INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 22, SIAPA YANG DATANG KE RUMAH?


__ADS_3

Indah ada disampingku dengan wajah yang tersenyum, keliatanya dia sudah berhasil berbicara dengan kedua orang tuanya, dia kelihatanbahagia sekali ada disebelahku.


“Mas Agus tadi perkasa sekali, bisa memuaskan Indah mas” katanya dengan wajah yangnampak lega dan bahagia


“Eeeee sembrono kamu Ndah, memuaskan apa maksudmu c*k”


Kedua orang tua Indah tiba-tiba melihat ke arahku ketika aku berusan menjawab omongan Indah, begitu juga kedua temanku juga kaget dengan suaraku yang keras dan tiba-tiba.


“Gel, ojok ngawur rek! .  Kamu ya gini Ndah, ngmong yang aneh-aneh ae rek” tegur Glewo kepada ku dan Indah


“Kalian ini bicara sama siapa mas, sama Indah kah, apa dia masih ada disini?” tanyak bapak Indah


“M..maaf pak tadi saya gak sengaja, gara-gara Indah tadi ngomong ndak genah pak, mosok dia bilang makasih mas Agus karena bisa memuaskan Indah”


"Masih pak, dia masih ada disebelah saya pak"


Aku masih belum sadar sepenuhnya kalau orang tua Indah belum bisa melihat kehadiran anaknya. Kedua orang tua Indah makin kebingungan dengan omonganku yang makin ndak karuan. Aduuh


“Gel wis diemo c*k, tambah ngawur kamu ini, ayo kita pulang aja , sudah malam ini , dari pada ada begal dijalan” ajak Blewah


Ibu Sutopo memberikan segelas besar air putih kepadaku, dalam sekejap air putih itu habis masuk ke dalam perutku.


“Eh kalian makan dulu saja mas, jangan pulang dulu, ayo kita makan dulu saja, kebetulan tadi saya masak agak banyak, ndak tau saya kok merasa akan ada tamu sehinga tiba-tiba masak makan malam agak banyak” kata Ibu Indah


Berbeda ibu Indah berbeda pula bapak Indah, keliatanya wajah bapak Indah makin murung dari pada waktu kita bertemu dengannya sebellumnya.


“Bapak kenapa pak, kok wajah bapak murung sepert itu pak” Tanya Istrinya.


Tetapi yang ditanya tidak menjawab pertanyaan istrinya, dia hanya diam dan menatap kosong ke pojok ruangan.


“Aku sebenarnya wis curiga sama Totok bu, tapi anehnya kita semakin lama semakin percaya sama omongan cah telo iku bu”


"Mana dia sering pinjam uang yang katanya untuk meneruskan usaha nya dia yang dulu sempat dibangun dengan Indah"


"Aku kok ya percoyomen sama cah telo itu bu! "


“Wis pak, mungkin nanti atas bantuan mas-mas ini, mayat Indah bisa ditemukan meskipun hanya berupa tulang saja pak”


“kalau gitu kami pamit balik dulu,  karena sudah malam bu, lagi pula keadaan Dogel


saat ini sudah mulai membaik, tidak selemas tadi bu” kata Glewo.


“Kami ucapkan terima kasih banyak atas jamuan makannya bu, masakan ibu benar-benar enak, beda sama masakan Glewo yang Cuma Indomi goreng saja andalanya” kata Blewah


“Wo, tolong tanyakan alamat pacar Indah” kataku denga suara yang lirih, terus terang badanku masih teras lemas, hingga untuk bicara saja sedikit sulit


Aku melihat bapak Indah menuliskan sesuatu, mungkin alamat di selembar kertas yang kemudian diterima dan dimasukan ke dalam kantong Glewo.

__ADS_1


Aku sempat lihat jam yang ada di dinding rumah pak Sutopo, ternyata saat ini sudah pukul 22.15. sudah lumayan lama juga kami bertamu di rumah orang.


Ketika aku dan kedua temanku sudah ada di luar secara samar aku melihat ada bayangan hitam yang sedang bediri di sebelah rumah, tapi karena keadaanku yang masih lemas, aku ndak reken bayangan hitam itu.


Kebetulan saat ini  aku di papah Glewo agar aku bisa berjalan dengan lumayan baik, sedangkan Blewah saat ini sedang berusaha menyalakan mesin bentor.


“Lho kalian ini naik bentor kesininya” tanya pak Sutopo yang ternyata sekarang tidak segarang tadi heheheh


“Iya pak, kebetulan rumah yang kami tempati itu ada sebuah bentor yang ndak terpakai , jadi sekalian saja kami perbaiki bentornya pak” jawab Glewo dengan mantap


“Ya sudah, hati-hati di jalan mas, dan Asalamualaikum untuk kalian dan anaku Indah, apabila dia ada di sekitar sini”


“Waalaikumsalam...” ucap kami bertiga


Indah membalas ucapan salam bapaknya itu dengan wajah menahan tangis, kemudian dia medekati kedua orang tuanya, keliatanya Indah ingin memeluk kedua orang tuanya.


“Pak, sebentar lagi Indah akan merangkul dan mencium bapak dan ibu” jawabku


Dan benar saja, seketika kedua orang tua itu kaget karena merasakan adanya getaran dan hawa yang sangat dingin mengelilingi tubuh mereka, mereka hanya bisa tersenyum dengan aksi Indah ini.


"Wuiih dingin sekali ya kalau Indah ada disini pak, kalau dia ada dirumah kan Kita tidak kepanasan pak "


Ndeh omongan ibu indah tambah gak nggenah, ibu dan anak podo ae gak nggenah.


"Apa sih mas Agus ini, sukanya olok-olok ibuku sih" jawab Indah ndak terima


Bentor kami berjalan pelan melewati jalan yang sama dengan waktu kami tadi berangkat.


“Mas, asal tau ya, untuk memunculkan wujud itu perlu energi yang besar mas, saat ini Indah bisa menunjukan wujud Indah kepada kalian bertiga aja sudah setengah mati rasanya mas”


“Lhoo bukanya kamu ini udah mati Ndah, masak harus mati untuk kedua kalinya hihihihih” sahut Blewah”


“Asshhh mesti mas Blewah ini cari perkara aja, ya ndak gitu kan mas , Indah kan hanya perumpamaan aja mas”


“Lha tadi waktu kamu bisa berkomunikasi sama orang tuamu itu gimana Ndah, kok malah Dogel yang kehabisan tenaga gini ndah”


“Lha itu contohnya mas, Indah memakai energi yang ada di tubuh Mas Agus untuk bisa konek dengan energi yang dipunyai orang tua Indah mas”


“Jadi mas Agus itu selain sebagai perantara, juga Indah pakai energi nya untuk bisa perlihatkan wujud Indah kepada kedua orang tua Indah mas”


“Coba lihat aja mas Agus sudah lemas kan , padahal Indah pakek hanya untuk bicara beberapa menit saja kepada kedua orang tuan Indah lho mas, lha sekarang kalian bayangkan kalau Indah selalu muncul kepada tiap orang hehehe”


“Dogel itu baru cruut sekali aja udah lemes gitu Ndah hihihi, orang kok lemesan , gak bisa cruuut berkali kali heheheh” kat Glewo


Perjalanan pulang ini hanya memakan waktu tidak lebih dari dua puluh  menit, hal ini karena Blewah memacu kencang bentor yang kami naiki ini.


“Wah , mesin bentore sampek berasap dari mesinya c*k, ngawur ae awakmu iki nek bawa bentor” kataku kepada Blewah setelah sampai rumah

__ADS_1


“Ada alasane Gel, dengerin sik alasane. Tadi waktu kita keluar dari gang dan menuju jalan besar ,kita diikuti orang gel, deke melayang c*k, tapi gak jelas wajahe karena aku fokus bagaimana sampai dirumah dengan selamat”


“Lha sekarang mana yang ngikuti kita tadi Wah, masih ada ta disini?”


“Wis ndak ada Gel , setelah belok ke jalan pahlawan, orang itu tiba-tiba ilang, coba tanyao Indah Gel, siapa yang ngikuti kita tadi”


Indah hanya diam  saja ketika Blewah berkata seperti itu.


Seperti yang sudah pernah aku katakan, Blewah itu kadang juga bisa melihat mahluk halus , tetapi hanya tertentu saja , mungkin waktu dia sedang normal portal ghaibnya terbuka, kalu dia sedang kumat mungkin tidak bisa melihat mereka.


Kami masuk ke dalam ruang tamu rumah, ternyata semua lampunya tidak ada yang nyala kecuali satu lampu, yaitu lampu dapur yang hanya berukuran lima watt saja.


Cahaya lampu itu  berasal dari dapur


“Eh Wo tadi waktu kita pergi, lampu rumah nyala semua kan?”  Kami bertiga saat ini hanya berdiri di ruang tamu rumah.


Aku tidak berani masuk lebih dalam ke dapur, karena kok aneh semua lampu mati kecuali lampu dapur, jangan-jangan didapur sana ada sesuatunya.


“I...iya lah, ndak mungkin kita matikan lampu kalau malam, tapi siapa lho yang matikan semua lampu kecuali yang ada di belakang sana Gel?”


Aku sempat lihat jam tanganku, saat ini sudah pukul 22.55, kami agak takut juga untuk masuk  ke area ruang makan, kamar mandi dan dapur.


“Gak papa mas, masuk aja, di dalam ndak ada apa-apa kok mas, sesuatu yang kemarin diberi mbah putri yang masuk ke dalam tubuh mas Agus sekarang udah mulai bereaksi mas”


“Banyak jahat yang mulai kegerahan ketika mas Agus masuk ke dalam rumah, mereka berusaha sembunyi mencari perlindungan”


“Tapi siap-siap saja apabila ada yang ndak suka sama mas Agus, pasti nanti akan berusaha menakar apa yang ada di dalam tubuh mas Agus” jelas Indah


Aku ndak respon penjelasan Indah, aku harus tau dulu apa yang ada dibelakang itu.


“jadi ini aman ya Ndah lantas siapa yang matikan lampu-lampu ini” tanyaku penasaran


“Ada bau manusia iblis yang masuk ke dalam rumah ini mas, manusia iblis itu sedang mencari sesuatu di dalam rumah ini, apakah mungkin dia, yang mematikan lampu-lampu rumah ini mas?”


“Tapi ndak papa mas, nanti suatu saat dia akan menunjukan wujudnya kepada mas Agus, nanti mas Agus bisa mempelajari dia mas”


Aku menyalakan kembali lampu-lampu rumah yang tadi dimatikan entah oleh siapa, sekarang keadaan rumah menjadi terang kembali.


“Check barang bawaan kita rek, ada yang ilang ndak, aku mau ke arah dapur, check keadaan disana”


Indah mengikutiku dari belakang, dia tidak mau kalau kelolosan sesuatu di rumah ini, karena Indah yang bertugas membersihkan rumah ini dari semua kotoran ghaib.


“Ndah di lantai dapur itu ada apa, kok banyak kececeran sesuatu yang bau busuk dan mengerikan bentuknya?”


Sebelum Indah menjawab pertanyaanku, tiba-tiba Glewo menyusulku ke arah dapur, dan anehnya Glewo menginjak injak  benda semacam tai yang banyak berceceran di lantai dapur”


“Woooo Stoop, jangan bergerak dulu, munduro kamu c*k, wong disana banyak tai kok yooo kamu injak aja, apa kamu ndak keliatan tai itu ta Woo?”

__ADS_1


“Tai opone Ge..Gel..wong dapur ini kondisinya bersih persis ketika kita tinggal ke rumah keluarga Indah tadi c*k” kata Glewo ndak mau kalah denganku


Sebenarnya apa yang terjadi denganku, Glewo tidak melihat apa-apa di lantai dapur, malah kata dia lantai dapur ini bersih tidak ada kotoran sama sekali , tapi kenapa aku bisa lihat sesuatu disana?


__ADS_2