INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 32, KEJADIAN ANEH


__ADS_3

“Wo siap-siap aja ada yang akan datang ke tempat kita iki, awas jangan semaput Wo”


Aneh juga kenapa aku bisa merasakan bahwa ada yang akan datang ke sini ya setelah ini.


Biasanya aku sama sekali tidak peka, baru juga sekarang ini aku bisa merasakan adanya mahluk ghaib yang sekarang sudah  ada di ruang etalase atau ruang pamer pakaian.


“Si..siapa yang datang Gel, Totok sama Bejo ta” tanya Glewo dengan gemetar


Keadaaan tetap gelap karena nggak tau apakah listrik atau hanya lampu di toko ini yang padam, tetapi anehnya aku tetap tenang, seolah olah aku tidak merasakan apapun, bahkan aku tidak merasa takut sama sekali.


Suara gesekan lantai dengan sesuatu yang berat tetap saja terdengar, malah sekarang semakin keras, mungkin karena semakin dekat dengan posisi kami berada.


“Gel, s...suara itu kok t...tambah dekat, k...kamu ndak takut ta Gel?” tanya glewo yang makin ketakutan.


“Tenang ae Wo, pasrah ae sama sing duwe uripe kita , ndak usah takut Wo aku juga takut tapi tak angap biasa , wong mereka juga pernah jadi manusia , sekarang aja mereka sudah mati hehehe”


Tapi beneran suara itu makin lama semakin dekat, malahan sekarang aku mencium bau busuk yang amat sangat menyengat, bau busuk itu ndak tau datang dari mana, karena seakan akan semua yang ada disini busuk semua.


Mataku tertuju pada ruang pamer atau ruang etalase yang banyak terdapat manekinnya, ada semacam bayangan aneh yang sedang terseok seok di lantai menuju ke arah kami.


“Aduuuh opo maneeh iki,.... Sana! Ndak usah deket-deket kami, kami disini cuma kerja , kami ndak mau ganggu kamu” usirku pada sesuatu yang sedang terseok seok menuju ke arahku


“Selamatkan kami,....bantu kami pergi dari sini,.....bunuuuhh..bunuuhh!”


Suara-suara aneh itu berdengung dengung di kepalaku,  suara perempuan! Ada bebeapa suara perempuan yang  berdengung di kepalaku. Sekarang


kepalaku menjadi sakit sekali, aneeeh sekali rasanya.


Aku meskipun tidak takut lagi karena rumah mbahku kan juga mengerikan, tetapi yang ini lebih ngerik lagi, suara dan banyangan yang muncul dari ruang pamer lebih ngeri dari pada rumah mbah.


Bayangan yang bersuara perempuan, suara yang meminta bantuan kami, kemudian ada juga suara yang berkata bunuuh...bunuh... semuanya lebih


ngeri dari pada rumah mbahku


BRAAAAK!....


Pintu kamar mandi tertutup sendiri dengan kerasnya, sekarang keadaan menjadi gelap gulita, karena tidak ada cahaya yang keluar dari kamar mandi, kami berdua dalam keadan ketakutan.

__ADS_1


Bayangan yang bergerak dan juga suara sesuatu diseret dilantai membuat Glewo tiba-tiba pingsan dengan suksesnya. Sekarang aku hanya sendirian di ruangan yang gelap gulita .


“A..apa mau kalian, jangan mendekati aku atau aku hancurkan kalian “ aku berusaha percaya diri untuk melawan hal ghaib yang sekarang sedang menuju ke arahku dengan perlahan lahan


“Jangan..., jangan binasakan kami, tolong kamiiiiii..., kuburkan kami dengan layak dan benar, agar kami bisa tenang ...”


Kemudian suara dan wujud bayangan itu hilang dengan sendirinya, tetapi lampubelum juga nyala, termasuk pintu kamar mandi yang masih tertutup, tetapi lampu kamar mandi itu masih menyala


“Apakah harus aku buka pintu kamar mandi itu  agar suasana disini menjadi terang?” gumamku


Karena kalau dalam keadaan gelap gini, temenku Glewo ndak keliatan wajahnya, siapa tau wajah dia sekarang sudah hancur digerogoti bakteri horor, atau bisa saja wajah dia menjadi lebih ngganteng.


Wis lebih baik tak buka saja pintu kamar mandi itu, sekarang lho aku sudah ndak takut sama sekali, malah aku bisa ketawa sendiri kalau ada yang ngageti aku dengan wajah seremnya hihihihi.


Atau apakah ini karena pemberian mbahku  yang mulai berfungsi sebagai penghalau rasa takut? Tapi wajarlah kalau orang jaman dulu itu selalau mempunyai sikep atau  benda bertuah.


Mbah kakungku mantan TNI yang ikut berperang melawan penjajah sampai menyelamatkan diri di tengah hutan, kalau mungkin mereka tidak mempunyai sikep atau apalah tentu saja mereka akan mati sia sia.


Tapi apakah sikep atau jimat itu bertentangan dengan ajaran agama? Tentu saja tergantung yang jawab, tapi itu terserah kalian menilai jimat atau sikep itu sebagai apa.


Aku ndak ngurus kalau tiba-tiba ada yang mengerikan ketika kubuka pintu kamar mandi, pokoke aku ndak ngurus wis, sing penting aku bisa liat wajah Glewo , dia baik-baik saja atau tidak.


Glewo sahabatku , ndak ada yang boleh membuat dia kesusahan apalagi sampai semaput, tapi eeh memang Glewo itu penakut, meskipun baru kali ini aku liat dia semaput.


Heheheh melangkahkan kaki ke arah kamar mandi kok ya susah sekali sih, otaku sudah menyuruh kakiku untuk jalan ke sana, tetapi kenapa kakiku menolak perintah otakku, apakah ada kudeta di tubuhku ini?


Padahal jarak antara ruangan tempatku berdiri dan kamar mandi itu  sekitar sepuluh meteran, karena posisi kamar tempatku ini dengan kamar mandi itu beda kapling, jelas dari ujung ke ujung melewati taman yang ada pohon belimbingnya lagi hahahah.


Ketika baru saja aku melangkahkan kakiku melewati taman, tiba-tiba lamu ruanganku menyala.


Suasana terang benderang sekarang,  tapi apakah di bagian belakang ruko ini tidak ada lampu lain selain ruangan ini  dan kamar mandi?.


Oh ternyata ada dua buah fitting lampu yang kosong, karena tidak ada atau tidak dipasang bohlamnya, posisi fitting lampu itu tepat diatasku, di plafon belakang  dan yang satunya lagi di dinding dekat pohon belimbing.


Hhmm kenapa bohlamnya ndak dipasang ya, apa Totok homo itu sedang pengiritan listrik?. Aku penasaan sebenarnya ruko ini milik siapa, apakah Totok ini sewa kepada orang lain atau memang ini milik dia dan bejo?


Ah tai kucenglah, sekarang tugas ku adalah membangungkan Glewo yang sedang nyenyak tidur..eeehh.. eeh dia pingsan atau tidur sih ,kok sampek ngorok gitu! Gak beres Glewo iiki ketoke.

__ADS_1


“Wooo bangun rek!” aku teriak di telinga kanan dan kirinya persis seperti mengadzani mayat hihihi


Tapi memang  lho ,Glewo ini kalau tidur mirip mayat, karena dia bener-bener susah dibangunkan. Ini aja setelah aku adzani dia belum juga bangun, hanya ngulet saja yang dia lakukan.


Setelah kejadian tadi , aku sekarang benar-benar berusaha agar tidak takut dengan yang namanya hantu atau apapun namanya, pokoknya yang tadi itu adalah terakhir kalinya aku ketakutan!


“Opo Gel....huuuaaamhh enak-enak turu kok dibangunan gel” tanya Glewo dengan wajah kurang ajarnya


“Sik...sik, sakjane kamu ini pingsan atau tidur se Wo?”


“Ndak tau Gel, wong aku dari tadi tidur disini sampek ngimpi-ngimpi kita bisa main band lagi di lokalisasi Gel  huaaahhmmm”


Wah kurang ajar juga Glewo ini . Tapi aneh juga kan, dia awalnya pingsan, tetapi kenapa kok lanjutanya tidur nyenak sampek ngimpi-ngimpi segala?


“Ayo bangun, kita  tunggu Totok di depan aja Wo  dari pada disini”


“Lho Gel memange kenapa kok kita nunggu di luar Gel, ndak disini aja se Gel?”


Ndeh arek iki gendeng ta, tadi dia ketakutan sampek pingsan, sekarang malah ngajak nunggu disini, mesti ada  yang konslet lagi utege arek iki.


Glewo itu sering konslet otaknya, seringnya waktu main band. Misalnya nih kita sudah sepakat lagu apa saja yang dibawkan , kita juga sudah latian beberapa kali untuk membawakan lagu itu.


Ndadak pas waktunya kita manggung, mesti tanya lagu itu gimana musiknya,  chord gitarnya gimana, muesti ngajari lagi di atas panggung.


Atau pernah suatu kali kita lagi serius membawakan sebuah lagu di acara sebuah kampus, waktu sudah dipertengahan lagu tiba-tiba ada telpon dari pacarnya, gitu itu bukane diabaikan atau di reject.


Tapi panggilan itu diangkatnya , musik kita yang malah disuruh berhenti dan disuruh diam sementara dia ngobrol sama pacarnya.


Makanya kadang dia itu nggenah, kadang kumat, kayak tadi itu dia kumaat. Yang harusnya pingsan karena ketakukan,ini malah tidur sambil ngorok.


-------------- 


Kami berdua akhirnya menunggu kedatangan Totok dan Joy atau bejo di luar atau diparkiran toko, ketika kami sedang enak duduk duduk menikmati malam, dari kejauhan ada beberapa anak muda yan berjalan ke arah kami.


Beberapa memakai jaket kulit , celana ketat, tapi sebagian lainya malah hanya memakai kaos oblong saja.


“Gel awas ada preman rek, ayo kita masuk aja Gel, dari pada disini cari perkara.

__ADS_1


__ADS_2