
“Janc*k Tdjuuuuh...!!! “ aku kaget dan spontan kuludahi wajah jelek yang muncul dijendela itu,
“Jancok kok memange asyu, ngageti aku ae, wis elek, tuwek sisan c*k” makiku kepada wajah yang masih ada di jendela kamar mandi
Aku segera turun dari pohon mangga dengan perasaan dongkol, kok bisanya itu lho wajeh elek kok malah nakut nakuti aku. Sekali kali yang cantik kan lebih baik to.
“Gimana Gel, tadi di atas ada apa kok kamu ngeludah” tanya Glewo
“Mangkel aku c*k, enak enak liat kondisi kamar mandi, ndadak ada wajah tuwek elek ngagetin aku c*k, spontan ae tak idoni sisan!”
“Dari kamar mandi ndak keliatan apa-apa sama sekali rek, malah janc*kan tadi yang bikin aku kaget!”
“Gel kamu kan punya no hpne Totok, coba kamu etelepon dia Gel, sapa tau diangkat” Blewah dengaren kasih solusi ajaib
Untungnya Hpku yang tanpa ada akses internet nya itu selalu aku bawa kemanapun berada, padahal tidak ada yang nelpon sama sekali , maklum nomor baru jadi ndak ada yang tau selain Totok.
Nada panggil beberapa kali berbunyi, tetapi tidak ada yang mengangkat teleponku , apakah Totok saat ini keadaanya baik-baik saja atau sedang ada masalah di dalam sana?
“Ndak dia ngkat rek, jangan-jangan deke mati di dalam sana rek hiiii, mati karena dibool sama si Bejo hahahah”
Aku kaget karena tiba-tiba saku kananku bergetar akibat getaran Hpku. Ternyata Totok yang menelponku.
“Haloo mas Agusss hiks..hu hu hu ..hisk.. akunya ada didalam ruko maaas” kata Totok sambil menangis
“Iya bukakan rukonya mas Totok, saya sama Glewo mau masuk kedalam”jawbku
“Ndak bisa mas hu..hu..hu hiks, Bejo...bejo mati semalam, mati bunuh diri mashuuuuuuu hiks hiks, dia gantung diri mas, akunya ndak tau kenapa dan kapan dia gantung diri mas”
“Gini..gini saja, biarkan saya masuk ke dalam dulu mas, nanti kita atur apa yang akan kita lakukan selanjutnya” aku berusaha menenangkan Totok agar dia mau membukakan pintu untuku
Tapi sebelumnya aku harus memberikan pengumuman kepada pelanggan bahwa toko untuk hari ini tutup. Aku menuju ke arah parkiran , disana ternyata para pelanggan sudah mulai membludak.
“Maaf ibu ibu dan mbak mbak... untuk hari ini toko tidak buka kerena masih menunggu kiriman barang dari pusat, jadi harap maklum dan segera kembali ke rumah masing-masing”
Wah ngeri juga toko Gemezzz ini, palanggan yang begitu banyak yang rata-rata mereka sudah pernah membeli produk sini, tetapi anehnya mereka akan kembali lagi ke sini. Aku bisa lihat wajah-wajah yang kemarin sempat kesini.
Toko baru buka tiga hari, dalam tiga hari ini pelanggan yang datang luar biasa, padahal harga disini tidak murah –murah amat, bahkan bisa dibilang lebih mahal dari pada di toko lainya.
__ADS_1
Tapi anehnya pelanggan tidak kapok untuk datang kesini lagi, seolah mereka ini selalu haus untuk membeli salah satu produk disini.
Beberapa orang sudah meningalkan lokasi, tinggal beberapa gelintir saja yang masih tidak percaya kalau toko ini memang dalam keadaan tutup.
“Buka lagi kapan mas?” tanya seorang ibu-ibu yang menggendong anak kecil
“Belum tau bu, tergantung kiriman barang dari pusat, kalau keadaan kita sudah lengkap, pasti toko ini akan buka lagi bu” aku berusaha menjawab dengan seramah mungkin
Aku mendengar suara kuci pintu harmonika yang dibuka dari dalam, pintu itu sudah terbuka sedikit dan menampakan wajah Totok yang tanpa riasan makeup sama sekali, wajah itu pucat dan agak menghitam di sekitar kelopak matanya.
“Ayo masuk mas, kita ngobrol didalam saja” ajak Totok yang masih ada di pintu harmonika
Aku ajak masuk juga Blewah dan Tifano, kami masuk lewat ruang pamer yang banyak terdapat manekin yang cantik cantik.
Totok terus mengajak kami ke arah kamar mandi belakang yang lampunya tidak boleh dimatikan sama sekali. Ternyata di kusen pintu kamar mandi itu ada Joy atau Bejo yang mati gantung diri dalam keadan telanjang.
Tubuh bejo sudah mulai biru agak kehitam hitaman, kemungkinan dia sudah mati beberapa jam lalu, tapi aneh juga sih, di beberapa anggota tubuhnya nempak hitam yang tidak wajar.
Mengerikan sekali Bejo yang mati dalam keadaan tel*njang. Dia hanya memakai cel*na dal*m model G string saja. Mata laki laki macho berbulu dada dan berbadan kekar itu melotot dengan lidah yang terjulur keluar.
“Kejadianya bagaimana ini mas Totok” tanyaku kepada Totok yang sedang nampaknya sedang kebingungan
“Lalu dari pagi hingga sore malam hari selama dua belas jam ini kenapa mas Totok tidak lapor polisi atau meneleponku?”
Aku heran ada waktu dua belas jam untuk bertindak memanggil polisi atau meneleponku, tetapi kenapa kok tidak dilakukannya, aneh sungguh aneh kelakuan Totok ini.
“Dari pagi hingga malam ini akunya ada di kamar mas, ketakutan hingga tadi mas Agus menelpon akunya mas”
“Jadi selama dari pagi hingga sore hari ini mas totok ada di dalam kamar? Lalu di dalam kamar itu mas Totok ngapain aja” aku berusaha mendapatkan jawaban yang pasti, kasus matinya Bejo ini aneh
“Aku ada di dalam kamar itu mas, aku disekap disana di kamar gelap itu mas, aku tidak boleh keluar dari sana” kata Totok yang semakin ketakutan dengan pertanyaanku
“Hmm gini saja, Wo, Wah, Tif, kalian ke ruang pamer dulu, coba kalian lihat disana ada apa saja dan kalian lihat kalau ada yang aneh disana”
Rencanaku aku akan menanyai Totok secara pribadi saja, karena kelihatanya ada sesuatu yang sedang disembunyikan dari ku.
Tingkah laku Totok ketika kutanyai dari tadi sepertinnya sedang menyimpan sebuah rahasia yang besar, tetapi itu hanya analisaku saja sebelum kutanya lebih lanjut apa yang terjadi dengannya.
__ADS_1
Setelah ketiga temanku berada di ruang pamer, aku segera menanyakan lagi mengenai kejadian matinya Bejo dengan cara gantung diri.
“Lha kalian berdua tidur dimana selama ini lho mas, kok sampek ndak tau kalau bejo mati dan kemudian mas Totok sampek disekap di kamar sebelah?”
Aku memulai dengan pertanyaan yang mudah dan hanya sebatas pertanyaan yang kurang penting dahulu sebelum aku menanyakan hal yang lebih spesifik.
“Kami berdua tidur di ruangan yang itu mas, dikasur lipat itu , kami berdua hidup apa adanya dulu mas, karena toko ini kan baru juga buka” tunjuk Totok pada ruangan tempat aku dan Gkewo ditakut takuti
Hari pertama aku dan Glewo kerja disini sempat ditakut takuti disitu, tetapi karena kenekatan kami, mereka bisa pergi dengan sendirinya.
Tetapi kenapa penghuni ruangan itu tidak suka dengan kelakuan Totok dan Bejo, apakah mereka telah melakukan perbuatan yang tidak baik?
“Lantas kalau Cuma tidur di situ kenapa Bejo sampai gantung diri mas, apa kalian berdua melakukan sesuatu yang kurang pantas disini?”
“Ndak mas Agus. Mas Agus catat ya, meskipun akunya ini kayak gini, tapi akunya gak mau asal suka dengan sembarang orang, akunya tuh pilih pilih mas”
“Sama juga ama Bejo , dia tuh simpanan om om dari kota besar mas. Ruko ini aja dikasih sama om om suaminya Bejo, cuman baru aja kita tempati ruko ini mas”
“Kalau ruangan yang ada disana itu apa” tunjuku kepada kamar gelap sebelah kamar mandi yang lampunya tidak pernah dimatikan
“Eng eh itu eeeng nganu mas...” Totok kesulitan untuk menjawab pertanyaanku, dia keliahtanya sedang menyimpan suatu rahasia yang besar
“Sudah begini saja, lebih baik kita urusi dulu mayat Bejo itu, kita harus lapor polisi kalau ada yang bunuh diri disini, sehingga kamu dan kami tidak dijadikan tersangka atas matinya Bejo, gimana mas Totok?”
“Eng eh kalau bisa jangan lapor polisi mas, biar akunya aja yang mengurusnya, eeeeh akunya akan hubungi keluarganya dia, eeng biar keluarganya datang kesini dulu mas”
“Lho kalau tidak lapor polisi nanti gimana kalau misalnya keluarga bejo tidak terima anaknya mati gimana, kalau keluarga Bejo ingin diadakan penyidikan polisi gimana mas Totok?”
“Enggh akunya jamin tidak mas, pokoknya keluarganya akunya hubungi dulu saja, agar mereka tau kalau bejo sudah mati” kata Totok dengan wajah yang pucat.
Aku semakin curiga dengan Totok, kelihatanya dia ketakutan kalau kematian Bejo diketahui polisi dan orang lain, sebenarnya apa yang disimpan Totok di ruko ini?.
“Lalu kalau keluarga Bejo tanya kapan Bejonya mati, mas Totok gimana menjawabnya mas, masak mas Totok akan menjawab matinya tadi pagi, kan ya ndak mungkinkan mas”
Aku berusaha memojokan dia dengan fakta yang ada disini, karena keanehan –keanehan ini membuat ku merasa harus mendapatkan jawaban yang tepat
“Begini saja mas, eeehm kalian pulang saja dulu, biar mayat Bejo akunya yang urus dulu mas, nanti mas Agus akan akunnya hubungi kalau sudah selesai mas”
__ADS_1
Totok mengusirku sebelum aku tau apa yang ada di kamar sebelah!