INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 84. DIMANA BLEWAH


__ADS_3

“Ndah kita balik ke hotel lagi aja, kita cari Blewah” aku lari menuju ke dalam hotel lagi sementara itu Indah berteriak kepada Glewo agar tetap menunggu di luar saja


“Mas tunggu Indah mas” teriak Indah dari belakang ku


Aku berhenti sebentar untuk menunggu Indah yang sedang menyusulku dengan berlari kecil.  Kugandeng tangan Indah ketika aku memasuki pintu gerbang hotel.


Tengah malam lebih tiga puluh menit adalah waktu yang paling mengerikan disini, tetapi aku ndak peduli karena aku punya Allah dan pemberian mbah putri yang akan melindungiku dari hal-hal jelek disini.


Kunyalakan senterku agar apa yang ada di depanku terlihat dengan jelas, aku tidak melihat sosok Blewah disini. Apakah secepat itu Blewah lari ke dalam hotel ini?


“Ndah sebaiknya kita kemana ini?”


“Kita kebelakang saja mas. Kita ke kamar yang tadi kita temui Blewah sedang bersama anak kecil mengerikan itu mas” jawab Indah


Aku menggandeng Indah seolah aku tidak mau kehilangan Indah, seolah Indah adalah pasangan hidupku. Indah pun tidak masalah ketika kugandeng tangannya, dia diam saja seolah dia menikmati.


Kami sudah ada di depan kamar nomor 3+. Kuterangi dengan senter area di sekitar sini dengan harapa aku bisa lihat dimana Blewah berada.


Tapi sejauh aku menerangi area ini, tidak terlihat sosok Blewah disini. Aku menyipitkan mataku untuk mengetahui ada apa saja disini.


“Mas didepan itu ada anak-anak yang tadi mas Agus usir itu, tetepi mereka kelihatanya takut sama mas Agus, mereka diam di pojokan tanpa berani memamerkan giginya kepada mas Agus”


“Iya Ndah, aku juga lihat, mereka sedang diam dan bermain dengan daun daun yang ada disitu. Mereka hanya berani melirikku saja Ndah”


“Coba mas Agus ajak mereka bicara mas, dan tanyakan dimana mas Blewah berada mas”


Aku jongkok sekitar tiga meter di depan keempat anak kecil yang sedang bermain dengan daun daun yang ada disitu, mereka tidak buas, keliatanya mereka takut denganku, mereka hanya melihat dengan cara melirikku saja.


“Adik-adik, maafkan saya ya adik” kataku kepada mereka yang masih asik bermain dengan daun daunan


“Adik-adik, saya tidak bermaksud jahat sama kalian kok, saya mau minta maaf sama adik-adik boleh kan dik” aku masih  berusaha mengajak mereka berbicara


Tiba-tiba salah satu dari mereka yang gigi taringnya hanya tiga buah itu menghampiriku, dia sekarang amat dekat dengan ku posisinya. Kemudian dia tersenyum, senyuman yang lebih ke menyeringai kepadaku.


“Nah gitu dong dik, saya ndak berniat jahat sama kalian, kalian tidak saya usir kok, saya tadi kan hanya mau selamatkan teman saya saja dik”


Anak kecil bertaring tiga itu makin tersenyum kepadaku. Kemudian dia memanggil ketiga temanya untuk bergabung mendekatiku.

__ADS_1


Ketiga anak yang bertaring itu kemudian mendekatiku juga, sekarang di depanku ada empat anak aneh bertaring yang sedang memperhatikanku sambil tersenyum mengerikan. Indah hanya memperhatikan ku dari belakang.


“Kalian suka main apa adik adik?” tanyaku memancing mereka


Salah satu dari mereka mengerluarkan suara aneh, suara mirip orang yang sedang mencret akibat diare. Anak itu besuara aneh sambil tertawa tawa senang kepadaku.


“Aduh, saya tidak paham apa yang adik ini ucapkan, kalian tidak bisa bahasa manusiakah”


Salah satu dari mereka kemudian tertawa keras, mungkin dia juga mereka sedang menertawakanku karena aku tidak paham dengan bahasa mereka.


 “Mereka bilang kalau mereka tadi habis dimarahi oleh pimpinan mereka karena mengganggu orang  yang sedang diamati oleh pimpinanya”


“Coba biar aku aja yang bicara dengan dia mas” kata Indah yang kemudian jongkok di sebelahku


Mulut indah hanya diam saja, dia tidak mengucapkan apa-apa, tetapi keliatanya dia sedang berinteraksi dengan mahluk yang ada didepanya.


Buktinya keempat anak kecil ini berbarengan mengeluarkan suara-suara yang mirip orang mencret, mereka bergantian mengeluarkan suara anehnya kepada Indah, dan Indah hanya menatap mereka satu persatu, seolah Indah sedang berbicara lewat batinnya.


“Mereka bilang tadi dimarahi oleh pimpinanya karena mereka berempat ini buat mainan mangsa pimpinannya. Sekarang pimpinannya menyuruh mereka berempat untuk mencari pengganti mangsa yang lepas itu”


“Tetapi mereka tidak berani dengan kita, karena mereka tau apa yang ada didalam tubuh mas Agus bisa membuat mereka mati, sehingga mereka hanya diam saja ketika kita kesini mas”


“Berarti Blewah tidak kesini Ndah, coba kamu tanyakan, kenapa gigi salah satu anak itu bisa patah Ndah”


Indah kembali menatap mereka sambil jongkok di sebelahku, tidak lama kemudian anak yang bertaring tiga itu menjawab dengan suara mirip orang sedang mencret. Lama sekali dia bicara mirip suara thahi yang mencret disusul keempatnya tertawa lepas.


“Kata anak itu , giginnya putus ketika dia menggigit kalung besi yang melingkar di leher laki-laki yang akan mereka hisap darahnya. Dan kejadianya di kamar dekat resepsionis itu. keliatanya tempat mas Blewah menemukan taring yang putus itu mas”


“Ketika Indah tanya lagi kapan kejadianya itu, dia hanya bilang waktu itu bulan sedang hilang dimakan sama raja mereka”


“Mereka mengadakan pesta selain waktu bulan sedang hilang, juga ketika bulan sedang memamerkan cahayanya yang terang karena lahir kembali setelah hilang dimakan raja mereka ”


“Tadi Indah tanya dimana bisa menemukan mas Blewah , kata mereka coba cari aja ke kantor hotel kamar paling belakang”


“Tapi mereka tidak berani antar kita kesana mas, karena sekarang mereka berempat hanya dikasih tempat di sini saja. Coba mas tebak dimana kandang mereka mas” tanya Indah kepadaku


“Kamar nomor 6+ kan Ndah”

__ADS_1


“Benar mas, mereka berempat ini tinggal di kamar nomor 6+, sebenarnya mereka ini baik mas, mereka hanya terperangkap disini karena sesuatu hal mas”


“Ok sekarang sudah waktunya kita harus cari Blewah Ndah”


“Kita masuk ke sana saja mas, masuk ke kantor hotel dan mudah-mudahan mas Blewah ada disana mas”


Ketika aku dan Indah berjalan menuju ke kantor hotel, tiba-tiba Indah berhenti dan menoleh ke belakang.


“Ada apa Ndah, kok brenti?” tanyaku


“Bentar mas, anak anak ini pingin ngomong sesuatu sama kita”


Indah jongkok , beberapa detik dia menatap ke arah anak-anak yang sedang bergerombol dekat dengan Indah yang sedang jongkok.


Untuk diketahui anak anak ini bukan tuyul, tetapi tinggi mereka hanya selutut orang dewasa, mereka mempunyai rambut dan memakai pakaian ketika terakhir mereka mati disini.


Pokoknya miriplah dengan anak balita yang masih belajar berjalan , hanya saja wajah anak-anak ini agak tua dibanding dengan tinggi badan mereka, dan yang membuat ngeri adalah taring mereka yang sampai keluar dari mulutnya.


“Mas, mereka kepingin ikut dengan kita, mereka merasa tersiksa apabila tinggal disini, mereka dipaksa untuk makan bangkai, minum darah, dan menyerang tamu untuk diberikan kepada pimpinan mereka mas”


“Hahaha, ngapain juga kita pelihara mereka Ndah. Yang ada hanya kita akan dosa besar Ndah, karena menyekutukan Allah”


“Kita tidak pelihara mereka mas, mereka hanya minta dibebaskan dari sini, setelah itu mereka akan mencari alam kedamaian mereka. Mereka ini belum banyak dosa ketika mati disini, sehingga apabila kita lepas, mereka akan mencari kedamaian”


“Misalnya kita bebaskan, kemudian apa yang akan terjadi dengan mereka Ndah?”


“Ya ndak ada yang terjadi mas, mereka akan mencari kedamaian. Seperti Indah, apabila Indah mendapatkan jasad Indah, maka Indah akan mencari kedamaian mas” kata Indah dengan tertunduk


“Baiklah akan kita tolong mereka Ndah, tetapi bantu kita mencari dimana Blewah berada. Dan satu lagi, bagaimana cara membebaskan mereka dari sini Ndah?”


Indah berkomunikasi lagi dengan keempat anak kecil yang sebenarnya lucu itu, keempatnya berjingkrak jingkrak bahagia , mungkin Indah mengatakan kalau kita akan membebaskan mereka dari sini.


“Mereka minta digendong untuk keluar dari sini mas,  karena kekuatan kita yang akan menembus barikade yang terpasang disini mas. Sekarang mereka akan nekat mengantar kita ke dalam hotel, tetapi dengan satu syarat, setelah itu mereka harus kita bebaskan’


“Karena kalau tidak, mereka akan dihajar oleh demit yang lebih berkuasa dan lebih mengerikan karena mereka menunjukan dimana mas Blewah berada mas”


“Ya sudah, nanti kita bantu mereka keluar dari sini Ndah , pokoknya dia mau bantu kita cari dimana Blewah berada, ayo sekarang aja kita kesana Ndah”

__ADS_1


Kami berjalan menuju ke arah kantor hotel dengan empat anak kecil yang ada dibelakang kami, yah seperti anak anak kecil lainya, mereka berjalan dengan  bermain main antar mereka, kadang mereka juga teriak-teriak kegirangan khas anak-anak balita lah.


__ADS_2