INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 76. TEMAN SENENG IKUT SENENG, TEMAN SUSAH TAMBAH SENENG


__ADS_3

“Studio tutup, bearti kita langsung saja ke tempat kerja Petro yang ada di daerah Nggl rek, kita lihat saja apa yang sedang dia kerjakan disana” kata Blewah yang makin benci kepada Petro


“Tapi ingat rek, kita ndak usah ngapain ngapain disana, cukup kita lihat wajah dia saja kemudian kita pergi dari sana”


“Wo nanti kamu parkir lewati tempat jual beli mobil tempat kerjanya Petro, aku sama Blewah pingin datangi dia. Cuma kita lihat saja dari jauh, nanti dia kan bingung sendiri  rek”


“Yo wis Gel aku setuju” jawab Glewo


Mobil diarahkan Glewo menuju ke tempat Petro kerja, kalau dari studio ini ke tempat petro kerja paling  hanya memerlukan waktu sekitar sepuluh menit saja.


“itu tempat Petro kerja rek, Wo kamu parkiro lewati toko itu, nanti tunggu disana, aku sama  Blewah mau turun disini aja”


Aku dan Blewah turun tepat di depan sebuah showroom jual beli  mobil bekas, kami berdua tidak melihat keberadaan Petro, tetapi aku yakin dia pasti ada didalam sana.


Kami masuk ke area mobil-mobil bekas yang dipajang, kebetulan di depanku ada orang yang sedang mengelap mobil yang sedang dijual.


“Mas, mau tanya, disini ada yang namanya Farid atau Petro mas”


Laki laki itu melihat kami sejenak, kemudian dia tersenyum dan....


“Iki mas Dogel dan mas Blewah ya, bener ndak tebakanku” kata laki-laki yang saat ini sedang bersihkan salah satu mobil yang sedang dipamerkan itu


“Lho kok sampeyan tau nama kami mas?” tanyaku curiga


“Hehehehe aku sering liat konsere sampeyan mas hehehe, disini kan juga ada mas Farid, aku ngefans sama band Bluekuthuq lho mas hehehe” kata pemuda kurus itu


“Oalah , makasih sudah mau ngefans mas heheheh, eh Farid ada mas” tanyaku lagi


“Ada mas, tapi dia lagi luar kota sama bos, jarene ada mobil yang mau dijual di daerah Mjkt mas”


Jangkrek! Petro ke mjkt, apa dia lagi mendatangi kami lagi, wah sayang kita ndak bisa ketemu deke , padahal kami sudah gemes sama petro , rasane pingin tak idak idak ndogeke.


“Oalah, kapan dia berangkat mas?” tanya Blewah


“Mungkin tiga puluh menit lalu mas. Eh orang yang kerja disini ngefans sama kalian semua lho mas, eh boleh minta foto bareng mas. Tapi aku panggil dulu anak-anak agar foto bareng sama personil Bluekuthuq heheheh” kata pemuda itu yang tiba-tiba berteriak memanggil beberapa temanya untuk berfoto bersama kami


“Nanti tolong kasih tau Petro foto ini ya mas, sekarang kami pamit dulu mas” kataku kepada beberapa pemuda yang ada di tmpat jual beli mobil itu setelah sesi pemotretan dengan kami yang berwajah gak karuan ini


“Gak ketemu Petro Wo, malah diminta foto bareng anak buahe Petro tadi. Tapi yang penting Petro bakal  tau kalau kita sudah kesini, dan cari dia disini” kata Blewah


Aku lihat Indah yang duduk di belakang bersama Blewah sedang tersenyum.

__ADS_1


“Indah iki lapo ae kok ngguya ngguyu Gel, kate gendeng ta arek iki (Indah ini ngapain kok ketawa aja Gel, mau gila kah anak ini)” kata Blewah yang ada disebelah Indah


“Apa sih mas Blewah , Indah cuman heran sama mereka itu, kok bisa model koyok kalian ini digilai hingga mereka minta foto bareng kalian mas hihihii”


“Yo ngene iki Ndah terkenal itu ndak masalah wajah, tapi  yang terpenting adalah tercemar dulu baru terkenal hihihihi” sahut Blewah


“Gel kalau seumpama Indah tak jadikan bojoku gimana Gel hehehe, kamu rela gak Gel” Blewah mulai kurang ajar “sayang Glewo gak bisa liat indah, paling kalau Glewo liat Indah bisa dibuat bacol Indah iki wok wok wok”


"Ndasmu somplak c*k Wah!"


“Apa itu bacol mas Blewah” tanya Indah penasaran


“Hehehe pokoknya yang sering ngelakuan itu ya cuma Glewo Ndah , nek aku ndak pernah sama sekali”


“Halah mas Blewah ini gak jelasin ke Indah, terus ngapain kok bilang gitu ke indah”


“Biar aja Ndah , ndak usah kamu  tanggapi omongan Blewah” kataku


“Kalian ini ngomong opo ae rek, untunge aku ndak bisa liat Indah hehehe” jawab Glewo dari posisi dia sebagai driver sekarang


“Eh mas, mas Agus percaya ta kalau farid itu sedang luar kota mas?”


“Kenapa Ndah, dia memangnya ada dimana?” tanya Blewah


“Lha kamu tau dari mana kalau Petro ada disana Ndah”


“Tadi Indah sempat ngobrol sama salah satu ghaib yang tugasnya sebagai penglaris disana mas, dia bilang Farid itu akhir akhir ini pembawa sial” kata Indah


“Menurut Ghaib yang ada di sana, tugas farid itu menemani calon pembeli dan menjelaskan spesifikasi mobil yang dimaui oleh calon pembeli itu”


“Sedangkan sekarang, kalau ada calon pembeli yang berhasil ditarik oleh ghaib yang memang tugasnya membuat orang datang ke situ. Farid tidak pernah mau menemuinya. Padahal dia itu tangan kanan bossnya mas”


“Jadi ya kasihan juga ghaib penglarisnya, dia sudah sudah payah tarik calon pembeli kesana, tetapi tangan kanan bosnya tidak pernah mau menemui calon pembeli itu”


Aku menceritakan kepada Glewo apa yang tadi Indah ceritakan, karena Glewo tidak bisa melihat sosok Indah.


Sebenarnya Indah sudah menyelaraskan sinyal dia dengan kami bertiga sehingga kami tidak usah bersusah payah untuk bisa lihat Indah, tetapi hal itu sangat menguras energi Indah, lagi pula Glewo ndak mau liat Indah lagi.


Kemudian diputuskan hanya aku saja yang bisa lihat Indah semudah aku lihat apapun yang ada didepan mataku.


Untuk Blewah karena ternyata dia mempunyai kelebihan bisa lihat yang tak kasat mata sehingga tidak memerlukan apapun bagi Blewah untuk lihat Indah, lha Glewo memutuskan tidak mau lihat keberadaan Indah sama sekali setelah dia kaget dengan tubuh asli Indah.

__ADS_1


“Hmm berarti dia sembunyi di dalam , gimana kalau kita sanggong saja rek, dia kan pulang kerja sekitar jam 17.00 an rek, sekarang sudah pukul 14.39. Kita cari makan siang dulu ae gel, sambil nunggu jam pulang kerjanya petro” ajak Glewo


“Pokoke konco seneng melok seneng, konco susah tambah seneng” kata Glewo


“Paling tidak kita kesini pukul 16.00 aja rek, siapa tau Petro pulang lebih awal untuk menghindari orang yang nyanggog deke. Kita langsung ae ke pasar Pcng Wo, disana ada sate ayam enak, pinggir jalan pasar”


******


Kami makan siang sambil menunggu waktu pulangnya Petro, aku sebenarnya tidak dendam kepada Petro, hanya saja apa yang dilakukan Petro itu ngawur.


Mulai dia menunjukan dimana Hot tinggal dan akibatnya Hot mati karena korban tabrak lari oleh suruhan orang arab , hingga Petro bersama orang suruhan arab gila itu mendatangi tempat kami di mjkt.


Aku cuman ingin memperingatkan dia agar tidak usah mencari kami dan membuat kami celaka, karena yang namannya karma israel , eh karma is real. Jangan sampai karma itu mengakibatkan terjadinya sesuatu kepada Petro.


“Mas, Indah punya ide mas, gimana kalau Petro diganggu aja mas, diganggu agar dia meminta maaf kepada keluarga hot bahwa dia yang memberitahu tentang posisi Hot sehingga Hot menjadi korban tabrak lari mas” tanya Indah kepadaku.


“Gimana caranya Ndah” tanyaku sambil menguyah daging sate ayam


“Disini buanyaaak ghaib yang gunanya untuk penglaris barang dagangan mas, bahkan ada  toko yang ghaibnya sampai tumpang tindih mas, coba mas Agus sipitkan mata, nanti kan keliatan hehehe”


Kucoba sipitkan mataku sebentar untuk melihat apa yang dikatakan Indah tadi...


Juangkreeeek!, Banyak sekali ghaib yang mengerikan, termasuk di sebelahku ini! aduuuh jadi mual mual setelah lihat mahluk jelek suka ngiler yang sedang jongkok di atas meja kayu!


“Hhhmbg...,  aku kenyang rek. Kalian habiskan aja satenya rek” kataku kepada Blewah dan Glewo


“Geeeel... Gel gitu aja kamu kok ndadak wareg c*k. lemaaaah  hahahahah” kata Blewah


“Kenapa Dogel Wah” tanya Glewo yang duduk di sebelahku


“Biasaaa, mungkin Dogel masuk angin Wo, ayo makan sik ae, biarin Dogel itu hihihih, lemaaah!” kata Blewah lagi.


Aku bener-bener mual dan takut, kenapa bisa di sepanjang jalan ini banyak sekali mahluk yang bentuknya aneh dan berkelakuan aneh pula, mereka mencolek tiap orang  yang lewat, meludah di wajah orang yang lewat, pokoknya aneh dan ada juga yang menjijikan hiiiii.


Indah yang ada disebelahku hanya ketawa ketawa  melihat aku  ndak nafsu makan dan mual mual. Tapi anehnya kenapa Blewah dengan santainya makan tanpa ada rasa apapun heheheh.


“Gimana mas, banyak kan ghaib yang nganggur gak ada kerjaan mas, gimana kalau kita pekerjakan salah satu atau beberapa ghaib disini untuk meneror Petro mas?” tanya Indah yang masih saja tersenyum


“Iyaaaaa hhmmmbbb, terserah kamu Ndah, carilah yang mudah disuruh dan gak minta upah hhmmggbb” duh mual sekali perutku c*k


“Ok mas, Indah tinggal dulu ya mas, Indah mau shopping demit dulu hihihihi” kata Indah yang kemudian pergi meninggalkan aku dan kedua temanku yang asik makan

__ADS_1


Tidak lebih dari sepuluh menit Indah sudah datang disampingku, dia tersenyum senyum bahagia.


“Mas sipitkan mata mas Agus dan lihat yang ada di sebelah Indah dan mas Agus bisa pilih mana yang kira kira cocok untuk Petro mas hehehehe”


__ADS_2