INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 141 (ADA DIMANA KITA INI)


__ADS_3

Jurang tempat kami jalan semakin lama semakin ke bawah dan pepohonan nya semakin lebat, kami hanya mengikuti jalan setapak yang terbuat dari batu kali yang tak beraturan ini.


Hawa disini memang dingin, tetapi matahari siang ini benar-benar panas seolah sang matahari sedang memamerkan kekuatan panasnya ke penduduk bumi.


“Ngot mata airnya mana, kok dari tadi kita jalan ndak ketemu juga?” tanya Petro


“Sik sabar dikit Tro, ini juga baru kita mau ke arah sana, bentar lagi kita sampai di sana kok, tempatnya di dasar jurang” kata Ngot yang tetap menuntun kami


“Wah, tujuanmu kesini apa sih sebenarnya?” tanya Dogel tiba-tiba


“Tujuanku kesini mbuak awakmu Gel” jawab Blewah ketus


“Wah mosok jawabanya gitu se, aku kan tanya serius ini Wah. Kalau kamu ndak ada tujuan kesini ya buat apa Wah, ngabisin tenaga ae Wah” kata Dogel lagi


“Ngene lho Gel. Ingat gak apa kata abah Fuad, kita kan disuruh selamatkan teman kita yang hilang di daerah Gebang kan” jawab Blewah


“Tapi apa kamu yakin sekarang kita ada di daerah Gebang, di sekitar vila putih? Karena kita tadi kan hanya masuk ke terowongan yang ada di Gemezzz kan, lalu tembus kesini kan Wah. Lalu apa kamu yakin kalau kita ada di tempat yang tepat?” tanya Dogel lagi


“Memang kita masuk ke terowongan Gel,  dan kita ikuti clue atau petunjuk yang mengarahkan kita kesini, kamu kan sudah bolak balik disuruh mbahmu untuk tajamkan insting dan ikuti petunjuk kan Gel?”


“Iyo aku paham Wah, tapi mau mbok cari kemaaaaaana, soale bisa-bisa kita tersesat di hutan lho  Wah” jawab Dogel lagi


“Ndak ada yang tau kita akan kemana, dan ndak ada yang tau apa yang akan kita hadapi Gel, tetapi kita mengikuti  tanda atau semacam petunjuk yang akan mengarahkan kita Gel”


“Berarti kalau petunjuk itu mengarah ke sumur, awakmu juga ikut ke sumur juga Wah?” tanya Dogel dengan sengit


“Gini saja Gel. Aku ndak mau debat sama  kamu, sekarang kita dapat bantuan dari Indah dan Ngot, dan satu lagi kucing mbak Bashi yang di dalamnya ada mbah Saripah”


Kalau awakmu ndak mau ikut ya silahkan memisahkan diri dari kita” aku sudah mulai panas dengan sikap picik Dogel


“Sudahlah Wah, ndak usah digubris kata-kata Dogel, pokoknya niat kita adalah mencari teman kita sesuai dengan yang disuruh sama abah Fuad” kata Petro


“kita ndak berurusan dengan mahluk yang bisa dipikir dengan akal sehat, kita sekarang sedang bermasalah dengan mahluk yang tak kasat mata untuk menyelamatkan teman kita yang hilang” kata Indah


“Jadi semua clue, atau apapun yang akan kita temui bisa kita gunakan untuk melanjutkan mencari teman kita yang hilang itu” tambah Indah lagi

__ADS_1


“Jadi apabila mas Agus yang dulu Indah sangat banggain dan sangat Indah percaya ini mau keluar dari kita ya ndak masalah mas, mas Agus bisa tunggu saja di Gemezzz sana” kata Indah dengan suara yang bergetar


“Ayo rek, gak usah tukaran, jalan kita ini terus menurun rek, kita ini butuh kekompakan ndak butuh pertengkaran rek” Kata Ngot yang ada di depan.


Aku bener-bener heran, apa yang sebenarnya berubah dari diri Dogel, dia yang dulu bener-bener kupercaya sebagai seorang pengambil keputusan dan pimpinan di band kami kenapa sekarang berubah total?


Apakah semua ini karena banyaknya pelindung yang masuk ke tubuh Dogel, sehingga mempengaruhi tingkah laku dia sekarang ini?


“Yo wis lah rek, aku ikut kalian rek, semoga apa yang menjadi tujuan kita kesini ndak sia-sia rek” kata Dogel yang mulai menyadari kelakuannya


Aku mulai lega karena Dogel sudah mulai  menyadari kesalahannya dan mulai mengikuti kami. Tapi sekali lagi aku harus tetap awasi dengan Dogel yang sekarang mungkin sudah dalam keadaan kosong, karena yang ada di dalam tubuh dogel sudah dipindah ke tubuhku dan Petro.


Kami tetap jalan turun ke bawah, sudah sekitar sepuluh menit kami jalan, tetapi mata air yang dikatakan Ngot belum juga kelihatan.


“Bentar lagi kita sampai rek, dan tolong jaga tingkah laku kalian, kita ada di daerah yang jauh berbeda dengan tempat kita tinggal rek” kata Ngot


Apa yang Ngot katakan ada benarnya, kami ndak tau ada dimana kami, kami ndak tau masih di jaman yang sama dengan jaman kami atau tidak, karena yang ada disini hanya semak belukar, dan kami hanya mengikuti jejak batu kali yang tersusun asal asalan.


“Di depan ada sumber mata air yang mungkin dijaga lelembut sini, ijin dulu kalau mau minum, ojok asal ngombe ae rek!” kata Ngot


Benar juga kata Ngot, ndak begitu lama kami sudah ada di tanah datar, tidak jauh dari kami berada ada semacam jumblangan mata air kecil yang diameternya mungkin selebar 2 meter saja, dan dipinggir mata air itu dibatasi oleh batu-batu kali yang disusun membendung air agar tidak meluber.


“Inget permisi dulu sebelum minum, jangan asal nyosrop ae rek” kata Ngot mengingatkan kami


Kami istirahat sebelum melanjutkan perjalanan entah kemana, karena terus terang aku sebenarnya tidak tau harus kemana untuk menyelamatkan teman kami yang hilang itu sesuai dengan perintah dari abah Fuad.


Ngot, setelah ini kita kemana lagi?” tanya Pertro yang masih menggendong mbak Bashi setelah dia minum air segar yang keluar dari mata air itu


“Kita ke atas Tro, karena kalau tak liat, jalan menuju ke atas ya memamg harus lewat sini,  lewat jalur yang sudah dikasih  batu kali itu” kata Ngot


“Lalu sebenarnya jalur ini dan terowongan itu siapa yang selama ini menggunakannya, nah orang yang kemarin mengaku bernama Totok itu, apakah dia juga kesini?” tanya Petro lagi


“Iya mas, dia lewat sini, kemarin dia lewat sini, yang Indah rasakan itu dia sedang dikejar-kejar oleh sesuatu hingga dia sampai disini mas, tapi sekarang Indah tidak tau kemana lagi orang itu lari mas” jawab Indah


“Kok kamu tau kalau orang yang kemarin itu lewat sini Ndah?” tanya Dogel

__ADS_1


“Indah bisa merasakan bekas energinya mas, energi yang ketakutan mas, apabila orang itu merasa ketakutan dan terancam, maka energi yang dilepas dari tubuhnya itu besar mas, tapi lebih besar lagi energi orang yang habis melakukan persetubuhan mas” kata Indah dengan gamblang


“Indah rasa orang yang mengaku sebagai Totok kemarin itu benar-benar Totok yang melakukan ritual pesugihan mas, totok yang korbankan Indah, dan dia kayaknya tau sesuatu sehingga dia dikejar kejar oleh sosok yang tidak jelas” jelas Indah


“Ya sudahlah, kita lanjutkan perjalanan yang tanpa arah ini saja, semoga nanti kita bisa dapat petunjuk lagi di depan sana” kata Petro


“Kalau sudah selesai dengan istirahatnya, lebih baik lanjutkan perjalanan lagi rek, kita harus ada di atas sebelum hari gelap” kata Ngot


Mereka melanjutkan perjalanan di dasar jurang yang  sekarang makin mengerikan, karena sekarang tanaman  dan pohon mulai banyak , daun dan ranting pohon  itu seolah memblokade sinar matahari, akibatnya tanah di sekitar yang kami injak ini keadaanya becek, gelap dan bau busuk.


“Wah, ini belum malam kan” tanya Dogel


“Ya belum lah, disini gelap karena sinar matahari terhalang daun dan ranting pohong yang luar biasa rindang Gel”


Kami terus jalan dengan bantuan Ngot sebagai radar, sedangkan Indah sebagai penjaga belakang, hingga pada suatu area tiba-tiba Indah menyuruh kami untuk berhenti.


“Mas, Indah merasa ada seseorang yang meregang nyawa disini akibat dari dibunuh oleh setan yang entah dari mana datangnya. Indah bisa merasakan, mungkin belum ada semingguan kejadian ini mas” kata Indah dengan mata mencari mencari sesuatu disekitar sini


“Tapi arwah dia tidak pergi ke alamnya melainkan yang Indah rasakan arwah itu masih ada di alam ini mas” lanjut Indah


“Ada berapa arwah yang kamu rasakan Ndah?” tanyaku


“Kalau disini ada ribuan mas Blewah tapi mereka sudah mati lebih dari sepuluh tahun lalu, tapi yang baru saja mati hanya satu orang saja mas” jawab Indah


“Indah merasa mungkin arwah ini belum ada semingguan mati mas” lanjut Indah


“Apa mungkin itu adalah salah satu dari teman kita rek?” tanya Petro sambil terus menggendong mbak Bashi agar bulunya tidak kotor terkena tanah becek


“Kalau baru seminggu kan harusnya masih ada semacam mayat, atau bisa juga tulang, atau pakaiannya yang tersisa rek, kalau memang ada disekitar sini kan harusnya tidak sulit mencarinya rek” kata Blewah


“Gel. Gimana menurutmu, apakah kita  cari teman kita yang  hilang itu atau gimana” aku coba untuk meminta persetujuan Dogel, karena harusnya dia yang mendapat mandat untuk mencari teman kami yang hilang itu.


“Kita sudah ada disini, ya lebih baik dicari dulu saja rek, tapi ya jangan sampai kita ada disini sampai malam, bisa-bisa kita juga mati disini rek” jawab Dogel


Akhirnya kami memutuskan untuk mencari apa saja yang berhubungan dengan sesuatu yang masih tersisa dari teman kami, entah itu pakaian atau celana tau bahkan tulang mereka.

__ADS_1


Setelah sekitar 30 menit kami mencari, pada akhirnya pada suatu area yang tidak jauh dari tempat kami berdiri Ngot menemukan sesuatu.


“Rek kesinio, disini ada celana dan syempak yang ketinggalan rek wakakakak” teriak Ngot


__ADS_2