INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 27, DOGEL PENDEKATAN.


__ADS_3

“Waduh kok pacare Indah gitu rek, nek koyok gitu serahkan sama Dogel ae Wo hahah, Dogel pasti seneng sama yang model koyok gitu heheheh”


“Cucok Wah, Dogel kan penggiat club homo-homo, nek gini carane ya pantes nek indah dibunuh rek, lha Indah salah pilih laki-laki hahahah” Kata Glewo


“Lho Indah mana rek, tadi dia kan ada di belakang cowoknya yang nggilani itu, kok sekarang malah ilang rek?” tanya Glewo


“Ngamuk sama kamu c*k gara-gara ngomongmu ngawur Wo” kataku kepada Glewo yang memang kalau ngomong kadang ndak dipikir benar salahnya.


“Wis ah, aku mau kesana, mau tak tawari mbecak rek”


Aku kemudian menjalankan bentor menuju ke arah pacar Indah yang masih menunggu jemputanya, pelan-pelan bentor kuarahkan menuju ke pacar Indah yang cara berdirinya agak gimana gitu.


Biasanya kalau laki-laki berdiri itu kaki kanan dan kiri kan agak berjauhan, kalau bahasa jawanya mbegagah, tapi kalau pacar Indah Ini kaki kanan dan kirinya itu mepet atau dempet, apalagi dia bawa tas bvlgari lokal model cewek hihihi.


“Selamat siang mas, yuk saya antar mas” tawarku kepada Totok


Ternyata aku hanya dilirik aja, dia tetap memandang lurus kedepan saja, terpaksa kuulangi lagi sapaanku pada dia


“Monggo mas, lagi promo ini gratis antar sampai di tempat mas, ndak bayar kok mas” kataku kepada totok yang kakinya masih saja mepet antara kaki kiri dan kanannya


“Jangan takut mas, saya bukan begal kok, saya niat kerja dan saya orang baik-baik mas, maklum saya bentor baru lagi mau cari palanggan, siapa tau masnya mau berlangganan dengan saya mas”


Totok melihat ke arahku, dia melihat dari bawah hingga ke atas, keliatanya dia sedang menilaiku, kesempatan ini jelas ndak aku sia-siakan.


“Ayo mas, pokoknya gratis selama seminggu mas, dan jangan khawatir saya bukan begal lho mas, saya cari uang baik-baik’


Lama juga dia berpikir, kemudian dia menjawab omonganku.


“Masnya ini bukan orang sini ya, keliatannya dari Mjkt ya?” tanyanya dengan bibir yang dibuat seendel mungkin


“Iya mas, saya dari Mjkt , kebetulan disana sainganya banyak, makanya saya pindah ke Mjs saja mas, sekalian cari pelanggan tetap mas” kataku sambil tersenyum seramah mungkin


“Oh iya kah mas...duuh kasian deh, jauh amit sampai kesini cari uangnya mas” jawab Totok dengan logat yang endel


“Iya mas, namanya juga cari uang mas, dimana aja bisa pokoknya harus dapat penghasilan mas, dari pada Cuma duduk berpangku tangan dan merepotkan orang tua mas”


Tidak lama kemudian Totok tersenyum kepadaku, duh senyumnya itu hahahah ngeri, kalau cewek pasti dah tak godain, berhubung yang ada didepanku ini jejaka tulen berbadan kekar, ampuni hambamu ya Tuhan hahahah.


“Yadah aku mau mas anterin kalau memang gratis hihihih” dia langsung naik ke atas bentor dengan bok*ngnya yang dinungging- nunggingkan


“Anter kemana ni mas...e mas siapa namanya ya biar saya ndak merasa canggung mas”


“Panggil aja Totok mas, kalau mas nya siapa namanya, boleh dong sekali kali tau nama abang becaknya” tanyanya sambil menengok ke arahku.

__ADS_1


“Panggil saya Agus aja mas, atau nama beken saya Dogel mas heheheh”


“Agus...agak setengah gundul hihihih, cucok lho mas sama rambut mas Agus ..eh mas Dogel yang agak botak itu hehehe”


“Mas Totot, berhubung saya ini baru disini,bisa minta tolong ditunjukin alamatya ya mas”


“Duh jadi mas Dogel ini gak tau jalan di Mjs ya, awas lho kali kali aja aku arahkan ke losmen baru tau rasa hehehhe”


“Ini terus lurus aja mas, nanti aku kasih tau belokanya mas, pokoknya nurut sama aku aja, kalau nurut pasti dapatnya enak mas heheheh”


Duh pacare Indah ini mulai rek, dia sudah nyenggol-nyenggol masalah losmen, nek diterusno arahe bisa kemana mana iki


“Mas totok tinggal dimana sih, nanti kan bisa saya jemput dirumah aja dari pada di terminal kayak tadi mas”


“Ngapain sih kok tanya-tanya alamat segala, emangnya mau dolan kerumah saya hihihi,, canda maaas, canda lho ya mas, jangan marah mas hihihi”


“lho kan kalau tau alamat mas Totok, saya bisa jemput di rumah aja mas”  aku berusaha agar pembicaraan mengarah ke hal yang  lebih pribadi


“Jangan deh mas, ntar ada yang marah kalau mas Dogel jemput saya ke rumah, lebih baik kita ketemuan di terminal aja mas”


Janc*k, malah ada kata-kata ketemuan rek, koyok arep pacaran ae, sialan aku kejebak homo, ngene ko yo bisa hamili Indah sih, apa ndak salah ta Indah itu?


Jangan –jangan salah orang ini , atau Indah sengaja ngerjain aku  jamp*t Indah iku.


“Lho kok malah ke hotel sih, mas Totok ini benarnya kerja di hotel atau dimana mas, kok malah mau mampir ke hotel segala sih mas Totok”


“Nggak, kali kali aja mas Dogel capek, saya pinter mijet lho mas  hehehe”


“Lhoooo kok malah mbahas pijet-pijetan sih mas Totok ini, kan saya harus cari pelanggan dulu , baru setelah dapat uang bisa untuk pijet deh hehehe” aku berusaha memancing agar lebih akrab


“Depan belok kanan mas, ntar depan lagi belok kiri mas....”


Aku belokan bentorku  ke kanan , ternyata sekarang aku ada di perumahan,  apakah tempat kerja  Totok ini memang  di perumahan kayak gini?


“Depan belok kiri mas ya, depan yang ada pohon jambunya stop mas” kata Totok memberi arah tempat dia bekerja.


Sebuah rumah yang lumayan besar, mungkin ini adalah pabrik garmen, mungkin didalamnya banyak pegwai yang mengurusi baju.


Totok turun dari bentorku, dia turun dengan njengking-njengkin berusaha menunjukan pant*tnya kepadaku, dasar penyuka sesama jenis.


“Eh mas Agus ,boleh minta no Hp gak. Biar akunya gak susah kalau mau pakek masnya, eh salah...kalau mau makek bentor masnya” dia berkata dengan senyum senyum tak bersalah


“Aduuh saya lupa nomre hp saya mas, gini aja , tilis eh tulis no hp mas totok, ntar saya miskalnya deh mas” jawabku

__ADS_1


“Eh iya mas, nanti mas saya tilis dulu..eh saya tulis dulu no hp saya mas, bentar ya mas, saya masuk dulu ambil kertas”


Aku balik ke tempat kedua temanku menunggu,  kedua temanku menunggu di sebuah warung bersama Indah disana, kuparkirkan bentor dipingir jalan, kemudian aku masuk ke dalam warung


Kupesan segelas Es teh dan satu porsi makanan berat, kemudian aku cerita kepada temanku apa yang terjadi dari mulai kuantar pacar Indah hingga dia meminta no telepnku hehehe.


Indah mendengar ceritaku ini dengan wajah yang sedih, aku tau apa yang sedang dipikirkan Indah, dia pasti tidak menyangka kalau pacar dia ternyata adalah seseorang yang melambai hehehe.


“Indah kaget mas, setelah mas Agus cerita ini rasanya Indah bagaikan orang paling tolol mas, bisa-bisanya Indah mencintai orang seperti itu mas, Indah sama sekali tidak menyangka mas”


“Ya sudahlah, yang penting sekarang kita harus tau dulu apakah memang dia dulu itu memang mencintai Indah atau hanya mempermainkan Indah saja” kata Glewo yang tiba-tiba menjadi bijaksana


“Ndah Inikan aku baru juga ketemu dia sekali, ini aja dari tadi dia mancing-mancing ngajak ke losmen lah atau dari  tingkah dia yang berusaha menunjukan


pant*tnya kepdaku, jadi kalau misal diperpanjang akibatnya akan ada beberapa rahasia yang terbongkar”


Yang penting sekarang aku sudah punya no hpnya, sekarang kita pulang saja ,nanti malam aku coba untuk menelpon dia hehehe


Siang menjelang sore kami dalam pejalanan pulang kerumah mbahku, untngnya selama perjalanan sinar matahari tertutup mendung yang lumayan sehingga tidak terlalu panas.


Sore jam 16.00 an kami tiba di rumah mbah putri, keadaan sore dengan mendung yang menggelayut membuat suasana kampung makin asri.


Setelah kuparkir bentor di halaman rumah, kemudian aku masuk ke dalam rumah dan duduk d sofa menghadap ke kamar tidur kami.


Kedua temanku sudah sibuk di dapur, mereka keliatanya sedang masak untuk makan malam nanti, memang kalau urusan masak memasak itu Glewo


tidak ada duanya.


Indah masuk menembus pintu depan yang sudah aku tutup dari tadi ,kemudian dia duduk di sebelahku dengan wajah yang sedih.


“Kamu kenapa Ndah, apakah gara-gara tadi aku ngantar Totok itukah?” tanyaku


“Iya mas, Indah ndak ngira kalau Totok itu seperti itu mas, selama ini dia itu laki-laki tulen mas, bahkan bisa menghamili Indah segala mas


“Heheheh aku ndak mauikut campur dengan urusan ranjangmu, Cuma jelasin dong jam berapa biasanya kalian  uklik uklik Ndah?”


“Kok aneh mas Agus tanya hal gitu mas, ndak biasanya deh mas Agus tanya hal gituan, memangnya ada apa mas dengan  jam  berapanya itu mas?”


“Saya tebak ya ndah , biasanya kamu nginap di hotel kemudian dia ngajak uklik uklik kamu pada jam tiga sampai jam empat pagi kan, selain jam itu dia ndak mau ngelakuin apapun kan?”


“Iya mas, kok bisa mas Agus tau, apa yang menjadi alasan mas Agus bisa tau waktu Totok uklik uklik Indah mas?”


“Heheheheh, aku bisa nebak dengan benar kan Dah hahahah”

__ADS_1


__ADS_2