
Blewah dalam keadaan tidur terlentang di tempat tidur yang warna spreinya sudah ndak karuan, karena bekas kena darah dan cairan lainnya. Kemudian senterku kuarahkan mengenai wajah Blewah, Blewah dalam keadaan memajamkan matanya, dan dia tidak begerak sama sekali.
Senterku beralih ke arah perut blewah yang sudah penuh darah dan cairan kental lainnya macam nanah tapi aku yakin itu darah dan nanah pasti berasal dari tubuh perempuan mengerikan itu.
Bau busuk sangat menusuk di dalam kamar ini, karena kamar ini pangab tanpa ada ventilasi sama sekali.
Senterku turun lagi ke pinggang Blewah ..
ASTARGFIRULLAH...... ada kepala manusia perempuan penuh darah yang sedang ada di tengah shelangkangan Blewah, kepala dengan rambut panjang yang menutupi wajah dan mulutnya itu nampak bergoyang-goyang maju mundur sambil menikmati apa yang ada bagian tengah shelangkangan Blewah.
Kepala perempuan dengan rambut panjangnya yang basah lengket penuh darah dan cairan tubuh itu aneh, karena bisa bergerak gerak sendiri, padahal kepala itu terpisah dengan tubuhnya.
Sebenarnya aku kepingin lihat wajah dari pemilik rambut panjang itu, tetapi sayangnya rambut yang mengerikan itu menutupi wajah nya, sehingga aku yang hanya menggunakan senter Hp tidak bisa jelas melihat wajah kepala itu.
Ya Allah, apa yang sedang dilakukan ndas glundung itu di bagian nganunya Blewah, dan yang lebih mengerikan adalah tangan dari tubuh tanpa kepala itu seolah-olah sedang memegang dan mengarahkan kemana maunya kepala itu bergerak.
Aku sedang membayangkan kalau aku sedang memegang bola dan aku akan arahkan bola itu sesuai yang aku maui, yah seperti itulah, tangan itu memegang kepala dengan rambut yang penuh darah itu dan menggerakan sesuai yang dimaui kepala itu.
Dan saat ini yang mengerikan adalah tangan yang memegang kepala itu sedang mengarahkan mulut dari kepala yang basah oleh darah itu untuk menye....dhoott nganunya Blewah, sungguh sebuah pemandangan luar biasa membuat aku tidak bisa bernafas beberapa detik.
“Mas segera tolong mas Blewah sebelum perempuan itu menghisap roh mas Blewah” bisik indah kepadaku
Tapi..tapi apa yang harus kulakukan, aku lihat hal yang ada didepan ini saja kakiku sampai sekarang kaku kram ndak bisa digerakan, kok malah disuruh melakukan sesuatu untuk Blewah
Tiba-tiba dua anak yang ada ditubuhku berusaha menggerakan anggota tubuhku, dengan bergelayut di pahaku, mereka memancing urat syarafku untuk bergerak.
Kedua anak aneh ini mengangkat satu kakiku hingga aku ada di posisi menendang, dan ..
“Aduuh, apa kalian lakukan dengan kakiku!” teriaku pada dua anak kecil yang sedang menekuk pahaku menjadi seolah sedang akan menendang bola.
“Mas Tendang kepala itu sebelum terlambat, anak-anak itu menyuruh mas Agus untuk menendang kepala itu secepatnya mas” kata Indah
“Tapi kakiku gak bisa digerakan. Kakiku kaku kram Ndah”
“Ya sudah terserah mas Agus, pokoknya anak kecil ini sudah berusaha membantu mas Agus, kalau mas Agus ndak mau berusaha ya sudah , mas Agus siap-siap saja kehilangan teman. Silahkan mas Agus pikirkan sendiri”
Aku ndak tau apa yang terjadi pada diriku, apakah karena ketakutan ini, kemudian kakiku tidak dapat digerakan sama sekali, tetapi kenapa tidak Indah saja yang menendang kepala itu, kanapa harus aku?
Akhirnya kedua anak itu berhasil menyembuhkan kramku, aku sudah bisa menggerakan kedua kakiku, hanya saja aku takut dan jijik untuk mendekati mahluk aneh yang sedang mengulum nganunya Blewah.
AAAAARRRGGHHHHSSS…..
__ADS_1
Suara Blewah terdengar lagi, aku bingung itu suara sebenarnya suara keenakan atau suara kesakitan sih,tapi kata Indah perempuan dengan kepala terpisah itu bisa membunuh orang dengan tanpa rasa sakit, malah orang itu akan merasa keenakan.
Aku ndak bisa biarkan Nanta dihisap begitu saja oleh mahluk jelek itu , kalau dia dihisap waria masih aku maklumi, karena memang Blewah itu sukanya nganu sama Waria. Tapi ini, mahluk jelek tanpa kepala kok mau ngehisap Blewah.
Sampai saat ini aku hanya diam termangu melihat Blewah sedang dihisap-hisap oleh kepala perempuan yang terpisah dari tubuhnya itu, aku hanya bisa lihat tanpa berbuat apa-apa, sedangkan kedua anak yang sedang aku gendong berusaha menggerakan kakiku agar menendang kepala aneh itu.
kemudian tiba-tiba keberanianku semakin ciut, ketika kepala itu ditolehkan oleh tangan dari tubuh itu ke arahku, kepala itu mengerikan, dia penuh darah hitam dan cairan yang kental berbau busuk.
HHHRRRMM ......DTJUUUUUIH....!
“Aaaaahhh yanchoook! Aku diidoni chuuk!”
Tapi untungnya ludah yang pasti nggilani itu tidak mengenai aku, hanya bau busuk dari aroma ludah itu yang menusuk hidungku.
Sekarang aku makin tidak punya keberanian untuk menghadapi mahluk mengerikan didepanku ini, aku ndak punya keberanian untuk mendekati mahluk yang ada di depanku, lagi pula siapa yang tau Blewah masih hidup atau sudah mati.
Tiba tiba…
PLAK!…..PLAK!…PLAK!.., Indah menamparku tiga kali dengan kerasnya
“Kanapa kamu tampar aku Ndah, apa salahku, sakit tauu!” teriakku
“Sakit? Sakit mana sama temanmu yang sedang meregang nyawanya?” tanya Indah dengan wajah Marah
Aku heran sama Indah, aku kan tadi diidoni ( diludahi) kenapa dia sampai ndak tau?
Tiba-tiba tanpa kusangka dari belakang mbah Joyo, Ki peli dan Glewo datang. Mereka langsung menendang kepala itu tanpa belas kasihan, setelah itu ketiga orang itu menggendong Blewah dan membawa Blewah keluar dari sana.
*****
“Kenapa tidak kamu tolong temanmu yang sudah sekarat itu?, apa kamu sengaja agar temanmu itu mati?” tanya mbah Joyo
Aku ndak tau harus menjawab apa, karena aku tidak bisa menggerakan kakiku, meskipun kedua anak kecil itu berusaha mengangkat kakiku agar menendang mahluk itu. Tapi pada akhirnya mereka berhasil membuat kakiku bergerak, tapi kenapa lagi dengan diriku?
“Saya tidak bisa menggerakan kedua kaki saya” jawabku kalem
“Tidak mungkin, jelas kamu punya alasan lain dibalik kamu tidak mau menolong temanmu yang tadi rohnya sudah terhisap sedikit itu”
“Nak Indah sampai menamparmu dan kamu juga merasakan sakit, kamu pun sadar, tetapi kenapa kamu tidak ada usaha untuk menolong temanmu?” cecar mbah Joyo
“Padahal kamu disini punya hutang kepada keempat anak ini untuk membawa dia keluar dari sana , dan mereka pun membantumu dengan menggerakan kakimu agar mau melangkah dan menendang mahluk itu” kata mbah Joyo
__ADS_1
“Apa kamu mau membunuh temanmu ini?” pertanyaan mbah Joyo yang benar-benar menohok, tiba-tiba membuat tenggorokanku menjadi kering
“kedua anak ini sampai harus memasuki alam pikiranmu dan menggerakan kakimu agar kamu bisa menolong temanmu, tetapi kalau semua usaha itu tanpa ada kemauan dari dalam dirimu ya tidak akan berhasil, berarti di dalam tubuhmu tidak ada kemauan untuk menolong temanmu”
Di rumah mbah Joyo iniBlewah sedang tergeletak tak sadarkan diri, kalau kata mbah Joyo sebagian dari dirinya Blewah sudah ada di dalam tubuh perempuan tak berkepala itu.
“Yang saya tanyakan, kenapa kamu tidak menolong temanmu ketika temanmu ini sedang dihisap oleh setan itu” tanya mbah Joyo dengan suara agak keras
Aku bingung mau jawab apa, tapi memang sebenarnya aku bisa saja menendangnya, karena kedua anak itu berhasil menyembuhkan kramku, dan Indah juga telah menamparku. Tetapi aku ndak tau kenapa aku tidak bergerak untuk menolong Blewah yang sedang dalam keadaan sekarat.
Apakah karena tadi aku menghirup bau ludah setan perempuan itu, sehingga aku tidak ada kemauan untuk menolong temanku?
“Sa…saya ndak tau Mbah, kenapa saya tidak bergerak untuk menolong teman saya, saya merasa ada yang melarang saya untuk mendekati teman saya yang sedang dalam keadaan dihisap itu, saya merasa ada yang bilang kalau teman saya sudah mati dan percuma kalau ditolong”
Aku cerita bohong kepada mbah Joyo, karena dia pasti tidak akan percaya dengan cerita tentang ludah perempuan setan.
“Memang keadaan temanmu ini sudah separuh mati, dalam istilah medis temanmu ini koma, tetapi ketika kamu ada disana dan kamu tarik temanmu, dia tidak akan jadi seperti ini!”
“La..lalu apa yang sebaiknya saya lakukan mbah”
“Apa yang mau kamu lakukan? Tadi saja kamu ketakukan dan tidak peduli dengan keadaan temanmu, lha kok sekarang kamu nantang mau melakukan sesuatu untuk temanmu ini. Hahaha apa telinga mbah ndak salah dengar?”
“Untungnya temanmu Glewo lihat kalian masuk ke dalam kantor hotel, sehingga kami bisa ikuti kalian, coba kalau tidak?. Apa yang akan terjadi dengan temanmu ini kalau kami terlambat kesana” lanjut mbah Joyo.
“Kamu ini sudah dibekali sesuatu yang kuat, tetapi sayangnya otakmu tidak mau berusaha berpikir cepat, sehingga yang ada didalam dirimu itu tidak akan berguna sama sekali” kata mbah Joyo lagi
“Lalu apa yang harus saya lakukan mbah, apa yang harus kulakukan untuk mengembalikan roh teman saya ini?”
“Pulanglah!, selama pikiranmu masih seperti ini maka pulanglah, yang ada nanti dua temanmu akan menjadi korban berikutnya dari otak kamu yang tidak becus itu!” kata mbah Joyo marah
“Ndak mbah, saya tidak bisa pulang mbah, saya harus bisa mengembalikan teman saya seperti semula mbah” aku berusaha meyakinkan mbah Joyo bahwa aku berniat untuk melakukan apapun agar temanku sembuh
“Kamu lihat anak-anak itu, anak-anak balita yang harusnya belum banyak berdosa, mereka sampai berusaha masuk ke dalam pikiranmu dan berusaha menggerakan kaki krammu, dan berhasil kan, kakimu tidak kram lagi! Hanya saja tidak ada kemauan dari dalam hatimu untuk menyelamatkan temanmu”
“Nak Indah, keempat anak ini tidak mau pergi ke alamnya, mereka ini merasa bersalah hingga terlambat memberitahu temanmu yang menjadi korban keganasan ndas gelundung itu, keempat anak-anak ini minta untuk tinggal dan membantu kalian hingga temanmu ini sembuh”
“Mbah, saya boleh bicara?” tanya Glewo
“Ada apa mas”
“Disini hanya saya yang tidak bisa meliaht hal ghaib itu mbah, apakah saya bisa dibuat agar bisa melihat ghaib mbah? Karena saya rasa sudah waktunya saya juga bisa melihat mereka dan membantu untuk mengembalikan kesadaran teman saya mbah”
__ADS_1
Ada yang gak bener sama diriku, tapi aku ndak tau apa yang gak bener itu, harusnya aku segera menendang kapala yang sedang menghisap nganunya Blewah , bukanya aku hanya diam mematung dan melihat keanehan dengan tenangnya.
Pasti ada yang tidak beres dengan diriku, dan aku harus mencari tau secepatnya!