
"Menurut abah saya, Totok sering juga ada disana, karena disana juga ada tempat persembahan dan katanya ada jalur khusus dari vila putih ke hotel yang di pct itu mas" kata Eko lagi
“Kenapa abah saya kok tau apa saja yang ada disana, karena abah saya sangat tertarik dengan keadaan Totok, sampai-sampai abah saya sampai melakukan perjalanan ghaib ke hotel dan ke vila”
"Sekarang gini mas Eko, terus terang kami buntu sekali tentang Totok, saya tidak tau dia sedang ada dimana, atau bagaimana cara menyelesaikan masalah kami yang sekarang semakin merembet kemana-mana ini. Kami benar-benar bingung mas"
"Gini saja mas, kalian tinggal di mana mas? Nanti malam selepas saya kerja disini kita ke tempat abah saya untuk konsultasi masalah Totok ini, karena terus terang abah saya sangat penasaran dengan keberadaan Totok mas"
“Mungkin abah saya nanti bisa memberikan solusi kepada kalian untuk apa yang harus kalian lakukan nantinya”
"Jadi yaaah, mungkin bisa membantu kalian agar lebih tenang dan mendapat petunjuk tentang Totok. Giman, kalian mau?" tanya Eko
"Jelas mau mas Eko, eh sebenarnya kami tinggal di Mjkt, hanya karena ingin mencari informasi dari sini maka kami datang kesini, tetapi apabila mas Eko akan mengajak kami ke tempat abah mas Eko, ya kami kan tunggu di sini saja mas"
"Bentar, saya telpon abah dulu, jam berapa beliau bisa ditemui. Takutnya abah sedang ada panggilan untuk penyembuhan di tempat lain mas" kata Eko lagi
Laki-laki yang bernama Eko itu sedang melakukan pembicaraan melalui ponselnya kepada orang yang dia panggil sebagai abah. Aku setuju saja kalau seandainya dipertemukan dengan abahnya Eko, karena sekecil apapun informasi tentang Totok akan sangat membantu.
"Mas, ini abah saya bisa ketemu dengan kita nanti malam sekitar jam 24.00 an, bagaimana mas? Apa kalian bisa?"
"Bisa, jelas bisa. Kita ketemuan di mana enaknya ini mas?"
"Saya minta nomor telepon yang bisa saya hubungi mas, agar kalau ada apa-apa mas nya bisa saya hubungi segera"
Aku kasih nomor telepon Glewo yang biasanya kadang masih digunakan untuk membuka aplikasi sosmed, atau kadang untuk mengecek kabar kalau-kalau ada sesuatu lagi dengan lagu kami.
"Kalau begitu kami balik ke Mjkt dulu mas, pokoknya pukul 24.00 kami sudah ada di sekitaran Sby sini mas”
"Oh iya, salam buat mas Junaedi mas heheheh" kata Indah
Setelah menyelesaikan pembayaran mie ayam, kami langsung balik ke Mjkt, tapi kayaknya kami harus lihat keadaan taman kami Ngot yang ada di studio, tapi nanti malam saja kami kesana, sekarang kita balik ke Mjk sajalah.
Saat ini pukul 13,00 , mobil meluncur ke arah Mjkt, hanya saja aku merasa ada yang aneh, cuma apa yang aneh itu aku belum paham.
__ADS_1
"Mas, keempat anak kembar kok ndak ada disini?" kata Indah tiba-tiba setelah baru merasa kalau keempat anak itu tidak ada di dalam mobil
"Lha iki yang dari tadi aku pikir Ndah, dari tadi setelah kita makan mie Ayam, anak-anak itu tidak terlihat lagi didalam mobil, cuma tadi aku masih bingung apa yang kurang dengan kami ini"
"Mbak Sumirah anak-anak kembar empat itu kemana kok tidak ada di dalam mobil" tanyaku, sementara Glewo meminggirkan mobilnya
"Saya juga kurang tau mas, saya tadi juga lupa kalau di dalam mobil ini juga ada empat anak kembar yang kita ajak" kata sumirah khawatir
"Waduuh, jangan sampai mereka ada di perusahaan rumah duka dan pemakaman itu rek bisa-bisa mereka pesta disana heheheh" kata Glewo
"Mesti lak cangkeme Glewo ngawur, tapi apa mungkin mereka ada disana rek?"
"Gimana mbak Sumirah, apa mungkin mereka ada disana, dan apa yang mereka lakukan apabila ada disana?"
"Bisa jadi mereka ada disana mas, tapi ya sudahlah mas biar saja. Biar saja mereka ada disana, mungkin disana mereka mendapat teman yang lebih baik mas" kata Sumirah
Mobil lanjut menuju ke arah pulang, kami harus istirahat karena nanti malam pasti kami akan tidak tidur lagi. pasti ada saja yang membuat kami tetap sibuk.
Malam hari pukul 22.40 kami berangkat dari mjkt tujuan ke sby untuk bertemu dengan Eko dan abahnya, kebetulan aku punya rencana setelah dari sana kami akan mampir ke studio untuk menemui hantu Ngot.
"Mbak Sumirah , misal kita lewat tempat rumah duka dan pemakaman yang tadi, apa kita bisa lihat keempat anak kembar itu? Aku kok penasaran dimana mereka berada mbak?"
"Nanti saja kita lewat kalau kita sudah dari tempat abah nya Eko saja mas, sekarang yang penting kita ke pokok tujuan kita dulu mas" kata Sumirah
Saat ini mobil baru keluar dari gang rumah mbahku, kemudian belok ke kiri, jam segini di kota yang tidak terlalu besar ini sepi sekali, tapi memang seharusnya begitu lah, harus ada masa istirahatnya, jangan seperti kota metropolitan yang tidak pernah ada waktu istirahat malamnya hehehe.
"Perempatan kita belok kanan Wo, kita lihat toko Gemezzz malam ini, siapa tau ada yang aneh-aneh disana Wo hehehe"
Mobil akan membelok ke kanan pada perempatan yang cukup sepi, lampu trafic light tiba-tiba menyala merah, keadaan sepi hanya ada mobil ini saja yang berhenti di perempatan ini.
Akhirnya lampu hijau pun nyala setelah menunggu beberapa detik yang mencekam karena suasana yang sepi disekitar sini.
Mobil meluncur ke arah toko Gemezzz, yang letaknya tidak seberapa jauh lagi dari bangjo atau lampu abang ijo, yang masih saja nyala pada jam segini. Harusnya kan pada jam segini yang nyala cukup kuning kelap kelip aja kan.
__ADS_1
Toko Gemezzz tempat awal kami bermasalah ada di depan kami , toko yang tertutup, gelap dan kotor itu masih nampak angkuh seakan menantang kami untuk menyibak misteri yang sedang kami alami ini.
"Tancap gas wis Wo, gak ada apa-apa di toko itu" suruhku kepada Glewo yang biasanya ngawur kalau mengendarai mobil
Sudah dua puluh menit perjalanan kami, kami sudah melewati kota Krn, mobil terus dikebut Glewo hingga menginjak sby pada pukul 23.45.
Aku meminjam ponsel milik Glewo, kemudian kutelpon mas Eko untuk memastikan dimana nanti kita akan ketemu. Aku nyalakan speaker phone agar semua bisa dengar apa yang kubicarakan dengan Eko
"Asalamualaikum mas Eko"
"Waalaikum salam mas" balas Eko dengan suara pelan
"Gimana mas, kita akan ketemu dimana mas, saya sudah sampai di dekat pasar Wnkrm ini mas, sampeyan ada dimana mas"
"Oh gitu, kalau begitu kita ketemuan di depan tempat saya kerja saja mas, karena ada yang mau saja tunjukan kepada kalian heheheh" kata suara Eko
"Wo, kita langsung saja ke tempat kerja Eko, karena dia akan menunjukan sesuatu kepada kita tadi katanya kan”
“Waduh hehehehe, tengah malem kita ke tempat gituan Gel hehehehe mending aku turu bantalan gobes nang pasar ae Gel hehehe”
“Sudahlah Wo, kita coba kesana saja dulu, nanti gimana–gimana baru kita bahas selanjutnya saja, karena kita tidak tau apa yang akan ditunjukan oleh Eko disana Wo”
Mobil diarahkan ke tempat Eko kerja, yang juga bekas tempat Totok kerja juga, memang disana itu ngeri juga karena banyak titipan mayat dari agama tertentu untuk menunggu kapan mayat itu dibakar tau dimakamkan.
Tempat kerja Eko tinggal beberapa puluh meter didepan kami. Keadaan sekitar sini begitu sepi, hanya ada beberapa orang yang sedang cangkruk di pinggir jalan saja.
“Wo, parkirkan mobil di seberang tempat kerja Eko saja, nanti biar dia aku suruh untuk datang di seberang jalan sini”
Dari seberang jalan, kulihat bekas tempat kerja Totok dan kubayangkan apa yang ada di sana hehehehe, cukup mengerikan juga kalau dibayangkan kayak gini.
“Halo mas eko, iya mas, saya sudah ada di depan tempat kerja sampeyan mas. Ok mas, kami tunggu disini mas . iya” kumatikan telephone setelah kukabari bahwa kami sudah ada diseberang tempat dia kerja.
“Kata Eko kita disuruh tunggu disini, dia sekarang sedang jaga malam disitu , dan nanti abahnya akan datang ke situ, jadi kita ketemuan sama abahnya di situ saja. Karena abahnya akan menunjukan sesuatu ke kita. Kata Eko”
__ADS_1