INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 211 (JAHAT SEKALI DIA)


__ADS_3

Abah Fuad bersama Semprul, dia menunggu kami  karena kami harus segera selesaikan masalah yang terjadi dengan abah Fuad palsu.


“Mas Nang. Gimana, apa yang harus kita perbuat mas?”


“Saya hanya kepingin tau tujuan dia saja mas Tro, saya tidak butuh membuat dia celaka, karena sebenarnya saya malas membikin dia celaka, tapi saya cuma kepingin tau motifnya apa hingga dia menyamar sebagai Abah Fuad palsu”


“Sampeyan ada Ide apa mas Nang?”


“Kita ajak dia menjauh dari kelompok kita dulu, setelah itu kita ajak dia bicara baik-baik, dan kita harus tau siapa yang ada di balik wajah abah Fuad itu” kata mas Nang


“Ya wis mas, saya ikut saja, pokoknya dia harus mau buka mulut tentang siapa dia dan siapa yang suruh dia, tapi apa ndak bahaya mas, kita kan ada di alam mereka mas”


“Hahahaha sama saja mas Petro, mereka kadang kan juga ada di alam kalian, dan kalian juga bisa melawan mereka kan, jadi tidak ada bedanya mas, hanya saja kalian saat ini dianggap sebagai penyelundup, tepatnya mahluk ghaib yang menyelundup, itu anggapan bagi masyarakat disini” kata mas Nang


Kami berjalan menuju ke kelompok kami yang sedang menunggu agak jauh dari kami bertemu dengan abah Fuad yang asli. Aku tau susah untuk bertindak kepada yang mengaku sebagai abah Fuad, karena sekarang dia ada diantara kami, dan dia adalah penduduk sini yang tentu saja lebih diutamakan apabila ada serangan dari kami.


“Nanti kita ajak saja dia  kemana gitu mas, tetapi ndak usah disakiti dulu mas, kita tanya-tanya saja, karena kalau disakit malah dia akan teriak minta bantuan penduduk sini , dan itu bahaya bagi kita mas” kata mas Nank


“Eh abah Fuad, ada yang mau saya bicarakan tentang tempat kita nanti pergi dari sini bah, soalnya yang disana itu ada beberapa orang yang sedang menuggu kita” kata mas Nang membuka pembicaraan agar abah Fuad palsu tidak curiga ketika kami berdua sudah ada diantara teman kami


“Tadi kan sudah saya bilang, kenapa kalian mengikuti anjeng itu, dia itu bukan dari alam kalian, dan kalian baru juga kenal dia disini, lalu kalian percaya semua tindak tanduknya. Beda dengan saya, kalian kan sudah kenal saya lama, tapi kenapa kalian lebih percaya anjeng itu dari pada saya” kata abah Fuad


“Nah kalau gini kan siapa yang susah…, coba kalau kalian ikuti omongan saya, pasti sekarang kalian sudah ada di rumah dengan selamat”


“Gini saja bah, kita lihat dulu saja jalur yang abah maksud, kalau aman, kita pindah ke tempat abah Fuad katakan itu, sementara itu yang lainnya biar saja ada disini menunggu kita” kata mas Nang lagi


“Ayo kita kesana, lebih baik lainya juga ikut sekalian, agar kalian pergi dari sini secepatnya, dan jangan kembali lagi kesini, karena disini bukan tempat kalan, kalian bisa hilang disini tanpa bisa kembali lagi. Sekarang ayo ikut saya menuju ke pintu keluar kalian.


“Lainya tetap disiani saja bah, siapa tau pintu keluar itu sekarang dijaga oleh mahluk mengerikan seperti yang ada di rumah Nabil tadi”


“Iya…, benar mas Petro Bah, kita juga takut apabila nanti ada apa-apa dan mereka yang lemah ini tidak bisa melarikan dari sini, jadi ada baiknya yang lainya tetap ada disini saja untuk berjaga jaga apabila ada sesuatu yang menyerang”


“Anjing kalian mana, tadi bukanya ikut bersama kalian disana” tunjuk abah Fuad pada perempatan yang berbelok ke kiri tempat kami tadi bertemu dengan abah Fuad.


“Anjeng itu lari bah, dia tiba-tiba lari dari kita, ndak tau apa maksudnya, coba kalau kita paham bahasa asu, pasti kita tanyakan dia ke mana lah hahahahah” kata mas Nang.


“Ya sudah ayo kita kesana, kita lihat dulu keadaan disana, agar kalian tau bahwa disana lebih nyaman tempatnya. Eh maksud saya jalan keluar kalian itu ada disana” kata abah Fuad


“Pak Tembol dan yang lainya tetap tunggu disini, saya mau periksa jalan untuk kita pulang pak” kata mas Nang

__ADS_1


Kami berjalan mengikuti abah Fuad yang kw, kami ikuti dia ke arah rumah Nabil, ya jelas aneh juga, kenapa dia mengajak kami ke rumah Nabil lagi, tapi mas Nang tetap mengikuti abah Fuad yang jalan dengan agak cepat untuk orang setua itu.


“Bah, kenapa kita balik ke rumah itu lagi?, bukanya kita mau cari jalan menuju pulang bah?” tanya mas Nank


“Sudah kalian ndak usah banyak tanya, jalan itu memang ke arah sana, tetapi ndak ke rumah itu lagi, tapi kita melewati rumah itu, paham kan. Jadi ndak usah tanya-tanya lagi, ayo kita harus cepat karena kita sudah ditunggu”


“Ditunggu, maksudnya ditunggu siapa abah palsu!” mas Nang tiba-tiba menendang kaki orang itu dan menjatuhkan orang yang mengaku sebagai abah Fuad itu


Ketika orang yang mengaku sebagai abah Fuad itu jatuh, kemudian kuinjak mulutnya hingga dia tidak bisa berteriak meminta tolong.


“SIAPA KAMU!... AYO KATAKAN ATAU KUPANGGIL SEMPRUL!” teriak mas Nang


“Kami sudah tau kalau kamu bukan abah Fuad, ayo katakan apa tujuanmu dan kamu suruhan siapa”


“Apa maksudmu, saya ini ya abah Fuad, kenapa kamu tanyanya aneh gitu” jawab orang itu belum juga ngaku


“Ya sudah pak Fuad, saya panggilnya dulu si Semprul. Dia lebih tau dari pada kami pak, dan kamu tidak akan selamat apabila saya sudah memanggil Semprul, harap ingat pak, kamu akan mati seperti lawan Semprul yang lainya pak”


“Mas Petro ayo cepat teriakan nama anjingmu, agar dia kesini secepatnya. Dan ingat kamu orang asing , ketika anjing itu datang, jangan harap kamu akan selamat dari dia, jantungmu akan dikoyak seperti mahluk yang menyerangmu tadi di rumah Nabil” kata mas Nang lagi


“Katakan, kamu suruhan siapa, dan apa yang akan kamu lakukan dengan kami” tanya mas Nang


“Sekarang panggil saja Semprul mas” suruh mas Nang.


Aku pun berteriak memanggil nama anjeng yang sudah beberapa kali menyelamatkan kami, dan ternyata anjeng itu juga adalah suruhan abah Fuad asli di alam ini yang akan menuntun kita ke tempat yang kami maksud.


Setelah beberapa kali kuteriakan nama anjeng itu, dia datang dengan belari menuju ke arah kami yang sedang memegang orang yang mengaku sebagai abah Fuad.


“Prul, gigit dia Prul, robek jantungnya, dia tidak berhak untuk hidup, dia penghianat murahan yang selalu mencari mangsa untuk kesenangannya sendiri” kata mas Nang


Anjeng mengerikan itu menoleh kearahku, dia meminta pesetujuanku untuk melakukan sesuatu kepada orang itu, tapi aku hanya senyum saja, dan akibatnya anjeng itu bingung dan duduk di depanku. Aku jongkok dan melihat ke mata anjeng itu.


“Prul..Semprul, orang itu…orang yang kamu selamatkan hingga kamu terluka itu ternyata bukan teman kami, lalu gimana Prul, apa yang mau kamu lakukan dengan orang macam itu Prul. Terserah kamu saja Prul” kataku kepada Semprul


Awalnya anjeng itu memiringkan kepalanya, hingga beberapa saat kemudian dia menoleh ke arah yang wajahnya mirip dengan abah Fuad, setelah itu dia mendatangi yang mirip abah Fuad itu.


Semprul hanya diam di depan wajah orang yang sekarang sedang dalam kedaaan ketakutan itu. Kemudian Semprul melihatku sekali lagi, aku hanya mengangguk kepada dia. Tepat ketika aku mengangguk, Semprul memamerkan  giginya yang mengerikan kepada orang yang sedang dipiting mas Nang.


“Jangan…. Jangan biarkan anjeng itu mengambil jantungku dan mengunyahnya! Tolong aku, aku hanya melaksanakan tugas saja” kata orang itu

__ADS_1


“Hahahah aku bisa suruh anjeng itu membunuhmu tanpa rasa sakit seperti yang dia lakukan kepada yang ada di depan rumah itu. Dia langsung melahapnya tanpa memberi kesempatan untuk berteriak hehehehe.  Kalau kamu ndak mau seperti ada di depan rumah Nabil, maka dari itu sebutkan, kamu berkerja dengan siapa?


“Saya tidak kerja dengan siapa siapa, saya adalah yang sering ada di depan rumah abah Fuad, saya curi dengar yang kalian bicarakan, karena arwah pengembara macam kalian ini berharga tinggi di pasar gelap penjualan budak arwah.


“Sekarang saya mau tanya, rencana kamu tadi kamu akan bawa kami semua ini kemana?” tanya mas Nang


“Kalian akan saya bawa ke agent penjualan arwah manusia, arwah yang sering tersesat di daerah ini saya bawa ke sana” jawabnya


“Kemudian arwah itu akan diapakan?” tanya mas Nang lagi


“Kalau yang tidak mempunyai apa-apa bisa menjadi budak di suatu tempat, tapi yang seperti kalian ini akan dijual ke dukun atau paranormal yang ada di alam kalian dan harganya mahal”


“Tadi waktu kami akan masuk ke rumah itu, kenapa kamu hanya di luar saja dan tidak masuk bersama kami?”


“Saya tau pemilik rumah yang akan kalian tuju itu, mangkanya saya hanya bisa antar kalian hingga ada di depan pintu rumah itu saja, saya tidak ikut masuk kedalamnya”


“Karena kamu kenal dengan pmilik rumah itu kan. Karena kamu tau disana sangat berbahaya kan” kata mas Nang


“Bukan. Karena yang masuk ke sana tidak akan bisa keluar dari sana, seperti teman kalian berdua itu, teman yang kalian selamatkan itu, tapi ternyata kalian bisa keluar dari sana dengan bantuan anjing yang sudah kalian taklukan itu”


“Mas Nang, kita bunuh saja dia mas, kalau mas Nang lepaskan dia, maka dia akan mencari bala bantuan untuk menangkap kita mas, atau kita masukan ke rumah Nabil saja mas?”


“Pokoknya dia harus tidak ada untuk sementara waktu mas Petro, sampai kita benar-benar pergi dari sini, karena macam dia ini tidak layak ada di alam sini maupun di alamnya mas Petro” kata mas Nang


“Jangan bunuh saya, saya sumpah tidak akan mengejar kalian, kalian bebas pulang ke alam kalian”


“Hehehehe aku sudah sering dengar sumpah macam kamu ini,  dan kesimpulanya kamu tidak bisa dipercaya, jadi kamu harus dibunuh atau di kurung, gimana menurut mas Nang?”


“Kia suruh Semprul saja yang menyelesaikan mas Tro, kita pokoknya tau beres saja mas. Coba mas Petro ajak bicara Semprul mas, siapa tau dia bisa kirim penghianat, agen jual beli arwah, sosok di belakang perbudakan arwah, dan penipu ulung ini mati tanpa merasakan rasa sakit”


“WHAAAAAAA,,,TOLONG, JANGAN BUNUH SAYAAAAAA” teriak orang yang mirip dengan abah fuad


Aku jongkok lagi di depan Semprul yang masih menunggu perintah…


“Prul..Semprul, enaknya orang jahat ini diapakan, apa kamu bunuh dan kamu makan jantungnya atau kita masukan ke rumah Nabil. Orang ini jahat sekali Prul, karena dia sudah melakukan perdagangan arwah manusia di alam ku”


Semprul itu hanya seekor anjeng, tapi kadang anjeng itu bisa memahami apa yang dikatakan oleh tuanya, bukan memahami dalam arti dia ngerti bahasa tuanya, tetapi pemahaman dalam arti karena sudah ada keterikatan batin antara pemilik dan anjingnya


Semprul memiringkan wajahnya, dan dari matanya aku bisa lihat dia akan melakukan sesuatu kepada orang yang mirip dengan abah Fuad itu.

__ADS_1


__ADS_2