INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 56. ANAK KECIL PEMAKAN MAYAT


__ADS_3

“Arti + itu cuma kamar yang ada bath up nya mas, jadi kamar yang lebih besar dan ada fasilitas bath up dan ada acnya mas, kalau lainnya ndak ada fasilitas itunya mas” jawab Totok ketika kutanyakan tentang arti + itu


Tadi aku sempat curiga juga ada tanda +nya, takutnya itu artinya plus pembunuhan hihihihi. Tapi aku tetep harus tau keadaan disini, disini pasti ada sesuatuyang tidak diketahui oleh orang lain, seperti yang dikatakan Indah


kepadaku.


“Ayo akunya antar mas Agus ke kamar, biar mas Agus ndak kesasar ke kamar lain heheheh” kata Totok dengan tatapan mata nakal


“Ndak usah mas, biar saya cari sendiriaja kamarnya, kataku sambil jalan di lorong hotel” Lorong ini satu jalur dengan meja resepsionis, jadi petugas jaga bisa lihat tamu tamu yang keluar dan masuk ke kamarnya.


“Yakin tau dimana kamarnya itu mas?” tanya Totok dengan tersenyum nakal “kamarnya ndak ada di lorong ini lho mas hihihihi, kamar plus itu ada di luar sana, dia mirip bungalow mas heheheh”


Ah bngsth! Kenapa harus bungalow, kenapa bangunanya tidak di dalam ruangan ini, kalau ada di dalam sini kan aku bisa teriak apabila ada seseuatu yang menggerayangi nganuku. Tapi biarlah , coba aku llihat dulu bagaimana kondisi disana.


“Ya wis, ayo antar saya mas, mas Totok tau tempatnya kan mas” tanyaku


“Jelas taulah mas, akunya kan tau tentang hotel ini mas, yuk Akunya antar mas Agus, karena teman akunya udah mau sampek disini” kata Totok sambil melihat isi pesan di Wa


Ternyata kamar ini ada di luar tempatnya, jadi aku harus keluar dari ruangan utama dulu, kemudian ke arah kiri masuk diantara pohon mangga tempat mobil Totok aku parkir, ternyata di jalan antara pohon mangga dan jalan utama ini ada jalan setapak ke halaman belakang.


Lurus terus hingga sampai di belakang bangunan utama, disana ternyata ada enam bungalow. Ternyata di halaman belakang ini ada bungalow yang cukup besar , sayangnya tidak ada garasinya.


Kucari no 6+, ternyata no 6+ itu letaknya paling pojok,  bungalow ini memiliki halaman depan dan samping yang lumayan lebar, sehingga jarak antara satu bungalow dengan lainya itu sekitar  lima hingga enam meter. Yang dibatasi oleh tembok tinggi.


“Dah ya mas,  akunya tinggal dak papa kan , atau mas Agus masih perlu sama akunya mas, akunya bisa ngapain aja kok mas hihihihi” kata Totok sambil mengusap wignya


“Atau akunya ajarin cara masukin kuncinya ke tempatnyaaah massssshhh, akunya bisassshhh masssh” kata Totol sambil meremas wig panjangnya


“Ng..nggak mas Tok, terima kasih, s..saya bisa sendiri kok mas, terima kasih mas” Janc*k medeni rek kalau sampek aku di buat ndak perawan sama Totok

__ADS_1


“Khalaoouu perlu akunyaahhh .. mas Agus bisa telepon akuunyah ya massshhh” kata Totok sambil melet melet koyok ulo


Buru-buru kubuka pintu hotel dengan menggunakan kunci lawas ini, aku buru buru tutup dan kukunci dari dalam, agar Totok tidak bisa masuk kesini. Keadaan kamar ini gelap, tetapi kerena di taman ada beberapa lampu sehingga aku masih bisa mencari saklar lampu.


Ternyata saklar lampu ini ada di balik dinding dekat pintu bungalow. Kutekan saklar lampu ini, ternyata lampu dikamar tidak beda dengan yang ada di seluruh hotel, lampunya redup dan tidak terang sama sekali .


Dan ternyata juga saklar yang kutekan ini adalah saklar utama yang menyalakan beberapa lampu didalam dan di teras bungalow. Lampu kamar juga sama tidak kalah redup dengan yang ada di ruang tamu, kemudian yang diteras juga sama saja.


Bungalow ini ternyata besar juga, bagian depan ada ruang tamu dengan meja kursi kayu model lama. Setelah itu ada sekat pemisah ke kamar, di sini hanya ada satu kamar tanpa pintu yang memisahkan antara ruang tamu dengnan kamar.


Dalam ruangan yang berupa kamar ini ada dua tempat tidur, yang satu kecil untuk satu orang dewasa, satunya besar untuk dua orang dewasa. Selanjutnya ada kamar mandi, pintu kamar mandi inidalam keadaaan tertutup.


Ketika kubuka, kamar mandi dalam keadaan gelap, sehingga aku harus meraba raba untuk menemukan saklar kamar mandi.


Ternyata saklar kamar mandi tidak berada di dalam kamar mandi, saklar itu ada di luar, di dinding kamar, tiwas tadi aku meraba raba, tibake saklar itu ada di luar kamar mandi, tak cetekan saklar itu.


Ternyata di dalam kamar mandi ini bener bener bikin bulu kuduk meremang. Kamar mandi ini memanjang dan besar, di ujung ada bathup lengkap denga showernya, beberapa meter dari bathup ada closet duduk.


Ndak lama kemudian kututup pintu kamar mandi, terus terang keadaan kamar mandi yang seperti itu yang menimbulkan perasaan seram, seumpama kamar mandi itu keramiknya berwarna putih dengan ornamen bunga, pasti tidak akan seram, malah aku akan betah ada di dalam kamar mandi itu.


Sempat merinding ketika melihat situasi di dalam kamar mandi, tetapi perasaan merinding itu kuhilangkan secepatnya. Aku harus kuat agar aku bisa menyelesaikan masalah Indah dan laguku.


Aku mulai menyipitkan mata, karena aku mulai merasa ngantuk. Ketika aku menyipitkan mataku tiba tiba yang ada didepanku berubah semua!


Kulebarkan mataku lag!, janc*k aku harus tetep melek!, aku harus tetap terjaga!, aku ndak berani menyipitkan mata lagi, aku harus bisa menahan kantuk, aku aaaah...pokoknya aku harus meleeek!


Apa yang barusan aku lihat adalah sesuatu yang mengerikan sepanjang hidupku, lebih ngeri dari pada poci, gendruo, sundel dll!, aku ndak berani mengingat ingat apa yang barusan kulihat ,karena begitu mengerikan yang tadi nampak di mataku.


Duh kenapa aku bisa begini , kenapa dari tadi aku bisa melihat ghaib hanya dengan menyipitkan mataku  saja, kenapa persis di depan wajah ku tadi ada anak kecil dengan wajah seram belepotan darah sedang memegang dan  mengunyah daging paha manusia!. Kenapa anak kecil itu menoleh  ke arahku sambil memamerkan taring panjangnya!

__ADS_1


Apalagi diatas tempat tidur itu.. kenapa sprei tempat tidur itu berwarna merah kehitaman dan basah!, kenapa dinding kamr ini belepotan darah, sebetulnya siapa dia dan tempat apakah ini. terus terang aku belum berani masuk ke kamar mandi setelah apa yang barusan aku lihat dikamar ini.


Dan apakah ini yang sempat dilihat oleh Indah, sebuah kamar yang banyak terdapat mayat di tempat tidurnya, dan kata Indah mayat mayat itu adalah mayat perempuan! Lalu apa hubungan antar ini semua dengan Totok?


Atau lebih baik aku sipitkan lagi mataku dan aku berusaha Manahan mual-mual di perutku hanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh anak laki-laki yang tadi sedang memakan daging paha manusia sambil memamerkan taringnya kearahku.


Seharusnya aku tidak boleh setakut ini, karena apa yang aku lakukan nanti juga akan berhadapan dengan hal-hal ghaib seperti ini, jadi ada baiknya aku membiasakan melihat yang mengaget ngagetkan kayak tadi itu.


Aku menyipitkan mataku lagi , dan ternyata ya Allah ruangan ini penuh dengan tubuh manusia yang sebagian besar sudah tercabik cabik dan terpisah pisah, spertinya ada pisau besar yang memotong bagian tubuh itu menjadi beberapa bagian.


Di atas tempat tidur ada kepala wanita yang batok kepalanya pecah sehingga otak dan cairan merah mudah beleleran di atas sprei, mata kiri dari kepala itu kayaknya sudah di congkel keluar sehinga tingggal mata kanannya yang berwana biru karena softlens saja yang masih melotot.


Anak kecil pemakan mayat saat ini tidak terilihat didalam kamar, aku tetap menyipitkan mataku karena aku penasaran ada berapa mayat sebenarnya disini, karena menurut Indah disini banyak mayat, tetapi yang aku lihat hanya ada satu kepala saja yang ada di atas tempat tidur.


Aku penasaran kemana larinya bocah nggilani tadi, bocah yang pakaianya sudah berwarna merah kehitaman, kayaknya darah dari mayat itu dia buat mandi deh, karena tadi yang aku lihat seluruh tubuhnya sudah belepotan merah darah.


Hmm coba aku lihat di kamar mandi, ada apa sebenarnya disana, aku penasaran dengan keadaan kamar mandi, yang keramiknya berwarna merah itu.


Kubuka sedikit pintu kamar mandi , karena aku belum siap melihat apa yang ada di sana, apalagi dengan keadaan kamar yang mirip di RPH (Rumah Potong Hewan),  kubuka pelan pintu kamar mandi…,  ah kesuen lah! Kubuka blak pintu kamar mandinya!


Whooaah! Janc*k!.....  jantungku sempat berhenti melihat isi kamar mandi!. Aku terhuyung mundur dan duduk di tempat tidur kubuka mataku penuh, aku tidak menyipitkan mataku lagi, apa yang ada di dalam kamar mandi itu lebih mengerikan dari pada yang ada di kamar ini.


Isi kamar mandi itu mengerikan, kamar mandi itu adalah ruangan jagal, benar benar tidak masuk akal yang tadi aku lihat. Disana ada beberapa mayat perempuan  berambut panjang yang digantung terbalik. Kaki mereka tergantung  pada pengait dari besi  yang terpasang di atap kamar mandi!


Tubuh perempuan itu sudah tidak mempunyai kulit lagi, yang terlihat mataku tadi hanya daging merah kehitaman di seluruh tubuh perempuan  yang digantung terbalik, disampingnya ada beberapa anak kecil yang sedang menguiliti perempuan itu, mereka rata rata berpakaian rapi tetapi tubuhnya sudah penuh dengan darah!.


Ketika tadi kulihat, mereka sedang menjilati darah yang keluar dari kulit yang sudah terkelupas dari tubuh perempun itu, beberapa anak kecil itu sepertinya sedang mengerumuni satu set kulit tubuh perempuan yang pastinya sudah busuk.


Aku tidak bisa mengingat lagi apa yang tadi aku lihat di kamar mandi , kalau tidak  salah bath up itu digunakan untuk menampung darah yang mengalir dari perempuan lain yang juga dalam posisi tergantung terbalik dengan keadaan leher yang sudah terkoyak hampir putus.

__ADS_1


Sebanarnya apa tujuan Totok dengan memasukanku ke kamar mengerikan bagi yang bisa melihat secara supranatural , atau apakah memang Totok sengaja memasukanku kesini?


__ADS_2