
Kandang ayam itu cukup besar, mungkin panjang kandang ayam itu sekitar lima meter, dengan lebar dua meteran, dengan tinggi normal mungkin ada sekitar tiga meter lah.
Lha kami dulu pernah maling ayam disana, waktu itu malam hari kita pingin bakar-bakar ayam, sekitar jam 22.00, Blewah yang ambil ayam disana.
Untungnya waktu itu ayam lainnya gak ada yang berisik, lha kalau malam ini aneh rek, kenapa ayam-ayam disana kok berisik sekali suaranya.
"Lha mangkane Gel, kondisi awak dewe mendem, coba kalau ayam-ayam pada berisik, apane kita ndak ajur anjuran" kata Glewo
“Biasane nek malam-malam gini ndak ada maling ya yang datang mahluk tak kasat mata Gel, hahahah” kata Glewo
Ndak lama setelah Glewo bicara seperti itu, aku kemudian mencium bau minyak wangi ku lagi, minyak wangi yang aku beli di toko arab, pengharum yang biasa tak gunakan untuk sholat.
Aroma kasturi kijang…, aroma yang paling tak sukai waktu sholat, dan bau itu tiba-tiba muncul di sekitar kami, biasanya aku ndak takut kalau buat sholat.
Tetapi untuk saat seperti ini, bau ini cukup membuat merinding juga, aku heran dengan kedua temanku, mereka sama sekali ndak komen atas bau ini.
Apa kedua temanku ini memang tidak mencium bau yang tajam ini atau gimana sih, mereka berdua hanya menatap jalan yang kosong di depannya.
“Rek, kalian apa ndak cium bau wangi ta” tanyaku
“Nggak Gel, wong dari tadi yang kecium itu bau tai ayam yang ada di belakang kita itu c*k” kata Glewo
"Wah, bauk kayak gini ini tiap hari apa kamu gak keracunan ta?" tanya Glewo
"Wis biasaaa aku Wo, bauknya mayit ae kalah bosok sama bauk kandang itu nek kamu buka hahahha" jawab Blewah
"Lhe mosok kalian ndak bauk wangi blas ta rek?
"Blash Gel, mungkin irungmu wis rusak wakakak" jawab Glewo
Setelah Glewo berkata seperti itu, aku ndak menanyakan lagi, aneh juga sih, kok cuma aku aja yang bauk wangi.
Jadi cuma aku aja yang bauk wangi, ya wis lah aku biarkan mereka berdua dengan pikiran mereka yang mungkin sedang membayangkan sesuatu.
Tidak lama kemudian aku merasa ada yang berdiri disebelahku, sesuatu yang sedang berdiri dan melihat ke arahku.
Sesuatu itu sedang berdiri di sebelah kananku, dan sesuatu itu sama sekali tidak bergerak, hanya berdiri mematung saja.
Aku tidak berani menoleh , aku hanya melihat dari ujung mata saja, aku tidak memanggil temanku karena aku dalam keadaan ketakuan.
“Mas” suara yang berasal dari seorang perempuan yang ada disebelahku
Suara yang pernah aku dengar ketika aku berada di bus malam, suara Indah yang pernah aku dengar ketika dia duduk di kursi sebelahku, ketika aku ngobrol denganya, ketika dia berterima kasih waktu aku kasih kartu namaku
Suara perempuan yang sempat membuat hatiku berbunga karena kecantikan wajahnya yang lumayan aduhai.
“Mas, mas Agus” sapa suara itu lagi ketika tak abaikan panggilan pertama dia
Aku berusaha menoleh ke arah kanan, tetapi leherku rasanya kaku kalau aku menoleh ke kanan, aku tau yang ada di sebelahku itu pasti si Indah yang sedang
mendatangiku.
Tetapi aku ndak nyangka kalau dia benar-benar mahluk tak kasat mata, memang aku awalnya sudah curiga kalau dia itu ndak nyata, karena dia bisa datang dan pergi dengan sesuka hati.
__ADS_1
Tapi aku kan ndak percaya, mana ada hantu yang bawa hp, apalagi bisa sms juga, lha ternyata dia ada disebelahku.
Indah datang dengan membuatku merinding, Indah datang dengan diawali bau wangi.
Tadi waktu di bus aku suka sama dia, tapi sekarang malah aku ndak berani menoleh ke arahnya, sebenarnya aku ini gimana sih?
Lha sekarang dia malah ada di sebelahku, apa maunya dia ada disini menemuiku, apakah dia membutuhkan sesuatu dariku?
“Wo, Wah, kalian ndak kerasa sesuatu gak” tanyaku ke kedua temanku yang ada disini
“Aku merinding Gel, rasane ada sesuatu disini rek” kata Glewo
“Suasana gini ini aku udah biasa rek, aku ndak takut blas, di sini tiap hari ya gini ini”
sahut Blewah
“Iyo soale kamu kan sering gumbul gendruo gayam Wah” jawabku
“Mas Agus” kata Indah sekali lagi , suara yang ada di sebelah kananku
Aku masih tidak berani melihat ke arah kanan, padahal waktu di bus aku berani menatap wajahnya, tetapi kenapa sekarang aku malah takut melihat dia.
“Jangan takut mas Agus, kita kan pernah ketemu di bus kan, kenapa sekarang masnya takut sama Indah mas” tanya Indah kepadaku
Aku berusaha menoleh ke kanan, dimana Indah sedang berdiri dengan kakunya, dia
tersenyum kepadaku ketika aku mulai berani melihat wajah yang cantik itu.
"Tadinya aku takut kalau kamu berubah menjadi mengerikan” aku berusaha agar sesantai mungkin
“Gel, kamu lagi ngomomg sama siapa c*k, bikin takut ae rek, malem-malem gini kamu ngomong sendiri” tanya Glewo
“Lho aku ngomong sama mbak Indah iki lho rek, mosok gak keliatan kalian rek” tanyaku kepada Glewo
"Ndasmu Gel, Indah sopo lagi sih, tambah aneh ae kamu ini Gel" kata Glewo
“Mbak Indah, kenapa temanku tidak bisa melihat keberadaanmu mbak” tanyaku kepada Indah yang masih saja tersenyum kepadaku
“Iya mas, Indah cuma mau yang liat itu mas agus aja mas” kata Indah dengan wajah yang tersenyum
“Kamu jangan takut, mereka sahabatku, mereka teman satu bandku juga, kalau kamu mau ketemu aku, ya mereka harus juga bisa lihat kamu juga dong”
“Kamu kenapa kok maunya hanya ketemu sama aku aja Indah, ada perlu apa kamu sama aku, apa hal ini sudah kamu rencanakan sebelumnya?” tanyaku
“Mas, sekarang mas harus percaya sama Indah, sekarang juga kalian bertiga harus bersembunyi, dalam sepuluh menit ini ada beberapa orang yang mau datang menculik kalian mas” kata Indah
Aku hanya diam saja, aku jelas ndak percaya dengan omongannya Indah yang ternyata adalah golongan dari memedi.
“Mas, mereka sudah ada di depan gang, sebentar lagi mereka akan tiba ke rumah ini, lebih baik kalian bertiga sembunyi ke kandang ayam sekarang mas! ”
Aku agak terganggu dengan omongan Indah, takutnya memang betul ada orang yang sedang mencari kami kesini.
Tapi untuk keadaan seperti ini sepertinya aku harus percaya dulu dengan Indah, siapa tau memang benar apa yang dikatakan Indah.
__ADS_1
“Rek ayo kita sembunyi!, ada suruhan jutawan kaya yang lagi cari kita, mereka sekarang ada di depan gang” kataku kepada kedua temanku
“Hahahah, kamu tau dari mana Gel, ngawur ae, mana ada yang tau rumah Blewah disini Gel, kamu memangnya tau dari mana kalau ada yang cari kita kesini” tanya Glewo
“Wis pokoke percaya ae omonganku rek , tolong percayaen dulu omonganku” kata-kataku agak memaksa kepada kedua temanku
“Mas Agus, mereka sudah masuk ke gang ini, waktu kalian tinggal lima menit sebelum mereka sampai ke rumah ini” kata Indah dengan wajah yang panic
“Ayo Wah Wo! Kita ke kandang ayam sekarang, atau kalian berdua diculik sama mereka rek”
Aku tarik kedua temanku menuju ke kandang ayam, akhirnya kedua temanku mau ikut juga denganku , aku mencari kandang ayam yang kosong.
Memang bau sekali disini, tetapi paling tidak akan aman kalau kita sembunyi disini, dan anehnya ketika kami bertiga masuk kesini, ayam-ayam ini tidak berbunyi sama sekali.
Biasanya kalau ada mahluk asing
masuk atau membuka pintu kandang, ayam –ayam akan berbunyi berisik mereka saling berkokok, tetapi saat ini aneh, mereka tenang dan tidak berbunyi sama sekali.
Kami bertiga sudah ada di dalam kandang ayam, kenapa juga aku harus mempercayai omongan mbak Indah , siapa tau ini adalah Prank, siapa tau dia hanya mengerjai kami.
Biyuuuhh, bau disini luar biasa, bau tai ayam yang numpuk , karena pemiliknya terlalu malas untuk membersihkan kandang ayam ini.
"Yanc*K ambune rek, kalah ambune silitmu Wah" bisik Glewo
Wajarlah, karena kandang ayam ini milik beberapa orang , akibatnya pengguna kandang ayam ini malas untuk membersihkan.
Kami bertiga meringkuk dia diantara
ayam yang sedang tidur, untungnya ayam-ayam ini sama sekali tidak bersuara, kami sedang menunggu
kedatangan para orang suruhan jutawan kaya raya itu.
“Gel, aku ini percaya sama kamu lho yo Gel , sampek tak bela-belain masuk ke kandang ayam busuk ini, sampek ini prankmu , tak remet-remet ndogmu gel” ancam Glewo
“Ssstt mas , tolong kasih tau temanmu, jangan berisik, sebentar lagi mereka sudah ada di tempat kalian duduk mas
Dan ternyata benar juga, dari balik kandang ayam ini aku melihat ada mobil sejuta umat yang berhenti di depan rumah Blewah.
Penumpang mobil yang berjumlah empat orang itu turun dari mobil, mereka menuju ke rumah Blewah
“Wah, di dalam rumahmu ada siapa aja” bisikku
“Kosong Gel, ibuku lagi ada di jakarta ikut adiku yang kerja disana” jawab Blewah sambil berbisik
Saat ini kami tidak bisa melihat keempat orang itu, karena mereka saat ini sedang mengetuk pintu rumah Blewah , suara ketukanya sampai terdengar disini.
“Pak, apakah rumah ini kosong kah pak?” tanya sebuah suara yang bertanya kepada seseorang yang mungkin sedang lewat disana
“Kosong pak , tapi kadang ada anaknya yang tidur disitu” jawab sebuah suara
“Pak Tukimin bandar togel , tetanggaku sebelah kiri itu rek” bisik Blewah
“Kalau sekarang ini kosong apa tidak pak” tanya suara yang nampaknya berlogat dari pulau M itu
__ADS_1