INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 139 (TERUS, MASUK TERUSS)


__ADS_3

Hingga beberapa belas detik mbak Bashi masih menunjukan kesangaranya, aku sih nunggu aja sampai kucing hitam itu tenang.


“Mas Blewah, kalau nunggu terus kapan mau dimasukin nya  gua ini mas hihihihi”


“Eh Mirah maunya kapan lho, mumpung aku masih semangat-semangatnya ini hehehe”


“Sekarang ajaach mas, Mirah udah gak tahan, cepet masuk ke gua itu mas uugh hihiihih”


“Janchok Wah, awak dewe ini serius, kok malah kamu ngomong sing bikin aku nderedeg chok!”


“Opooo se Tro, aku kan ngobrol sama ayangku Sumirah, lha kok awakmu sing deredeg chok, ya sana, ngobrol sama Dogel sana hihiih”


“Mirah, enaknya aku masukin sekarang atau nunggu mbak Bashi tenang dulu?”


“Cekayang ajach mas, Mirah udah gak tahan, cepet masukin guanya mas massshh”


“janchoook kok Mirah iki reeeeek, makin nggateli omonganmu Raah Miraaah” teriak Petro


“Liaten itu temen-temanku Ndah, ya gitu itu Petro dan Blewah. Tapi itu ndak nemen, kalau ada Glewo tambah parah lagi kelakuane Ndah” kata Ngot


“Tapi selama ada disini, Indah taunya mas Glewo itu diam lho mas  Ngot, apalagi liat wajahnya yang berkaca mata dan pendiam itu mas. Pokoknya orang rumahan lah dia itu mas Ngot” kata Indah


“Lhooo jangan tertipu dengan wajah lugunya Glewo kamu Ndah, sama Blewah aja masih jauh gila Glewo, tapi mungkin dia disini dalam keadaan ketakutan, sehingga dia ndak nampakan kenakalannya, wong dia itu julukannya si tongky anak nakal kok Ndah heheheh” jawab Ngot


“Pokonya kalau orang baru ketemu Glewo pasti berpendapat dia itu orang normal dan dalam kehidupan yang normal juga, hihihihihi” tambah Ngot


“Hmm rasan-rasan Glewo ya kamu Ngot,  dia ndak akan berani kesini lagi Ngot, dia sudah kembali ke orang tuanya, dan dia itu benar, ndak kayak kalian yang sok sokan mencari masalah hahahahah” potong Dogel


“Diemo Gel, sekali lagi kamu mangap, tak buat mulutmu ndak bisa mingkem, lagi selamanya. paham!” bentak Ngot


“Hehehe mas Ngot juga bisa marah” sentil Indah


“Ngot itu nek wis marah biasane berubah dadi minuman keras Ndah hihihihi” sahut Blewah


“Wis..wis ..wis ayo fokus ke lemari ae Wah, ndak usah  bikn gara-gara koyok Dogel lo yo” kata Ngot


Kudekati pintu lemari ketika mbak Bashi sudah berubah menjadi tenang.


Ketika kubuka,  bau busuk itu masih saja ada bahkan semakin tajam, mungkin karena mayat-mayat yang ada di lorong kiri di sana itu semakin busuk dari pada dibandingkan kemarin.

__ADS_1


“Ayo cepet Wah, aku gak kuat sama baunya, nanti kita masuk ke lorong yang sebelah kanan saja Wah, kita explore sampai mana lorong itu” kata Petro bersemangat


“Ayo majuo Gel, gak usah purak purak kebelet ngising segala Chok” teriak Ngot dari belakang


Sementara mbak Bashi kubiarkan jalan sendiri menuju ke arah dalam terowongan, kubiarkan dia sebagai penunjuk dan sebagai radar apabila ada yang mengerikan disini.


Di kejauhan depan kami sudah mulai nampak dua jalur terowongan yang kalau ke kiri itu ke  arah mayat-mayat yang mengerikan, tetapi sekarang aku rasanya biasa saja, aku ndak terasa mengerikan atau apapun lah.


“Wah, kita ndak ke kiri aja ta hehehehe” ujar Petro


“Gak usah lah Tro, kan kemarin kita sudah ke sana, bauk bangkainya itu lho gak kuat Tro. Aku sih wis biasa rasane disini, mekipun dari tadi kita lihat banyak penampakan mengerikan disini Tro  heheheh”


“Iyo Wah, rasanya kok hambar ya meskipun banyak yang berusaha nakuti kita, mbuh maneh dengan Dogel  Wah”


Ketika ku toleh ke arah Dogel, ternyata dia berjalan dengan wajah yang ketakutan, tapi biarlah, ini juga karena dia makin gak karuan saja tindak tanduknya.


Kucing mbak Bashi berjalan dengan santainya di terowongan, untungnya keadaan disini tidak gelap karena lampu minyak yang kubawa ini.


Kami semakin mendekati  dua arah terowongan, harapanku sih kita kanan, karena kemarin kan kita sudah ke kiri yang penuh dengan mayat menjijikan.


“Mas Blewah, kita ke kanan aja mas” kata Sumirah


“Hehehe, ndak mungkin mas, pasi ke kanan kok, karena di sana banyak yang kalian harus pecahkan mas”


“Maksudmu mecahkan kaca atau pecahkan hatimu untuku Mirah hihihihi”


“Deloken ta Tro, Blewah tambah gendeng kan kan kan kan, dia bicara pada dirinya sendiri, gitu kok mbok turuti Trooo tro” kata Dogel berusaha merusak suasana


“Wis menengo gel, dari pada kamu kesurupan chok!” teriakku


Dogel itu nyalinya kecil, baru juga aku takut takuti gitu aja dia langsung diam, gak bersuara lagi.


“Ndah, aku kapan-kapan bisa ndak bicara sama mbah putri?”


“Hehehe Indah sejak pergi dari rumah sudah tidak berhubungan dengan mbah Putri lagi mas Blewah, ndak tau lagi kalau seumpama mbah putri kangen sama Indah” jawab Indah


Perjalanan yang kami tempuh ini semakin lama semakin menanjak, kelihatannya kami sedang ada di daerah pegunungan.


“Kita kira-kira sudah jalan sekitar hampir 1 jam lho ini rek, tapi mbak Bashi belum mau berhenti  juga untuk istirahat, gimana rek, kita istirahat atau teruskan?”

__ADS_1


“Aku ndak merasa capek Wah, wong aku dari tadi ngawang kok heheheh” kata Ngot dari belakang


Tiba-tiba mbak Bashi berhenti, mungkin dia paham sama omonganku heheheh, aku kan di rumah selalu bicara sama koceng, jadi omonganku mungkin dipahami sama mbak Bashi.


“Stop rek, mbak Bashi berhenti, kelihatannya ada sesuatu di depan sana”


“Ngot kamu ndak mau liatin di depan ada apa Ngot” tanya Petro


“Hehehe bukane ndak mau Tro, tapi wis jelas itu di depanmu ada orang yang lagi jongkok” kata Ngot


Mungkin karena cahaya lampu minyak ini hanya bisa menerangi area yang kecil  maka akibatnya apa yang tadi Ngot katakan itu tidak terlihat olehku.


“Tro, coba nyalakan lampu senter hpmu”


Cahaya terang yang keluar  dari lampu blits hp petro akhirnya bisa menerangi area yang agak luas, dan ternyata benar kata Ngot, kira-kira beberapa meter di depan kami kelihatan punggung seseorang yang sedang jongkok.


Orang itu memakai kaos kuning dan sedang jongkok di pinggir terowongan dan menghadap ke arah dalam terowongan.


Sekedar mengingatkan saja, bahwa lebar terowongan ini kemungkinan sekitar kurang dari 1.5 meteran dengan tinggi kurang lebih sekitar  2 meteran.


Bicara tentang terowongan lebar yang ada di dalam lemari, kalau kita berpikiran secara logika dan akal sehat atau secara nyata berdasarkan akal pikiran manusia, jelas tidak mungkin lah ada terowongan besar di dalam lemari.


Apalagi di balik toko ini bukan sebuah perbukitan , di balik toko Gemezzz ini adalah perkampungan padat penduduk, jadi mana mungkin disini ada terowongan yang besar dan dalam. Tetapi yang namanya ghaib apapun bisa terjadi.


Maka apa yang harus sebaiknya kita pikirkan? Ndak ada yang harus dipikirkan, cukup di nikmati dan dijalani saja, karena otak manusia itu sangat terbatas. Otak kita tidak akan mampu berpikir di luar apa yang selama ini manusia pikirkan.


“Kalau yang ada di depan kita itu manusia, kenapa dia harus ada disini dengan posisi jongkok dan memakai pakaian dengan warna kuning mencolok?” tanya Ngot


“Warna kuning  tujuannya agar dapat dilihat dengan jelas Ngot, seperti rambu lalu lintas juga ada yang berwarna kuning kan” tukas Petro


“Berarti manusia berkaos kuning yang di depan kita itu ingin menarik perhatian kita rek” aku berusaha mengambil kesimpulan sendiri


“Aku ndak ngomong yang ada di depan kita itu manusia lho Wah, luaskan pikiran kalian rek, jangan batasi pikiran kalian dengan pikiran baku” kata Ngot


“Karena kalian ada di terowongan ini saja sudah tidak masuk akal lho ya, jadi ada baiknya kalian siap-siap saja apabila yang di depan kita ini bukan seperti yang kalian pikirkan rek” lanjut Ngot


“Coba kamu sapa Wah, mungkin dia akan menjawab sapaanmu Wah” kata Petro


“Sek sek, biasane memedi gitu itu jangan disapa sembarangan Tro, lebih baik kita ucapkan salam. Kalau dia baik pasti dia akan balas salam kita hehehe”

__ADS_1


“Lha nek memedine itu hapal semua ucapan salam di seluruh dunia dengan berbagai macam bahasa, dan dia juga fasih melafalkan salam juga, terus gimana Wah kalau setelah dia membalas salam mu dengan baik dan benar kemudian kamu ditekek ( dicekik )?”


__ADS_2