INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 129 (TEROWONGAN DALAM KAMAR)


__ADS_3

“Wah Blewaaah, tunggu aku Wah” teriak Dogel yang sudah ada di pintu yang menuju ke halaman belakang, sementara itu aku sudah ada di depan ruangan sebelah kamar mandi


Aku menoleh ke arah Dogel yang sedang berlari kecil menghampiri aku, tapi dia urungkan, dia kelihatanya sedang bingung untuk menghampiriku atau tidak.


“Onok Opo Gel, kok kelihatanya kamu bingung gitu?”


“Ndak popo, aku cuma menghawatirkan awakmu tok Wah, soale awakmu kan kosongan” kata Dogel


“Gak ngurus Gel!. Sekarang gini saja, kalau kamu memang niat ikut, kamu harus turuti apa kataku, aku wis ndak bisa ngikuti apa maumu lagi Gel, soale kamu sudah menyimpang”


“Menyimpang seko Ndi Wah, aku lho tetap koyok biasane Wah” jawab Dogel


“Wis gini aja Gel, aku akan masuk ke kamar iku, karena bau busuk ini berasal dari sana” kataku kepada Dogel yang masih saja tidak mau mendekatiku di bagian belakang toko


“Ruangan itu dulu adalah tempat Joy atau Bejo tinggal Wah, dulu waktu aku sama Glewo kerja disini kan tau ruangan apa itu” kata Dogel dari jarak yang tidak dekat dengan ku


“Ya wis terserah kamu Gel, pokoke aku akan mengikuti jejak yang mengarah ke dalam sana, nek kamu ndak mau ikut ya ndak papa” kataku sambil membuka pintu ruangan yang nampak gelap


“Mas Blewah hati-hati ya, Mirah merasa ada yang sedang memperhatikan mas Blewah dari arah dalam mas”


Aku mengangguk saja atas informasi dari Sumirah, tapi memang kok, ketika kubuka pintu ini, bau busuk yang luar biasa keluar dari dalam sana. Tapi aku sudah bertekad untuk mencari orang yang mengaku bernama Totok itu.


“Uh busuk sekali baunya Mirah , apa ada susuasu eh sesuatu di dalam sana?”


“Sudah pasti mas,  pasti ada sesuatu di sana hehehe bukan susu asu mas, tetapi Mirah yakin kalau mas Blewah berani dan bisa mengatasi apa yang ada di sana mas”


Ketika kutoleh kebelakang Dogel sedang memperhatikan aku, dia keliatanya dilema antara ikut dengan ku atau dia kembali ke mobil.


“Gimana MIrah, kita masuk ke dalam sekarang  juga atau tidak sama sekali hehehe”


“Ya masuk saja mas, tapi pelan-pelan aja mas , biar anu mas hihihi” jawab Mirah


“Lho kok masuknya pelan-pelan kenapa mirah? Apa kalau ndak pelan  itu ndak enak”  kataku sambil melangkah masuk ke dalam kamar yang dulu sempat ditempati oleh  bejo


“Kalau grusa grusu nanti malah maju mundur mas, kalau pelan-pelan kan enak mas, ndak usah pakek maju mundur koyok mas Dogel atau mundur sekalian koyok mas Glewo”


“Wah Blewah , kamu ngobrol sama siapa sih” teriak Dogel dari kejauhan

__ADS_1


“Gak usah ditanggepi mas, biarin aja dia mas, nanti kan dia masuk juga kesini mas”


“Eh Mirah, tadi kamu bilang kalau grusa grusu malah maju mundur ya hehehe, kan lebih enak maju mundur hihihihi”


Aku lama-lama kok makin ndak takut ada disini, aku merasa mempunyai teman yang bisa aku ajak bicara, meskipun mungkin aku bicara dengan diriku sendiri dan mungkin bisa saja aku dianggap gila.


Ternyata ruangan ini tidak begitu besar dan juga kosong, lalu bau busuk itu berasal dari mana Mirah?” aku menyorotkan senter hpku ke segala  sudut ruangan.


Di dalam sini hanya terdapat lemari besar berwarna hitam dan satu buah tempat tidur tanpa ada meja dan kursi atau perabotan lainya sama sekali.


Dan yang aneh  jejak kaki itu menuju ke arah lemari, jejak kaki dengan ukuran dan model yang sama dengan yang ada di depan tadi.


“Jejak kaki itu menuju ke arah sana Mirah, apa orang itu masuk ke dalam lemari ini?” ku arahkan senter hpku ke lantai kamar


“Coba mas Blewah buka lemari itu mas” suruh Sumirah kepada ku


“Memangnya ada apa di dalam sana Mirah?”


“Coba aja buka dulu mas, karena Mirah merasa ada sesuatu di sana mas” jawab Mirah tanpa ragu–ragu


“Tapi siapkan dulu sapu lidinya mas hehehehe, isapan eh siapa tai eh siapa tau ada yang tiba-tiba menyerang kita mas hehehehe”


“Kan mas Blewah udah pernah Mirah isap kan hihihih, masak lupa sih. Halah kok malah mbahas isapan, udahlah mas, ayo ndang dibuka to, jangan kelamaan ah mas”


“Yang dibuka apanya Mirah? Hehehehe”


“Waaah tunggu rek , aku juga mau ke sana Wah” teriak Dogel


“Ayo cepetan kalau mau kesini, kalau ndak kamu  tunggu aja di dalam mobil” teriaku


Aku beranikan untuk membuka pintu lemari hitam yang ukuranya mungkin setinggi ukuran kusen pintu, aneh juga sebenarnya dengan ukuran lemari yang sebesar ini.


Ketika kutarik lemari itu, ternyata di dalamya kosong. Lemari ini tidak ada sekat-sekatnya dan kosong, tetapi dibagian belakang lemari ada lorong gelap yang menuju ke suatu tempat yang misterius.


“Bau super busuk itu berasal dari sana Mirah, tapi apakah orang itu memang kesana?” ku arahkan cahaya senter hp ke bagian dalam setiap sudut lemari


“Iya e Mirah, lemari ini tidak ada apa-apanya, kosong! Berarti orang itu masuk ke dalam sana ya?”

__ADS_1


“Jelas mas, jelas orang itu ke sana lah. Lalu kemana lagi, wong dia masuk ke dalam lemari kok”


“Tapi baunya itu lho, ini jelas busuk bau bangkai, aku kok agak bergidik sih Mirah?”


“Halah mas Blewah ini kok malah koyok Dogel sih mas. Lawan rasa takutmu mas, masalah bau itu hanya dari indera penciumanmu  saja mas hihihihi”


“Nek ngomong pancen gampang ya Mirah hehehe, tapi ngelonine eh ngelakonine itu sing susah, mbok kira masuk ke sana itu tidak butuh nyali besar ta Mirah”


“Hehe, ya jelas butuh mas, kalau macam mas Dogel yang nyalinya sak gitu ya ndak akan berani masuk ke dalam sana hihihii”


“Ayo wis, pokoke kamu masih sama aku ae, sembarang tak jalani Mirah, ndak tau sejak kamu ada di dalam tubuhku aku semakin bersemangat”


“Halah mosok mas, apa sebelumnya mas Blewah tidak bersemangat? Wong mas Blewah dulu ngawur kok, semua tempat mbok masuki, apapun mbok tantang, lha kan sama saja dengan yang sekarang kan mas?” tanya Sumirah


“Iya se hehehe lupa aku, wis ah, ayo kita masuk ke dalam sana Mirah, aku sudah ndak sabar untuk melihat sesuatu yang ada di dalam sana”


Ketika aku akan masuk ke  dalam, tiba-tiba Dogel datang menghampiri.


“Jangan pergi sendirian Wah, kita tinggal berdua, ada baiknya kamu ajak aku untuk berpetualangan” kata Dogel


“Tapi awakmu janji harus berani menghadapi yang ada di dalam sana lho yo, soale aku merasa apa  yang ada di dalam sana itu lebih mengerikan dari  pada yang pernah kita temui”


“Iyo Wah, karena apa yang ada di dalam tubuhku iki harus bisa berguna. Pokoknya aku akan membuktikan kepada mbahku dan mugkin juga kepada Indah bahwa aku akan menyelesaikan apa yang sudah kita mulai”  kata Dogel


“Halah gak usah banyak bacot, ayo masuk ke dalam sana” ajaku


Ketika kakiku melangkah ke dalam terowongan yang gelap dan berbau busuk, aku merasakan banyak mahluk halus yang sedang ada disini, bahkan di gelapnya terowongan aku bisa merasakan kehadiran mereka yang kadang melintas di depanku.


Kadang ada saja yang berseliweran di kakiku, aku bisa merasakan semuanya. Hanya saja karena disini gelap dan nyala sinar senter hpku tidak begitu terang maka yang bisa kulihat hanya bayangan sekelebat saja.


“Wah, di dalam sana kelihatannya ada sesuatu, aku bisa merasakannya Wah” kata Dogel


“Iya Gel, bau busuknya pun semakin tajam disini, untunge aku bawa sapu tangan untuk menutupi hidung dan mulutku”


“Kamu kan ada hp yang ada senternya kan Gel, coba kamu nyalakan lah” suruhku kepada Dogel


“Oh iya .... kok saya ndak kepikiran ya” jawab Dogel

__ADS_1


“Mas Blewah , nanti di depan ada pertigaan, Mirah cuma mau bilang kalau yang kiri itu penuh mayat mas, sedangkan yang kanan itu ujungnya Mirah tidak tau, karena jauh sekali ujungnya mas”


__ADS_2