dan Glewo. Kemudian aku mematikan lampu ruang tamu agar tidak terlihat dari luar kegiatan kami disini.


“Gel, apa ndak sebaiknya kita panggil Blewah aja?”


“Kamu yakin kalau ada Blewah nanti dia tidak bikin masalah, aku takut nanti dia bikin masalah dengan  gaya sok taunya yang nanti malah bikin masalah baru Wo”


“Atau Gini ae Gel, kalau keadaan mulai gak karuan, kita bisa panggil Blewah, gimana?”


“Yo salah Wo, kalau keadaan gak karuan yo Sumirah dan Bawok yang bisa ngatasi, kalau BLewah malah bikin kacau keadaan c*k”


“Iyo se gel, Blewah dari dulu itu yo ngono se kelakuane, dia selalu menang sendiri dan karepe dewe. Mesti kalau udah ada masalah, baru kemudian kita dilibatkan”


Malam belum terlalu larut, saat ini masih pukul 22.30. tapi keadaan di depan rumah sudah sepi sekali, tidak ada seorangpun yang lewat, maklum kami ada didaerah pinggiran Mjkt.


Kami berdua belum juga tidur, karena kami yakin setelah ini bakal ada yang akan datang kesini , setelah kemarin mereka tidak berhasil menemukan kami.


“Yakin Wo, setelah ini Petro pasti datang dengan pasukanya, Petro pasti akan membawa seseorang yang dianggap paling hebat diantara yang hebat, jadi kita harus siap apapun yang terjadi”

__ADS_1


Pukul 23.30 aku mendengar suara mesin mobil yang sedang mengarah kesini. Mobil siapa lagi kalau bukan Petro dan kawan-kewanya. Sayangnya disini tidak ada siskamling yang mau patroli sekitaran rumah mbahku, mereka mending duduk di tengah kampung dari pada di dekat rumah mbahku.


 “Gel coba kamu intip, siapa yang datang itu”


“Di depan rumah ada mobil SUV Wo, berhenti tepat di depan rumah, untung lampu ruang tamu sudah kita matikan dari tadi”


Mobil SUV itu berhenti dengan mesin yang sudah dimatikan, tetapi penumpangnya belum ada yang turun dari sana, aku dan Glewo tetap menunggu siapa yang akan turun dari  mobil itu.


Tidak lama kemudian ada seseorang yang memakai pakaian hitam turun dari mobil dan menuju ke depan halaman rumah mbahku. Orang itu celingak-celinguk di depan pintu pagar, tetapi tidak juga masuk ke dalam halaman rumah.


Setelah itu pintu penumpang depan terbuka. Laki-laki berpotongan cepak dan bertubuh lebih pendek dari aku turun.


“Petro turun dari mobil Wo!, kita tunggu apa yang akan dilakukan Petro setelah ini”


Laki-laki berpakaian hitam itu hanya melihat rumah mbahku saja, tanpa melakukan apapun, tetapi aku curiga dia adalah seorang dukun yang disewa Petro untuk  membuka pagar ghaib, sehingga dia dan Petro bisa masuk ke dalam rumah ini tanpa ada kesulitan apapun.


“Gel aku kok merinding ya, aku merasa ada yang sedang melingkupi rumah ini Gel, tapi aku ndak bisa liat apapun”


Rumah ini selain pintu utama yang ada di depan rumah, juga ada  pintu yang letaknya di samping sebelah kiri dan kanan dapur, tetapi pintu itu jarang kami buka, karena tidak ada aktifitas berat di dapur yang harus kami lakukan disini.


“Mas, di samping rumah ada yang mengetuk pintu” kata Indah dan Blewah yang tiba-tiba muncul dari belakang


“Bawok sedang dalam perjalanan kesini mas, yang berpakaian hitam itu kelihatanya berhasil memasukan suruhannya ke halaman rumah, hingga bisa sampai ke bagian belakang rumah” kata Indah


“Tunggu  saja apa yang akan mereka lakukan setelah ini, karena aku yakin rumah ini tidak akan bisa mereka tembus”


...DHUUAAAAARRRR...


Tiba-tiba terdengar letusan di atas rumah, mungkin di genting rumah, letusan itu tidak hanya sekali, tetapi hingga tiga kali.


Aku tetap mengintip orang yang berpakaian hitam itu dari balik jendela rumah yang tidak akan terlihat dari luar. Dukun itu keliatanya sedang komat kamit mulutnya, sedangkan Petro yang ada disebelahnya mondar-mandir tidak sabar menunggu aksi yang akan dilakukan oleh dukun sewaanya itu.

__ADS_1


Tepat ketika dukun itu mengankat tangannya, mendadak ada suara ..BRAK ..seperti pukulan keras di mobil SUV yang dibawa Petro.


“Suara opo iku Gel, kok koyaknya suara itu dari luar sana, keliatanya seperti bodi mobil yang dipukul dengan keras , suaranya mirip mobil yang tabrakan”


“Itu Bawok mas, dia sedang mengalihkan perhatian dukun dan orang yang berpotongan cepak itu. nanti setelah itu siluman anjing pasti akan menyerang dukun itu mas, karena konsentrasi dukun itu sudah terpecah” kata Sumirah


Tenyata benar juga Sumirah, ketika dukun dan Petro menoleh ke arah suara, tiba-tiba anjing siluman yang tinggal disebelah rumah melompat dan menggigit telapak tangan sebelah kanan dukun , tidak hanya itu, dia juga merobek wajah sang dukun.


Setelah selesai dengan dukun, anjing siluman itu menerkam Petro yang berusaha mencari suara BRAK itu berasal, tapi kemudian  Petro terlihat ingin masuk ke dalam mobil.


 Tetapi sayangnya pintu mobil tidak bisa dibuka karena dihalangi oleh bawok, sehinga anjing itu dengan leluasa menggigit Petro dan orang yang berpakaian serba hitam itu.


“Kok koyoke mereka berdua kebal gigitan anjing ya rek, buktinya mereka tidak teriak kesakitan, mereka cuma garuk-garuk gatal- gatal saja rek”


“Jangan salah sangka mas, gigitan anjing siluman itu memang tidak sakit, mereka pun tidak merasa digigit, bahkan dukun itupun keliatanya bukan yang benar-benar hebat, buktinya dia ndak bisa lihat kalau disana ada anjing dan bawok”


“Dia cuma merasa gatal, tapi besok harinya akan timbul koreng  bernanah yang mengerikan di tubuh mereka yang telah digigit anjay itu” kata Sumirah


“Dan bagi si nukud, semakin anjay itu menggigit tubuhnya, maka semua ilmu yang dia miliki akan hilang, dia hanya menjadi orang biasa yang korengan, dan koreng itu tidak akan bisa sembuh, semakin digaruk atau semakin diobati maka akan semakin parah hihihihi” lanjut Sumirah sambil tertawa cekikikan keras


Dan tenyata suara cekikikan sumirah yang keras itu terdengar oleh dua orang yang ada di luar, mereka kaget dan tolah-toleh koyok kuntila yang kalah perang. Mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa ketika untuk kesekian kalinya anjiang itu menggigit keduanya.


“Sebentar lagi bawok akan melaksanakan aksi pemungkasnya mas, tenang dan perhatikan dengan seksama hihihihihih” lagi lagi tertawa Sumirah yang keras mirip kenthu eh kunthi itu terdengar oleh dua orang yang ada diluar sana.


Kulihat Bawok sedang ada di belakang kedua orang busuk yang berusaha masuk ke dalam rumah mbahku, bawok yang tingginya hampir dua meter dan hanya memakai daster itu kemudian membungkukan tubuhnya hingga cairan yang ada di lehernya tumpah ke kepala Petro dan sang nukud.


“Cairan busuk itu akan meresap ke dalam otak mereka berdua mas, dan seumur hidup mereka akan berhalusinasi melihat setan yang mengerikan, dan hidung mereka hanya bisa mencium bau busuk!”


Bweeeh sadis sekali apa yang dilakukan Bawok, penyiksaan dan pembunuhan secara pelan-pelan itu namanya hihihi.


“Tapi semua itu pasti ada penangkalnya mas, kalau dia mau bertobat dan mengakui kesalahanya dan meminta maaf kepada kalian maka secara otomatis semua akan hilang”

__ADS_1


Ternyata ndak cuma sampai disini saja apa yang dilakukan Petro, setelah tidak berhasil dengan nukud alias dukun chabulnya dia kembali berulah dengan melempar rumah ini menggunakan sesuatu yang dia taruh di tas kresek merah, sesuatu yang berbunyi  ZEPLOOOK PLEK.... ketika mengenai tembok depan rumah.


__ADS_2