INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 57. BALDY YANG MISTERIUS


__ADS_3

Aku duduk di ruang tamu tanpa berani kembali lagi ke kamar tidur atau kamar mandi, pendingin udara kunyalakan dan lampu dalam kumatikan, sengaja kumatikan agar yang diluar merasa aku sudah tidur.


Siapa lagi yang diluar itu kalau bukan Totok yang mulai tadi aku masuk hotel belum juga pergi dari teras hotel, untungnya pintu kamar hotel sudah aku kunci, dan kuncinya tidak kulepas dari lubang kunci agar dia tidak bisa masuk menggunakan kunci  serep yang biasanya ada di meja resepsionis.


Saat ini aku duduk di ruang tamu menghadap ke jendela yang mengarah keluar, aku yakin kalau lampu dalam dimatikan maka keadaan di dalam kamar ini tidak akan terlihat dari luar, karena didalam keadaanya lebih gelap dari pada diuar.


Sebenarnya kamar apa ini , dan mahluk mengerikan apa yang ada di dalam itu, kenapa mereka ada di sini dan itu mayat siapa yang terlihat waktu tadi aku  menyipitkan mataku.


“Apakah dulu di kamar ini pernah terjadi atau digunakan untuk melakukan pembunuhan, dan mayat hasil pembunuhan itu diberikan kepada mahluk pemakan mayat itu?” gumamku


“Lalu mahluk pemakan mayat itu sebenarnya siapa dan ada disini dalam rangka apa, mosok dalam rangka vaksinasi. Dan mereka itu peliharaan siapa sebenarnya? Rasanya semua ini bagaikan teka teki horror yang semakin kesini semakin mengerikan” gumamku koyok wong edan


Gimana kalau aku cari tau aktifitas orang orang yang ada di dalam hotel , aku curiga mereka sedang melakukan sesuatu di dalam sana, atau mereka sedang melakukan aksi tungkik tungkik an sesama jenis hiiiiii.


Untuk saat ini aku cukup tau yang ada di dalam kamar ini dan mungkin kejadian tadi itu sudah terjadi beberapa waktu lalu dan mungkin tadi aku diperlihatkan refleksi kejadian di masa lalu itu.


Baiklah kuputuskan saja akan kucoba untuk keluar dari kamar ini. Terus terang aku merasa terancam apabila ada di dalam sini. Lagi pula aku lebih aman kalau ada diluar sana, misalnya aku bisa lari keluar kalau ada aksi percobaan perkosaan.


Lagipula siapa tau aku bisa lihat sesuatu yang aneh diluar sana, dan untuk tujuan pertamaku kali ini  mungkin aku akan ke kantor atau resepsionis dulu untuk tanya dimana posisi Totok.


Kalau dirasa aman tidak ada Totok di sekitar sini, aku akan periksa di sekitar kamar belakang dan halaman belakang, siapa tau disana aku bisa nemu sesuatu yang menarik.


Suasana hotel ini sebenarnya cukup janggal dan mencurigakan , karena suasananya sangat sepi bila dibanding dengan banyaknya kamar yang ada disini.


Kuintip keadaan diluar melalui jendela kamar tanpa bersuara sama sekali, untungnya keadaan di luar sepi sekali, termasuk Totok sudah tidak ada disini juga.


Di pct ini kalau malam memang agak dingin , tetapi kalau siang panasnya ya tetep bikin kringetan, makanya tiap kamar bungalow ada pendingin udaranya. Tetapi saat ini sepertinya hanya pendingin udara kamarku saja yang nyala, sedangkan lima kamar lainya tidak ada yang aktif.


Kalau begitu berarti kelima kamar itu kondisinya kosong, lha kalau seumpama kosong kenapa aku ditaruh kamar paling pojon nomer 6+, kenapa tidak ditaruh dikamar no 1+ aja yang pastinya kondisinya kosong juga.

__ADS_1


Apakah memang sengaja aku ditaruh disini, ataukah dikamar no 6+ itu tempat biasanya terjadi sesuatu yang aneh-aneh dan secara tidak langsung akan mencelakaiku?


Kubuka perlana lahan kamar bungalow ini, kemudian aku keluar tanpa bersuara, setelah itu aku kunci lagi pintu kamar ini. Sengaja pendingin udara tetap kunyalakan agar orang mengira pemilik kamar sedang dalam keadaan tidur.


Aku tidak mempunyai pikiran apabila aku dikuntit atau sedang diawasi seseorang disekitar sini, aku ndak peduli, pokoknya aku bisa keluar dari sini, dan apabila terjadi sesuatu aku bisa lari keluar hotel.


Aku berjalan melewati kamar no 5+ hingga no 1+ dari kamarku sampai ke kamar 1+ mungkin memakan waktu sekitar tiga menitan, jadi memang lumayan jauh jaraknya, dan dari kamar 5+ hingga 1+ posisinya gelap serta pendingin udaranya juga dalam keadaan mati semua.


Jadi kesimpulanku kamar-kamar itu dalam keadaan kosong, semuanya kosong kecuali 6+ yang aku tempati tadi. Sekarang aku sudah ada di bawah pohon mangga, aku sudah siap untuk menuju ke kantor hotel atau meja reseosionis.


Tetapi aneh, sekarang hotel ini dalam keadaan gelap, kantor atau tempat resepsionisnya  juga dalam keadaan gelap dan pintu kaca diluarpun dalam keadaan tertutup, bearti aku tidak bisa masuk ke dalam sana dong!


Tadi kata Totok dia sedang nunggu temannya datang, tapi kok di halaman hotel ini cuman ada mobil totok saja, lha kendaraan punya teman Totok dimana, bukanya dia datang dari Mjsr?  Masak dia naik ojol, apa tengah malam gini ada ojol yang mau antar dari mjsr ke pct?


Semakin aneh dan tidak masuk akal keadaan disini,  atau apakah aku lebih baik kembali ke kamar saja? Tapi kalau kembali ke kamar ya ngeri juga setelah tau keadaan hotel ini kosong mlompong.  Atau mungkin saja mereka pada pergi dan meninggal kan aku disini sendirian?


Terus terang untuk kembali ke kamar rasanya tidak mungkin, karena mungkin Totok ingin mengurungku di kamar sebelum dia melakukan sesuatu padaku. Aku masih ingat peringatan pemilik depot makan itu supaya aku berhati-hati dengan Totok.


Jadi lebih baik kuputuskan saja untuk sembunyi di balik mobil, di samping sebelah kanan mobil yang dekat dengan pohon mangga, sehingga aku bisa melihat siapa saja yang keluar masuk hotel ini.


Benar-benar aneh hotel ini , tetapi ada yang lebih aneh lagi, yaitu aku!. Aku lebih aneh dari pada biasanya, karena aku bisa tenang menghadapi hal mengerikan seperti ini sendirian!


Ndak tau kok rasanya aku tidak takut sama sekali , bahkan aku tertantang untuk bisa membongkar kasus Indah dan juga kasus lagu kami.  Tapi untuk saat ini lebih aman kalau aku ada disini saja dulu sambil lihat kalau ada sesuatu yang datang dan pergi dari sini.


Huff pohon mangga ini luar biasa besar, aku juga bisa merasakan banyaknya mahluk yang ndak karuan ada di atasku, hehehe pasti mereka terusik dengan adanya aku ada dibawah sini mungkin. Tapi seandainya mereka akan mengusir aku ya akan tak lawan saja lah!


Dan benar juga tidak sampai sepuluh menit aku sembunyi disini, aku mendengar ada orang yang sedang membuka pintu kaca hotel, tetapi aku tidak berani melihat siapa itu, karena posisi ku persis didepan kaca kantor hotel, aku hanya dibatasi oleh badan mobil Totok.


Seseorang yang keluar dari pintu itu kelihatanya jalan menuju ke arah bungalow, apakah itu Totok yang sedang akan melihat keadaanku, atau dia sedang ngatjeng ingin memerawaniku hihihihi. Seseorang itu berjalan terus menuju ke tempat kumpulan bungalow.

__ADS_1


Ketika sudah cukup jauh, aku beranikan diri untuk mengikuti orang yang keliatanya sedang menuju ke bungalow tempatku tinggal, sekarang aku ada di bungalow no 1+ dan sembunyi diantara tanaman rimbun, ketika kulihat, ternyata yang ada didepan kamarku dan sedang berusaha membuka kamarku adalah si penjaga resepsionis yang dipanggil Baldy oleh Totok.


Sedang apa dia di depan kamarku, apakah dia tau kalau aku sedang keluar kamar atau dia akan memperkosaku atau bisa juga dia akan membunuhku! Berbagai spekulasi  tentang baldy yang mash berusaha membuka kunci kamarku berkecamuk di otaku.


Hmmm bearti benar  juga apa yang tadi dikatakan Totok, agar tidak menggangguku, apakah Baldy ini juga termasuk pecinta lubang ta* juga mirip totok?, kalau iya berarti aku ada di lingkaran lingkungan pecintai lubang ta*.


Posisiku sekarang lebih dekat lagi dengan kamar 6+ tepatnya aku sekarang ada di kamar nomor 4+ yang keadaanya sepi karena tidak ada yang menempati kamar itu. Kuperhatikan dari sini ternyata Baldy behasil masuk ke dalam kamarku, apa yang sedang dia kerjakan disana ya?


Kalau dilihat dari tingkahnya, kelihatanya orang aneh itu tau kalau kamar itu sedang kosong sehingga dia berani masuk ke dalam kamar itu, kalau seandainya kamar itu ada aku di ndalamnya, dia pasti tidak akan berani masuk ke sana. Hanya saja apa yang dilakukanya itu benar-benar nekat sekali.


Bisa saja kusergap dia , karena tubuhku jauh lebih berisi dan lebih besar dari pada Baldy yang kurus, tetapi aku ndak mau ada rame-rame disini, aku cuman mau melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi di hotel aneh ini.


 Cukup lama juga dia ada disana, memangnya apa yang sedang dia lakukan dikamar yang sedang aku tempati itu, apakah dia sedang berbuat sesuatu disana misalnya dia masturb*si dengan menggunakan pakaian bekas dari pemilik kamar? Tapi ndak mungkin, aku kan tidak membawa baju ganti atau apapun.


Sik bentar-bentar keliatanya ada yang salah dengan analisaku, coba kita bepikir positiv dulu aja, apakah dia masuk ke kamarku itu hanya untuk bertemu denganku dan memberitahuku tentang sesuatu yang akan terjadi denganku?


Tetapi analisa itu bisa bertentangan dengan apa yang dia lakukan, harusnya dia kan bia mengetuk pintu dulu, bukanya langsung buka pintu dengan menggunakan kunci serepnya, kalau seseorang datang dengan diam-diam dengan membuka pintu secara pelan-pelan, ada kemungkinan dia itu berniat yahat, tidak ada orang baik datang dengan diam-diam seperti itu.


Atau bisa jadi dia ingin memberiku tanda peringatan ketika dia melihatku keluar dari kamar itu, Kubiarkan saja dia dengan aksinya dulu saja, aku pingin lihat sejauh mana dia berani mengobrak abrik kamar itu.


Kalau dia sempat melihatku keluar, berarti disekitar sini ada cctvnya dong,  lha cctv itu apakah juga diakses oleh Totok dan lainya?.


Sekitar lima belas menit kemudian dia keluar dari dalam kamarku, kemudian di menutup pintu dan pergi dari sana dengan tergesa gesa. Kini saatnya aku masuk ke dalam kamar dan melihat apa yang tadi dia lakukan di dalam sana.


Aku saat ini masih sembunyi di belakang tanaman kamar 4+,  setelah Baldy melewatiku dan berbelok menuju ke ruangan utama serta setelah aku mendengar suara pintu kaca dibuka dan ditutup, aku baru berani keluar dari tempat persembunyian dan memasuki kamarku.


Pintu ini terkunci, dia tidak lupa mengunci lagi pintu kamarku, dia bukan orang yang sembrono dan bernyali lemah, dia bisa masuk ke kamar dan keluar lagi dengan mengunci pintu kamar itu sebuah pencapaian yang orang biasa tidak akan berani melakukanya.


Kubuka pintu kamar pelan pelan, kemudian secara berjinjit aku nyalakan saklar lampu utama hingga ruang tamu , teras, dan kamar tidur sudah terang kembali. Sekarang waktunya mencari sesuatu yang sudah ditinggalkan oleh Baldy!.

__ADS_1


__ADS_2