
"Setelah subuhan nanti kita ke Gemezzz rek, aku penasaran dengan gua itu" kata Petro
"Lho nek aku ya budal tok Tro, ndak tau kalau kalian gimana rek" terus terang aku memang kepingin sekali ke sana, mumpung aku sekarang punya koceng yang tak namai mbak Bashi
Tro, Dogel opo masih tidur ta. Ini lho sudah hampir subuh kan rek" kata Ngot.
"Areke sik tidur Ngot, sik ngorok sisan, heran aku sama kelakuane Dogel iku saiki, ndak biasane arek itu koyok gitu kan Ngot?" tanya Petro
"Iyo Tro, biasane lho Dogel itu paling rajin dalam semua hal, apalagi dalam hal ibadah kan Tro"
Tidak lama kemudian adzan subuh sudah terdengar dari mushola sebelah rumah. Aku dan Petro sudah siap ke mushola, sementara Dogel masih asik dalam mimpinya.
Sepulang kami dari mushola ternyata Dogel sudah duduk di ruang tamu, dia hanya tertawa ketika melihat kami berdua masuk ke rumah. Memang keadaan Dogel beda dengan biasanya.
"Gel kamu kok ndak subuhan se"
"Hahahah lha wong ndak mbok gugah Wah, mana aku tau kalau ndak mbok bangunkan" jawaban Dogel itu bukan jawaban yang biasanya dia katakan, aku bahkan baru denger dia ngomong gitu.
"Yo Wis Gel, sekarang kami mau ke Gemezzz, ayo kamu mandio sana dulu, trus subuhan dulu , mumpung waktu subuh masih ada iki" kata Petro
Dogel masuk ke kamar mandi dengan malas. Gak biasane arek itu kayak gitu lho.
"Ndah, setelah ini kita ke Gemezz ya, kita coba lihat apa yang ada di lorong itu. Soale sebelumnya kan kita lihat ada orang yang ngakunya sebagai Totok ada di dalam sana kan"
"Nah setelah kamu pergi, aku sama Petro ke sana lagi, kami masuk ke dalam toko itu, ternyata di dalam toko banyak jejak jejak kaki, malahan ada lantai di dalam toko yang debunya berantakan"
"Berarti di dalam itu kan ada beberapa orang yang sedang berkelahi, dan jejak itu berakhir di dalam lemari"
"Mas Blewah sudah sejauh itu ya mas, hebat mas Blewah dan mas Petro ini. Tapi apa di sana ndak ada apa-apa mas?" tanya Indah
"Ya banyak lah Ndah, tapi aku kan bawa sapu lidi hehehehe, mereka kelihatannya takut sama sapu lidi yang kita bawa semalam itu"
"Gini mas Blewah dan mas Petro. Sekarang yang ada di dalam tubuh kalian ini sudah terdapat sesuatu yang awalnya ada di dalam tubuh mas Dogel, dan itu sangat berguna dalam hal melindungi kalian apabila kalian sedang ada di tempat yang mengerikan" jelas Indah
Pukul 05.30 kami sudah siap berangkat menuju ke toko Gemezzz, Kebetulan Dogel juga sudah selesai dengan segala sesuatunya yang harusnya bisa diselesaikan dalam waktu 5 sampai 10 menit saja. Tapi saat ini Dogel menyelesaikan dalam waktu 30 menit.
"Sayang Glewo wis balik ya Wah, coba ada dia kan rame kita" kata Petro
"Nanti kalau dia terasa, pasti dia akan balik ke sini juga kok Tro, aku yakin itu Tro"
Pukul 06.10 tepat kami sudah ada di depan toko Gemezzz, kami menggunakan bentor, sementara itu motor Petro agar aman dimasukan ke dalam ruang tamu rumah mbah Dogel.
__ADS_1
Seperti kemarin, aku tidak lupa bawa lampu minyak yang sudah ku isi penuh dengan minyak tanah, Petro masih setia dengan ponselnya yang lampu blits nya nyala terang sekali sambil membawa sapu lidi.
Tiba di depan Gemezzz tiba-tiba Dogel tertawa.
"Hehehe ngapain kesini lagi rek, koyok ndak ada tempat rekreasi lainya aja rek, taman bermain ini lho sudah gak karuan rek" kata Dogel sambil tertawa
"Tro, awakmu denger nggak apa yang diomongkan Dogel barusan hihihi?”
"Wis jarno Wah, pokoknya dia kita ajak jalan-jalan ke terowongan di sana. Biar diawasi sama Ngot dan Indah saja Dogel itu Wah"
Seperti sebelumnya, kami masuk, ke toko Gemezzz lewat pintu depan, kemudian kami berjalan menuju ke bagian belakang toko dimana terdapat pohon sukun yang lumayan besar.
Di taman belakang ini kalau siang memang tidak mengerikan karena sinar matahari masih bisa menembus rimbunnya daun dan ranting pohon, beda dengan malam hari hihihih.
Keadaan taman belakang ini mungkin kalau ditata dan dibersihkan akan nampak bangus, sayangnya tidak ada yang merawatnya sehingga daun daun kering dari pohon sukun yang besar ini membuat kotor halaman belakang.
Bau busuk tetap tercium seperti kemarin, ndak ada yang berubah, semua tetap seperti kemarin waktu kami tinggalkan untuk menyelamatkan Dogel. Kecuali satu hal....
"Tro, kemarin waktu kita pergi dari sini apa pintu kamar itu kita tutup?"
"Aku lupa Wah, kemarin kita pergi dari sini kan tergesa-gesa Wah, tapi coba lihat kucing mbak Bashi, apa ada yang berubah dengan tingkah dia?" kata Petro sambil melihat mbak Bashi
Kucing hitam yang dari tadi ada di gendonganku kemudian ku lepas, kubiarkan dia berjalan di lantai bagian belakang toko. Kucing itu berjalan pelan menuju ke pintu kamar belakang yang keadaanya tertutup.
"Krrrrrr meeoooong ngoooww nggggwwweooooww"
Si hitam yang ku namai mbah Bashi itu mulai bersuara, kaki depan dia tumpukan ke pintu dan mulai menggaruk garukan ke permukaan daun pintu.
"Eh itu mbak bashi keliatanya mau masuk ke dalam Wah, coba dibuka saja lah pintunya"
"Hehehehe jangan dibuka rek, apa kalian yakin sama yang ada di dalam sana?" potong Dogel
"Wis diemo ae Gel, nek ndak mau bantuin, jangan bikin kita berdua down dong" kata Petro
"Sik Wah, aku tak masuk ke sana dulu, siapa tau bener apa yang dikatakan Legod atau Dogel itu" kata Ngot yang langsung masuk ke dalam kamar dengan menembus dinding
Bagi seorang Ngot. Membantu teman adalah seperti kegiatan makan sehari hari, Ngot itu ringan tangan, dia akan membantu teman yang sedang kesulitan, tapi bukan kesulitan keuangan, karena dia bukan perusahaan pendanaan hehehe.
"Mas Blewah, Mirah suka lihat mas Ngot, dia itu sangar gondrong dan ganteng, dia juga ringan tangan mas, dulu waktu hidupnya apa ya juga gitu mas" tanya Mirah
"Wis ojok nggarai aku cemburu Mirah, kamu itu dibutakan oleh wajah, memang nek wajah aku sama dia jelas alah jauuuh, tapi kalau hati dan jeroanku, yo jauuuh juga Mirah"
__ADS_1
"Jauh lebih baik Ngot ya Wah hahahahah" potong Petro
"Kosong, ndak ada apa-apanya, mungkin kena angin atau kamu dewe yang lupa Wah" kata Ngot ketika dia datang dari arah dalam
"Mas Ngot, tadi mas Ngot sudah periksa yang ada di dalam lemari" bisik Indah
"Nggak Ndah, memangnya ada apa di sana?" tanya Ngot
"Indah mana tau mas, tadi kan Indah Cuma bilang sudah periksa yang ada di dalam lemari saja, siapa tau yang nutup pintu ini lagi sembunyi di dalam lemari itu" kata Indah lagi
"Asyudahalah, ayo Wah kita masuk. Kita buktikan apa yang ada di dalam tubuh kita Wah hahahaha" Petro mulai gunggungan, dipikir interaksi sama mahluk ghaib itu koyok ngobrol sama koceng
Sementara itu mbak Bashi tetep mencakar cakar pintu kamar itu dengan kaki depannya, seolah olah dia sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam sana.
Kubuka pintu kamar pelan dan kemudian kudorong kedalam, keadaan kamar yang gelap ini mengakibatkan kami terpaksa menyalakan lampu minyak.
“Tro, mana korek api yang tak titipkan ke kamu tadi?”
Petro memberikan korek api kepadaku, kemudian kunyalakan lampu minyak ini, cahaya yang keluar dari lampu minyak ini lumayan bisa cukup menerangi kamar yang keadaanya gelap.
“Hehehe kalian yakin mau masuk ke sana rek?” tanya Dogel tiba-tiba
“Memange kenapa Gel, apa kamu tau yang di dalam itu apa?” kata Petro
“Ndek njero iku akeh demite ( di dalam itu banyak setanya), nek koen nekat berarti awakmu luwih nekat seko demit wahahahah ( kalau kamu nekat, maka kamu lebih nekat dari pada setan hahahah)” jawab Dogel
“Sekarang gini Gel, kamu mau ikut kita atau cuma disitu saja?”
“Gini lho Wah, bukane aku ndak mau ikut, tapi apa kalian yakin bisa melawan yang ada di dalam situ hihihihi” jawab Dogel merendahkan kami
Mbak Bashi berjalan masuk ke dalam kamar, terpaksa aku ikuti saja dia ke dalam, dari pada dengerin omongan dogel yang ndak mutu blas.
Di depan lemari hitam, lagi-lagi mbak Bashi mencakarkan kaki depanya di pintu lemari, berarti aku harus buka lemari ini juga dong.
“Owwh hahahah jangan coba-coba buka lemari itu lagi Wah, aku ndak nanggung kalau ada apa-apa disana” kata Dogel lagi
Saat ini yang membawa sapu lidi adalah Petro, sedangkan aku mambawa lampu minyak, Indah dan Ngot ada di belakang mengawasi kami, Dogel ada diantara kami dan Indah. Jadi aku dan Petro bisa fokus sementara Dogel dalam pengawasan Indah.
Aku dan Petro merasa yakin dan berani masuk ke dalam, karena aku dan Petro sudah mempunyai sesuatu yang ada di dalam tubuh, jadi ndak ada salahnya kan kalau kubuka pintu lemari ini.
Ketika akan kubuka pintu lemari, tiba-tiba mbak Bashi mendesis keras dan menggeram dengan wajah melihat ke arah lemari, ketika kucing mendesis berarti artinya sebagai peringatan kalau ada sesuatu yang mengancam dirinya.
__ADS_1
Aku mundur beberapa langkah, kubiarkan dulu mbak Bashi yang masih menggeram hinga dia sudah mulai tenang.