
Aku terbangun ketika Indah membangunkan aku di kamar depan, kemudian aku duduk di tempat tidur, sebelah kiriku ada Glewo yang sedang ngorok dengan suksesnya, kemudian dibawahku ada Blewah yang masih saja tidur dengan mata yang sedikit tebuka ngeri!
“Ayo mas ke belakang, tadi katanya Indah disuruh nggugah mas Agus, lha ini udah Indah gugah kok mas Agus cuman duduk aja di tempat tidur”
Aku menatap wajah Indah yang masih menerawang, aku perhatikan dengan detail , tenyata memang dia masih berupa hantu. Sialan berarti yang tadi itu hanyalah mimpi!
‘Ayo mas, cepet! Kok Cuma bengong aja sih mas Agus ini ,ayo Indah tunggu di kamar belakang mas”
Aku berjalan dengan malas menuju ke arah kamar belakang rumah, suasana di ruamg tamu tetap kayak sebelumnya , seluruh lampu di rumah ini aku nyalakan.
“Apa Ndah, apa yang mau kamu tunjukan ke aku?” Tanyaku kepada Indah sambil berdiri di depan kamar belakang
Rasane muales setelah aku sadar kalau yang tadi itu Cuma mimpi aja, tapi ndak tau lagi Indah mau tunjukin apa ke aku, apa dia nanti minta diambilkan gelung mbah ku juga?
“Sini masuk sini mas, duduk di sebelah Indah mas” panggil Indah kepadaku
Asiiikk , pasti setelah ini dia minta diambilkan gelungnya mbah putri, dia akan jadi manusia seperti yang ada di dalam mimpiku..asiiik.
Aku masuk ke dalam kamar belakang, kusibakan gorden yang hanya menutupi separuh pintu kamar ini , kemudian aku ambil posisi duduk di dipan sebelah Indah, sementara itu Indah hanya tersenyum sambil melihatku.
“Kamu kenapa tersenyum Ndah, kayak mau kasih kejutan... “Maas, aku hamiiil”... gitu ta Ndah”
"Muestiii ngawur mas Agus ini kalau ngomong"
Aku tambah penasaran dengan tingkah indah yang penuh misteri ini.
“Mas bisa masuk ke kamar mbah putri sebentar mas” pinta Indah dengan wajah mulai endel
Wah pasti dia minta diambilkan gelungnya mbah putri ini , dia pasti mau buktikan cara kerja gelung ini kepadaku, asik wis sudah mirip sama yang ada di dalam mmpiku ini.
“Nganu ya, hhmm kamu pasti minta diambilkan gelungkan Ndah, uhuk ehem”
“Kok gelung sih mas, Indah minta tolong lampu kamar mbah putri dinyalakan mas, tuh liat lampunya mati kan mas” kata Indah dengan santainya sambil menunjuk kamar mbah putriku
Wah sialan bener Indah iki, tiwas seneng rek tibake disuruh nyalakan lampu kamar tok.
Setelah dengan ogah-ogahan aku nyalakan lampu kamar mbahku, aku kembali duduk di dipan sebelah Indah yang masih saja menerawang wujudnya.
“Sekarang Indah mau ngomong sesuatu sama mas Agus, eehhmmm ..Indah..”
“Indah hamiiiil…?” potongku jengkel karena kelamaan ngomongnya
“Apaan sih mas Agus ini, kok Indah hamil sih. Kalau Indah hamil lagi ,ntar dibunuh sama mas Agus!” kata Indah dengan wajah yang purak-purak merajuk
__ADS_1
“Lantas kamu mau ngomong apa Ndah, ojok kesuen Ndah aku udah ngantuk ini Ndah”
“Diem dulu dong masss!....nanti aja tidurnya kalau Indah udah selesai ngomong”
“Ya yaaaa, tak tunggu sampek kamu ngomong Ndah, jadi bingung sama kamu ini Ndah, mau ngomong apa sih kok pakek rahasia-rahasiaan segala”
“Mas Agus, kalok seumpama Indah berwujud nyata mas Agus suka ndak?”
“Ya suka lah , kamu jadinya ndak nakutin aku Ndah, aku bisa ngajak kamu jalan-jalan , ngajak kamu beduaan di pinggir rel kereta api, ngajak kamu cari keong disawah belakang ,ngajak kamu ke masjid, ngajak kamu uklik uklik yang paling penting hehehe”
“Cuma itu aja mas, ya males mas, enakan jadi hantu aja kayak gini dari pada cuman diajak kayak gitu mas”
“Yawis nanti aku hamili kamu Ndah, gimana hehehe”
“Ahhh apa sih mas, malas aaah!. Enakan jadi hantu aja wis, ndak mikir apa apa!”
“Sekarang kita masuk ke topic utama aja mas, jangan berpikiran kalau Indah bisa jadi wujud nyata dulu aja mas “
“Yaaa wiss, apa topik utamanya Ndah kok kamu sampek pingin ketemu aku malam-malem gini Ndah”
“Itu mas, “ Indah menunjuk ke sebuah peti kotak besar yang mungkin ada pada jaman penjajahan.
Sebuah peti kotak milik mbah kakung yang biasana digunakan untuk menyimpan barang pribadi mbah kakung yang mempunyai riwayat tersediri.
“Peti besar itu isinya barang peninggalan mbah kakung Ndah, kata mbah putri waktu dulu aku pernah tanya apa isi peti itu”
“Memangnya kenapa Ndah, apa ada sesuatu dengan peti itu Ndah?”
“Banyak maghluk halus yang pingin masuk ke dalamnya mas, mereka berlomba-lomba ingin membuka gembok ghaib peti itu”
“Indah kan udah dua hari ini tinggal disini mas, kalau malam gini mereka pada gantian pingin mencongkel peti ini mas, tapi gembok ghaib dan sesuatu yang mirip pelapis segel
peti itu tidak bisa dibuka oleh mereka mas”
“Ndah sik sik, kamu ini kok aneh ya, sekarang kamu bisa berwujud utuh kayak manusia kayak waktu kita ketemu di bus, tapi kadang kamu hanya memerawang , kadang juga kamu hanya berupa bayangan saja, kok bisa gitu sih Ndah?”
“Semua itu kan tergantung dari energy yang ada di dalam tubuh Indah dan juga tegantung dari mood Indah mas, kalau Indah lagi malas olah energy, yang muncul hanya bayangan aja mas”
“Gini aja Ndah, soal peti ini biarlah dulu, mbah Putri kan belum suruh aku untuk membuka isi peti itu ndah, takutnya kalau kupaksa buka nanti malah ada sesuatu yang akan terjadi”
“Lha kalau menurutmu isi peti itu apa Ndah, apa ada sesuatunya didalam sana Ndah?”
“Indah ndak bisa liat mas, tetapi isi peti ini menarik perhatian mahluk halus yang ada disini , termasuk Indah. Yau dah mas, nunggu mbah putri nyuruh mbuka peti itu aja mas,
__ADS_1
biar ndak salah nantinya”
“Oh iya. Mas agus sampai sekarang apa belum bisa liat barang ghoib? Kan pemberian mbah udah masuk ke utubuh mas Agus, wong tiap mas Agus jalan aja demit-demit pada pergi menyingkir dan sembunyi kok “
“Ndak tau Ndah, aku belum bisa liat apa-apa ini, tapi kadang bisa liat bayangn mereka yang melayang menjauh dari aku, kadang aku ndak bisa liat apa-apa”
“Udahkah Cuma itu aja yang mau kamu bahas dengan membangunkan ku tengah malam gini Ndah, yakin ndak ada hal lain yang mau kamu bicarakan?”
Aku sebenarnya agak jengkel, karena tidak ada hal penting yang mau dibicakan, ternyata hanya membahas sebuah peti besar yang penuh misteri itu aja.
“Adaaa mas! Sebenarnya adaaa, tapi mas Agus ndak peka sama Indah. Indah jadinya malas, dah sana mas Agus tidur lagi sana”
Wah dia membaca pikiranku lagi , sialan bener Indah ini, apa yang aku pikirkan selalu dia bisa tau, kalau kayak gini gak akan tenang aku, iso gawat iki.
“Kenapa mas, Bingung sama Indah ya, iya lah kan Indah bisa baca pikiran mas Agus, Indah bisa tau apa yang mas Agus pikirkan, bahkan Indah tau apa yang tadi mas Agus mimpikan hihihi”
“Lhoo he, kok gitu se Ndah, kamu kok masuk ke mimpiku segala se, kamu jangan gitu too”
“Tapi mas Agus tadi suka kan sama mimpinya mas Agus hehehe, coba gimanaaa kalau itu menjadi kenyataan ya, apa ndak heboooh kalian mas hihihii”
“C*k Semprol Indah iki” kutinggal Indah menuju ke arah kamar
“Mas jangan pergi dulu, ada sesuatu yang mau Indah tunjukin kepada mas Agus, ini penting lho mas” kata Indah sambil memegang lenganku meskipun yang kurasakan hanya hawa yang amat dingin seperti es
“Ono opo maneh sih Ndah, kamu ini ndak capek ta ngerjain aku kayak gini ini”
“Mas Agus tolong masuk ke kamar mbah putri lagi mas, ada yang mau ketemu sama mas Agus disana mas” kata Indah dengan wajah yang serius
“Ya…aku tak kesana, paling juga mbah putri yang pingin ketemu aku lagi kan Ndah” aku berjalan
dengan malas menuju ke kamar mbahku yang sekarang lampunya sudah nyala
Kubuk pintu kamar mbahku , aku berjalan masuk ke dalam kamar mbahku yang kemarin sempat membuat aku ketakutan ketika mbahku ingin bicara dengan ku.
“Gel…” sebuah panggilan dari dalam kamar ini, tetapi aku ndak bisa liat wujud yang dari yang memanggilku
Tapi aku rasanya kenal baik dengan suara ini, apalagi dia memanggilku dengan sebutan Gel, bukan dengan sebutan Agus.
Ini suara Ngot atau Hot, tetapi dimana dia berada, kenapa dia ada disini, bukannya dia sudah mati dibunuh oleh suruhan orang kaya raya.
“Gel iki aku Gel, aku belum bisa nampakan wujudku Gel”
“Ngot? Kamu Ngot kah?” aku berusaha mencari asal suara itu,
__ADS_1
“Aku di depanku Gel, wis gak usah mbok cari posisiku Gel, percuma soale aku baru bisa belajar ngomong, belum bisa belajar menamakan wujudnya, aku bisa gini aja karena diajari Indah Gel"