INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 7, SEMBUNYI!


__ADS_3

“Coba sampeyan (anda) ketuk pak, kalau ndak ada jawaban ya berarti ndak ada orangnya pak” kata suara yang bernama pak Tukimin itudengan ketus


“Ya udah terima kasih pak” jawab suara seseorang yang nampaknya berasal dari pulau M


“Aneh, padalah GPS kita mengarahkan kesini , tetapi kok rumah itu kosong ya”


“Wo, Wah, matikan hp rek, ternyata mereka pakek gps” bisik kepada kedua temanku


Dengan susah payah karena ruangan yang sempit, dan juga kami tidak ingin membangunkan ayam-ayam, Hp akhirnya bisa kami matikan.


“lho ..sekarang  sinyal Gpsnya hilang” kata salah satu dari keempat orang yang mencari kami.


“Jangan-jangan mereka bersembunyi disekitar sini,” kata yang berlogat pulau M lagi


“Tapi nggak mungkin kalau mereka bersembunyi dari kita Bro, bagaimana mereka tau kalau kita mendadak mendatangi mereka Bro”


“Kita kesini pakek GPS, mereka tidak akan tau kedatangan kita lah, kecuali salah satu dari kita ini yang bocorkan berita penggerebekan ini bro” kata salah satu dari mereka


“Rumah ini juga gelap keadaanya, mana mungkin ada orangnya di dalam, apalagi GPS kita tadi kan tidak menunjukan ke rumah ini , tetapi di sekitar rumah ini Bro”


“Coba kita periksa tanah kosong yang ada di sebelah rumah ini, siapa tahu


mereka ada disana” kata salah satu dari mereka berempat


Aku bisa melihat keempat orang itu menuju ke tanah kosong tempat kandang ayam bau ini berada, keempat orang itu tidak ragu-ragu bergerak mameriksa setiap jengkal tanah kosong ini.


“Itu ujung sana itu kayaknya kandang ayam ya, baunya busuk sekali sampai sini” kata orang yang berlogat pulau M


“Buset bau sekali disini bro, kandang ayam peliaharaanku dirumah aja gak kayak gini baunya, buset uuughh  bau sekali kandang ini”


“Iya, kandang ayam ini kayaknya sudah lama tidak dibersihkan, buuuh baunya bukan main busuknya” kata salah satu dari mereka


“Yo kita balik, gak ada yang kuat dengan bau seperti ini” kata salah satu dari mereka


“Jangan balik dulu , kita belum periksa di sebelah kandang itu, siapa tau mereka ada disana, karena GPS kita kan arahnya ke daerah ini”


“Kau sajalah yang periksa kesana, aku tunggu kau disini saja, bau sekali disini apalagi didekat kandang itu”


“Mana ada orang yang mau sembunyi disana, ada-ada saja kau ini kawan” kata satu orang lagi yang berlogat B.


“Iya, kamu saja yang kesana, saya dan Tigor tunggu disini saja” kata salah satu dari mereka


Dan memang salah satu dari mereka nekat mendekati kandang ayam tempat kami bertiga bersembunyi dari mereka, dia menutup hidungnya dengan memakai saputangan.


Wah bahaya juga ini, aku harus berbuat sesuatu agar dia tidak makin mendekat kemari, saat ini jarak dia dengan kandang ini hanya tinggal beberapa meter saja.

__ADS_1


Aku harus membunyikan ayam-ayam ini agar berisik dan harapanku bisa usir mereka dari sini, tapi gimana caranya membunyikan ayam tanpa aku harus bergerak.


“Biar Indah yang urus ayam- ayam ini mas, kalian diam saja jangan bergerak “ kata suara perempuan yang bernama Indah LN itu.


Benar saja ,ketika tinggal dua meter dari kandang tempat kami sembunyi, tiba-tiba ayam yang ada di pojokan berbunyi lantang, diikuti dengan ayam lainya.


Sekarang suasana menjadi ramai, karena ayam betina sahut menyahut berkotek-kotek, diselingi suara ayam jantan yang  berkokok keras.


Suasana di sekitar kandang pun ramai sekali , ayam jantan mengibas-kibaskan sayapnya sambil berkokok di tengah  malam.


Kegiatan ayam yang berkokok, berkotek dengan keras ini menyebabkan curiga sebagian warga yang sedang nongkrong.


Beberapa warga mendatangi lahan kosong tempat kandang ayam ini berada, beberapa warga itu curiga dengan adanya mobil yang terparkir sisitu.


Karena mendengar beberapa warga yang akan  mendatangi mobil, maka keempat lalaki yang tadi mencari kami kemudian berlari menuju ke mobil mereka.


Aku melihat dari balik kandang, mobil itu bergerak maju bebarapa meter agar bisa bermanufer, tetapi beberapa warga sudah menghadang laju mobil itu.


Mereka menyuruh penumpang mobil untuk turun, lha sayangnya penumpang mobil itu tidak mau turun, mungkin dengan beberapa pertimbangan kalau mereka turun.


Akibatnya beberapa warga yang datang itu menggedor-gedor kaca dan pintu


mobil, mereka meminta pengendara itu untuk turun dengan segera.


Salah satu dari mereka akhirnya turun , aku ndak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarkan,  tetapi kemudian mobil itu berhasil putar balik


Kemudian apa yang kulihat ini semakin aneh, terjadi pemukulan dari seorang itu kepada warga yang ada disana, sesorang itu kemudian lari dan masuk ke dalam mobil.


Setelah kejadian itu aku tidak bisa liat kelanjutanya, karena banyak warga yang mengejar mobil itu, warga yang tadi mengerumuni mobil sekarang mereka mengejar mobil milik suruhan jutawan


kaya.


“Sekarang mas Agus keluar dan lari sejauh mungkin mas, karena setelah ini akan makin banyak orang yang akan mencari kalian mas”


“Rek, boleh pecaya atau tidak, sekarang kita harus lari sejauh mungkin dari kota ini, karena menurut yang mengatakan kepadaku, setelah ini akan makin banyak orang yang akan mencari kita disini”


“Jangan lupa ganti no hp kita , karena mereka bisa mendeteksi langkah kita melalui GPS” kataku kepada kedua temanku.


“Kita jemput Ngot dan Petro juga Gel, mereka kan ndak tau kalau kita tadi diikuti sama suruhan orang  yang anaknya mati bunuh diri itu”  kata Glewo


Kami keluar dari kandang setelah suasana di luar sudah sepi. Badan kami bau, tetapi lebih bau masalah yang akan kami hadapai apabila sampai tertangkap oleh mereka.


“Petro ada Mobil, kita pakek mobil Petro untuk lari rek” kata Glewo


Kami bertiga memang baunya luar biasa, tetapi bau busuk ini setimpal dengan keselamatan kami, saat ini kami menuju kerumah petro , karena disana kami bisa mendapatkan kendaraan yang bisa membawa kami pergi.

__ADS_1


“Tro kita harus jemput Ngot dulu di studio, bahaya kalau Ngot kita biarkan sendirian di sana Tro” kataku


Kami sekarang ada di tempat kosan Petro yang tidak jauh dari tempat Blewah, kosan itu cukup terpencil tempatnya, tapi memang diperuntukan bagi para pekerja.


“Tro kita harus segera pergi dari sini, kita harus cari tempat yang aman sekaligus kita pikirkan untuk langkah berikutnya” kata Glewo


"Jamp*t kalian baunya gak karuan rek. Busuk Sekali! Kalian ini dsri mana aja rek" tanya Petro yang masih asik dengan hpnya.


"Gak usah banyak takok Tri, pokoke kita sekarang harus pergi dari sini! "


Nampaknya Petro sedang berpikir, dia hanya diam tanpa berkata apa-apa, dia mungkin belum merasakan dicari orang seperti kami bertiga tadi.


"Ayo ndang cak cek sat set Tro, jangan kebanyakan mikir c*k" kata Glewo


“Mas dalam setengah jam ada lima orang yang akan ke mari mas, segera aja mas Dogel pergi dari sini atau cari tempat persembunyian yang aman” kata suara perempuan yang bernama Indah


“Rek dalam tiga puluh menit lagi, ada lima orang yang akan kesini, kalian boleh pilih lari atau ketangkep” kataku.


Ketiga temanku kaget mendengar apa yang barusan aku omongkan, tetapi jelas Glewo dan Blewah pasti percaya dengan omonganku.


“Lagi Gel?, ada yang cari kita lagi, apa sama dengan yang tadi Gel” Tanya Glewo


“Ndak tau aku rek, pokoke terserah kalian percoyo opo gak, lebih baik matikan hp sekarang Tro” suruh Glewo kepada Petro yang sedang asik bermain Hp.


“Itu sopo yang habis mbisiki kamu lagi Gel, apa perempuan yang tadi juga Gel?” Tanya Blewah


“Iyo, sekarang terserah kalian, pokoke aku wis ngasih tau kalian ,kalau kalian percaya ya monggo, kalau ndak percaya ya ndak masalah, aku sekarang tak pergi dulu yo”


Aku pergi dari kosan Petro, aku sudah kasih tau bahwa sebentar lagi ada yang akan menculik mereka, tapi mereka ndak percaya sama aku.


Belum jauh aku melangkah Glewo, dan Blewah sudah menyusulku, mereka berjalan bersamaku.


“Lho katanya kalian ndak percaya sama aku rek, lha lapo kok nyusul aku, sana lho


sama Petro”


“Ndak gitu Gel, soale tadi kan kamu wis peringatkan kita, dan akhirya kita selamat to, lha sekarang aku pingin tau apa bener habis ini ada yang mau culik Petro” kata


Blewah


“Mas Dogel, di sebelah kiri ada lahan kosong, disana ada kandang ayam juga mas, mas sama temen mas bisa sembunyi disana”


“Percuma kalau mas sekarang pergi, mereka akan datang lima menit lagi, dan mas akan ketangkap juga, lebih baik sekarang ke kandang ayam lagi mas” kata Indah yang ada di sebelahku


“Aduh , kenapa harus ke sana lagi Indah, apa gak ada tempat sembunyi yang gak berbau tai ayam sih” gerutuku

__ADS_1


“Ngomong sama siapa Gel, sama Indah lagi  yang tadi nyelamat kan kita itu ta? Tanya Glewo


__ADS_2