INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 147 (SUARA RIBUT)


__ADS_3

Indah dan Ngot sampai sekarang belum juga menampakkan batang hidungnya, apakah ada sesuatu yang terjadi dengan mereka berdua atau bagaimana. Atau apakah mereka masuk ke kamar yang pintunya sedang terbuka itu?


“Gel, ini sudah hampir siang, tapi mereka belum juga muncul, apa kita ndak perlu cari mereka?”


“Ndak usah Tro, mereka itu kan mahluk tak kasat mata. Mestinya ya bisa jaga diri lah. Mereka pergi dari sini pasti ada alasannya lah Tro, gak mungkin mereka begitu saja pergi kalau ndak ada alasannya” jawab Dogel


“Wah, awakmu sudah selesai dengan MIrah belum, nek sudah ayo sini kita diskusi untuk cari Indah dan Ngot”


“Gak usah dicari, mereka ada di sby rek, lagi sama abah Fuad, kita diam saja disini, dan ojok sekali-kali masuk ke kamar yang ada disini” jawab Blewah


“Kok awakmu tau kelau mereka sedang ada di tempat abah Fuad?”


“Wong Indah bilang ke Mirah kok mas” Jawab Blewah tapi dengan versi Mirah


“Ealah, ngono kok yo ndak bilang aku dari tadi Wah, tiwas aku bingung sama keadaan mereka. Lha mereka berdua ke tempat abah Fuad ada masalah apa?”


“Tadi malam waktu kalian tidur, di kamar depan itu banyak penampakan bahkan di ruang tamu itu juga, kemudian di dapur, dan penampakan itu juga masuk ke kamar mandi, eh bukan penampakan sebenarnya sih, tapi proyeksi” jawab Mirah melalui Blewah


“Makanya akhirnya diputuskan untuk ke abah Fuad, karena menurut Indah, sekarang sedang terjadi aksi unjuk kekuatan yang mengakibatkan banyak mahluk ghaib yang kegerahan. Kekuatan yang luar biasa sampai-sampai Indah dan Ngot merasa kepanasan” kata Blewah


“Dan karena keadaan itu, akhirnya mereka putuskan balik ke sby dan menemui abah Fuad” Lanjut Blewah yang masih dalam pengaruh Mirah


“Lha terus apa yang akan kita lakukan disini, apa ndak bahaya bagi kita Wah” tanya Dogel


“Heheheh ndak tau mas Gel, wong mereka berdua lho ndak bilang apa-apa ke mirah  kok, mereka cuma bilang gitu kemudian mereka segera pergi dari sini. Gitu tok mas” jawab Blewah lagi


“Ngene ae lah rek, kalau keadaan koyok gini, lebih baik kita pergi dari sini ae lah, dari pada ada apa-apa sama kita”


“Jangan kesusu Tro, kita lebih baik jangan tinggalkan sini, karena kita ndak tau apa yang terjadi dengan vila ini dan teman-teman kita yang hilang disini. Nek menurut perasaanku, sebenar lagi kita bisa ketemu sama teman-teman kita” jawab Blewah orisinil hihihi


“Kok bisa kamu ngira seperti itu Wah?”

__ADS_1


“Karena sekarang mereka sedang adu kekuatan, mereka yang ada di masa yang berbeda dengan kita sedang adu kekuatan di sekitar rumah ini, itu juga aku taunya dari MIrah” jawab Blewah


“Jadi sebentar lagi kata Mirah, kita bisa menemukan teman-teman kita. Itu menurut Mirah lho yo, berdasarkan besarnya kekuatan yang sekarang sedang diumbar di suatu masa” jawab Blewah


Ternyata apa yang dikatakan Blewah ada benarnya juga, aku saat ini merasakan sesuatu yang awalnya hangat, tetapi makin lama makin panas, apakah ini adalah kekuatan yang sedang mereka lepaskan, hingga bisa sampai kami rasakan disini?.


“Rasanya panas dan mual rek, apa kalian juga merasakan apa yang aku rasakan?”


“Iya Tro, kepalaku pusing sekali dan mual-mual, apa karena udara di sini makin panas ya?” tanya Dogel.


“Tenang rek, konsentrasi saja, sebentar lagi yang aneh-aneh disini akan selesai kok” kata Blewah


“Memangnya yang akan selesai itu apa Wah” tanya Dogel


“Sudah ndak udah banyak tanya, pokoknya rasakan saja yang ada disini, dan sebentar lagi semua akan Nampak. Yang ada disini akan kembali seperti sedia kala. Pokoknya semua akan selamatlah” kata Blewah sambil tersenyum


Hawa dan udara disini semakin panas, dan rasanya aku semakin sulit untuk bernafas, apakah udara disini semakin menipis dan habis?, tetapi apa mungkin hal ini disebabkan karena  teman-teman kami akan kembali dan muncul di vila ini?


Hawa disini semakin panas, aku semakin merasa sesak, apalagi ditambah aku mempunyai penyakit asma, semakin sesak dadaku. Ketika kulihat Dogel dan BLewah, keadaan mereka sama saja, mereka juga kegerahan dan kesulitan bernafas.


“Rek, hati-hati, banyak berdoa kalian rek, ini pesan dari Mirah yang sekarang sedang berusaha masuk ke alam yang membuat kekacauan Ini” kata Blewah


“Heeheheh asik rek, kalau petualangan koyok gini pasti asik, dari pada adem ayem wakakak” teriak Blewah kegirangan


Nafasku semakin sesak, aku tidak tau apa yang sedang terjadi disini, tetapi aku bisa merasakan akan munculnya sesuatu, karena udara dan hawa panas ini semakin meningkat dan semakin membuat gerah tubuhku.


“Wahahaha ayooo terusnoooo, terusno panasnya hahaha aseeeek!” teriak Blewah makin kegirangan


Ndak lama kemudian cahaya matahari yang tadinya bersinar terang masuk ke dalam vila, lambat laun mulai menjadi meredup dan akhirnya gelap, ndak tau gelap karena di luar dalam keadaan mendung atau gelap karena ada gerhana matahari hhihihii chroot.


Suara-suara bergemuruh pelan-pelan mulai terdengar seperti campuran antara suara geluduk/petir, suara angin dan suara air terjun. Pokoknya semua campur baur lah.

__ADS_1


“HEYYY KALIAN, CEPAT KELUAR DARI SANAA!” teriak Indah tiba-tiba muncul dari arah ruang tamu.


Indah dan Ngot ternyata muncul dari ruang tamu dan menyuruh kami untuk segera pergi dari sini.


“WAH!, GEL!, TRO!.... CEPAAAT PERGI DARI SINI, LEWAT RUANG TAMU SAJAAA!” teriak Ngot yang ada di ruang tamu kepada kami.


“Gel, Wah ayo lari, Gel jangan lupa mbak Bashi” aku lari terakhir sambil membawa sapu lidi yang mungkin akan berguna pada suatu waktu nanti.


Suara bergemuruh semakin lama semakin kencang disertai dengan udara panas yang semakin panas dan menyesakkan dada. Aku lari paling belakang tanpa menoleh ke belakang sama sekali.


Kedua temanku Blewah dan Dogel yang menggendong mbak Bashi sudah ada diluar, sedangkan aku masih di ruang tamu. Sementara udara semakin panas, hingga punggungku rasanya nyaris terbakar. Aku ndak tau ada apa disini, anehnya  perabot rumah dan lainya tidak ada yang terbakar.


Hanya aku dan kedua temanku saja yang merasa kepanasan, jadi kesimpulanku panas ini bukan dari api atau apapun, panas ini mungkin terjadi karena suatu gesekan hehehe, kalau sesuatu digesek maju mundur terus menerus kan panas dan lecet akhirnya. Duuh opo ae se utegku iki hihihi.


Aku sudah ada di pintu depan, dan memang benar di depan keadaannya sudah gelap koyok kalau mendung atau kalau tidak seperti senja menjelang malam.


Suara bergemuruh semakin kencang, tetapi tidak ada angin sama sekali disini, aku bingung antara harus ada di luar atau di dalam saja untuk melindungi diri dari angin kalaupun ada. Tetapi sayangnya, kedua temanku sudah ada di luar semua.


“Mas Petro cepat keluar mas, di dalam bahaya mas, karena akan ada pembukaan portal dimensi, Indah tadi baru dapat info dari beberapa demit yang merasa terganggu dengan aktifitas yang berasal dari masa lampau ini mas” kata Indah yang sekarang ada di sebelahku


“Terus kita harus ke mana Ndah, kalau keadaan disini kayak gini?” teriakku diantara deru suara yang sangat berisik ini


“Pokoknya keluar dari sana mas, keluar dari rumah itu sesegera mungkin, karena sebentar lagi ada yang akan terjadi disini mas. Cepaat!” teriak Indah


Aku lari keluar dari dalam rumah yang kata Indah sebentar lagi akan terjadi sesuatu. Ketika aku sudah ada di depan vila tepatnya ada di depan teras vila, tiba-tiba ada cahaya yang menyilaukan dari dalam vila.


Cahaya itu muncul disertai dengan suara menggelegar keras, pokoknya mirip geluduk tapi lebih keras lah, gitu aja pemaparanya, jadi sebangsa geluduk tapi lebih keras.


Kedua temanku saat ini ada di tengah taman, sedangkan aku ada di depan teras, sehingga aku bisa melihat apa yang terjadi di dalam vila.


Suara keras itu sudah reda, begitu pula cahaya yang menyilaukan, suasana di sini juga berangsur kembali normal. Tetapi ada yang mencurigakan di dalam vila.

__ADS_1


Aku kembali masuk ke dalam vila secara perlahan lahan karena curiga akan sesuatu yang ada di dalam vila, ternyata didalam vila ada seseorang, orang yang sudah berumur dan berwajah asing tetapi berkulit coklat dengan pakaian ala jaman kolonial.


Seseorang atau laki-laki berpakaian ala kolonial itu dalam keadaan pingsan di lantai ruang tamu.


__ADS_2