
Dengan tuntunan Indah dan Ngot, kami menuruni jurang untuk menuju ke arah terowongan yang sebelumnya kami lewati untuk menuju ke arah vila putih.
“Eh tapi kita ndak bawa lampu minyak lagi rek, lampu minyaknya kan aku tinggal di vila putih rek”
“Jangan khawatir nak, mata kita pasti bisa menyesuaikan diri dengan kegelapan, dulu saya dan anak-anak Sutopo juga ndak pernah pakai cahaya untuk menyusuri lorong yang ada di rumah putih” kata pak Tembol
“Mata manusia itu dibekali dengan daya adaptasi yang tinggi, sehingga kita bisa melihat di dalam gelap meskipun itu hanya samar samar saja” lanjut pak Tembol
“Ok pak, kita ikuti saja apa yang dikatakan pak Tembol, orang yang lebih berpengalaman rek hehehe” kata Dogel
Perjalanan kami saat ini sudah hampir mencapai pintu Gerbang terowongan, sehingga bisa dipastikan setelah ini yang ada hanya kegelapan saja yang ada.
“Pak Tembol, di depan kita adalah pintu masuk ke dalam terowongan, nantinya terowongan ini akan tembus ke sebuah toko yang ada di kota Mjkt pak, nah disana banyak sekali kejanggalan yang mungkin bisa menarik perhatian bapak”
“Ayo kita lanjutkan nak, kita kesana saja ndak papa, saya yakin kita bisa jalan sampai ke kota Mjkt, apalagi nak Dogelkan membawa mbak Bashi yang matanya tajam ketika dalam gelap”
Akhirnya kami masuk ke dalam gua itu tanpa menggunakan alat penerangan sama sekali, karena kami yakin dengan perkataan pak Tembol bahwa mata manusia bisa beradaptasi dalam keadaan gelap gulita meski tanpa ada sedikit cahayapun.
“Eh rek sebentar hehehe, aku kan masih bawa ponselku rek hihihihi, ponselku dari mulai kita mulai menjelajah gua itu kan kumatikan, jadi pastinya baterai masih banyak rek hehehe”
“Oh janchok Tro!, ngono yo gak ngomong nek kamu bawa Hp chok, ndang dinyalakan Tro, keadaan wis gelap ini” kata Dogel
“Petro iki pancen pancet ae kok, nek ndak diomongi ndak akan jalan utegnya” kata Blewah
“AKu lupa rek heheheh, bukan maksudku melupakan diri rek” jawabku sambil kunyalakan ponselku yang sedari kemarin kumatikan
“Siyal chok, ternyata batrenya tinggal dua garis saja rek, bentar lagi hpku mati ini”
“Sinyal opratornya matikan saja Tro, percuma juga disini ndak ada sinyal, malah nanti bikin boros baterai ae karena ponsemu selalu mencari sinyal di terowongan ini” kata Dogel
Lampu blits ponselku yang bisa difungsikan sebagai senter itu sudah nyala, sekarang kami tidak di dalam kegelapan lagi.
“Nah inilah terowongan yang saya bilang itu pak, apakah bapak pernah lewat ke terowogan ini sebelumnya pak?”
“Belum penah nak, karena Dimas tidak pernah melarikan diri ke daerah ini, dia hanya berkutat di daerah vila saja nak, jadi kami tidak pernah kesini, tapi entah teman kalian, karena mereka juga pernah ada di dasar jurang itu hingga Gilank mati di sana nak”
“Ya sudah pak, kalau memang belum pernah ke sini, nanti bapak akan lihat tumpukan mayat yang luar biasa baunya pak, sebenarnya kami ada disini juga karena mengejar orang pak” kata Dogel
“Jadi orang itu tiba-tba muncul di sekitar awal dari lorong ini, kami kejar dia dan akhirnya kami bisa menemukan vila putih, dan juga akhirnya bisa bertemu dengan bapak juga” tambah Blewah yang masih terlihat belum gila.
__ADS_1
“Siapa yang kalian kejar ini mas, apakah diia berbuat kejahatan?”
“Yang namanya Totok itu pak, dia yang saya ceritakan kemarin itu, dia yang awalnya mencari pesugihan yang kemudian di malah menjelma sebagai iblis. Tetapi disini saya bingung pak, karena keliatanya ada dua Totok”
“Yang satunya jelas dia adalah penguasa hotel Waji dan yang satunya yang kemarin kami temui di toko, dimana toko itu adalah akhir dari terowongan ini nanti pak” jawab Dogel
“Yah kita lihat saja nak, karena kita sekarang bermain main dengan mahluk yang tak bisa diprediksi tingkah dan sifatnya. Bisa saja itu merupakan orang yang sama, tetapi mereka ingin menjebak kalian agar masuk ke terowongan itu kan” kata pak Tembol
“Iya benar juga pak, saya tidak mikir sampai kesana, bahkah Indah pun mempunyai alasan lain sehingga dia bisa mengira kalau itu orang yang bebeda” jawab ku
“Ya sudah nak, yang penting kalau berurusan dengan mahluk seperti ini itu kita harus mantabkan kata hati kita, karena kita harus mempunyai insting yang kuat nak” kata pak Tembol
Tidak terasa perjalanan sudah hampir sampai ke pertigaan terowongn, kita harus lurus untuk menuju ke toko Gemezzz, tapi ada yang aneh disini, mayat perempuan tua yang memakai kaos kuning gambar partai itu tidak ada.
“Rek, apa kalian ndak merasa ada yang janggal disini”
“Opo Tro?” tanya Dogel
“Iku mayat perempuan tua yang kering, yang pakai kaos kuning gambar partai, kok gak ada ya rek”
“Sudah kelewatan paling Gel”Jawab Blewah
“Brearti disini ndak ada apa-apanya, beda sama keadaan waktu kita berangkat kan” kata Blewah
“Di depan itu kan sudah pertigaan yang kalau ke sebelah sana situ tempat mayat yang mengerikan itu kan rek?” tanya Blewah “tapi kok sampai sekarang kita ndak mencium bau busuk sama sekali ya?”
“Iya rek, sik tak panggilnya Ngot atau Indah dulu saja, dari pada kita kena masalah”
“Saat ini posisi Ngot ada di depan, sedangkan Indah ada di belakang Tro, kamu butuh dari belakang atau dari depan?” tanya Blewah
“Enakan dari depan dan belakang mas, kayak yang mas Blewah lakukan sama Indah mas. Sampai-sampai Indah ketagihan mas” Jawab Blewah dengan aksen dan gaya perempuan alias Sumirah
“Nak Petro teman mu itu keliatanya kumat lagi ya” kata pak Tembol
“Yah begitu itu pak Tembol, kadang dia itu nggenah kadang kumat pak” jawb Dogel
“Mirah, kamu itu ojok gitu ta. Kita ini sama orang yang ndak paham awakmu, gak usah buka rahasia ranjang kita dong Mirah!” Blewah mulai emosi dengan keadaan Mirah
“Sekarang gini mas Blewah, Mirah takut kalau apa yang mas Blweah lakuin itu jadi mas, kalau Mirah ndak ngomong me teman mas Blewah, lalu gimana tanggung jawab mas Blewah?” tanya Blewah yang sedang dalam kondisi Mirah
__ADS_1
“Wong cuma chruut sekali tok kok bisa jadi itu lho, jangan-jangan selain sama aku kamu juga sama lainya ya Mirah?” tanya suara Blewah yang berubah jantan
“Kalau bicara tolong dipikir ya mas Blewah, Kapan Mirah bisa ninggalin tubuh mas Blewah, tiap hari juga sama mas Blewah, tiap malam ditusuk sama mas Blewah, lalu kapan Mirah bisa selingkuh sama lainnya” teriak Blewah yang sekarang dikuasai oleh Mirah
“Coba pak Tembol lihat, Blewah kan makin parah kumatnya, dia sekarang sudah bisa bicara sambil marah-marah pada dirinya sendiri kan pak” kataku kepada pak Tembol
“Iya juga nak Petro, bagaimana kalau aggak jauh dari dia nak, saya takut kalau tiba-tiba dicakar sama dia nak” jawab pak Tembol
“Tapi kalau keadaanya seperti itu apa tidak bahaya nak?”
“Untuk saat ini mungkin belum bahaya pak, tapi setelah ini tidak tau lagi pak, bisa-bisa dia bersetubuh dengan dirinya sendiri pak hihihiih” jawab Dogel yang masih menggendong mbak Bashi
“Rek, di terowongan sebelah ini beda keadaanya dengan waktu kita tadi kesini lho ya, sekarang keadaanya bersih, tidak ada mayat sama sekali, tidak ada apapun disini, tidak ada bangkai tikus pun, an keadaan terowongan itu bersih rek” kata Ngot
“Lha mayat yang pernah kita lihat sebelumnya itu mana Ngot?”
“Ndak ada Tro, sepi. Bekas mayat aja ndak ada disana, ndak usah bekas mayat, keadaan terowongan itu sekarang sudah berubah, berubah menjadi jauh lebih bersih dari pada waktu kita kesini itu” Jawab Ngot
“Mas Ngot, Indah kok merasa aneh ada disini mas, Indah merasa kita tidak ada di masa kemarin itu. Indah merasa bahwa kita ada di masa yang berbeda dengan yang kemarin kita lewat sini” kata Indah
“Bagaimana nak Petro. Apa yang terjadi disini?” tanya pak Tembol
Kuceritakan kepada pak Tembol apa saja yang berubah dengan keadaan disini, keadaan yang jauh berbeda ketika kami datang kesini sebelumnya.
“Jangan-jangan kalian ada di dalam mesin waktu nak, seperti yang terjadi dengan saya dan teman kalian itu, lebih baik kalian ingat-ingat dulu apa saja yang berubah disini dan apa lagi yang mencurigakan disini nak” kata pak Tembol
“Ya sudah lah , kita teruskan dulu saja perjalanan menuju ke toko Gemezzz dulu saja, karena kita harus tiba disana sebelum hari gelap”
“Sik sebentar Tro, ada yang aneh di terowongan sebelah itu, Aku merasa lihat manusia yang sedang bergerombol disana Tro” kata Ngot
“Lain kali saja Ngot, hpku iki sudah mau lowbatt chok, nek kita ke sana dan kemana mana lagi ya batre hpku gak kuat Ngot”
“Ada apa nak Petro?” tanya pak Tembol
“Ini Ngott pak, Kata Ngot, disana ada manusia yang sedang bergerombol, dia lorong yang ke kanan itu pak, tapi batre hp saya sudah tinggal sedikit pak, kalau kita paksa ke sebelah pasti tengah jalan akan mati hp saya pak”
“Matikan saja Hpmu nak, coba untuk beradaptasi dalam gelap” kata pak Tembol
Aku melirik ke arah Dogel yang dari tadi sedang menenangkan mbak Bashi yang dari tadi berontak ingin lepas dari gendongan Dogel.
__ADS_1