INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 198 (MALAM YANG ANEH LAGI)


__ADS_3

Maghrib pun datang, kami semua kecuali yang perempuan menuju ke mushola sebelah rumah, rombongan kami cukup banyak untuk hari ini heheheh.


“Nak Gilank kalau begini keliatan ganteng lho nak, coba lihat di kaca itu nak” kata pak Tembol kepada Gilank yang  mirip remaja 70an  dengan celana cutbray plus hem berkerah lebar dan potongn rambut yng gundul bagian atas saja.


“Liaten mereka pak, si Ali, Tifano, Wildan kenapa pakaian mereka kok lebih moden dari pada saya pak?”  tanya Gilank


“Paling memang sengaja mereka-mereka ini mau ngerjain saya, termasuk bau busuk tadi, pasti mereka mau jahil kepada saya pak” bisik Gilank kepada pak Tembol


“Tentu saja tidak nak, buat apa juga mereka jahil sama nak Gilank, apa untungnya buat mereka, dan apakah wajah mereka itu terlihat tertawa melihat nak Gilank ?” jawab pak Tembol


“Iya sih pak, ada benernya juga dengan apa yang tadi pak Tembol katakan itu”


Aku yang ada di sebelah pak Tembol rasanya mau tetawa, tapi takut dosa, karena kami sekarang ada di teras mushola sambil duduk duduk menunggu adzan isya datang.


Sedangkan yang lainya macam Wildan, Tifano, Ali dan Dogel ada di dalam rumah. Aku penasaran dengan yang namanya Gilank ini, karena kelakuan dia ini sebenarnya mirip dengan Blewah, tapi lebih nggilani Gilank sih hihihihi.


“Coba bayangin pak, rambut bagian atas saya ini botak, ini gara-gara anak buah Novi yang mungkin dengan sengaja mencukur rambut bagian atas saja, setelah rambut bagian atas saya tercukur kemudian listrik mati. Itu kan suatu kesengajaan pak” kata Gilank


“Hahahah ndak juga nak, lha terus kenapa ndak digundul saja sekalian nak, agar sama seperti saya nak, botak semua heheheh” kata pak Tembol


“Ya jelas saya ndak mau jadi botak pak, yang namanya Gilank itu anti botak pak, harus selalu gondrong dan bangga dengan gondrongnya pak heheheh” kata Gilank


Hihihihi aneh juga ternyata GIlank ini, selama aku bersama mereka, baru ini aku merasa Gilank ini agak aneh, eh aneh sekali sih kalau menurutku, karena Nanta yang aneh saja tidak seanah Gilank.


“Terus tadi kenapa nak Gilank kok ndak mau mandi nak? Apakah ada masalah dengan airnya?” tanya pak Tembol


“Saya kalau lihat air itu rasanya seperti melihat setan pak, makanya saya tidak berani mandi pak” kata Gilank


“lha dulu gimana. Apa nak Gilank juga kalalu lihat air juga seperti lihat setan?” tanya pak Tembol


“Ndak pak, dulu saya ndak begini pak, lihat air biasa saja pak, apakah karena saya dari masa lalu itu pak?”


“Hehehehe, saya ndak ada masalah dengan air kok nak, dan teman-temanmu lainya juga ndak masalah kan, itu hanya perasaan nak Gilang saja kok heheheh, jadi ada baiknya jangan sampai membayangkan  air itu adalah setan nak”


“Coba nak Gilank lihat orang dengan gangguan jiwa, atau orang gila yang biasanya ada di pinggir jalan itu, mereka itu juga takut dengan air, mereka tidak mau kena air. Lha apakah nak Gilang itu termasuk golongan mereka yang orang dengan gangguan jiwa juga hehehehe” kata pak Tembol


“Ya ndak pak, saya ndak gila kok pak. Mana ada orang gila bisa berkomunikasi begini pak” jawab Gilank

__ADS_1


“Lha mangkanya itu, kalau tidak mau dikatakan gila ya jangan sampai berlaku seperti ciri-cirinya orang yang dalam keadaan gangguan jiwa dong, paham kan nak Gilank” kata pak Tembol


“Iya pak saya paham, saya akan usahakan melawan perasaan saya tentang air pak, akan saya lawan rasa takut saya pak” kata Gilank dengan bersemangat


Aneh juga ya yang namanya Gilank ini, tapi sebenarnya juga tidak cukup aneh karena temanku yang bernama Blewah juga seperti itu dia juga punya rasa takut yang tinggi pada air, tapi apakah itu sebuah penyakit yang menular ya, mengingat hingga sekarang sudah ada dua orang yang seperti ini.


Ndak terasa aku bersama pak Tembol dan Gilank ada disini hingga sudah mulai waktu masuk sholat isya, karena sudah mulai terdengar adzan isya. Yah sayang sekali obrolan mengenai Gilank terhenti karena masuk waktu isya. Tapi siapa tau nanti di rumah obrolan ini akan dilanjutkan lagi dan lebih seru karena ada anak-anak lainya  heheheheh.


“Ayo nak Petro dan nak Gilank, kita sholat isya dulu, dan khususnya bagi nak Gilank semoga dengan sudah mau mandi tadi dan sudah mau sholat maka bisa mengurangi rasa takutnya dengan air” kata pak Tembol yang kemudian beranjak masuk ke mushola lagi.


*****


Malam hari ini rumah mbahnya Dogel rame dan penuh hihihi, karena saat ini rumah ini kedatangan tamu dari anak-anak Sutopo yang bermalam disini untuk sekedar istirahat karena katanya mereka dari semalam belum tidur sama sekali.


“Mbak, Novi tidur dimana mbak, Novi sudah mulai ngantuk sekali mbak” kata Novi


“Lho di kamar depan kan ada kasur yang untuk dilantai Nov, kasur yang aku tidurin, kamu bobok disitu saja sama aku Nov, karena kasur yang atas itu untuk Winna dan Chinta” kata Chandra


“Ya udah kalau gitu mbak Chandra, Novi rasanya sudah gak kuat melek ini mbak, Novi duluan ya mbak” kata Novi yang kemudian masuk ke dalam kamar dan tidur di kasur yang diinfokan oleh Chandra itu.


Diruang tamu rumah ini tinggal kami yang laki-laki saja bersama raga Blewah yang hingga kini belum sadar juga nampaknya.  Entah sampai kapan raga Blewah ini kosong, yang pasti kami masin menunggu asyu suruhan Dogel itu


“Saeful mana pak, tadi dia kan ada disini?” tanya Wildan


“Dia tadi minta ijin ke saya untuk tidur di mushola, katanya dia sudah bilang ke pengurusnya karena dia mau sholat malam disana nak” kata pak Tembol


Akhirnya malam ini anak-anak Sutopo sudah bergeletakan di ruang tengah tapi tidak lama kemudian Ali terbangun. Padahal dia sudah tertidur dari tadi.


“Sekarang baru jam 22.15 kenapa nak Ali sudah bangun?” tanya pak Tembol yang belum tidur besama aku dan Dogel


“Saya mau ke mushola pak, sekalian nanti sepertiga malam mau sholat malam disana pak, mumpung di sana ada Saeful pak” kata Ali  yang kemudian keluar dari rumah dan menuju ke Mushola yang ada disebelah rumah


“Apa ndak masalah kalau mereka tidur di mushola pak? Tanyaku


“Ndak papa nak Petro, asalkan mereka tidur di terasnya saja dan sudah ijin kepada pengurusnya. Kalau ndak salah pengurusnya tinggal disebelah kanan mushola ya nak Dogel?” tanya pak Tembol


“Iya pak, mereka sekeluarga ada disana, asalkan Saeful sudah minta ijin untuk tidur disana ya ndak papa pak” jawab Dogel

__ADS_1


Malam semakin larut, tapi aku belum juga ngantuk, padahal Dogel sudah mulai tertidur di sebelah raga Blewah.


Ngomong-ngomong soal raga Blewah, tubuh Blewah itu kalau disentuh masih hangat dan masih ada detak jantungnyam nafasnya pun masih teratur, padahal arwah dia kan tidak ada disana. Sebenarnya aneh juga untuk orang yang awam macam aku ini.


“Pak, tubuh Blewah ini benar-benar mirip dengan orang yang sedang tidur ya pak, tubuhnya masih hangat dan masih ada detak jantungnya pak”


“Kalau nak Petro tanya kepada saya yang orang awam ini, maka saya hanya bisa jawab, itulah kebesaran Allah,  tetapi kalau nak Petro tanya kepada ahlinya maka jawabanya pasti akan panjang. Kembali lagi ke penjelasan singkat saya nak, yang namanya ghaib  itu tidak bisa ditebak sama sekali”


Dari hal yang tidak mungkin, bisa saja terjadi. Dari hal yang tidak bisa dicerna akal sehat, bisa saja menjadi kenyataan”kata pak Tembol


“Pak, saya kok merasa agak ndak enak ya untuk malam ini pak, rasanya gimana gitu pak” kata Dogel tiba-tiba terbangun dari tidurnya


“Sama nak Dogel, saya juga merasa ada yang akan terjadi malam ini nak, tapi saya belum bisa merasakan apa itu yang akan terjadi nak”


Tidak hanya Dogel  dan pak Tembol, aku juga merasakan hal yang sama dengan keadaan di sekitar rumah ini, tapi lebih baik aku diam saja, karena aku rasa kami yang ada disni akan mengalami sesuatu yang tidak terduga lagi.


Tiba-tiba Indah dan Ngot keluar dari kamar belakang. Mereka menuju ke ruang tamu dimana kami sedang duduk.


“Pak Tembol, Indah kok merasa keadaan disini semakin aneh ya pak, Indah merasa akan terjadi sesuatu lagi pak, sesuatu yang sama dengan yang dilakukan oleh Totok beberapa waktu lalu pak” kata Indah


“Apa kalian belum bisa mendeteksi apa sebenarnya yang sedang terjadi disini nak?” tanya pak Tembol


“Kami belum bisa mendeteksi apa-apa pak, tapi yang pasti saya dan mas Ngot sudah merasakan akan adanya sesuatu pak


“Ya sudahlah  kita pasrah seperti sebelum sebelumnya nak, mau apa yang terjadi pun kita hanya bisa diam dan berdoa mohon pertolongan dari yang maha kuasa nak” kata pak Tembol


Tiba-tiba pintu kamar depan terbuka, Novi dengan wajah yang tegang keluar dari dalam kamar menuju ke ruang tamu.


“Kalian bersiap-siap dulu, Novi merasakan adanya energi yang besar yang sedang menuju ke arah sini pak” kata Novi dengan wajah tegangnya, tetapi semakin cantik saja


“Eh apakah ada hubunganya dengan ketiga cewek yang ada di dalam kamar itu ya nak Novi” tanya pak Tembol


“Kemungkinan iya pak, tapi Novi belum tau apa yang akan datang kesini karena yang akan datang ini berbeda dengan yang dimiliki oleh Totok seperti biasanya pak” kata Novi


“Eh mana Saeful dan Ali pak, kok mereka tidak terlihat disini pak” kata Novi lagi


“Mereka berdua tadi pamit akan tidur di mushola, sekalian nanti mereka mau sholat malam nak Novi” jawab pak Tembol

__ADS_1


Hawa di dalam rumah ini mulai naik, dari yang tadi awalnya lumayan sejuk karena sebagian jendela rumah dalam keadaan terbuka agar tidak pengab, tapi sekarang hawa di dalam rumah makin beranjak naik


“Aduh kenapa mereka tidak sholat malam di dalam rumah saja sih pak, kenapa harus ke mushola yang ada diluar sana pak” kata Novi


__ADS_2