
Malam ini belum berakhir, tapi kengerian makin bertambah ketika Dogel membangunkan mbak-mbak yang tidur di dalam kamar depan itu.
Mereka mengatakan bahwa mereka telah mimpi buruk, mimpi yang seolah nyata tentang keadaan dirumah ini, keadaan yang seharusnya tidak terjadi di dalam rumah mbah Putri Dogel, tapi anehnya ketiga mbak-mbak itu telah mengalami mimpi yang nyata.
“Saya merasa ada di dalam kamar itu sendirian, kemudian kamar depan itu berubah menjadi kamar sebuah hotel yang dijaga ketat oleh demit yang selalalu menampakan organ bagian dalamnya. Saya diikat, saya ditidurkan di tempat tidur dengan kepala saya menggantung di pinggir dipan” cerita Winna
“Tubuh saya ditidurkan di tempat tidur dengan posisi terikat, tetapi kepala saya posisinya di area luar tempat tidur, leher saya ada di pinggir tempat tidur, dan yang mengerikan itu ada setan yang sedang meneteskan liurnya di leher saya, dan rasanya panas sekali” kata Winna sambil memegang lehernya
“WInna, coba lihat lehermu, ada guratan hitam di sekitarnya!” kata Chandra yang sedari tadi memperhatikan Winna terus menerus
“Ndak ah Ndra, aku ndak berani lihat leherku sendiriiiiii. Memang rasanya sakit sekali, hingga sampai tenggorokan sakitnya” kata Winna sambil memegang lehernya terus.
“Chinta juga merasakan yang sama, sepertinya ada di hotel waji kamar nomor 6+. Iya Chinta ingat betul posisi tempat tidurnya hingga posisi meja dan kursinya. Tapi Chinta tidak diikat dan ditidurkan, Chinta hanya dikurung disana dengan dijaga ketat oleh beberapa setan yang memiliki tanduk di kepalanya” kata Chinta
“Yang aneh itu, Chinta sempat lihat sekelebat bayangan kamu Winna, kamu sedang digotong oleh setan setan yang ada disana. Ketika Chinta coba teriak panggil kamu, ternyata kamu sama sekali tidak jawab panggilan Chinta” cerita Chinta tentang mimpinya
“Mungkin mimpi kalian berdua juga sama dengan mimpiku juga rek, aku juga sepertinya ada di sebuah kamar yang dijaga oeh setan-setan yang berwajah aneh dan mengerikan. Aku tidak dapat melihat kalian berdua, tapi aku bisa mendengar suara teriakan minta tolong di dalam kamar itu” kata Chandra
“Mimpi kalian bertiga itu mirip semua karena memang Totok yang sedang memasuki mimpi kalian bertiga nak, dan untuk nak Winna kamu adalah incaran utama Totok, jadi kami harus selalu mengawasi kamu nak” kata pak Tembol
“Untuk sementara kalian bertiga duduk saja di ruang tamu, jangan kemana-mana karena tadi memang ada Pocong yang muncul di depan pagar sana dan ternyata sekarang pocong itu hilang dari sana” lanjut pak Tembol
Keadaan di luar masih gelap, tidak cahaya sama sekali, dan tidak ada mahluk hidup sama sekali di luar sana, tapi tetap saja aku merasa ada keanehan di rumah ini.
“Gel, apa kamu ndak bisa panggil mbah mu ta. Siapa tau mbahmu bisa bantu kita disini gel”
“Biasanya mbahku itu yang nemui aku Tro, bukan aku yang manggil mbahku, aku ndak tau bagaimana caranya memanggil mbahku kalau keadaan seperti ini” jawab Dogel
“Sudahlah nak, kita tetap bertahan di ruang tamu rumah ini saja nak, dan jangan kemana mana atau pun ke kamar mandi dulu. Dan coba kalian bangunkan nak Blewah ini, karena dari tadi dia belum bangun juga” kata pak Tembol
Blewah ini aneh dari tadi kita coba bangunkan tapi tidak bisa, hingga beberapa kali kami bangunkan tetapi tetap saja tidak bereaksi sama sekali.
“Nak Dogel, coba tolong siram pakai air nak, siapa tau dia memang tidur terlalu nyenyak nak” suruh pak Tembol yang khawatir dengan keadaan Blewah
__ADS_1
Ketika Dogel akan mengambil air dari kamar mandi, tiba-tiba Indah mendekat ke arah Blewah yang masih saja tertidur dengan nyenyaknya.
“jangan dibangunkan pak, Mas Blewah sedang tidak ada disana pak” kata Indah dengan suara nyaris berbisik
“Maksudnya gimana Ndah, apa yang terjadi dengan Blewah ini Ndah?” tanya Dogel panik
“Sebentar mas jangan panik seperti itu. Mas Ngot masih berusaha memanggil mas Blewah yang memang susah untuk diatur mas. Dia sekarang sedang bersama Sinank nang. Mereka berdua sedang berusaha mengusir pocong yang tidak lain adalah Totok sendiri” kata Indah
“Kalian jangan bangunkan mas Blwah dengan diguyur air, atau dia tidak akan bisa kembali lagi ke raganya, dia sekarang dibantu oleh mirah dan Sinank nang sedang ada di samping rumah mas, karena dari tadi pocong itu selalu meludah di samping kamar kalian bertiga mbak” kata Indah lagi
“Tapi bagaimana dengan Blewah mbak Indah, dia kan tidak mempunyai apapun untuk menyerang demit yang kelasnya macam Totok itu mbak, apa tidak bahaya bagi Blewah?” tanyaku karena penasaran dengan kelakuan blewah
“Sudah pokokoknya kalian tunggu saja hingga mas Blewah selesai dengan yang ada di luar itu, dia tidak sendirian kok mas, pokoknya dia memang sesuai dengan mas Blewah yang dulu, selalu ngawur, dan semaunya sendiri” kata Indah lagi
Kami turuti apa yang dikatakan Indah agar tidak mengganggu raga Blewah yang sedang terlihat tidur itu, tapi kami juga merasa khawatir dengan Blewah yang tiba-tiba sudah ada di luar bersama Sinank nang melakukan penyerangan kepada pocong yang ternyata Totok sendiri.
Ketika kami sedang duduk menunggu Blewah untuk selesai dengan urusanya dengan demit, tiba-tiba di depan atau di halaman rumah muncul pocong yang awalnya hanya asap putih saja, asap yang melayang.
“AAAAHHHHHH… PERGGGIII DARI SINIIII!” teriak Winna ketika wajah pocong itu terlihat di depan jendela ruang tamu
Pocong itu memperlihatkan wajahnya, dan ternyata wajah yang ada diluar itu adalah wajah Totok, wajah Totok yang hitam dengan darah kering di sekitar kepalanya dan kapas yang sudah berubah warna menjadi hitam ada di kedua lubang hidungnya.
Tapi hanya sebentar, karena detik berikutnya pocong itu terlempar ke arah pagar rumah dengan kerasnya, dan kemudian pocong itu berubah menjadi asap putih yang pekat hingga kemudian hilang.
Di teras ada bayangan Blewah dan bayangan Sinank nang yang sedang melihat ke arah hilangnya asap putih tadi. Mereka berdua keliatanya sedang mencari kemana hilangnya asap tebal yang tadi sempat mereka lempar itu. mereka berdua keluar pagar dimana diluar itu yang ada hanya gelap dan hitam kelam saja.
“Apa yang mereka akan lakukan diluar sana nak Indah” tanya pak Tembol
“Mereka sedang mencari Totok pak, Totok itu setan yang culas, dia selalu menghilang kalau sudah dalam keadaan terdesak, seperti itu tadi pak, ketika Totok sudah hampir dikalahkan oleh mas Blewah dan mas Nang, tiba-tiba dia hilang dari sini pak” jawab Indah
“Hmmm di masa Totok atau yang bernama asli Rochman bersama kami juga begitu, apabila dia dalam keadaan terdesak, dia akan menjilat kami seolah-olah dia adalah teman kami. Ternyata sifat dia itu tidak beda ketika dia sekarang sudah menjadi hantu” kata pak Tembol
“ini mas Ngot sudah datang pak, mungkin pak Tembol ingin bicara dengan mas Ngot tentang yang tadi dilakukan oleh mas Blewah pak” kata Indah
__ADS_1
“Ngot gimana Blewah, tadi itu dia ngapain kok nekat segala sampek keluar dan melawan Totok” tanya Dogel
“Mbuh Gel, padahal tadi sudah tak kasih tau lho, aku sudah bilang jangan keluar dan melawan mereka itu, karena yang diluar itu jahat sekali dan bukan tandingan Blewah. Tapi dia ngotot keluar karena diluar itu ada mas Nang” kata Ngot
“Lha sekarang mana nak Blewahnya nak Ngot, apa dia masih bersama Sinank nang?” tanya pak Tembol
“Masih pak, mereka berdua sama Mirah juga lagi kejar dan cari Totok yang tadi sempat lari ke arah hutan jati di depan itu pak” jawab Ngot
“Apa mas, di depan ada hutan jati, jadi yang gelap gelap itu adalah hutan jati?” tanya Winna dengan heran
“Iya mbak, rumah ini sekarang ada di tengah-tengah hutan jati di daerah pct sana mbak. Saya ndak tau bagaimana caranya si Totok itu bisa memindah rumah ini, atau bisa juga hutan itu yang dipindah kesini hehehe” jawab Ngot
“Bukankah ini cuman visual yang dilakukan oleh Totok seperti sebelumnya itu nak Ngot?” tanya pk Tembol
“Iya pak, kalau bagi manusia ini adalah cuman visual, tapi bagi kami mahluk halus ini kenyataan pak, dan sekarang kita ada di tengah hutan jati yang luas. Dan menurut saya pemindahan alam tak kasat mata ini mungkin bertujuan agar sihir Totok bisa masuk ke dalam rumah ini pak” jelas Ngot kepada pak Tembol
Terus terang aku ndak paham sama yang dikatakan Ngot itu dengan apa itu visual dan alam ghaib, tapi yang pasti yang ada di luar itu hanya gelap dan saja tanpa terlihat apapun sama sekali.
“Lalu tentang yang tadi ada beberapa orang yang sedang menggotong keranda, itu apa nak Ngot, apakah itu hanya akal akalan dari Totok untuk menakut nakuti kami juga kah?” tanya pak Tembol lagi
“Bagi kalian manusia itu hanya visual juga, tapi itu sebenearnya adalah kenyataan dimana ada beberapa orang yang sedang mengangkat mayat Totok yang ada pada jaman dahulu. Asal kalian tau saja, hutan yang ada di depan itu bukan hutan pada masa ini” jelas Ngot
“Penjelasanmu mbulet Ngot, tapi apa kita bisa balik lagi ke masa kita Ngot koyok sebelumnya Ngot?” tanyaku
“Iso ae Tro, tergantung Sinank nang dan Blewah ae, apa mereka bisa memaksa Totok untuk mengembalikan kalian ke masa kalian apa ndak. Soale ini beda sama malam sebelumnya, kalau ini benar-benar Totok sudah mengeluarkan kekuatanya untuk hal ini” jelas Ngot sekali lagi
“Sayang aku cumak hantu biasa Tro, Gel. Cobak kalau aku punya kekuatam macam Mirah, ya tak kejar juga itu Totoknya, gak peduli deke punya kekuatan apapun pokoknya tak kejar terus hingga dapat heheheh” kata Ngot
“Lha jaremu sekarang dia sedang dikejar Blewah dan mas Nang, tapi apa mereka berdua bisa kejar Totok? Jaremu Totok sudah menghilang Ngot” tanyaku
“Ah mbulet ae pertanyaanmu Tro, pokoke angel lah penjelasanya. Penjelsane itu gak bisa mengunakan akal sehat, nek kamu masih menggunakan akal sehat dan logika untuk mencerna yang terjadi sekarang iki ya gak akan mungkin bisa mbok pahami” kata Ngot
“Namanya juga ghaib, apapun bisa terjadi dan bisa berubah semudah hanya membalikan telapak tangan saja chok!” jawab Ngot yang mulai emosi denganku
__ADS_1