INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 119 (HALANGAN DAN REM TANGAN, EH RINTANGAN )


__ADS_3

 "Tolonglah mereka, prioritaskan yang penting-penting dulu saja. Untuk Totok bisa menunggu. Karena ulah kalian yang sudah terlalu jauh, maka dia yang mungkin akan mendatangi kalian. Kalian tidak perlu susah payah mencari dia" kata abah Fuad


"Kalian harus ingat bahwa vila itu berhubungan dengan hotel yang ada di pct, apabila kalian ada di Gebang itu sama saja kalian ada di pct, jadi gunakan insting kalian dengan sebaik baiknya. Rasakan getaran yang ada disana, maka kalian akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak"


"Sebelumnya mata batin kalian akan abah buka lebih tajam lagi, agar kalian bisa lebih peka dengan ghaib yang mempunyai kedudukan lebih tinggi" kata abah Fuad lagi


"Ko, Eko. Kamu bisa bantu mereka kapan? Sesuk ada prei ndak kerjaanmu?" tanya abah Fuad


"Sesuk saya ijin saja bah, tadi saya kan gantikan teman yang tidak masuk, jadi besok saya tak ijin tidak masuk saja bah" jawab Eko bersemangat


"Yo wis, kalau gitu kalian nanti ditemani oleh Eko ya, dan pesan saya jangan kesana pada malam hari, karena energi hitamnya luar biasa kuat disana" kata abah Fuad lagi


"Sekarang kalian duduk di depan abah, konsentrasi dan tahan nafas selama abah suruh tahan. Tapi maaf nduk Indah, kamu tidak bisa abah buka, karena pada hakekatnya kamu bukan manusia kan"


Setelah proses yang mungkin hanya memakan waktu tidak lebih dari sepuluh menit untuk aku, Glewo dan Blewah. Kami pun undur diri, tapi kami harus menjemput Eko di rumahnya, karena dia akan kami ajak ke mjkt.


"Mas Eko tinggal dimana, nanti saya jemputnya mas" tanyaku


"Saya tinggal di Brtng kok mas, kalian tunggu saya di terminal Brtng saja mas, dekat pos polisi, nanti kalian saya ampiri" kata Eko sambil menjalankan motornya dan berlalu  dengan cepat


"Abah, kami mau pamit dulu, sekalian jemput mas Eko"


"Eh sebentar dulu mas. Bawa itu,  siapa tau diperlukan" kata Abah Fuad sambil menunjuk pada sapu lidi yang terbungkus kain putih ada bagian atasnya


"Lho kok, koyok pemberian dari....."


"Dari Joyo ya hehehe, itu memang punya Joyo. Benda itu datang yang kesini, agar kalian bawa hehehe" jawab abah Fuad


"Lho abah Fuad kenal sama almarhum mbah Joyo?" tanya Glewo


"Ssst jangan almarhum dong mas, Joyo belum mati kok sudah kamu bilang almarhum"


"Lho kami kesana bah, waktu dia meninggal kami ada disana, malah anak buahnya Zulkifli yang mengurusi jenazah mbah Joyo" kata Glewo lagi


"Sudah, nanti kalian pasti akan bertemu dengan dia, yang penting kemanapun kalian pergi jangan lupakan sapu itu" kata abah fuad

__ADS_1


Kuambil sapu kerik atau sapu lidi pemberian mbah Joyo melalui Kipli, sebelum kipli ditemukan mati di hotel waji beberapa waktu lalu.


Setelah kami pamitan dengan mbah Joyo, kami langsung menuju ke terminal Brtng, karena disana nanti Eko menunggu kami. Saat ini sudah pukul 02.15 pagi, kami harus waspada dengan keadaan di jalan, takutnya ada begal yang akan menghadang kami.


Mobil sudah dekat dengan terminal Brtng,  dari kejauhan kami melihat Eko ada di sebelah pos polisi yang ada disana, kelihatanya dia sudah dari tadi menuggu kami.


"Ayo naik mas, tas ranselnya taruh aja di bagasi mas" suruhku ketika mobil sudah ada di sebelah Eko


Eko duduk di belakang bertiga bersama Glewo dan Blewah, sementara aku ada dibelakang kemudi menggantikan Glewo, Indah ada di samping ku.


"Kita langsung ke Mjkt atau gimana mas" tanyaku setelah beberapa saat mobil jalan menuju ke arah Ry Nggl.


"Lebih baik putar-putar dulu saja mas, dan siap-siap karena dari tadi ada bayangan hitam yang mengikuti kita mas" kata Eko


Kulihat kaca spion tapi tidak terlihat apa-apa.  Lalu siapa yang sedang mengikuti kami kalau tidak ada siapapun yang ada di belakang kami?


"Jangan dilihat pakek pantulan kaca spion Gel, lihaten secara langsung saja, nole ho kebelakang  biar keliatan" kata Glewo yang ternyata sudah lihat siapa  yang sedang mengikuti kami


Ternyata sekarang aku tidak perlu menyipitkan mataku apabila akan melihat mahluk halus, apa mungkin karena hasil bukaan abah Fuad sehingga aku bisa melihat ghaib semudah melihat apapun yang ada di depan mataku.


"Hehehe hanya gangguan kecil mas, tapi ndak tau lagi gangguan lainya setelah ini mas" jawab Eko


"Itu bukan benda mobil, tapi sekelompok ghaib yang bergerombol hingga menyerupai bentuk mobil" lanjut Eko


"Apa kalian punya musuh selain Totok?" tanya Eko dengan curiga


"Ada mas, tapi tadi kami lupa cerita kepada abah mas, karena tadi saking seriusnya kami dengan masalah Totok" kata Glewo


Kami ceritakan kepada Eko tentang lagu dari band kami yang menyebabkan beberapa orang bunuh diri, hingga kami bertemu dengan Indah yang meminta ditemukan jasadnya, dan kemudian sampai pada tuduhan kepada Totok dan akhirnya menjadi masalah yang ruwet.


"Oh kalian ini band Bluekuthuq ya ahahahah aku ngefans sama kalian mas. Makanya dari tadi siang saya lihat kalian kok rasanya ndak asing, ternyata kalian idola saya man hehehehe" kata Eko


"Yang mengikuti kita itu bukan dari golongan Totok mas, tapi  suruhan dari seseorang yang tidak suka dengan kalian, bagaimana kita menghindar atau kita lawan saja hehehe. Saya sudah lama tidak salam olah raga ini mas heheheh" kata Eko


"Lha menurut mas Eko gimana, kalau memang bisa dilawan ya ayo mas" aku berusaha mengimbangi Eko yang kelihatannya ingin sekali menghabisi sesuatu yang sedang mengikuti kami

__ADS_1


"Cari jalan yang sepi saja mas , ini kan kita mengarah ke RY Gbgn, arahkan ke sekitar jalan Bl saja mas, disana nanti kalau saya suruh pelan, dan atau kencang, dan atau segera tarik rem tangan, segera lakukan ya mas, agar mereka tidak mengumpul dan pecah berpencar"


"Eh sapu lidi pemberian mbah Joyo ada kan, tadi ada di rumah abah Fuad, apa sudah kalian bawa?"


"Kok sampeyan tau mas. Iya tadi abah Fuad suruh kami bawa kembali sapu lidi pemberian mbah Joyo ini, katanya sapu ini mengikuti kami hingga di rumah abah Fuad. Sekarang sudah kami bawa mas" kata Glewo


"Ok Hehehe, nanti yang keluar mobil saya sama mas Agus ya, yang lainya di dalam mobil dan ambil satu  batang sampu lidi itu. Kemudian pukulkan kepada apa saja yang berusaha masuk ke dalam mobil ini" kata Eko


Mobil aku arahkan ke jalan Bl yang sepi kalau malam hari, aku merasa aneh saja. Kok mau-maunya diajak Eko untuk melawan benda aneh yang mengikuti kami dari tadi.


"Pelankan jalan mobilnya mas, biarkan benda itu makin dekat dengan kita mas, terus semakin pelan mas, pelaaan terus pelaaaan ," kata Eko  sembil melihat ke belakang terus


"Sekarang injak pedal gas dalam dalam cepaat" teriak Eko


Kuinjak pedal gas dalam, mobil loncat kedepan dengan deru mesin yang keras, aneh juga apa yang disuruh Eko ini.


"Sebentar lagi injak rem keras keras ya, Indah, Glewo dan Blewah siap -iap tubuh kalian hihihih"


"SEKARANG TARIK REM TANGANYAAA!!!"


Bunyi ban berdecit keras ketika kutarik rem tangan mobil , seketika aku mendengar suara seperti benda halus yang menembus mobil dari belakang.


"Ayo sekarang mas, kita lawan mereka sekarang" Ajak Eko kepadaku


Sementara itu kulihat Glewo sedang mencabut satu batang sapu lidi yang dia buka dahulu kain putihnya.


Aku tercengang ketika kulihat ada ratusan ghaib yang sedang mengepung kami dan mobil kami, mereka bersama sama maju ke arah kami.


"Pukul saja mas, mereka ini hanya lalat yang berusaha mendekati kita, sama sekali tidak ada kekuatannya mas hahaha" teriak  Eko yang memukuli bayangan hitam-hitam yang mengeroyoknya hingga berasap dan hilang


Kucoba memukul salah satu dari setan yang tiba-tiba mendatangiku, ternyata berhasil, sekali pukul setan itu lalu berasap dan hilang dari pandanganku.


"Hahahah asik kan mas !" teriak Eko dari sebelahku yang sedang sibuk dengan memukuli apa yang ada didepanya


Eko iki kok tibake gendeng ya, dia dengan ketawa-ketawa melawan bayangan hitam yang terus menerus menghampirinya.

__ADS_1


__ADS_2