
Hari masih pagi, harusnya tidak ada apa-apa disini selain pegawai minimarket itu sendiri, tapi kenapa perasaanku makIn ndak enak saja, rasanya ada saja yang melihatku dari belakang, tetapi yang ada dibelakang kan cuma kaca minimarket.
Tapi sik sik…. Hmm ternyata memang ada. Ternyata ada pegawai laki-laki minimarket yang sedang memperhatikan aku sambil tersenyum, waduh ngimpi opo aku semalem chuk.
“Selamat pagi kaaaak” kata pegawai minimarket laki-laki yang agak kemayu itu setelah dia keluar dan menuju ke tempat aku duduk
“Iya pagi juga mas, gimana mas, eh saya salah ya duduk disini mas”
“Nggak kok kak, hihihi Boni dari tadi perhatiin kakak dari dalam, kok kelihatanya kakak lagi gelisah ya kak, jangan bunuh diri ya kak, kalau ada masalah asmara sini Boni bantuin move on kak” tanya pegawai yang bernama Boni sesuai dengan nama yang tertera di name cardnya
“Eh iya mas, eh memang masalah asmara kak, eh kok mas Boni bisa tai eh tau sih mas?”
“Ya iyalah kak, Boni kan suka perhatiin kastamer disini yang duduk sendirian dan melamun macam kakak ini” kemudian dia masuk ke dalam dan mengambil ponselnya
“Kakak, boleh dong Boni minta nomor Wanya, eh biar lebih akrab aja kak” kata laki-laki kurus dengan bedak yang agak tebal dan bibir bagaikan bunga bakung hihihih
“Oh bisa bisa, sini mana hp kamu mas” aku sengaja kasih nomor Dogel agar dogel yang kena sasaran mahluk laknat ini
Tapi ternyata setalah aku kasih dia coba telepon nomer yang kukasih, dan ternyata tidak nyambung….
“Ah gak bisa nih kak, coba bawa sini hp kakak, mau Boni tulis nomor Boni di Hp kakak aja” kata dia sambil tanganya udah minta hp yang aku taruh di meja minimarket itu.
“Nah, ini nomor Boni kak, coba Boni miscall hp Boni ya kak” kata laki laki laknat yang mencoba misscal hpku ke hp dia
“Nah berhasil kak, kok beda sih sama nomor yang tadi kakak kasih?” tanyanya dengan bibir yang dimaju majukan
“Hehehe itu nomor aku yang satunya mas, itu nomor memang lagi aku matikan dulu karena takut ketauan yang itu tuh” jawabku asal
“Oh takut ketauan yang bikin kakak sedih ingin bunuh diri ini ya kak. Ya dah kak, Boni mau lanjut bersih-bersih dulu kak” kata pegawai laki-laki aneh itu sembil masuk ke minimarket tempat dia kerja
Janchok, kok iso aku didatangi kadal buntung ngono iku, kok gak perempuan seksi macam Novi aja yang datang asyuuuu!
Sudah 30 menit berlalu, tapi pak Tembol belum juga muncul, yang muncul malah manusia ganda campuran atau double garden, kan asyu itu namanya.
“Apa aku kesana saja ya, takutnya ada apa-apa dengan pak Tembol. Yo wis lah tak ambil resiko ae, aku kesana saja, kalau memang ada apa-apa aku ya ambil resiko untuk menyelamatkan pak Tembol lah
Pelan-pelan kususuri jalan yang menuju ke tempat kerjaku dulu. Dan ketika aku sampai di depan tempat kerjaku, ternyata pak Tembol sedang bicara dengan salah satu temanku yang ada di depan showroom mobil yang saat ini sedang dalam keadaan tutup!
Hmm lebih baik aku tidak mendekati mereka saja, kulewati showroom tempatku kerja, kemudian kucari jalan putar balik untuk kembali ke mini market yang tadi ada laki-laki bernama Boni yang berjenis ganda campuran heheheh.
__ADS_1
*****
“Kok lama pak tadi, saya tadi sampek kesana pak, tapi hanya puter balik saja, karena saya lihat pak Tembol sedang bicara dengan teman saya” tanyaku setelah pak Tembol muncul di mini market yang sudah mulai ada pembelinya
“Iya nak, tadi saya disana itu belum ada orang, dan kondisinya tutupan, saya pikir belum buka atau bosmu belum datang nak, makanya tadi saya tunggu hingga ada karyawan yang datang tadi itu” kata pak Tembol setelah datang ke sini
“Jadi hari ini dan kemarin bos mu tidak masuk kerja, dan dia juga tidak memberi kabar kepada karyawanya kalau hari ini lagi-lagi dia tiak bisa hadir. Dan kata teman mu, baru kali ini pak Nabil itu tidak masuk tanpa memberi tahu kepada karyawanya”
“Karena kata temanmu seumpama dia ndak masuk biasanya dia selalu menyuruh anak buahnya ke rumahnya untuk mengambil kunci Showroom nak” kata pak Tembol
“Aneh juga ya dia kok ndak masuk, dan harusnya dia kasih kabar anak buahnya untuk kerumahnya mengambil kunci showroom pak. Bukan kebiasaanya orang itu kalau dia tidak masuk dan tidak menyuruh anak buahnya untuk mengambil kunci pak”
“Eh nak Petro tau rumah dia ndak nak, ayo kita kesana nak, kita lihat keadaan rumahnya” ajak pak Tembol
“Waduh pak, bapak mau ngapain ke sana pak, apa ndak bahaya pak, malah cari masalah baru ini pak”
“Ndak nak, kita lewati saja nak, yah untung-untung kalau ada pembantunya atau siapa gitu yang ada disana, kita bisa tanyakan apakah ada pak Nabil di rumah itu” kata pak Tembol
“Ya wis pak, kita ke sana pak. Nani kita lewati dulu rumahnya pak, kalau ada mobilnya berarti kemungkinan besar dia ada di rumah pak”
Sebenarnya nekat juga pak Tembol ini, dia tidak tau bagaimana karakter bosku yang kejam itu, tapi biarlah, kita coba lewati rumahnya saja, siapa tau dia memang ada di rumahnya.
Kenapa bosku kok tidak pilih apartemen saja yang lebih privasi dari pada di perumahan. Jawabanya karena dia tidak suka kalau tinggal di tempat yang dia tidak bisa menginjakan kakinya di tanah.
Butuh waktu sekitar 30 menit di keadaan macet ini hingga kita sudah tiba di kawasan elit yang ada di daeah barat.
“Di daerah sini dia tinggal pak, didaerah sini cukup privat pak, sehingga nanti pasti pihak keamanan akan memeriksa KTP kita ketika kita akan masuk pak”
“Ninggalkan KTP di pos keamanan gitu ta nak?” tanya pak Tembol
“Iya pak, biasanya yang tidak pernah kesana akan disuruh tinggalkan KTP pak, sedangkan yang sudah sering kesana cukup hanya melambaikan tangannya saja pak”
Sebuah gerbang yang menunjukan sebuah kawasan mewah sudah ada di depan kami, motorku kuarahkan ke gerbang pintu masuk yang portal otomatisnya sedang dalam keadaan tertutup
“Inikah komplenya nak Petro, wuiiih penjagaanya ketat sekali ya” gumam pak Tembol
Di depan pos penjagaan kuhentikan motorku, dan kulepas helmku.
“Bos, aku mau ke rumah pak Nabil, dia ndak masuk kerja soale”
__ADS_1
“Oh ada pak Farid hehehe. Iya pak, sudah dua hari ini dia tidak keluar komplek. Rumahnya kelihatanya kosong pak, tapi mobilnya ada di garasinya” jawab penjaga keamanan yang sedang bertugas
“Lha iya pak, ditelpon orang kantor ya pada mati semua Hpnya pak. Lha apa pembantune yang semlohai itu ndak keluar rumah juga?”
“Lha itu pak Farid, pembantu nya yang biasanya kamu goda itu sama sekali tidak keluar rumah, bahkan yang biasa nyapu-nyapu di halaman juga tidak nampak pak” kata penjaga keamanan itu lagi
“Emmm… apa ndak sebaiknya dari pihak keamanan memeriksa keadaan rumah itu pak, karena kalau memang seperti itu kan cukup mencurigakan juga pak”
“Rencananya hari ini pak, Komandan kami sudah instruksikan untuk memeriksa keadaan rumah pak Nabil itu. lha ini sampeyan mau kesana juga?” tanya petugas itu
“Iya, saya mau lihat keadaan rumahnya, kalau mampir mungkin tidak pak, karena tidak ada perintah dari pak Nabil untuk kerumahnya seperti biasanya”
“Kalau keadaan rumahnya kosong dan kotor berarti bisa saja rumah itu kosong, tidak ada penghuninya sama sekali. Tapi kalau keadaanya bersih, berarti masih ada orangnya pak” jawabku kepada petugas keamanan itu
“Ya sudah pak Farid, monggo kalau mau lihat keadaan rumah pak Nabil” kata petugas keamanan kemudian membuka palang portalnya yang otomatis itu.
“Aneh juga nak, kenapa sampai tidak keluar dari rumah dua hari ini, begitu pula pembantunya tidak ada yang menampakan batang hidungnya nak” kata pak Tembol
“Iya pak, ada yang ndak beres ini pak, saya kok semakin curiga ada keterlibatan bos saya dengan apa yang terjadi dengan kita pak”
Kuarahkan motorku ke bagian perumahan yang tanpa pagar dan tanpa tiang lisrik ini, perumahan mewah yang sebagian dihuni oleh kaum ekspatriat.
“Ini pak rumahnya, sebuah rumah yang besar dan mewah…tapi dengan pagar yang tinggi, padahal disini adalah area perumahan yang tanpa pagar. Ndak tau gimana dia ijinya kepada pengelola perumahan ini pak”
“Ada uang semua bisa diatasi nak Petro, jangan heran dengan orang yang bergelimang harta nak’ jawab pak Tembol
Dibalik pagar besi yang menjulang tinggi itu banyak daun-daun yan berjatuhan, daun yang berasal dari pohon beringin besar yang dia tanam di pojokan rumah. Pohon beringin yang usianya sudah cukup tua!
“Aneh nak Petro, paling tidak beringin itu sudah puluhan tahun, bahkan bisa lebih dari seratus tahun dengan ukuran yang sebegitu besar!” kata pak Tembol
“Mungkin dia beli beringin itu sudah sebegitu besar pak, dan dia tinggal tanam saja disana itu pak”
“Hmm kalau lihat dari banyaknya daun kering yang berjatuhan, bisa disimpulkan pemiliknya tidak ada di dalam rumah itu nak, bisa juga tidak ada siapapun disana. Tapi apakah di garasi dalam itu ada mobilnya nak?”
“Coba bapak Intip melalui sisi pagar ini, disana ada mobil yang sedang terparkir pak, dan saat ini kita sedang tersorot cctv yang dipasangnya pak hehehe”
“Ah biar saja mau tersorot cctv lah wong kita kesini tidak untuk maling kok heheheh. Ya sudah lah, ayo kita kembli saja nak, sudah cukup lah kita tau kalau rumah ini sedang kosong”
Motor kuarahkan ke arah jalan keluar, aku akan melaporkan kepada petugas jaga bahwa rumah itu harus diperiksa karena indikasinya rumah itu dalam keadaan kosong. Aneh juga ya, kenapa bisa seluruh penguin rumah tidak keuar rumah sama sekali. Apakah telah terjadi pembunuhan didalam sana atau bagaimana?
__ADS_1