
Pagi hari yang cerah kami berempat ada di ruang tamu rumah, aku dan Glewo menceritakan apa yang terjadi di toko Gemezz milik Totok.
“Toko itu rasane ada yang janggal Gel, koyok ada yang perhatikan aku terus menerus Gel” kata Glewo
“Jelas lah, yang perhatikan kamu iku kan si Joy, alias Bejo, homo kekar brewokan dan bertato kan hehe”
“Janc*k Gel, aku serius iki rek, gak usah mbahas homo dulu lah , paling kamu ndak lama lagi lak jadi pacare Totok Gel heheheh”
“Serius ini Gel , patung –patung itu lho maksudku yang selalu liati aku Gel, sampek ku merasa ada yang sedang berdiri dibelakangku”
“Jadi kalian nanti malam kesana lagi ta rek” tanya Blewah penasaran
“Iyo Wah, kata Totok nanti malam pasti rame pembeli , mosok toko baru buka ae bisa rame pembeli sih, penasaran aku”
“Paling pakek penglaris itu Gel, kalau toko tanpa penglaris gak mugkin bisa langsung rame, Wah nanti malam ikut ke sana yok, kamu yang jaga parkir ae, nanti biar aku yang bilang ke Totok”
“Males Gel, buat apa juga jaga parkir disana, wong sepi kok tokone, jelas ndak mungkin laah toko baru buka kok bisa langsung rame” jawab Blewah
“Mas, Indah kok ndak bisa liat toko itu ya mas, dari tadi Indah berusaha melihat dengan mata batin kok toko itu samar aja mas, Indah ndak bisa liat apa-apa disana”
“Lha kan memang gitu Ndah, kamu aja ndak bisa lihat dimana Totok tinggal kan , ketoke kamu sudah di blokir sama Totok ndah hihihihi”
“Sekarang yang utama adalah kami mencari sosok jasadmu yang sampai sekarang masih belum tau dimna kan, untuk kasusmu in kan pelan pelan mulai terungkap jadi akan kami teruskan saja Ndah”
“Lha untuk Lagu kami yang sudah membunuh orang tak berdosa tetap akan kami cari, tetapi kami rasanya buntu harus mencari dari mana, karena untuk yang kasus lagu ini kami sama sekali tidak punya gambaran”
“Bener kamugel, aku setuju kalau kita kembangkan saja tentang masalahmu dengan pacarmu itu Nhah, sembari kami juga mencari apa yang harus kami lakukan dengan keadaan kami ya Gel”
“Aku curiga kalau lagu kita ini ada hubungannya dengan kamu Ndah, tapi aku ndak tau kenapa kamu kok sampai selalu datang ke orang yang selalu menyanyikan lagu kami Ndah” kata Blewah
“Perkara lagu kita buta rek, sama sekali tidak ada petunjuk. Lebih baik kita lanjutkan dengan Totok saja dulu, semoga setelah Totok selesai, kita dapat petunjuk tentang kasus bunuh diri ini Ndah.
“Terus terang rek, aku berharap banyak untuk dapat uang dari Totok, mugkin saja dia akan memberikan kita bayaran karena membantu dia mengurusi tokonya” kataku
Sampai detik ini aku belum membuka pakaian yang diberikan Totok, pakaian yang harus kami pakai ketika nanti malam kami bantu-bantu di toko Gemezzz.
“Wo, pakaian yang kemarin dikasih Totok itu apa sudah kamu buka?”
__ADS_1
“Belum Gel, coba ae dibuka sekarang, dicoba dulu aja, jadi seumpama ndak cukup ya ndak usah dipakek kan, kemarin kenapa kita ndak coba dulu ya waktu di toko si Totok” kata Glewo
Aku mengambil bungkusan yang belum aku buka tadi malam dan aku taruh di meja makan, sebuah bungkusan rapi berwarna pink yang senada dengan warna toko.
“Heheheh aku kok curiga sama warna baju ini rek, jangan-jangan warnanya pink juga rek hehehe, mosok ya harus kita pake juga Gel kalau warnanya pink Gel”
“Lha mau gimana lagi Wo hahaha, namanya juga nyambut gawe rek, kalau ada seragamnya mungkin yang di bungkusan ini seragamnya Wo”
Aku buka bungkusan kertas yang mirip kertas kado itu, ternyata bener dugaan Glewo, didalamnya ada satu stel kaos berkerah dan celana pendek yang lumayan pendek.
Kenapa aku bilan lumayan pendek, karena panjang celana ini hanya sebatas pangkal paha, wah jelas gak mungkinlah aku pakek celana pendek iki hahah.
“Coba kaosnya Wo,, coba pakeen dulu cukup ndak sama tubuh kita yang rata-rata agak gemuk berisi ini Wo” suruhku kepada Glewo
Ternyata benar juga apa yang aku takutkan, kaos berkerah ini model yang pres body, jelas ndak mungkin kita pakai lah, bisa gila kalau aku pakek satu stel pakaian aneh ini .
“Wis Gel, gak mungkin kita harus pakek pakaian ini Gel, aku ndak mau pakek Gel, kamu aja yang kesana pake baju ginian, aku tak dirumah aja lah”
Sore hari yang ditunggu tunggu tiba, kami berdua menuju ke tempat Totok , tetapi kami sama sekali tidak mau memakai pakaian seragam pemberian Totok, setelah maghrib kami berdua berangkat ke toko Gemezzz.
Tidak memerlukan waktu lama untuk sampai di toko Gemezzz karena arus lalu lintas yang cenderung tidak pernah ramai di kota ini, apalagi jarak antara rumah mbahku ke toko Gemezzz tidak lebih dari sepuluh kilometer.
“Gak masuk akal Gel, mosok toko baru buka, pembelinya sudah antri kayak gitu rek, apalagi yang dijual pakaian sisan”
“Iyo aneh ya Wo, tetapi mana tau Wo dia mempunyai stategi marketing yang baik, sehingga bisa datangkan banyak konsumen pada hari pertama buka disini”
“Aku sih selalu berburuk sangka sama Totok dan Bejo iku, ndak mungkin mereka bisa seperti itu kalau hanya menggunakan cara normal”
Kami berdua saat ini sedang berhenti beberapa meter dari Gemezzz, terus terang ada rasa enggan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke toko Gemezzz, rasanya aneh aja kenapa begitu ramainya yang kelihatan dari sini.
“Yo lanjut aja Gel, kita sudah janji sama Indah dan keluarganya, pokoknya kita tau dimana jasad Indah aja lah ,nanti selanjutnya biar keluarganya yang mengurusi Gel”
Bentor kami jalankan lagi menuju ke toko Gemwzzz, sekarang kami sedang mencari tempat untuk parkir bentor limosin kami, parkiran di depan toko ini ramai sekali, aku ndak bisa bayangkan bagaimana keadaan di dalam sana.
Untungnya di samping toko ada sebuah gang kecil yang sebelumya dipakai sebagai tempat pembuangan kerdus-kerdus besar tempat pakaian,
tapi sekarang sudah bersih.
__ADS_1
Kami parkir bentor kesayangan ini di samping Toko, beberpa kendaraan roda dua berdatangan lagi hingga lahan didepan toko yang tidak begitu lebar ini makin sempit saja.
“Koyoke toko ini butuh tukang parkir Gel, gimana Kalau Blewah kita suruh atur parkiran disini Gel, lumayan ada pendapatan tambahan Gel”
“Ide bagus Wo, tapi ya harus bilang dulu ke Totok rek, ayo kita masuk ke sana Wo, hihihihi”
Kami membuka pintu kaca toko yang separuh dari bawah ditutup stiker berwarna pink yang senada dengan warna dinding di toko ini.
Totok melihat kedatangan kami kemudian memanggil kami untuk mendekat ke arahnya, di terlihat sibuk sendiri tanpa ada si bejo.
“Mana pakaian kalian, kanapa ndak dipakai sih” tanyanya dengan wajah yang kurang suka
“Ndak cukup mas, ukuranya terlalu kecil untuk kami berdua, kalau ada yang ukuranya lebih besar saya mau pake mas”
“Sana –sana cari sendiri ukuran yang pas, di belakang sebelah meja etalase, akunya harus urus pembeli yang banyak ini, dan segera setelah itu kalian berdua kesini”
“jangan sampai kalian membuka ruangan kecil sebelah gudang, itu ruangan bejo, dari pada kalian berdua nanti dimarah sama dia”
Aku dan Glewo menuju ke ruangan belakang, ternyata di sebelah etasale ada dus besar yang isinya seragam pink, ada beberapa ukuran disana, kami kemudian mencari ukuran yang tepat untuk tubuh kami berdua.
Di belakang sini ada beberapa manekin yang T*lanjang, manekin yang belum dipasang pakaian, aku lihat wajah manekin itu, wajah benda itu mirip manusia dari pada sebuah patung, aku selalu merinding kalau melihat manekin yang ada disini.
“Apa yang bisa kami bantu disini mas Totok” tanyaku setelah aku memakai pakaian pegawai toko sesuai yang disuruh oleh Totok
“Mas Glewo awasi pembeli yang ada di bagian laki-laki aja, kemudian kalau ada yang tanya tentang ukuran dll suruh bawa pakaianya ke akunya”
Mas Agus ke bagian perempuan mas, awasi calon pembelinya mas, karena biasanya perempuan itu agak ngawur kalau memeilih pakaian”
Kalau mereka tanya ukuran suruh bawa pakaianya kepada akunya, biar akunya yang bicara sama dia mas”
Beberapa menit disini aku sudah menemukan beberapa perempuan yang berusaha menganbil tanpa membayar, tetapi dengan pendekatan yang humanis aku bisa menegur mereka tanpa mempermalukan mereka.
Toko ini benar-benar aneh, seolah pembeli disini diperintahuntuk sesegera mungkin membeli pakaian yang sebenarnya tidak ada yang spesial dari modelnya.
Model pakaian disini biasa-biasa saja bahkan cenderung tidak up to date. Yang aku heran ada beberapa anak muda yang memperebutkan sebuah daster, daster yang biasanya dipakai ibu-ibu.
Banyak yang janggal dan aneh disini , tetapi apakah ini ada hubunganya dengan kematian Indah?, aku kira masih jauh kalau harus simpulkan hubungan antara matinya Indah dengan Gemezzz ini.
__ADS_1
Tapi memang ada beberapa keanehan yang aku rasakan disiini, mulai dari manekin, teman Totok yang bernama Bejo atau Joy ,kemudian kamar yang ada di belakang yang katanya itu kamar Joy.