
Aku ndak paham kenapa kamar yang awalnya peteng ndedet alias gelap gulita ketika mbahku masuk kemudian lampu yang diatasnya nyala, tapi nyalanya itu koyok kekurangan tenaga. Aaaah nyala lampu ini mirip dengan yang ada di hotel Waji!
Kubuka lemari kaca yang ada disebelahku, kemudian kuambil kardus yang berisi sanggul milik mbah putri, aku ndak tau apa yang mau ditunjukan mbah putri kepadaku, mosok se aku disuruh pakek sanggul, tapi gak mungkin lah, mosok aku mau dijadikan banci rek.
“Ini mbah, terus diapakan mbah sanggul ini?”
“Buka dusnya, dan sanggulnya taruh di tempat tidur itu le, mbah mau liat dulu”
Aku kok merinding ya megang gulugan rambut hitam yang tidak terlalu besar dan ringan ini, dan apa bener sanggul ini dulu selalu digunakan oleh mbahku.
Kutaruh sanggul itu di tempat tidur besi dan berkelambu, tempat tidur yang dulu selalu ditiduri mbahku ketika beliau masih sehat.
Bayangan mbah putri kemudian berdiri dan menghampiri sanggul itu, perhalan lahan dia menyentuh permukaan sanggul yang kutaruh di tempat tidurnya.
“Mmmmhhh ternyata makin kuat ” gumam mbahku
“Nduk mereneo nduk, lungguho di sebelah sanggul itu” suruh mbahku
Indah terkejut ketika mbahku menyuruh dia untuk duduk di sebelah sanggul yang terbentuk dari gulungan rambut dengan ukuran yang kecil. Ndak kayak sanggul yang biasanya dibuat ibu ibu waktu ada acara mantenan yang ukuranya besar dan gemuk.
“Nganu mbah, ee disebelah sanggul itu mbah?” tanya Indah “Eh, apa tidak sopan mbah. Eh sanggul kan tempatnya di kepala, kok Indah disuruh duduk di sebelah sanggul itu mbah?”
“Hmm koe iki nduk nduk, ora usah mikir yang ndak ndak. Nek aku nyuruh koe iki berarti ya sudah tak ijinkan untuk duduk di sebelah sanggul itu nduk”
Indah berjalan menuju ke tempat tidur. Kemudian dia duduk di sebelah sanggul yang memang sudah aku taruh disitu dari tadi.
“Wis koe duduk disana dulu nduk. Gus, dekatkan sanggul itu di kepala belakang Indah sekarang”
Aku ndak tau apa maksud mbahku, tapi kalau kutebak mungkin di dalam sanggul ini ada semacam kekuatan mistisnya. Tetapi kenapa harus Indah yang dapat kekuatan itu, kenapa bukan aku aja sih.
“Lho gus, kok malah diem saja, ayo dekatkan sanggul itu dibelakang kepala Indah” suruh mbahku dengan sedikit marah karena aku tidak melaksanakan apa yang dia suruh
Dengan agak takut aku dekati tempat tidur besi, di tempat tidur itu ada Indah yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur dan ada sebuah sanggul kecil yang tergeletak di sebelahnya.
“Terus apa yang aku lakukan lagi ini mbah?”
“Ambil sanggul itu dan dekatkan dengan bagian belakang kepala Indah” suruh mbahku
Kuambil benda keramat yang selama ini dipakai mbahku sewaktu dia hidup, sebuah gulungan kecil rambut yang lembut dan nampak sudah tua itu kudekatkan ke belakang kepala Indah.
“Pasangkan ke bagian belakang kepala Indah Gus, dan tunggu apa yang akan terjadi nanti” kata mbah putriku lagi
Ketika ku pasangkan sanggul kecil itu di belakang kepala indah, kemudian yang terjadi adalah sanggul itu menempel di kepala Indah, dan pelan pelan sanggul itu bergabung dengan rambut Indah.
Mbah putri dan aku terus menerus memperhatikan perubahan yang terjadi di tubuh Indah, hingga beberapa menit setelah sanggul itu bergabung di bayangan rambut indah.
__ADS_1
Pelan-pelan tubuh Indah yang awalnya hanya berupa bayangan itu berubah menjadi nyata, dimulai dari kaki. Kuperhatikan bagian telapak kaki Indah berubah menjadi padat, perubahan itu terus naik ke bagian kaki atas.
Fuuuiih aku terlalu surprise melihat aktivitas mengerikan ini, aku ndak nyangka kalau gelungan mbah Putri bisa sedemikian mengerikaaaan.
“Perhatikan Le, sebentar lagi indah akan memiliki tubuh, tetapi kamu harus ingat, Indah sebenarnya sudah mati, tubuh yang kamu lihat ini hanya tubuh palsu agar Indah bisa berinteraksi dengan kalian dan bisa membantu kegiatanmu”
“Tetapi harus kamu ingat Le, kamu harus tetap menemukan tubuh Indah, karena menurut mbah, tubuh Indah masih ada tetapi dalam keadaan diawetkan”
“Le tolong ambilkan jarik mbah yang ada dilemari kaca itu, setelah itu tutupi tubuh Indah dengan jarik Le”
Aku bingung jarik mana yang harus kuambil, pokoknya aku ambil sembarang jarik, kemudian kulempar saja ketubuh Indah yang mulai terbentuk dan thelanjiang fulat itu.
Tubuh yang awalnya berupa bayangan itu pelan pelan berubah bentuk menjadi padat, seluruh tubuh indah sekarang sudah menjadi padat.
Sekarang yang ada didepanku adalah sosok perempuan cantik berambut sepunggung yang sedang menunduk malu dengan jarik yang menutupi tubuhnya.
*****
Pagi hari sebelum adzan subuh yang kutunggu tunggu.
Aku mumet!....,
Gimana ndak mumet, semalam suntuk aku ndak bisa tidur, bukan karena Indah yang sekarang sudah berubah bentuk menjadi padat, tetapi apa yang harus kubilang pada temanku dan tetangga disini, apalagi dengan bu Puji depan rumah.
Aku yang dari semalam duduk di sofa setelah kejadian aneh itu semakin ndak habis pikir, apaaaa yang harus aku lakukan dengan Indah. Indah saat ini ada di kamar mbahku, sesuai perintah mbah putri dia harus tidur di kamar mbah putri.
“I..iya Wah, Glewo belum bangun ta wah?”
“Udah itu lagi malas malasan di kamar. Ayo gel ndang wudhu, udah mulai adzan itu lho” kata Blewah
Pagi yang dingin dan sejuk di halaman rumah tidak bisa mendinginkan kepalaku, aku harus bilang apa lagi ketemanku dan ketetangga disini.
“Eh rek , eeeh ada yang mau aku bicarakan kepada kalian berdua, dan semoga kalian ndak marah dengan yang akan kubicarkan ini rek”
Kami sedang duduk duduk di ruang tamu setelah sholat subuh dengan ditemani satu teko kopi yang tiba tiba sudah tersedia di meja ruang tamu.
“Lho sopo sing nyepakno ( menyediakan) kopi iki? Awakmu nyewa pembantu ta Gel” Tanya Blewah
“Eeeeh duh piyeeee iki rek?” aku bingung apa yang harus kukatakan
“Mbak Puji ta Gel yang buat kopi iki” kata Glewo yang menuangkan kopi ke tiga cangkir yang juga sudah tertata rapi di meja ruang tamu
“Yo gak popo Gel kalau mbak Puji mau nyediakan kita kopi tiap pagi ngene iki hihihihi” tukas Blewah
“Eh rek , semua ini gara-gara mbahku, dia bilang kita butuh orang untuk membantu keseharian kita sekalian membantu kita untuk pecahkan masalah kita rek”
__ADS_1
“Terus, maksudmu opo gel?” tanya Blewah penasaran
“Sik... sik tak panggilkan yang tadi nyediakan kopi buat kita rek”
“Ndah sinio, temen-temen kepingin tau kamu” aku memanggil Indah yang memang harus kuperkenalkan kepada kedua temanku sekarang.
Indah yang tadinya aku suruh ada di kamar belakang kemudian muncul di hadapan kedua temanku.
“Whaaaaa..., ini Indah yang biasane cuma berupa bayangan ta Gel!” teriak Glewo kaget
“Waduuuhhhh Geeel, onok ngenekan yo tambah semangat aku Gel heheheh” sahut Blewah
“ceritane gimana itu Gel kok Indah iso nyata wujude” lanjut Blewah
Aku ndak ngira reaksi kedua temanku ini, tadi yang aku perkirakan kedua temanku akan kaget dan akhirnya teriak karena Indah muncul di depan mereka, tetapi yang ada malah mereka mulai berwajah mesum.
“Ndah, di lemari mbah apa ndak ada jarik dan atasan yang agak longgar gitu ta” tanyaku kepada Indah yang memakai jarik dan atasan yang ketat karena kekecilan
Akibat ketat itu sehingga lekuk tubuh Indah tercetak dengan jelas, dan akibatnya kedua temanku ini berubah menjadi manusia mesum
Indah bener bener beda keadaanya dibanding dengan ketika dia masih berupa bayangan yang mengambang di atas lantai atau tanah. Indah yang berwujud manusia ini lebih berisi, pokoknya lebih segalanya lah dari pada yang berbentuk hantu.
“Ayo mas kita ke pct, Indah kepingin kesana mas”
“Ke Pct nginep vila ta Ndah, ayo wis Ndah, jangan kuatir, aku bisa kuat tahan lama dan perkasa Ndah hihih” Glewo mulai ngawur omongane
“Gak usah ke Pct Ndah, deket deket sini ae lho. Pokoke sama sama mbonjrooot Ndah hihihi” timpal Glewo
“Mas Agus, Indah liat kedua teman mas Agus ini kasian ya mas, apa mereka belum pernah kena belaian perempuan mas?”
“Lhooo jangan menghina Ndah, gini-gini mereka ini pacare ayu-ayu Ndah, tapi wedok palsu, merek juga sering kena belaian belalai pacarnya”
“Ah mosok sih mas, pacar mereka ini banci ta mas heheheh”
“Siang ini kita ke pct Ndah, tapi aku minta kamu nyamar jadi laki Ndah. Karena kalau jalan kaki menuju ke arah mobil diparkir itu kan lumayan bisa dilihat orang banyak, lha aku ndak mau mereka ngira kami diem diem masukan perempuan di rumah ini Ndah”
“Sementara ini pake baju dan celana panjang salah satu dari kami yang pas buat kamu Ndah, nanti kita beli pakaian waktu kita pergi” kataku
“Oh iya mas, mbah tadi sempat bilang ke Indah, kalau mas Agus butuh uang bisa jual salah satu dari perhiasan yang disembunyikan mbah di kamar belakang mas”
“Jangan Ndah, nanti saja kalau kita sudah bener-bener kepepet, saat ini kita masih ada uang dari Totok. Asal kamu tau, Totok memberikan banyak uang atas pembagian keuntungan dari toko Gemezzz itu ndah”
*****
Dandanan Indah sudah seperti laki laki, dia memakai celana panjang Glewo, jaket kulitku yang bau keringat, kaos Blewah yang masih belum dipakai dan tentunya zemfak milik mbahku heheheh yang masih bersih dan masih bau kapur barus.
__ADS_1
Sayangnya dia ndak pakek Bheha, makanya aku pinjamkan jaketku untuk menutupi bagian yang mentuntung dari tubuh Indah.
Kami siap untuk menuju ke Pct, sekalian untuk membuat Indah ingat lagi apa yang dilakukan Totok disana terhadap indah.