INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 37, POCI DI TENGAH HUTAN


__ADS_3

Kedua teman kami berhasil dievakuasi, untungya jurang tempat mereka jatuh itu tidak dalam , hanya motor mereka saja yang rusak dan tidak bisa diangkat dari dasar jurang.


“Tadi yang mengakibatkan kecelakan adalah  penunggu tikungan itu mas, dia berwujud siluman kebo yang selalu mencari darah segar dari orang-orang yang kurang berhati hati disini” bisik Indah


“Kenapa kamu dari tadi ndak peringatkan kami kalau disana ada sesuatu yang akan menghadang Ndah, kenapa baru sekarang kamu bilangnya, harusnya ini kan bisa dihindari Ndah, kalau begini kan susah juga Ndah”


Indah hanya diam saja tanpa berkata apapun, mungkin dia merasa besalah karena tidak memperingatkan kami tentang adanya demit yang  akan mencelakai kami.


“Sudahlah, kita harus kembali saja, keliatnya ada halangan yang menyuruh kita agar balik ke Mjkt, kuperkirakan jarak ke prgn itu masih agak jauh karena kita saat ini baru lepas dari wilayah Pct”


Aku berusaha memberikan pengertian kepada teman-temanku yang masih ingin meneruskan perjalanan menuju ke vila tempat mereka akan melakukan acara musik.


“Tapi mas Dogel apa gak rugi, kita sudah hampir sampai tujuan mas, apa ndak sebaiknya kita teruskan saja mas” kata Haris setengah memaksa


“Ndak rugi sama sekali Ris, Nyawa temanmu masih bisa ditolong di sebuah jurang dengan keadaan selamat ini tidak rugi sama sekali”


“Halangan ini lumayan beresiko lho, ayo lebih baik kita balik ke arah pct saja dulu, atau kalau kalian memaksa, kalian bisa berangkat pada pagi atau siang hari saja”  aku  mulai agak emosi juga


Aku berusaha menjelaskan bahwa seseuatu yang menimpa mereka ini adalah bukan suatu kebetulan, tetapi sebuah peringatan kecil bagi mereka agar tidak meneruskan perjalanan ke sana.


“Mas Agus. Lebh baik sekarng juga kalian pergi dari sinimas, keberadaan kalian sudah mengusik penghuni sini yang rata-rata adalah mahluk jahat, bahkan sebentar lagi mereka akan mengirim pocong kesini”


“Iya Ndah, akan kusampaikan ke mereka apa yang kamu suruh ini, tapi apakah kita aman kalau balik ke Pct lagi” tanyaku kepada Indah yang masih berusaha menganalisa disekitar sini


“Aman mas”


Malam hari di tengah hutan jelas gelap dan mencekam lah, apalagi barusan ada insiden kecelakaan teman kami, untungnya bentor ini dilengkapi dengan beberapa macam peralatan seperti tali tambang, senter dan beberapa kunci pas untuk membuka baut.


Berapa alat itu tadi berguna dalam proses evakuasi teman kami yang tadi terjatuh ke dalam jurang,  tetapi sayangnya motor mereka tidak bisa  kami angkat, karena telalu berat dan mungkin keadaanya sudah rusak


“Gimana motor kalian itu rek” tanya Blewah


“Biarin saja mas, itu lho motor bodong, dan saya dapat dari penduduk desa waktu kami sedang  melakukan penyuluhan di sebuah desa di jawa timur”


“Mas sebentar lagi ada ada beberapa pocong yang akan datang kesini, kalian harus hati-hati mas, jangan sampai melihat ke arah matanya dan hindari ludah dia mas”


“Dengaren kamu peringatkan kami , seandainya dari tadi kamu seperti ini kan tidak akan ada insiden  kecelakan, sebenarnya maumu apa, apa kamu sengaja menemukan kami dengan pocong penghuni daerah sini!” kataku dengan setengah berteriak”


“Mas Dogel iki ngomong sama siapa mas?, dari tadi aku perhatikan selalu bicara sendiri” tanya Ukik yang sedang bertanya kepada Glewo

__ADS_1


“Biasa gitu itu Dogel mas, dia kan termasuk berkepribadian ganda hehehehe, tapi kadang apa yang dia omongkan itu bisa saja menjadi kenyataan mas, dan kadang bisa membantu kita lepas dari masalah”


Glewo menjelaskan kepada Ukik dengan tutur kata khas dia yang ngawur, tapi aku mahfum , karena  memang otak dia itu penuh dengan keanehan-keanehan, mangkanya musik dan lirik kami ini kadang agak sedikit aneh.


Indah hanya diam dipojokan setalah aku marah sama dia, tapi memang keterlaluan. Untungnya kedua temanku itu jatuh ke jurang yang tidak dalam, coba seandainya mereka jatuh ke jurang yang dalam, apa ndak nyawa taruhanya.


“Rek, ayo sekarang kita harus cepat balik, karena sebentar lagi ada sesuatu yang mengerikan muncul rek, kita harus waspada, jangan ngelatur dan tetap konsentrasi”


“Kita masih ada dua motor dan satu bentor, motor Ukik dan motor Kris kan, sekarang Haris yang agak gemuk goncengan sama Ukik, Kris sudah sama Broni, sisanaya naik bentooooor sampek jeboool hahahahha” kata Glewo  yang mulai gila


Wo, ojok kumat rek! Ngawur ae lambemu iki,  ngene ae , pokoknya kalau jalan menanjak kita  tuntun kendaraan kita, nanti kalau sudah menurun baru kita naiki, motor kalian ada yang bisa untuk gonceng tiga ndak?” tanyaku


“Punyaku sik mampu mas” kata Kris yang mengendari motor zufra pit model 2000 sekian


Sedangkan  yang digunakan oleh Ukik adalah askrea krand yang mungkin tahun  90 sekian, cukup tua dan cukup bahaya juga untuk digunakan bergoncengan tiga


Indah hanya berdiri agak jauh dari aku, aku sudah berusaha untuk tidak memikirkanya, sudah jelas dia itu hantu , seharusnya bisa memperingatkan kami untuk agar bisa menghindari dari Demit penjaga tikungan itu.


Kami bersiap untuk jalan dengan tiga kendaraan dan delapan orang, tetapi ketika kami sudah siap untuk jalan tiba-tiba Broni mencium bau sesuatu.


“Eh Kris, kamu bau sesuatu yang busuk gak, tadi padahal ndak bau apa-apa disini ?” tanya Broni kepada Kris yang memboncengnya


“Ehh iya Bron basin dan busuk sekali baunya, mungkin ada bangkai tikus disini bron” jawab Kris sekenanya


Aku berusaha menyuruh mereka untuk segera pergi, tapi ya gimana lagi, kedua motor temanku malah susah untuk di stater, apakah ini karena pengaruh hawa yang begitu dingin sehingga motor tua ini kesuliatan untuk di nyalakan?


“Kenapa Kris dan Ukik, motor kalian gak mau distater? Apa karena hawa dingin, kalau begitu didorong saja. Kita harus secepatnya pergi dari sini rek”


Untungya penerangan disini masih terbantukan oleh lampu bentorku dan senter yang kutemukan di laci bentor. Di laci bentor ini untungnya banyak peralatan untuk pebaikan dan urusan panarikan seperti tali tampar.


“Ndah sini kamu! Ngapain saja kamu hanya berdiri di situ , bantuin kami kek, atau ngapain gitu, jangan Cuma berdiri saja kayak patung pilot di kuburan kembang kuning”  teriaku kepada Indah


“Mas Dogel iki wis gendeng ta mas Wo, dari tadi lho suka ngomong dewe, atau deke punya teman tak kasat mata disini? Heheheh” tanya Ukik yang ada di sebalah Glewo


“Lha tadi lak wis tak kasih tau kalian kalau Dogel itu berkepribadian ganda campuran putra putri piala Uber rek, mosok yo gak paham paham cak hahaha, awas lho yo sesuai dengan omongan Dogel , habis ini pasti ada sesuatu yang akan hadir di hadapan kalian rek”


Dan benar juga apa yang dikatakan Indah aku bisa melihat ada beberapa bayangan putih yang melayang dari pohon di sebearang ku berdiri, mungkin kalau tadi kuhitung ada sekitaran empat bayangan putih.


Lambat laun bayangan itu melayang pelan, dan sekarang keempat bayangan itu berdiri di seberangku, tepatnya di belakang teman temanku.

__ADS_1


Keempat bayangan itu sekarang sudah berwujud , mereka adalah pocong yang bertubuh tinggi , mungkin ukuran tubuhnya sekitar dua meteran.


Aku hanya bisa diam di tempatku berdiri, aku tidak akan memberitahu kepada teman-temanku tentang hadirnya pocong itu takutnya mereka malah panik dan lari kocar kacir. Jadi lebih baik aku diam saja.


Pocong itu sekarang melihat kearahku, keempat pocong itu berkain kafan putih kumal kotor dan sebagian  robek robek, menandakan mereka itu sudah lama berada disini.


Didalam kain kafan kotor itu ada wajah yang hitam mengerikan dan seikit berasap, asap itu keliatanya  keluar dari dalam mulutnya yang tidak karuan bentuknya.


Apakah aku takut dengan kehadiran pocong itu? tentu saja ketakuatan lah, tetapi aku berusaha terlihat tenang diantara teman temankku yang sedang berusaha menyalakan kendaraanya yang sedang mogok.


Tepat ketika pocong itu mendekat, kedua motor temanku bisa dinyalakan, tanpa menoleh kebelakang , kami segera pergi dari sini. Akupun segera gas pol rem blong bentor yang kukendari tanpa menoleh kebelakang


Indah  duduk di sisi sebelah kiri bentor yang kukendarai dengan kencang, tapi yang namanya bentor ya tetep bento..! Mana bisa diajak gas pol rem blong, akhirnya lambat laun mesinnya panas .


“Mas Agus, siap siap saja Pocongya akan datang , mereka sekarang melayang diatas kalian semua,  kalau mau melawan silahkan lawan mereka mas, karena mas Agus sudah memegang pemberian mbah kakung” kata Indah dengan wajah yang cemberut.


“Hey rek,kalian jangan ada di depanku, dibelakangku saja cepat. Keadaanya makin gawat ini rek” kataku kepada teman temanku yang menggunakan dua motor dengan posisi di depanku


Tanpa disuruh dua kali, kedua motor itu berpindah ke belakang ku dengan keadaan mesin yang nyala agar lampu utama kedua motor itu tidak mati, beda dengan bentor yang kunaiki, lampu variasinya berasal dari aki  tersediri.


Dan benar juga kata Indah, tepat ketika kedua motor temanku mundur ke posisi dibelakangku,  keempat poci jelek itu sudah hadir didepanku JREEENK!.... keempatnya tepat terkena lampu bentor sehingga wajah jelek itu makin jelek aja.


Krek..krek..krek..tek tek tek ....krek..tek tek tek...


Suara-suara aneh yang keluar dari dalam tubuh poci yang bermata merah. Aneh aku kok makin tidak takut dengan wajah mereka, aku makin  berani ketika kulihat mata poci itu merah.


Segera ku keluarkan obat mata merk Rohto dan kukecrutkan ke wajah mereka,  obat mata itu selalu ada di kantongku, itu karena mataku yang sering terkena debu dan agak kering, semoga setelah kukasih obat mata, poci itu tidak merah  lagi matanya.


Krek..tek tek tek....kreeeek....tek tek tek ....


Kayaknya poci itu ingin berterima kaih kepadaku, kemudian salah satu dari mereka maju ke depan. Uughhh baunya bukan main , aku sampai mukok mukok.  Ketika aku muntah-muntah karena bau yang bikin ngilu peranakanku,Tiba-tiba blewah maju ke arahku dan..


 Qhkrooooeeehhkk...qrreeghhhh ..............TJDUUUUIIH!....!!


Gila hahaha Blewah mengumpulkan riaknya dan kemudian dia ludahkan ke wajah poci yang mendekati ku tadi, seketika poci itu terbang melayang menjauh dari kami.


Khhrooooeeehhkkkk...qrreeghhhh............TJDUUUUIIIH.... !!!


Sekali lagi Blewah mengumpulan riak yang pastinya berwana kuning kehijauan yang ketal dan licin kalau terkena kulit. Alhamdulillah Poci kedua itu juga  melayang jauh.

__ADS_1


Sekarang sisa dua poci lagi yang keliahtanya marah karena suara-suara mereka makin sahut sahutan mirip kentongan pos ronda


Krek..krek..krek..tek tek tek ....krek..tek tek tek... Krek..tek ...tek tek....kreeeek....tek tek tek ....


__ADS_2