INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 142 (MEREKA ADA DI MANA-MANA)


__ADS_3

Celana panjang yang dipotong sebatas dengkul motif doreng dan juga seonggok syempak yang banyak lubang disana sininya tergeletak pasrah di tanah becek. Aku memeriksa celana itu, siapa tau ada tanda pengenalnya.


“Rek ada dompet di saku belakangnya. Coba kita lihat rek” aku mengambil dompet yang terlihat tebal juga ukuranya. Pasti banyak duitnya kalau dompet tebal kayak gini ini.


Ketika kubuka dompet itu, ternyata isinya hanya kertas yang sebagian besar sudah hancur terkena air dari tanah yang becek ini


“Janchook isine surat gaden kabeh rek wakakakak”  teriak Petro setelah mengambil beberapa kertas dan memeriksanya


“Tro ini ada KTP dan SIM nya juga” kataku


Ternyata KTP itu tertulis nama Gilang Ramadhani.. dan beralamat di Yogyakarta.


“Rek, ce..celana ini milik teman kita Gilank, dia kan juga masuk dalam Sutopo kingdom. Kita sudah menemukan satu petunjuk. Apa yang harus kita lakukan sekarang rek?”


“Ndak tau aku Wah, aku juga bingung, kalau ada celana dan syempak. Lalu dimana mayatnya? Apakah sebelum mati dia sempat membuka celananya dulu? Atau jangan-jangan ada orang jahat yang suka lihat laki-laki tanpa celana hehehe” kata Dogel


“Aku ngerti anak itu Wah, dia kan yang dari Jogja yang rambutnya gondrong tapi kriting nggilani itu kan, yang tubuhnya penuh tattoo itu kan” kata Ngot


“Iya Ngot yang itu orangya” jawab Petro


“Tapi kalau memang dia mati, kenapa mayatnya ndak ada di sekitar sini, apakah mayat dia sudah di makan hewan buas disini?” tanya Dogel


“Nek menurutku disini ndak ada hewan buasnya Gel, wong ini lho bukan hutan sing sangar c*k, paling juga adanya monyet ae rek”


“Oklah kita simpulkan saja kalau mayatnya mungkin ada di terowongan yang sebelah kiri itu, gimana?”


“Kalau mayat Gilank ada disana, lalu yang bawa kesana siapa? Jarak dari sini ke saja iku gak deket lho yo” Timpal Ngot


“Jadi mayat-mayat teman kita ditelanjangi, kemudian ditaruh di terowongan yang ada di sebelah kiri itu gitu? Terus disana kemudian disetubuhi gitu” kata lagi Dogel


“Gel utekmu kalau gini kok kacau gitu sih, omonganmu gak karuan c*k” timpal Petro


“Sudahlah gak usah menghayal, kita cari terus saja keberadan mayat teman-teman kita yang hilang itu rek, gak usah menghayal kalau ada yang bawa mayat itu ke terowongan kiri itu rek” kata Petro


“Gini mas, yang ada di terowongan sebelah kiri itu bukan mayat dari teman kalian, tetapi itu berasal dari tempat lain yang memang sengaja ditampung disitu untuk sebuah alasan yang kita tidak tau” kata Indah


“Lha iki ada lagi opini dari Indah, terus yang bawa kesana siapa Ndah? Sampek bisa segitu banyaknya dan semengerikan kayak gitu Ndah” jawab Dogel


“Mas Dogel,yang namanya ghaib itu ndak bisa dipikri pakek akal sehat mas. Meskipun kamu gilapu juga ndak akan bisa berpikir tentang ghaib” balas Indah

__ADS_1


“Lebih kita segera naik ke atas saja sebelum hari gelap rek, aku yakin kalau sudah hari gelap disini akan mengerikan sekali” kata Ngot


“Bentar rek, aku baru ingat” kata Dogel


“Mayat perempuan tua yang memakai kaos partai yang kita temui di terowongan, aku pernah bertemu dengan dia. Dia adalah nenek-nenek yang pernah ditemui Totok, nenek yang warungnya ada di tepi jurang sebelum rumah putih” kata Dogel


“Kamu waktu sama Totok itu kan belum ada sebulan kan Gel, tapi mayat yang kita temukan itu keadaanya seperti sudah mati bertahun tahun, dan yang kita lihat tadi itu kan sudah kayak mumi, sudah mengeras dan tidak bau busuk lagi” tambah Petro


“Nah itulah mas, makanya Indah kan sudah bilang, kita tidak berurusan dengan mahluk kasat mata yang bisa dengan mudah ditebak dan diperkirakan. Kita sedang berurusan dengan mahluk tak kasat mata, dimana semua hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin dengan adanya mereka mas” timpal Indah


“Sekarang apa yang akan kita lakukan rek, apakah kita akan ke atas dan ke vila putih itu atau gimana, kerena kalau kita ke atas, maka tujuan kita jelas ke vila putih rek” kata Dogel


“Semua bisa saja terjadi Gel, bisa saja kita juga ke vila putih lagi untuk mendapatkan petunjuk berikutnya, bisa saja kita ke tempat lain juga, bisa saja kita akan menemukan jalan tembus ke hotel Waji juga, semua kemungkinan itu bisa saja terjadi rek”


“Memang tujuan awal kita kan Totok dan semua yang ada di hotel Waji, tetapi dengan kemajuan dan berjalannya waktu pelan-pelan kita diarahkan ke sini untuk membantu teman kita yang hilang kan. Dan akhirnya kita mendapat satu petunjuk ini”  tunjukku ke calana dan syempak milik Gilank


“Ingat untuk mendapatkan hasil terbaik kita harus mengikuti petunjuk yang akan kita temui selama perjalanan ke atas rek, kita ndak tau akan menemukan apa saja selama perjalanan ini kan” tambah Petro


“Ayo lanjut jalan ke atas rek, mbak Bashi dari tadi ngeong-ngeong terus iki, mungkin dia ingin kasih tau kita kalau kita harus segera pergi dari sini” kata Petro yang masih menggendong mbak Bashi


Kami lanjutkan perjalanan menuju ke arah atas, kami hanya ingin berada di atas sebelum keadaan menjadi gelap. Karena aku bisa perkirakan kalau disini sangat mengerikan apabila malam mulai datang heheheh.


Sementara itu mbak Bashi terlihat semakin gelisah dengan kedaan kami disini, dia beberapa kali mengeong sambil melihat ke arah belakang.


“Ngot masih jauh kah kita dari jalan di atas?” tanya Dogel yang sudah mulai tidak aneh-aneh lagi


“Sik lumayan lah,pokoknya kalian harus focus jalan rek, karena permukaan jalan ini samakin menanjak dan semakin sulit. Tapi nek bagiku sih gampang, aku kan ngawang rek hahahahah” jawab Ngot


Kami jalan terus tanpa bicara sama sekali, kami fokus berjalan secepat mungkin hingga sampai di atas sebelum hari gelap. Sementara itu mbak Bashi yang dari tadi selalu mengeong itu sekarang dalam keadaan waspada.


Kepala mbak Bashi lurus melihat kedepan, sementara itu telinganya berdiri tegak seolah olah dia sedang berusaha mendengarkan sesuatu di kejauhan.


Kami menambah kecepatan jalan agar sesegera mungkin bisa sampai di atas, tetapi ada yang aneh disini, aku bisa meraskan ada yang ndak beres di sini.


“Stop dulu rek, ada yang ndak beres disini,apa kalian ndak merasa ada yang ndak beres disini?”


“Yang ndak beres itu aku, rasanya capek sekali” jawab Dogel


“Bukan itu, rasanya kita sedang dipermainkan disini rek, dari tadi kita muter-muter disini terus. Itu ada pohon yang dahannya terbelah, selama tadi kita jalan, selalu pada akhirnya yang muncul ya pohon yang berdahan putus itu lagi rek”

__ADS_1


“Jadi kita ada disini sini saja dari tadi. Ngot, mosok kamu ndak terasa, kamu kan masuk golongan demit C*k?”


“Nggak Wah, masio aku demit tapi ya ndak terasa apa-apa lho. Mosok kita dipermainkan rek, padahal tadi aku sudah minta ijin sama yang berkuasa disini lho rek” kata Ngot.


“Sekarang jam berapa Tro?”


“17.50, Kalau di Mjkt jam segini sudah menjelang maghrib iki” jawab Petro dengan suara pelan dan tegang


“Mereka yang ada disini keliatanya ndak mau kita keluar dari sini, makanya kita disesatkan disini sini sini saja” kata Petro lagi


“Ayo kita berdoa, kalau kayak gini carane ya hanya pertolongan Allah saja yang akan menyelamatkan kita, aku ndak paham kenapa sampai kita ndak dibolehkan keluar dari sini, apakah mereka mau menunjukan sesuatu kepada kita?” gumam Petro


“Mas, hati-hati mas, Mirah merasa sebentar lagi banyak sesuatu yang akan kesini mas. Banyak-banyak berdoa dan sekarang waktunya kalian lihat apa yang bisa dilakukan oleh apa yang ada didalam tubuh kalian mas” kata Sumirah


“Iya Mirah, sudah mulai banyak yang berdatangan ini, dari segala arah mereka datang, kalian harus siap-siap mas” kata Indah


“Pukul 18.10. kita sudah ada di pergantian antara sore dan malam”Kata Petro pelan


Suara-suara berdengung seperti ribuan lebah yang terbang mulai terdengar, suara itu perlahan lahan semakin keras dan semakin jelas. Itu bukan suara lebah, melainkan suara manusia yang saling berbicara satu sama lain.


“Mbak Bashi jangan sampai lepas Tro, aku takut kalau dia lepas dia akan lari ke hutan” bisiku kepada Petro yang ada di sebelahku


Suara menggeram dan mendesis dari kucing hitam itu mulai terdengar, sesekali dia mendesis kemudian dilanjutkan menggeram lagi. Kucing itu sepertinya paham apa yang sedang dia hadapai disini.


“Gel, kamu diantara aku dan Petro saja, jangan terlalu jauh” bisiku kepada Dogel diantara suara ribuan orang yang sedang  berbicara ndak jelas


Indah dan Ngot yang note bene juga Demit pun mulai merasa gelisah, mereka menoleh ke segala arah seolah olah ada sesuatu yang mereka lihat sedang berlarian kesana kemari.


“Mas, siap-siap mas mereka mulai berdatangan, ratusan bahkan ribuan yang lapar mulai datang. Sebentar lagi kalian pasti juga akan bisa lihat mas” kata Indah dengam cemas


Ternyata benar juga kata Indah, disini ada ribuan mahluk halus yang mulai memamerkan wajahnya di hadapan kami. Demit-demit berbentuk aneh yang sebagian besar bertubuh manusia namun dengan anggota tubuh tidak lengkap itu mulai berggerombol di depan kami.


“Tro, kamu bisa lihat apa yang aku lihat? Ingat di dalam tubuhmu sudah ada sesuatu yang bisa digunakan untuk melawan mereka”


“Gel, tolong pegang mbak Bashi ini, dan kamu tetap ada diantara kami Gel, dan ingat jangan lepas mbak Bashi apapun yang terjadi” kata Petro sambil menyerahkan mbak Bashi kepada Dogel


“Iyo Wah, aku juga bisa lihat mereka yang aneh-aneh. Tapi kenapa e kenapa mereka hanya bergerombol di depan kita saja, kenapa e kenapa mereka tidak segera menyerang kita? Aku sudah ndak tahan untuk menggunakan sapu ini” kata Petro


“Diantara yang kita lihat ini sama sekali tida kterlihat keberadaan teman kita yang hilang lho ya, yang ada disini ini murni setan yang menghuni di sekitar hutan ini saja” lanjut Petro

__ADS_1


Petro sudah siap dengan sapu ijuknya, sementara itu ribuan demit yang  ada di depan kami sekarang mulai bergerak liar kesana kemari dan mereka mengeluarkan suara berisik yang membuat telinga kami sakit.


__ADS_2