
Siang hari yang lumayan panas kami berempat menuju ke hotel Waji setelah sebelumnya kami belikan Indah pakaian laki laki dulu.
Perjalanan siang ini berbeda dengan sebelumnya karena kami sekarang pergi bersama Indah yang sebelumnya berupa hantu.
Kami menuju ke hotel Waji atas permintaan dari Indah yang kepingin diajak jalan jalan ke daerah pct dan ke hotel Waji, semoga dengan Indah ikut dia bisa ingat dimana kamar tempat dia dihabisi Totok.
“Ndah, aku mau tanya, setelah kamu jadi manusia gini, apakah anak kecil yang selalu ikut kamu juga masih ada?”
“Koyoke ndak ada mas Agus, atau bisa juga aku ndak merasakan adanya dia mas, yah semoga saja dia tidak pernah datang lagi kepadaku mas”
“Lha kamu apa masih bisa lihat mahluk halus yang ada disekitar kita ini Ndah?”
“Masih bisa mas Glewo, Indah hanya berubah bentuk saja kok mas, tetapi hal lainya Indah tetap bisa merasakan mas”
Warkop mbah Joyo siang hari ini penuh dengan pembeli , sayangnya yang jaga bukan mbah Joyo, melainkan Ki peli orang kepercayaan dari mbah Joyo.
“kita mampir warkop apa ndak Gel”
“Nanti aja lho Wo, kalau habis olah raga jiwa di hotel Waji. Pasti kita akan capek kalau dari hotel itu heheheh”
“Parkir mobile koyok kemarin aja Wo, supaya akan kalau ada apa apa heheheh”
Blewah dari tadi hanya diam saja, ketoke ada yang sedang dia pikirkan. Arek iku biasane nek lagi diem itu kalau ndak lagi bikin lagu pasti lagi nyusun puzzle di otaknya, tapi tak biarkan dia diam saja, karena mungkin dia sedang mikir nasibe yang gak karuan hihihiih.
Mobil sudah diparkir agak jauh dari hotel Waji, siang ini kawasan pct agak mendung dari pada kota Mjkt, suasana mendung gini ini enak kalau kita sedang santai sambil mekmek , eh mimik kopi
“Ayo rek, ingat ini siang hari , siang hari seharusnya ndak ada apa apa disini rek” aku berusaha menanamkan perasaan santai, karena sekarang kita bawa Indah yang notabene adalah korban Totok
Setelah memarkirkan mobil, Kami melangkah memasuki pintu gerbang hotel, tetapi baru beberapa langkah kami masuki pintu gerbang, kami terdiam, kami tidak melanjutkan untuk masuk lebih ke dalam.
“Eh kok banyak mobil parkir disini rek. Apa ndak salah hotel ta ini Gel?” tanya Glewo
“Tadi kan gak ada mobil parkir sama sekali waktu kita ada diluar pintu gerbang hotel, tetapi ketika kita masuk ke sini tau tau banyak mobil yang parkir disini”
“Ada yang ndak beres ini, kita tidak seharus nya ada disini rek” kata Glewo
__ADS_1
“Lahan parkirnya penuh mobil!, yang semula hanya ada di bawah pohon mangga, sekarang sudah sampai dipinggir pohon beringin, pohon beringin itu juga ukuranya tidak sebesar kemarin kita kesini rek” kata Blewah
“Nek bener perkiraanku, kita masuk ke dimensi waktu rek, gerbang dimensi waktu itu ada diarea hotel ini dimulai dari kita menginjakan kaki di hotel ini”
Suasana hotel ini benar benar beda, banyak mobil parkir dan meriah karena suara anak-anak kecil yang tertawa dan berlarian memanggil teman temanya, mobil yang datang pun rata rata mobil mewah yang ngetrend pada era tahun 90 an.
“Mas Indah kok ngeri ya liat ini mas, yang Indah rasakan adalah bau aura kematian bukan kegembiraan mas, yang Indah dengar adalah suara teriakan minta tolong bukan suara anak kecil sedang bermain main” kata Indah sembil memegang lenganku
“Ayo rek kita jalan terus sampai ke kamar 6+ rek, ojok takut ta, ini kan masih siang hari rek” kata Blewah yang mulai sok
“Gimana Ndah kita lanjut masuk kedalam sana yuk” ajakku kepada Indah yang kelihatan ketakutan
Kami berjalan diantara mobil mobil yang sedang diparkir di halaman hotel yang luas, mobil yang nampaknya masih baru dan masih kinclong meskipun ketika kulihat plat nomornya berasal dari berbagai kota di jawa timur dan bahkan ada yang jawa tengah.
Hampir semua mobil yang ada disana tahun pada plat nomornya tertera tahun 97 an hingga awal 2000. Jadi benar kalau kami ini sedang ada di lorong waktu sesuai dengan kata mbah Joyo.
“Mobil yang keren pada jaman aku sik lulus SMA” gumam Blewah, sambil memandangi mobil mobil yang terparkir disini.
“Mobil-mobil dengan tahun yang sama ketika lagu kita yang judulnya ‘Ngerap’ itu booming di beberapa stasiun radio di tiap kota” kata Glewo
Kami jalan menuju ke kantor hotel yang kelihatanya juga rame, banyak orang yang kelihatanya sedang melakukan reservasi disana.
“Bener jare mbah Joyo, hotel ini ndak pernah sepi, selalu rame rek”
“Iyo Gel, berarti mbah Joyo itu pernah masuk kesini dong” sahut Glewo
“Ketoke mbah Joyo tau banyak tentang hotel ini, apa gini are rek, setelah kita lihat keadaan disini kita balik ke mjkt aja, nanti malam kita kesini lagi , ngobrol sisan sama mbah Joyo, gimana rek?”
“Sabar Gel, mumpung siang hari , kita puas puasin disini dulu , liat keadaan disini sebelum kita balik rek. Aku penasaran sama tamu tamu disini Gel, apakah mereka nginap juga di kamar 6+” kata Blewah
Kami sekarang ada di depan kantor hotel, di dalam kantor hotel itu keadaanya rame sekali, ada beberapa anak kecil yang berlarian di dalam juga.
Blewah membuka pintu kantor hotel, ketika kami masuk mereka yang ada didalam tidak menghiraukan kami. Mereka sibuk dengan kegiatanya masing masing.
Dan anehnya semua orang yang ada disini nampak nyata semua, bukan hantu atau sejenisnya, hingga bau parfum merekapun tercium oleh kami.
__ADS_1
Blewah semakin mendekat ke meja resepsionis, dia makin penasaran dengan yang ada disana, waku itu di depan meja resepsionis ada beberapa orang yang sedang antri untuk reservasi atau sekedar menanyakan kamar.
“Eh pak, mohon antri ya, nanti kita akan layani bapak, mohon bersabar pak” tegur petugas yang ada dibalik meja kepada Blewah yang tiba tiba mendekati meja resepsionis
Petugas itu sangat cekatan antara mengecek keadaan kamar yang sudah dibersihkan dengan melayani para tamu yang sedang antri. Sesekali petugas itu mengambil handy talky hanya untuk menanyakan apakah kamar yang sudah dibersihkan itu siap untuk ditempati.
“Wah , sini! Jangan disana, kamu ngganggu mereka aja, liat semua pada liatin kamu iku lho” bisik Glewo sambil menarik tangan Blewah agar menjauh dari sana
Yang aneh itu ketika Blewah ada di meja resepsionis, tamu tamu yang sedang menunggu pembagian kamar mamandang Blewah dengan tatapan tidak suka. Artinya mereka bisa liat Blewah kan termasuk petugas penerima tamu juga.
“Aku tadi cuma mau liat dibawah meja itu ada buku ttsnya ndak” hanya itu jawaban Blewah ketika kami tanya apa yang dia lakukan disana
“Nanti saja kalau tamu tamu itu sudah mendapat kamarnya dan kantor hotel ini sudah sepi, kita bisa eksplor sepuas puasnya wah”
“Ehh sik rek, aku kepingin lihat kalender yang menempel di dinding itu” kata Blewah sambil berjalan menuju ke arah satu satunya kalender yang terpasang di dinding situ
Kulirik Indah yang ada disebelahku, wajah Indah tegang, dan tangannya semakin erat memegang lenganku, dia mungkin kaget juga melihat apa yang ada disini, tetapi apa yang sedang dilihat Indah, bukanya yang di depan kami adalah manusia yang sedang antri mendapatkan kamar?
Saat ini Blewah sedang mengamati kalender, dia meihat kalender itu dengan teliti hingga beberapa orang yang ada disana melihat ke arah Blewah.
Setelah Blewah melihat kalender, kemudian tiba-tiba Blewah mengajak kita untuk keluar dari sana, aku ndak tau apa yang sedang Blewah lihat, pada intinya kita harus segera keluar dari sini titik!
“Ayo cepet rek, lari keluar dari sini cepeet!” kata Blewah yang kemudian lari keluar dari kantor hotel secepat mungkin. Kami yang tidak tau ada apa ya ikut ikutan lari dari sini juga
Kami sudah ada diluar area hotel. Langit masih mendung mesra yang mengakibatkan udara siang ini makinsejuk.
“Ada apa tadi Wah, kanapa kok kamu suruh kita lari?”
“Tanyak’o ke Indah, dia tau alasan tadi aku suruh kalian untuk lari dari sana” kata Blewah yang masih memandang suasana hotel Waji yang sunyi sepi tanpa ada kehidupan pun kecuali pohon dan tananam yang tumbuh liar”
Indah hanya diam ketika Blewah bilang suruh tanya ke Indah tentang apa yang terjadi disana itu,keliatanya Indah tau apa yang terjadi tadi, tetapi dia keliatnya belum mau bicara dengan kami .
“Ada apa Ndah, apa yang terjadi disana tadi, kenapa kita lati keluar?” tanyaku, tetapi Indah hanya menutup mata sambil menggelengkan kepala
“Ayo cabut aja, bisa kemalaman disini nanti , pokoknya kita belum mampu untuk eksplore lebih jauh tentang apa yang ada didalam sana rek’ kata Blewah
__ADS_1