INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 106. BERTEMU DENGAN MBAH PUTRI


__ADS_3

"Itu tadi yang dikatakan mbah Saripah Wo" aku cerita kepada Glewo dalam perjalanan pulang ke rumah


"Dalam hal ini kita sudah melewati batas berarti Gel, ini gara-gara BLEWAAAH!" kata Glewo yang tidak sengaja menekankan penyebutan nama Blewah dengan keras


"Agghhh mas, iyaaa, iyaa saya tau mas, sebentar dong" kata Sumirah kebingungan dan kemudian tubuh Blewah terdiam, tidak bergerak sama sekali dalam beberapa detik.


"YANCOOOK!, MATAMU ASYUUU!" wuiihhh Blewah muncul dengan ngamuk ngamuk


"Pokoke mulai saat ini aku gak mau gantian sama Sumirah C**k! gak thaek-thaekan Gel!" teriak Blewah


"Sik..sik Wah sabar rek, jangan ngamuk-ngamuk gitu rek. Kamu iki gak ada terima kasihnya sama kita dan Sumirah , Sumirah itu selamatkan nyawamu Wah"


"Selamatkan...selamatkan Ndasmu  peyang Gel!, pokoke aku gak mau lagi gantian!" teriak  Blewah


"Mas Blewah ini ndak tau kah, kalau gara-gara mas Blewah yang sembrono ini akhirnya kita kena semua, masalah kalian semakin melebar, tau mas!" bentak Indah kepada Blewah


"Tujuan kalian yang katanya hanya mencari sesuatu yang membuat lagu kalian menjadi lagu pengantar bunuh diri itu sudah lewat, bahkan  tujuan Indah untuk mencari tubuh Indah pun sudah terlewatkan!"


"Sekarang gara-gara mas Blewah, mbah Joyo yang menyelamatkan mas Blewah sekarang meninggal!... PAHAM NDAK MAS!" bentak Indah


"Wis ngene ae, aku tak pulang ke SBY, aku gak akan ada disini lagi!. Urusono sendiri masalah kalian, aku balik ke Sby sekarang  juga!" kata Blewah tidak kalah ketus


"Oh gini ini ta Blewah ini, setelah bikin masalah terus minggat, dari dulu awakmu itu gak tau beres!, selalu bikin masalah sama siapapun kemudian kamu tinggal!. Aku, Glewo, dan Ngot sing bereskan!"


"Kamu gak tau kan bagaimana mbah Jo mengembalikan nyawamu hingga dia meninggal karena masalah yang kamu buat!"  Glewo mulai panas dengan kebiasaan Blewah yang seenake dewe.


"Kalau mas Blewah pergi, maka mas BLewah akan mati, karena Sumirah akan keluar dari tubuh mas Blewah" ancam Indah


"Satu-satunya jalan agar mas Blewah tetap hidup adalah Sumirah tetap ada disana hingga dia selesai dengan tujuannya, si pemilik Waji mati dan seluruh arwah-arwah yang terkurung bisa bebas lepas menuju alamnya"  kata Indah


"Sekarang juga Indah bisa suruh mbak Sumirah keluar dari tubuh mas Blewah dan kamu mati sekarang juga!" teriak Indah lagi


"Sik ndah, sik sabar disik lah, kita bicara baik-baik dulu sama Blewah. Koen yo ojok kasar-kasar sama Indah dan Sumirah Wah" aku berusaha menengahi ketegangan mereka berdua

__ADS_1


Aku paham karakter Blewah itu koyok opo, deke bisa saja nekat mengiyakan Sumirah pergi dari dirinya, dan akhirnya dia akan mati. Dan yang susah ya kembali lagi aku dan Glewo lagi kalau Blewah mati sekarang.


Blewah itu selain nekat juga karepe dewe. Pernah kami main band di kota Bndg jawa barat di sebuah acara tribute untuk band besar luar negeri. Memang Blewah yang mendapat orderan acara, dan pihak panitia transfer uang juga ke Blewah, tidak ke aku.


Seluruh uang transportasai dan uang lelah dipegang Blewah semua. Tepat waktu selesai acara, Blewah hilang, kami kebingungan, uang transport untuk pulang dibawa Blewah semua. Dia hilang bagai ditelan bumi, ponsel dia pun mati, tidak bisa dihubungi.


Untungnya pada waktu itu kami bawa uang sedikit , sehingga kami bisa pulang ke Sby dengan naik bus seadanya, ternyata setelah beberapa hari dia hubungi aku dan bilang ada di kota Jkt.


 Itu salah satu sifat Blewah yang nekat, ngawur, karepe dewe, dan tega kepada kami. Lha apalagi dengan ancaman Indah yang seperti itu, pasti Blewah akan nekat mengiyakan tanpa berpikir panjang lagi.


"Wis ngene ae lho Gel, nek Blewah gak mau nyelesaikan masalah yo wis lah , Sumirah suruh saja keluar dari tubuh Blewah, nanti mayat BLewah kita buang ke sunga Brantas ae Gel" kata Glewo yang mulai jengkel


"Sabar Wo, kita ini sudah koyok saudara, masalah yang kita hadapi ini berat dan butuh kesatuan dan keutuhan, bukannya koyok gini. Ingat Ngot sudah mati, dan Petro juga tidak bersama kita kan"


"Jadi sisa kita bertiga ini harus bersatu, nanti suatu saat Ngot akan tak ajak kesiani. Lumayan kita punya teman hantu kan heheheh" ujarku untuk meredam emosi mereka


"Koen Wah sudah waktunya menahan diri untuk gak sak karepe dewe, tahan egomu sampai masalah in selesai. Setelah ini semua selesai dan Sumirah mendapatkan tempatnya, kamu bisa bebas sak karepmu lagi"


"Gimana kalian setuju ndak!" kataku sedikit membentak


"Ya wis mas, Indah setuju. Tapi kalau mas Blewah tetap ndak mau dikasih tau, Indah akan suruh mbak Sumirah untuk keluar dari tubuh mas Blewah. Indah rela dan tidak masalah kalau mas Blewah mati, ndak ada gunanya juga ada orang yang sok tau,  sok keminter, sok paling berani!”


Indah keliatanya menumpahkaan kekesalanya kepada Blewah. Memang benar, akibat Blewah  tujuan kami akhinrya terlewatkan, justru kami sekarang sedang diburu oleh Totok akibat dari dompet yang dicuri oleh Blewah.


"Wis Ndah , tahan emosimu, tidak ada gunanya juga kamu begitu, pokoknya kita tetap cari jasadmu, aku janji Ndah. Dan kamu Wah, jangan seenaknya sendiri, kamu kan tidak tau apa dan siapa yang sedang kita hadapi"


Pukul 01.15 kami sampai dirumah, kedua temanku sudah masuk ke kamar depan, aku bersama Indah ada di ruang tamu.


“Mas, Indah minta maaf, tadi Indah benar-benar kesal sama mas Blewah”


“Ndak papa Ndah, wajar kalau orang belum kenal Blewah itu, pasti akan marah dan jengkel sama Blewah. Siapapun itu kalau baru kenal Blewah ya seperti itu”


“Untuk kamu ketahui, teman Blewah itu hanya kami. Dia bolak balik keluar dari band kita dan bikin band baru , tapi ndak akan lama, dan akhirnya dia akan balik lagi ke band kita Ndah. Dia itu tidak bisa punya teman sejati selain kami, karena kami sudah paham karakter dia Ndah”

__ADS_1


“Iya mas, kalau gitu Indah tidur dulu mas, ini sudah masuk pagi soalnya mas”


Indah jalan menuju ke kamar Mbahku, tetapi ketika dia akan masuk kamar, tiba-tiba dia balik ke ruang tamu tempat ku sedang duduk.


“Mas, mbah putri mau datang kesini, mas Agus jangan tidur dulu”


Alhamdulillah, mbahku mau datang menemuiku.


Tepat pukul 02.20 seperti biasanya sebelum mbahku datang selalu didahului dengan matinya aliran listrik rumah ini, dan kemudian ada sinar redup di kamar mbahku yang sekarang ditempati oleh Indah.


Dan seperti sebelum-sebelumnya, proses hadirnya mbah ku selalu melalui proses menyisir dan menata rambut mbah ku di depan meja rias kecilnya. Setelah semua proses itu dilalui, kemudian mbah ku akan memanggil aku.


“Gus. Mlakumu saiki kok wis adoh, Ati-ati iso kesasar (gus, jalanmu kok sudah jauh, hati-hati tersesat)”


Kemudian suasana hening karena mbahku sibuk dengan menata rambutnya lagi yang mungkin telihat kurang rapi.


“Omah iki suwe-suwe mambu bathang nek koe kadohan mlaku (rumah ini lama-lama bau bangkai kalau kamu terlalu jauh berjalan)”


Mbahku kembali menyisir rambutnya yang sudah klimis karena minyak urang aring berwarna hijau yang selalu beliau pakai.


“Gus, ojo nganti omah iki suwung, kosong, kotor, mambu uyuh tikos, dan akhirnya mambu wong mati ( jangan sampai rumah ini angker, kosong, kotor, bau kencing tikus, dan akhirnya bau orang mati)”


“Kamu ingat-ingat Gus, sing pinter kui sing selamet, sing cerdas kui sing merasakan nyaman, aman dan tenteram. Perjalananmu masih jauh, persiapkan semua dengan baik.


“Jangan asal percoyo karo sing terlihat baik, percayalah kepada yang tidak pernah kau sangka sebelumnya”


“Mbah percaya kamu pasti mampu Gus” mbahku menyisir lagi rambutnya, aku hanya diam sambil mendengaran apa yang dikatakan mbahku.


“Cah ayu Indah, opo wis mbok tunjukan opo sing tak suruh?”


“Sampun mbah, tapi mas Agus punya pertanyaan buat mbah purtri” jawab Indah


“Aku ngerti opo sing arep ditakoke Agus  cah ayu”

__ADS_1


“Gus kui bukan harta mbah putri dan mbah kakung semasa hidup, tetapi mbah ambil dari tempat yang rahasia , dan itu semua untuk koe. Gunakan untuk kebaikan dan membantu sesama”


“Kalok tidak cepat-cepat mbok ambil, kui akan hilang dan menuju ke orang lain yang sedang membutuhkan”


__ADS_2