
“Matikan motor ini nak, dan arahkan teman kita yang ada dibelakang untuk memarkir mobilnya dan motormu disana” tunjuk pak Tembol pada tanah yang menjorok ke dalam, dan area itu luas bisa digunakan sebagai tempat parkir
“Kita jalan kaki saja menuju ke sana nak, karena mobil yang ada disana itu menggunakan plat nomor kota Sby, berarti ada orang dari kota Sby yang kesini, dan kemungkinan besar itu adalah teman dari Haris” kata pak Tembol
“Nak Petro, bilang ke nak Dogel agar menunggu kita disana saja, dan jangan kemana-mana karena saya dan nak Petro akan ke rumah Haris dengan berjalan kaki saja nak, kita akan lihat siapa saja yang ada disana itu” kata pak Tembol dengan penuh semangat
Aku datangi Dogel yang masih dibelakan kemudi mobil , dankusuruh dia untuk memarkirkan mobilnya di tempat yang ditunjuk oleh pak Tembol.
“Ayo pak, mereka sudah saya suruh tunggu di parkiran untuk menjaga mobil dan motor, sementara kita menuju ke rumah yang ada di sebelah vila itu pak” kataku
Kami berdua berjingkat jingkat menuju arah mobil yang diparkir di pinggir jalan itu. ketika kami sudah ada di sebelah mobil itu, kemudian pak Tembol melongok ke dalam mobil yang kaca filmnya tidak terlalu gelap.
Dengan menggunakan senter kecil yang tadi dibeli di toko yang buka 24 jamtoko yang tempatnya dekat dengan depot rawon yang sudah tutup, pak Tembol berusaha untuk melihat bagian dalam mobil itu.
Aku dan pak Tembol mencoba melihat dan menganalisa apa yang ada di dalam mobil itu dengan menggunakan senter yang dibawa pak Tembol.
“Ya Tuhaaan, ada mayat di dalam mobil ini nak” kata pak Tembol yang kaget melihat apa yang ada di dalam mobil itu
“Iya pak ada tiga mayat yang di dudukan dengan paksa di jok tengah mobil ini pak, tapi tidak ada mayat Haris pak, lalu apakah memang Haris yang melakukan pembunuhan ini pak?”
“Ya kemungkinan besar saya menduga ada haris di balik kematian ketiga orang itu nak. Tapi saya juga belum begitu yakin sih nak” jawab pak Tembol
“Berarti ada yang tidak beres disini nak, kita harus segera mengetahuinya nak, karena saya yakin antara Totok dan Haris itu saling berhubungan pak, bisa saja mereka berdua seolah olah tidak saling kenal nak, jadi kita harus lebih waspda lagi” kata pak Tembol
Setelah kami puas dengan melihat sosok mayat yang ada di dalam mobil, tiba-tiba kami mendengar sesuatu, kami mendengar seseorang yang sedang berjalan menuju kemari. Menuju ke arah mobil ini diparkir
“Kita sembunyi di lereng jurang itu saja dulu nak, kita biarkan orang itu hingga sampai di mobil ini dulu, baru setelah itu kita lihat siapa yang ada disini” kata pak Tembol lagi
Kami berdua menuju ke arah jurang yang ada di samping mobil, Karena memang mobil itu diparkir tepat di sisi sebelah kiri yang berbatasan dengan jurang.
Kami bersembunyi tepat ketika kedua orang itu datang ke mobil ini. mereka berjalan kemari tanpa berbicara sepatah katapun hingga salah satu dari mereka berbicara kepada temanya.
“Di, kunci mobil kamu bawa kan tadi?” tanya orang yang aku belum bisa lihat wajahnya
“Bentar, tadi tak kantongin disaku celanaku” jawab orang yang dipanggil Di oleh yang bertanya soal kunci tadi
“Nah ini dia kuncinya Thon, kenapa? kamu takut kalau kuncinya hilang ya hehehe”kata orang yang dipanggil dengan nama Di itu
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mobil, namun tidak lama kemudian mesin mobil itu mati lagi. entah apa yang terjadi dengan mereka yang ada di dalam mobil itu kenapa mesin mobil dimatikan lagi.
“Kenapa mobil ini kamu matikan Di, apakah kamu melihat sesuatu hingga kamu harus mematikan mesin mobil ini?” tanya orang yang dipanggil Thon itu
Tapi tidak ada jawaban sama sekali dari orang yang dipanggil Di itu, kemudian terdengar suara pintu mobil yang dibuka, dan kemudian ada langkah kaki yang turun dari dari mobil itu.
__ADS_1
“Ada apa Di, kenapa kamu diam saja ketika kutanya ada apa” tanya orang yang dipanggil Thon sekali lagi
“Gembok belakang itu ….. gembok belakang rumah itu posisinya terbalik, aku baru ingat sekarang, karena aku selalu memasang Gembok rumah dengan tulisan merk gembok ada di posisi depan, tetapi yang tadi itu merk gembok ada di posisi belakang” kata orang yang dipanggil Di itu.
“Bearti memang benar katamu, ada orang yang menyelinap ke dalam rumah bagian belakangku, dan oramg itu ahli dalam bidang membuka gembok rumah!”kata dia lagi
“Aku mau periksa rumah bagian belakang lagi, kamu disini atau ikut denganku, untuk membuktikan posisi gembok yang ada disana itu” kata orang itu lagi
“Ah kamu iki onok onok ae, gak mungkin lah ada yang bisa bobol gembok model barumu sing susah dibobol iku. Ayo kita buang mayat iki Di, selak pagi dan selak membusuk ini” kata orang yang bernama Tho itu
“Gini ae kita balik sekali lagi ke rumahku, kita naik mobil saja biar gak capek bolak balik, kalau keadaan memang aman kita buang mayat itu sakalian aku bawa kamu ke rumah sakit” Kata orang yang bernama Di itu
Aku dengar kedua orang itu menaiki mobilnya lagi kemudian mbil itu mundur ke arah rumah Haris. Hingga sekarang yang kudengar mereka mematikan mobilnya ketika sudah sampai di di tempat Haris.
“Pak Tembol, gimana? Apa kita ikuti dia hingga ke rumahnya?”
“Ayo nak, kita keluar dari sini, tapi kamu kasih tau yang lainya dulu agar tetap ada disana sementara kita berdua ke rumah Haris karena ada suatu sebab yang aneh disini” kata pak Tembol
Aku menuju ke tempat teman-temanku memarkirkan mobilnya dan motorku, memang aku harus beritahu mereka apa yang terjadi disini dan menyuruh mereka untuk tetap berjaga-jaga di mobil sementara aku dan pak Tembol akan menuju ke rumah Haris.
*****
“Jadi aku tunggu disini sementara kalian berdua ke tempat tinggal Haris, gitu ta Tro?” tanya Dogel
Setelah menjelaskan apa yang tejadi disini, aku kembali ke tempat pak Tembol berada, yaitu di lereng jurang.
“Sudah pak, anak-anak sudah saya beritahu pak, kita sekarang bisa meneruskan menuju ke rumah Haris pak. Aku merasa ada yang tidak beres dengan kedua orang yang ada di mobil tadi pak”
“Ayo nak, kita jalan ke arah rumah haris, tapi apa kamu ndak merasa kalu disini kita sepertinya ada yang sedang memperhatikan kita nak. Saya merasa ada yang sedang melihat kita nak” kata pak Tembol
“Ah itu kan hanya perasaan bapak saja, saya tidak merasa ada yang sedang memperhatikan kita kok pak”
“Bagaimana pak, kita jalan lagi atau kita tunggu disini saja hingga orang itu muncul lagi pak, saya yakin kalau di rumah itu sedang terjadi sesuatu pak, dan yang namanya Haris itu kelliatanya tidak ada disana pak”
“Kita kesana sja nak, kita lihat dari jarak yang dekat apa saja yang sedang mereka lakukan disana nak” jawab pak Tembol
Akhirnya kami berdua berjalan ke arah rumah Haris, tapi ternyata betul juga yang dikatakan pak Tembol, kami merasa ada yang sedang mengawasi gerak gerik kami disini.
“Iya pak, saya juga merasa ada yang sedang memperhatikan gerak gerik kita pak. Tapi saya belum tahu dimana dan siapa itu pak”
“Sudahlah, mungkin demit disini yang sedang mengawasi kita nak, dan ada baiknya kita juga lebih waspada, karena saya tidak tau bagaimana keadaan disini pada masa ini nak” kata pak Tembol
Kami berjalan berdua menyusuri lereng jurang yang banyak tumbuh ilalang ini, tapi di suatu tempat aku mendengar sebuah suara seperti suara “SSSTTT”
__ADS_1
“Pak, apakah bapak dengar suara itu pak, saya yakin disini juga ada orang lain selain kita pak”
“Iya nak, saya juga dengar tadi ada suara orang yang mengataan SSSTTT nak, tapi anehnya orang itu tidak menyapa kita. Kita teruskan mencari info yang ada di rumah Haris saja nak, sementara itu kita abaikan suara-suara yang aneh disini, dan kemungkinan besar itu adalah suara demit nak” kata pak Tembol
Kami berdua berjalan menuju ke arah rumah Haris yang letaknya tidak jauh dari tempat kami sembunyi di lereng jurang, ketika kami sudah ada di depan rumah Haris, pak Tembol menyuruhku untuk berhenti, kemudian kami melongok ke atas untuk melihat apa yang ada disana.
Mobil yang mereka gunakan terparkir agak ke kiri dekat pintu pagar rumah haris, sehingga kami yang ada di lereng jurang bisa melihat dengan jelas bentuk rumah haris itu.
“Eh nak Petro, sepertinya kita ada di masa yang jauh kedepan nak, karena rumah itu nampak berbeda sama sekali dengan rumah yang kita datangi dulu itu nak” tunjuk pak Tembol
“Iya pak, di depan atau di halaman rumah itu ada andong yang seolah olah ada terpasang disana untuk hiasan pak”
“Eh, saya akan mendekati rumah itu nak, dan ada baiknya nak Petro tetap disini dulu saja untuk melindungi saya apabila ada serangan dari orang tadi itu nak” kata pak Tembol yang kemudian merangkak keatas untuk menuju ke jalan depan rumah itu.
Aku hanya bisa lihat apa yang sedang dilakukan pak Tembol, tetapi sayangnya pak Tembol kurang perhitungan, ketika dia ada di depan pagar rumah itu, tiba-tiba aku lihat ada dua orang yang berjalan dari arah belakang rumah.
“Hoooiii … siapa kamu pak tua…, apa yang sedang kamu lakukan disini!” teriak orang yang baru keluar dari bagian belakang rumah itu
“Nama saya Tembol pak, saya sedang mencari pemilik rumah ini yang bernama Haris” kata pak Tembol yang tidak mengira apabila dia terpergok oleh dua orang yang kemungkinan besar adalah yang tadi ada di dalam mobil itu. Tapi untungnya pak Tembol bisa menguasai keadaan yang canggung itu.
“Siapa kamu, dan dari mana kamu. Siapa itu Haris” tanya orang yang berpakaian mirip dengan pemain band music Rrock, karena memakai jaket kulit dan sepatu kulit model boot
“Saya mencari pemilik rumah ini yang bernama Haris pak, dia saudara jauh saya yang tinggal menyepi disini pak” jawab pak Tembol lagi dengan intonasi yang kebih keras
Dua orang itu berjalan keluar dari dalam pagar menuju ke arah pak Tembol yang sedang berdiri sendirian tanpa rasa takut itu.
Tetapi yang kulihat itu orang yang satunya yang hanya memakai kaos dan celana pedek itu menhunus sebuah parang dan parang itu ditodongkan ke leher pak Tembol.
“Ndak usah banyak bicara kamu orang tua, ngaku saja! Apa yang sedang kamu lakukan di rumah ku ini” kata orang itu lagi
Tetapi kemudian kejadian aneh terjadi, tiba-tiba ada sebuah batu melayang dan tepat mengenai kepala orang yang sedang menodongkan parang ke leher pak Tembol. Seketika orang itu jatuh tanpa diberi kesempatan untuk berteriak dahulu.
Kemudian yang tidak kalah mengejutkan ada orang yang tiba-tiba memukul dari arah belakang kepada teman orang yang tadi menodongkan parang kepada pak Tembol. Kedua orang itu roboh, keduanya pingsan di tempat.
… PAK TEMBOOOOOOLLLL…
Teriak suara perempuan yang aku belum bisa lihat dimana posisinya…..
****************-
mohon maaf untul bab selanjutnya saya absent update dulu karena saya sedang sibuk untuk pembuatan nasi box. ..
maklum lah untuk bulan ramadhan ini selalu ada pesanan pembuatan nasi box.
__ADS_1
sekian Dan terimakasih