
Pak Tembol membuka pintu rumah, dia berjalan keluar dengan berani hingga di teras rumah pak Tembol berhenti. Dia menatap Totok yang berwajah gosong itu dengan penuh kesabaran.
Aku berusaha untuk mendengarkan dan melihat apa yang akan dibicarakan oleh pak Tembol dan Totok, tapi untungnya kaca dan pintu rumah ini tidak tebal, sehingga aku mungkin masih bisa mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh mereka berdua.
“Apa maumu Rochman, kenapa kamu selalu berbuat yang tidak menyenangkan?. Berarti benar kata mbok Painah ibu dari Marwoto tentang kamu waktu kita ada di rumah pinggir hutan itu, ketika mbok Painah menasihati kamu” ujar pak Tembol dengan suara pelan
Totok atau yang dipanggil Rochman itu diam, dia hanya melihat tajam ke arah pak Tembol yang berdiri sedirian di teras rumah.
“Serahkan ketiga perempuan itu, dan kalian akan kulepaskan hahahaha!” wuiiih suara yang serak dan menakutkan keluar dari kerongkongan Totok
“Untuk apa dan apa perlumu dengan ketiga perempuan teman kami itu?” tanya pak Tembol
“Serahkan atau kalian mati semua arrrhhgggg!” suara Totok begitu mengerikan seperti suara ribuan arwah dari masa lalu yang sudah lama mati dan hidup kembali
“Kamu yang akan mati dua kali Rochman. Kamu memang penghianat, tidak salah apabila mbok Painah pernah memperingatkan kamu agar kamu menjadi pribadi yang tidak berkhianat” kata pak Tembol lagi
“Jangan banyak bicara Temboool, serahkan atau rumah ini akan hancur termasuk yang ada di dalam sana hahahaha” kata Rochman yang kemudian hiang dari hadapan kami
Tepat ketika Totok atau Rochman itu hilang, tiba-tiba pepohonan di sekitar rumah mbahnya Dogel mulai bergoyang, dari pelan kemudian bertambah kencang. Pak Tembol segera masuk ke dalam rumah untuk berlindung dari angin yang semakin keras.
“Banyak berdoa anak-anak, Totok mulai memamerkan kesaktianya” kata pak Tembol kepada kami
Angin yang awalnya hanya pelan iu perlahan lahan menjadi kencang menyerupai badai, rumah ini bergetar hebat tetapi kami yang ada di dalam rumah, tidak merasakan apa-apa, termasuk mbak Bashi yang hanya diam saja di atas meja ruang tamu.
Keadaan di luar yang merupakan hutan dan kuburan mulai porak poranda, pohon-pohon kecil tercabut dari tanah, nisan-nisan berterbangan bahkan ada beberapa kain kafan yang sudah kosong ikut terbang bersama dengan tanah kuburan yang terbelah.
Angin kencang itu mulai bermuatan asap dan kabut putih. Asap putih mulai memenuhi area di luar rumah mbah putinya Dogel. Kemudian yang mengerikan itu adalah asap-asap itu perlahan-lahan berbentuk…, membentuk menjadi pocong yang melayang-layang.
Puluhan pocong berputar putar di sekitaran rumah ini, tapi tidak ada satupun yang berhasil masuk ke dalam area rumah. Pocong-pocong yang tadi melayang-layang itu kemudian diam dan berjajar di depan pagar rumah.
Pocong dengan aneka kafan yang kumal dan sebagian sudah robek-robek itu berdiri dengan pandangan lurus ke arah rumah. Mereka berjajar di depan pagar rumah ini, keliatanya mereka akan melakukan sesuatu dengan rumah ini.
Ternyata benar perkiraanku, mereka kemudian membuka mulutnya yang mengeluarkan asap itu. Cairan hitam yang keluar dari mulut pocong itu meleleh hingga kain kafan yang sudah kumal itu semakin gak karuan warnanya.
__ADS_1
Ternyata tidak hanya melehkan cairan yang konon bisa membuat kulit dan tulang meleleh. Ternyata para poci iu mulai meludahi rumah ini, mereka meludahi rumah ini dengan cairan hitam yang keluar dari mulutnya.
Tetapi tetap saja cairan ludah itu tidak ada yang sampai ke halaman rumah. Cairan itu hanya sampai di pagar depan saja dan kemudian hilang menjadi asap.
“Pocong-pocong itu tidak patah semangat, mereka terus menerus meludahi rumah ini hingga cairan hitam yang berasal dari mulut poci itu habis.
Anehnya setelah cairan hitam itu habis, kemudian datang lagi poci yang menggantikan poci yang sudah kehabisan cairan, dan acara meludah pun berlanjut hingga poci kloter kedua itu kehabisan cairan dan diganti dengan poci kloter ketiga dan seterusnya hehehe.
“Bosen rek rasanya liat poci tu hanya bisa meludah dan meludah rek, ayo kita habisi saja mereka biar tidak kembali lagi kesini” kata Blewah
“Ayo kita sudahi saja rek, ayo Gel siapkan sapumu, ini Mirah sudah siap juga untuk menyudahi rek” kata Blewah yang mulai ngawur
“Jangan mas Blewah, kita tidak tau akibatnya apabila kita mulai menyerang dari dalam rumah, saya takut kalau pertahanan yang dibuat oleh mbah putrinya mas Dogel akan melemah apabila kita lakukan penyerangan dari dalam rumah nak” kata pak Tembol
“Kok bisa pak Tembol menganggap demikian pak” tanya Blewah
“Karena yang menyerang itu hanya kawanan pocong yang tidak ada artinya mas, kekuatan Totok yang sebenarnya belum kelihatan. Dia memang sengaja memancing kemarahan kita dengan umpan pocong-pocong jelek ini” jelas pak Tembol
“Agar kalian berinteraksi degan menyerang pocong pocong itu, sehingga pertahanan rumah ini perlahan-lahan akan menghilang, jadi ada baiknya tetap ada disini saja nak” jelas pak Tembol
Angin kencang sudah berhenti dan penampakan pocong itu sudah tidak nampak lagi, tapi penampakan hutan dan kuburan kuno itu masih ada. Keadaan sekarang menjadi sunyi senyap tidak ada angin atau apapun yang muncul di depan rumah.
“Awas anak-anak, perhatikan yang ada di luar itu, Rochman atau Totok akan mulai dengan babak keduanya, dan pastinya babak kedua ini akan ada suatu kejutan untuk kita anak-anak” kata pak Tembol dengan suara yang cemas
“Totok sedang berusaha mencari cara untuk bisa masuk ke rumah ini, tetapi hingga sekarang dia belum bisa masuk, jadi kalian waspada hingga subuh datang. Eh nak Petro, sekarang sudah pukul berapa?” tanya pak tembol
“Sudah jam 03.15 pak, bagaimana pak, apakah masih lama dengan hadirnya Totok lagi pak?” aku mulai bosan dengan keadaan yang ndak asik ini, siapa tahu yang berikutnya lebih menakutkan lagi hiihihi
“Tidak nak, sebentar lagi keliatanya dia akan datang lagi nak, jadi tetap berdoa dan bertahan di dalam rumah ini nak” jawab pak Tembol
Tiba tiba keanehan terjadi, mbak Bashi yang tadinya hanya diam kemudian turun dari meja ruang tamu, dia menuju ke pintu ruang tamu, kemudian kedua kaki depannya digesek-gesekan di pintu depan, seolah olah dia berkata kalau dia minta dibukakan pintu.
Beberapa kali mbak Bashi menggesek-gesekan kaki depannya ke pintu rumah. Dan tidak ada yang memperhatikan kecuali aku. Kemudian aku berkata kepada Dogel
__ADS_1
“Gel, liaten itu kucingmu itu Gel, kenapa di menggesek-gesekan kaki depanya ke pintu ruang tamu, apakah dia minta keluar ta Gel?”
Dogel melihat tingkah mbak Bashi, kemudian dia menggendong kucing hitam itu.
“Pak Tembol mbak Bashi minta keluar pak, gimana ini?. Apakah dia memang akan melawan yang ada di luar itu pak?” tanya Dogel
“Iya nak Dogel apakah dia memang ingin keluar untuk melawan yang ada diluar itu kan nak?” kata pak Tembol dengan suara yang ragu
“Jangan dikeluarkan pak, biar digendong sama Dogel saja pak” Kata Blewah yang ada di sekitar meja makan
Keadaan diluar tetap gelap gulita dan hanya menampakan hutan dan kuburan kuno saja, hingga beberapa lama tetap seperti itu, dan sekarang ditambah dengan hawa yang semakin dingin.
“Sekarang sudah jam berapa nak Petro?” tanya pak Tembol yang mulia terlihat kedinginan
“Sudah pukul 04.30 pak, harusnya sudah ada adzan subuh pak, tapi disini yang ada hanya gelap, dan kuburan kuno yang di tengah hutan saja pak. Ditambah udara dan hawa yang semakin dingin pak” jawabku
"Ditambah lagi sekarang di luar mulai muncul kabut pak, tapi yang ini kayaknya kabut betulan pak, bukan kabut poci yang seperti tadi itu pak"
“Apa yang dilakukan oleh Rochman ini, dia tidak menyerang kita dengan serangan seperti biasanya, tetapi dia mengurung kita di rumah ini dalam kegelapan dan di lingkungan kuburan kuno dan hutan” kata pak Tembol
“Dia tidak bisa melawan rumah ini sepertinya pak, sehingga dia mengambil jalan pintas dengan mengurung rumah dan isinya di dalam hutan dan kuburan kuno ini, dan dia juga mulai menyiksa kita dengan keadaaan dingin seperti ini pak” tambah Winna
“Sekarang sudah pukul 05.00 pak. Lebih baik kita sholat subuh dulu saja meskipun diluar masih terlihat gelap, dan saya yakin kita sedang dikurung Totok dalam suatu dimensi waktu atau bisa juga yang ada di depan itu hanya visual kita saja nak” kata pak Tembol
Temperature semakin dingin, tiga anak perempuan sampai mengambil jaket mereka karena suhu udara semakin turun di rumah ini, mbak Bashipun makin minta duduk diantara kami karena suhu udara yang semakin rendah.
Pukul 05.30. Harusnya jam segini ini sudah mulai muncul sinar matahari, dan harusnya sudah banyak suara ibu-ibu yang berjalan di depan rumah untuk menuju ke pasar atau mengantar anaknya ke sekolah, tapi yang ada di depan sana hanya hutan dan kuburan serta kabut yang mulai semakin menebal.
“Apa yang bisa kita lakukan pak, kayaknya memang Totok menginginkan hal seperti ini, dia tidak bisa masuk ke rumah, akhirnya dia mengurung kita agar kita tidak bisa keluar dari rumah pak” kata Dogel
“Iya saya tau nak, ini memang strategi dia, saya semakin yakin kalau dia memang menginginkan kita keluar dari sini dan menyerah kepada Totok. Jadi jelas, pertahanan rumah ini akan melemah apabila ada salah satu dari kita yang keluar dan manembus hutan itu” kata pak Tembol
“Jadi satu-stunya jalan adalah bertahan. Agar kalian tau nak, untuk mewujudkan hal seperti ini membutuhkan energi yang tidak kecil nak, dia akan menguras energinya agar bisa mengurung kita dan mengubah suhu udara menjadi sedingin ini” lanjut pak Tembol
__ADS_1
Pukul 05.45 keadaan semakin menggigil disini, kabut di luar semankin tebal sehingga hutan sudah semakin tidak terlihat, disini dinginnya seperti dalam kulkas dua pintu hehehe, tapi kami tetap bertahan hingga Totok kehabisan energi seperti yang tadi pak tembol katakan itu.