INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 41, ADA YANG ANEH DI RUKO ITU


__ADS_3

“Sekalian pasangkan spanduk ini didepan ruko mas, spanduk ini sudah lama akunya buat agar pelanggan tau kalau toko ini tutup berarti karena memang sedang kehabisan stok”


Totok memb erikanku sebuah spanduk yang masih bau percetakan, spanduk ini keliatanya baru turun mesin percetakan karena masih bau tinta cat dan sedikit hangat kalau dipegang. Tapi kenapa Totok bilang kalau sudah lama bikinnya?


Hmm kalau spanduk ini baru bearti spanduk ini baru saja dibuat. Pembuatan spanduk jaman sekarang kan bisa ditunggu dan hanya memerlukan waktu dalam hitungan jam sajajadinnya.


“Spanduk nya tolong dipasang di depan pintu harmonika sebelah kiri aja ya mas, soalnya yang seelah kanan kan tempat akunya keluar dari sini, jugaan nanti akunya kan harus memanggil keluarga Bejo dulu mas”


Aku ajak menuju ke arah keluar dan bertemu dengan kedua temanku yang sedang berada di ruang pamer yang terlihat sedikit berantakan khususnya patung-patung manekinnya, ketiga temanku kayaknya sedang disibukan dengan melihat patung peraga,


Mungkin patung peraga itu akan diganti


pakaianya sehingga ada beberapa yang tidak menggunakan pakaian. Khususnya  manekin atau patung peraga yang berwujud laki laki.


Aku membuka pintu harmonika dan menutupnya lagi, ternyata diluar masih ada beberapa orang yang masih tidak percaya bahwa toko Gemezzz ini sedang tutup sampai aku memasang spanduk yang masih baru ini di pintu harmonika sebelah kiri.


MOHON MAAF TOKO TUTUP SEMENTARA KARENA SEDANG RESTOCK.... begitu yang tertulis di spanduk yang kupasang di pintu depan toko.


“Re stock itu apa artinya mas” tanya seorang pelanggan nenek-nenekyang sedang bersama cucunya yang dari tadi memperhatikan kami memasang spandung berwana pink ini


“Meniko artinipun stoknya sedang habis danmenunggu kiriman dari kantor pusat mbah” jawabku agar nenek tua itu segera pulang ke rumahnya


“Mosok se stok cel*na dal*m yang model clirit masuk ke dalam silit itu sudah habis mas, bukannya kemarin masih ada mas” tanya nenek tua ini


“Maksudnya mbah cel*na d*lam G string, mbah tumbas kagem siapa (mbah beli untuk siapa)” tanyaku dengan ramah”


“Ya buat mbah sendiri to mas, enak soalnya dingin dan kainnya itu lho mas masuk ke dalam belahan silit, jadinya suami mbah itu bergairah lagi mas”


Janc*k mbah mbah iki rek kok yo pakek G string, gak bisa mbayangno aku c*k. Malah koyok mayatnya Bejo yang tadi mati juga pake G string.


Kemudian kutinggalkan nenek itu dari pada makin banyak pertanyaan yang bikin telingaku mules mules.


“Ayo balik rek, kita bahas di rumah saja, karena disini aku merasa sedang diawasi oleh sesuatu yang kurang bersahabat” ajakku kepada ketiga temanku


Bentor sudah masuk ke gang Mb1, sebalum masuk kerumah, kami sempatkan untuk sholat isya di mushola dulu sambil ngobrol tipis-tipis di teras mushola karena disini enak dingin dan segar udaranya.


Kami duduk duduk sambil menunggu teman kami yang sampai sekarang belum juga datang dari  survey vila di kawasan Prgn.


“Gel tadi banyak yang aneh di ruang pamer” kata Blewah membuka pembicaraan

__ADS_1


“Sing aneh apane Wah, ada demit disana ta?” tanyaku karena penasaran dengan yang dikatakan Blewah barusan


“Patung peraga yang laki-laki. Disana kan ada dua patung laki nya Gel, keduanya dalam keadaan tidak berdiri dan di bagian silitnya ada cairan c*k, cairan kental yang nggilani”


“Yang aneh lagi ada beberapa lalat hijau yang menempel di tiap alat peraga yang ada disana, baik itu perampuan dan laki-laki, jadi ada sekitar tiga-sampai lima ekot lalat hijau yang menempel”


“Jadi bayangkan seluruh lalat itu dalam ruangan itu Gel, apane ndak nggilani Gel!” tambah Glewo


“Kok aku curiga sama Totok ya Gel, kita harus lebih dekat sama Totok ini Gel, yang pasti ya kamu yang harus dekat dengan dia Gel” kata Blewah


“Waduh bos sampeyan itu kok medeni sih mas hehehe. Bisa bisa kalian nanti jadi bahan fu fu fu lho mas heheheh” tambah Tifano


“Ya tak kenalno kamu lah Tif hahahahh sekalian mecah perawanmu Tif hahahah” jawab Glewo


“Aku makin curiga rek, Totok yang biasa kita hadapai dan agak kemayu iki kok kayaknya lebih condong ke psikopat lho rek. Coba bayangkan dua belas jam bersama mayat Bejo yang kondisine masih menggantung!”


“Bener juga Gel apalagi wajah dia itu santai sekali, tadi ae deke pura-pura gupuh karena kita datang, dia akan berusaha cari alasan yang tepat untuk meyakinkan kita rek”kata Blewah


“Tapi kembali lagi bahwa hari ini ada yang mati, dan yang mati itu matinya dalam keadaan tidak wajar sama sekali. Jadi kita harus tetap hati-hati ngadepin Totok rek”tambahku


“Ayo balik ke kerumah sik ae rek, kita tunggu teman kita yang masih survey itu, disini ndak enak kalau terlalu malam rek”


“Tif coba kamu telpon mereka, jangan-jangan terjadi apa-apa sama mereka Tif” suruhku kepada Tifano yang dari tadi gelisah sah sah sah  menunggu keempat teman dia itu.


“Hp keempat arek-arek itu mati semua mas, gak ada yang bisa ditelepon. Mungkin baterai hp mereka sudah pada habis mas, maklum sudah hampir enam jam mereka pergi kan”


Indah ternyata sudah menunggu kami di depan pintu, kelihatanya ada sesuatu yang mau  disampaikan kepadaku.


Ketika kami sudah masuk kepagar rumah, Indah buru-buru masuk menembus dinding rumah dan keliatanya dia menuju ke kamarnya.


Pasti ada yang mau dia bicarakan denganku, pasti sesuatu yang penting sampai-sampai dia  buru-buru masuk ke kamar belakang. Lebih baik kususul dia ke kamar belakang sekarang juga.


Setelah aku membuka pintu rumah, aku menuju kekamar belakang tempat Indah Tinggal selama disini, sesuai dengan  perintah mbahku agar dia tinggal disini dan menjaga rumah ini.


Kusingkap gorden yang menutupi kamar belakang, Indah ternyata sudah duduk di pinggir dipan seperti biasanya. Dia  menungguku duduk di sebelahnya seperti sebelum sebelumnya.


“Ada apa Ndah, ada yang mau kamu omongkan ke aku, atau ada sesuatu yang mengganjal di hatimu Ndah?”


Indah ini meskipun dia berwujud mahluk tak kasat mata, tetapi perasaan dia ini halus seperti perempuan tulen hehehe, jelas tulenlah , masak banci sih.

__ADS_1


“Perasaan Indah dari tadi ndak enak mas, semenjak tadi mas Agus pergi ke tempat Totok, Indah merasa bahwa mas Agus akan meninggalkan Indah selamanya mas”


“Teman Totok yang bernama Bejo tadi meninggal. Kata Totok meninggalnya kemarin malam, karena paginya Totok baru menemukan dia sudah gantung diri”


“Lalu apa yang kamu pikirkan Ndah, memangnya perasaanmu berkata apa Ndah?”


“Ndak tau mas, pokoknya Indah merasa bahwa Mas Agus tadi pergi itu kaya pergi ke suatu tempat yang mengerikan dan …. Eeh dan disana banyak mayat … tapi Indah tidak bisa melihat dimana letak tempat itu mas”


“Yang kamu pikirkan itu ada benarnya Ndah, karena tadi aku menemui mayat Bejo yang sudah tegantung, tetapi aku merasa disana itu ada yang ndak beres Ndah, aku merasa kalau disana itu mengerikan sekali”


“Hanya saja aku masih belum bisa meraba apa yang membuat disana itu begitu mengerikan dari pada di rumah ini yang banyak penunggunya heheheh. Tapi bukan kamu Indahku sayang, kalau kamu tuh hantu yang aku cintai”


“Mas Indah serius mas, jangan guyonan dong. Gini aja mas, Indah coba mau tanya ke mbah putri kenapa Indah kok ndak bisa lihat tempat totok atau Indah tidak bisa kesana”


“Oh iya mas, tadi ada orang kesini. Dia masuk ke halaman rumah ini tetepi tidak mengetuk pintu sama sekali. Dia naik mobil hitam, di dalam mobil itu mungkin ada empat orang, yang satu orang turun dan mengintip melalui kaca depan mas”


“Waduuh Ndah, apakah itu orang yang mencari aku dan temanku waktu di kota S itu?”


Aku mulai panik, masak bisa orang-orang itu tau alamat rumah mbahku, apakah Petro mulai buka mulut mengenai tempat persembunyian kami?


“Kayaknya beda mas, tetapi dari gelagatnya sih sama juga tujuannya mencari mas Agus dan teman mas Agus, untungnya lampu rumah tadi dalam keadaan mati, jadi mereka kira rumah ini kosong”


“Lho siapa yang matikan lampu Ndah, tadi sore waktu kami berangkat kan lampunya nyala” tanyaku kepada Indah


“Hehehe yang matikan jelas mbah putri lah mas, dia kan paling ndak suka ada orang yang boros listrik, jadi lampu disini dimatikan nya hehehe


“Ndak aku minta bantuanmu, apa yang harus kami lakukan lagi Ndah, aku sudah tidak tau harus sembunyi dimana lagi, karena tempat ini lah yang menurutku paling baik untuk digunakan sebagai tempat tinggal”


“Mereka tidak akan bisa menemukan mas Agus disini , tenang aja mas, sudah Indah buat rumah ini tidak kasat mata bagi orang yang melihatnya, siapapun akanluhat rumah ini dalam keadaan kosong tidak berpenghuni dan kotor”


“Mungkin nanti mereka akan kembali lagi kesini, karena salah satu dari mereka bilang kalau nanti mereka akan kesini lagi mas, kita lihat saja apa yang akan mereka lihat kalau ada di depan rumah ini”


Tidak lama kemudian di ruang tamu terdengar suara ramai sekali , tenyata keempat temanku sudah datang. Aku harus tau apa yang menyebabkan mereka datang hingga malam begini. Aku keluar dari kamar Indah dan menemui keempat temanku.


“Gimana rek, kok lama sekali kalian pulangnya, apa kerasan disana tak rek”


“Apane mas Dogel, kami belum sampai disana. Ada saja yang menghalangi perjalan kami ke sana mas, mulai dari ban bocor di Pct, kemudan motor mogok di tanjakan hutan, setelah itu motor yang di tumpangi Broni dan Ukik menabrak sisi jembatan yang tidak kelihatan.


“Pokoknya ada saja halanganya mas” kata Kris

__ADS_1


__ADS_2