
Suasana semakin berisik, aku bahkan tidak bisa mendengar apa-apa selaIn suara yang berisik itu, aku yakin temanku pun sama denganku keadaanya. Aku yakin mereka juga menderita dengan suara yang aneh ini.
Kupejamkan mataku sejenak untuk bisa sedikit konsentrasi, karena suara berisik itu sekarang membuat kepalaku menjadi sakit... sangat sakit, suara itu seolah olah bisa menembus otakku.
Tapi tiba-tiba apa yang aku rasakani ini berubah, tiba-tiba suara yang berisik dan mengerikan ini perlahan-lahan mulai mereda, aku mulai mencoba untuk membuka mataku.
Aneh, suara itu hilang. Sepi dan sunyi yang sekarang aku rasakan, keadaan menjadi gelap gulita karena mungkin sudah memasuki malam hari.
“Tro, nyalakan hpmu, tolong terangi keadaan disini sebentar, sementara aku nyalakan lampu minyak ini dulu”
Aneh tidak ada satupun mahluk tak kasat mata yang ada disini, hanya gelap gulita. Dan sekarang lambat laun binatang malam mulai berani membunyikan suaranya.
“Wah, apa yang kamu rasakan sekarang?” tanya Petro setelah menyalakan lampu blits hpnya
“Ndak tau Tro, rasane kok aneh aja. Semua berubah menjadi lengang, ndak ada apapun disini. Sepi rasane, tapi hewan malam sudah mulai bunyi itu”
Sementara itu kucing mbak Bashi terlihat tenang di gendongan Dogel, bearti keadaan disini sudah aman. Kalau seandainya mbak Bashi menggeram berarti keadaan disini tidak aman kan.
“Ternyata apa yang kalian punya itu ditakuti sama demit disini rek, assuuangar kalian berdua rek hahahha” kata Ngot
“Tadi waktu kalian merem (memejamkan mata) aku lihat semuanya. Setan-setan buruk rupa itu hancur ketika berusaha mendekati kalian rek, untungnya Dogel ada diantara Petro dan Blewah, jadi Dogel aman dari setan busuk itu” kata Ngot
“Iya mas, tadi Indah juga lihat, tiap ada yang mendekat dan mulutnya sudah terbuka lebar dengan lendir bau yang menetes siap menelan jiwa kalian, eehh tiba-tiba mereka hancur jadi debu hihihi” kata Indah
Lampu minyak sudah nyala, sekarang kami sudah siap untuk melanjutkan perjalanan. tapi ya tetep dalam keadaan tanah becek dan jalur yang menanjak.
*****
“Uuugh kita sudah ada diatas rek, huuuffff tapi keadaan disini gelap gulita, kita harus kemana ini?” tanya Petro
“Sik rek, tunggu sik, tak cari jalan dulu rek, kalau kita ke kiri kita akan naik ke bukit, kalau kita ke kanan kita turun. Kalian tunggu sini sik, aku tak ke kanan dulu, siapa tau disebelah kanan ada rumah penduduk” kata Ngot
Ndak lama kemudian Ngot kembali dengan berita bahwa beberapa belas meter di sebelah kanan ada bangunan semacam vila yang berwarna putih.
“Lho iku vila putih Ngot, tempat anak-anak Sutopo ngadakan acara musik dan kemudian mereka hilang dari sana, ya saat ini mereka itu yang kita cari Ngot” kata Dogel
__ADS_1
“Lho yaaa, cocok kan rek heheheh, kita diarahkan ke vila putih juga akhirnya, berarti memang kita disuruh ke sini rek” sahut Petro
“Gimana kalau kita nginap di vila putih itu saja, kita ada disini karena perjalanan melalui terowongan tadi itu kan, dan ternyata tembusnya ada di samping rumah putih ini kan. Jadi mungkin saja kita bisa temukan sesuatu disana” kata Indah
“Ayooo wis, aku sih ok tok mau tidur dimanapun, pokoke ndak di Sby ae rek hehehe” kata Petro
“Opoko Tro kok kamu ndak mau di sby aja hehehe?” tanya Ngot
“Halaaah Ngot itu masa lalu Ngot hehehe, ojok dibahas maneh hehehe” Jawab Petro
“Iya mas Blewah lebih baik kalian nginap disini saja, siapa tau mas Blewah nemu sesuatu disana mas hehehh beke nemu obat ngganteng, biar Mirah kerasan ada di dalam tubuh mas Blewah hihihi” kata Sumirah
“Aku setuju wis Tro, ayo kita kerumah putih, tinggal Dogel ae sing pasti ndak setuju paleng hihihih”
“Ayo wis, kita malam ini tidur di vila putih ini. Aku usahakan untuk bisa menemukan petunjuk di situ, tapi kalian harus percaya sama omonganku rek, paling tidak omonganku dengerin dulu” kata Dogel
“Buktikan dulu kalau kamu tidak nggateli Gel, nanti kita lama-lama akan percaya sama kamu juga kan pada akhirnya”
“Gel. Mbak Bashi lepasen di jalan aja, disini kan sudah tidak ada lumpurnya. Biarkan dia menjadi petunjuk jalan lagi”
Kami berjalan dengan lampu minyak yang mungkin sebentar lagi akan habis minyaknya. Tapi paling tidak sekarang masih ada penerangan yang bisa kami gunakan untuk melihat keadaan sekitar sini.
“Pintu gerbang vila itu ada di sana rek, kita kesana saja. Waktu kamarin kita kesini sama mas Eko, pintu gerbang itu tidak terkunci, ndak tau untuk saat ini”
“Nggaklah Wah, siapa yang mau ngunci pintu gerbang vila yang mengerikan ini, pastilah masih terbuka kayak kemarin lah rek” kata Dogel dengan yakin
Kami ada didepan pintu gerbang vila, Petro mendorong pintu gerbang itu kedalam untuk membukanya.
“Gak iso rek, berarti pintu gerbang iki dikunci rek” kata Petro
“Dancok Trooo, jangan mbok dorong , tapi ditarik chook” teriak Blewah
“Hehehehe, tak pikir koyok pintune Indom***t yang biasane didorong iku rek hihihii”
“O gendeng koen Tro, ayo wis kita masuk ke dalam. Semoga didalam masih ada makanan sisa anak-anak itu. aku lapar sekali soale heheheh”
__ADS_1
Kami nekat masuk ke dalam dengan harapan di dalam vila itu ada sedikit sisa makanan yang ditinggalkan anak-anak yang sekarang hilang, juga siapa tau di dalam sana ada petunjuk berikutnya yang bisa kami jadikan patokan untuk melanjutkan pencarian mereka.
“Kalian pernah masuk kesini sebelumnya gak rek” tanya Petro
“Pernah, bersama mas Eko. Kalau kesini sama dia itu banyak yang aneh aneh ya Gel. Ada proyeksi masa waktu anak-anak disini melakukan sesuatu yang mengerikan, kemudian ada juga kabut aneh yang membuat semua keadaan disini berubah”
“Dia juga bilang kalau ada jalur tembus yang menuju ke hotel Waji, pokoknya waktu sama dia itu aneh-aneh yang muncul rek heheheh” kata Dogel yang mulai bisa menyesuaikan kelakukan dia
“Yah semoga saat ini tidak ada yang aneh-aneh terjadi disini rek, aku sudah capek sekali dan butuh asupan makanan” kata Petro
Saat ini kami ada di halaman vila yang keadaaanya sama dengan waktu kami kesini, tetapi saat ini untungnya tidak melihat sebuah proyeksipun. Kami jalan melewati taman vila yang lumayan luas hingga kami sampai di sebuah teras.
“Di teras ini asal mula semua masalah ini Tro, dari mulai Wildan yang memperkosa Ibor, tapi aku yakin waktu itu Wildan mungkin sedang kesurupan. Atau mungkin sebelum Wildan kesurupan ada lagi kejadian yang mendahuluinya” Kata Dogel yang keadaanya lebih baik dari pada sebelumya
“Biar aku saja yang buka pintu ini rek, karena aku bawa mbak Bashi, siapa tau dia kasih kita tanda apakah di dalam sana mengerikan atau tidak” kata Petro
“Aku tak masuk duluan aja Tro biar kalian aman” kata Ngot
“jangan Ngot, kamu ndak tau apa yang ada di dalam sana, aku takut kalau ada pemburu hantu di sana sehingga ketika kamu masuk, akhirnya kamu hilang juga hehehehe” kata Petro
“Yo wis karemulah Tro, ndang taruhen di lantai mbak Bashinya biar dia bisa mengendus keadaan di dalam sebelum kita masuk ke dalam” kata Ngot
Indah hanya diam saja, dia tidak komentar sama sekali tentang apa yang ada di dalam sana, berarti kesimpulanya di dalam sana keadaanya aman, tidak ada sesuatu yang mengerikan disana.
Setelah kami yakin bahwa di dalam keadaanya aman, Petro mulai membuka pintu ruang tamu yang memang tidak terkunci seperti sebelum sebelumnya.
“Wuiiiih gelap sekali rek, sik tak nyalakan lampu senter hpku. Kita ndak tau ada jebakan apa lagi di dalam kalau keadaanya gelap seperti ini. tapi yang pasti aku ndak liat apapun disini ya rek?” tanya Petro
“Kosong mas, bahkan tuyul atau hantu–hantu kecil pun tidak ada sama sekali di dalam situ mas, hanya saja Indah merasa ada sesuatu disini mas, tapi saat ini indak belum bisa merasakannya mas.
“Ingat kita beberapa hari lalu ke sini mas, dan kita lihat apakah ada yang berubah dengan keadaan disini setelah beberapa hari lalu kita tinggal mas” lanjut Indah
“Karena Indah merasa ada beberapa kehidupan disini mas, tetapi bukan kehidupan mahluk ghaib, melainkan yang Indah rasakan itu ada manusianya, tetapi tidak kelihatan mas” kata Indah lagi
“Eh mbak Indah, ada baiknya kalau kita disini jangan sampai mempunyai perasaan ingin tau yang berlebihan mbak” kata Sumirah yang ada di dalam tubuh ku
__ADS_1
“Iya Mirah, lebih baik kalian jangan masuk ke kamar bawah, karena Indah merasa disana sedang terjadi suatu aktifitas di sebuah masa yang kita tidak tau. Kita disini sementara ini fokus untuk istirahat dan mencari bahan makanan untuk kalian bertiga saja, tanpa merubah apapun yang ada disini”