
Aku hanya duduk di ruang tamu ketika udara disini mulai berubah, Novi saat ini sedang bingung karena tau kalau Saeful dan Ali ada di muhsola.
“Siapa yang ada diluar itu Ndah?” tanya Dogel
“Sepertinya Totok mas, tapi kok beda. Sama-sama arabnya juga wajahnya. Tetapi beda dengan yang selama ini saya kenal pak. Wajahnya bengis dan sama sekali tidak ada belas kasihan yang Indah rasakan mas” kata Indah
“Apa lagi yang akan terjadi lagi disini, kenapa selalu saja ada gangguan yang terjadi, bukanya Totok sudah dibungkam oleh nak Blewah dan nak Nank” gumam pak Tembol
“Bisa iya bisa saja tidak pak, karena sampai detik ini kita belum bisa mengetahui dimana keberadaan mereka berdua pak, bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya pak” aku mulai berlogika karena aku sudah mulai pesimis dengan keadaan disini
“Jangan begitu nak, yakinlah kalau teman kamu itu berhasil melawan Totok, sedangkan yang diluar itu kemungkinan besar berbeda dengan Totok, karena tadi menurut nak Indah kan berbeda dengan sebelumnya nak” kata pak Tembol
“Kita harus bagaimana melawan situasi yang seperti ini, karena Blewah dan Sinank nang tidak ada disini” kata Dogel
“Yah ndak ada yang bisa kita lakukan nak, hanya diam dan menunggu hingga semuanya reda dengan sendirinya. Tapi untungnya kita ada di rumah ini, sehingga gangguan bisa sedikit teratasi nak” jawab pak Tembol
“Gel Mbak bashi mana, apa masih ada di kamar belakang, ambilen Gel bawa sini kucing hitam itu, siapa tau bisa membantu menetralisir keadaan disini”
“Lha ini mbak Bashi dia ada di sebelah Blewah, dia tidur di sebelah Blewah seakan ga ada apa-apa Tro” jawab Dogel
“Ya sudah lah. Anggap saja ndak ada apa-apa. Anggap saja hawa panas ini karena disini penuh dengan penghuninya”
“Ndak begitu mas Petro, Novi merasa ada yang aneh disini mas, tapi ndak bisa Novi prediksi mas karena yang ada disini itu energinya asing, bukan seperti milik Totok yang sudah bisa Novi tebak mas” kata Novi
“Menurut saya, lebih baik kita menunggu saja hingga kita tau apa yang akan dilakukan oleh yang diluar sana terhadap kita. Nak Novi, tolong lihat keadaan Winna, Chandra, dan Chinta nak, kita buka saja pintu kamarnya agar tau apa terjadi” kata pak Tembol
“Dan sementara ini kita tidak usah membangunkan anak-anak Sutopo dulu, tunggu sampai yang diluar itu melakukan sesuatu terhadap rumah ini” kata pak Tembol
Heheheh percuma pak Tembol berkata tidak membangunakan. Mas Wildan, Tifano, dan Gilank dari tadi sudah duduk di karpet depan kamar mbah nya Dogel dengan wajah yang wasapada.
“Pak, bukanya di luar sana ada mas Saeful dan mas Ali pak, jangan sampai mereka melakukan tidakan yang bahaya pak, Novi takut kalau mereka berdua aneh-aneh pak” kata Novi
“Mereka berdua tidak punya apapun pak, mending Novi saja yang keluar pak, Karena Novi punya sedikit kekuatan untuk melawan yang ada di luar sana pak”
“Tenang nal Novi, mereka berdua bukan orang yang bodoh nak. Mereka kan berpikir seribu kali untuk melakukan tindakan yang tidak menguntungkan bagi mereka berdua nak” kata pak Tembol
“Dan lagi pula saya tidak mau ada lagi korban seperti nak Blewah ini, sudah cukup nak Blewah saja yang melawan mereka, coba nak Novi lihat, sampai kapan nak Blewah seperti ini” kata pak Tembol sambil melihat Blewah
__ADS_1
“Pak, biarkan saya keluar pak, saya sudah bosan dengan kelakukan Totok ini pak” kata Gilank tiba-tiba dari arah tempat dia tadi tidur
“Nanti diluar sana nak Gilank mau ngapain nak?” tanya pak Tembol
“Akan saya akhiri semuanya ini pak, saya sudah bosan dengen kelakukan Rochman ini, saya sudah kepingin balik ke rumah pak” kata Gilank dengan suara keras
“Sudah biarkn saja pak, biarkan dia keluar sana pak, paling juga nanti dia mati kayak dulu itu pak”kata Wildan
“Sudah-sudah, jangan gitu nak Wildan, kalian ini ndak boleh saling menjerumuskan, kalian harus saling mendukung nak, jadi dukunglah nak Gilank untuk keluar, eh maksud saya dukunglah semangat nak Gilank ini nak, meskipun nak Gilank tetap ada disini
Aku tidak mau banyak komentar, aku takut apabila ada sesuatu yang tiba-tiba menyerangku. Lebih baik diam saja dan menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.
Suasana semakin gerah, karena jendela yang ditutup ketika kami meraskaan adanya perubahan suasana dan hawa yang ada disini, padahal sebelumnya jendela depan dan samping kami buka, sehingga udara luar yang sejuk bisa masuk kesini.
“Serahkan ketiga perempuan itu” tiba-tiba orang yang ada diluar berteriak kepada kami yang ada di dalam rumah
“Kita tukar dengan dua temanmu yang sudah aku tangkap. Serahkan tiga perempuan itu, nanti akan aku kembalikan arwah temanmu yang tolol itu” teriak suara yang berasal dari luar.
“Diam saja, dan jangan dijawab, dia tidak menahan arwah teman kalian, dia berbohong kepada kalian” kata pak Tembol
“Bagaimana bapak bisa tau pak?” bisik Dogel
“Cepat serahkan tiga perempuan itu atau temanmu aku binasakan selamanya hahahahh” teriak orang yang ada di luar itu
“Pak, apa tidak sebaiknya bapak merespon perkataan orang itu pak, saya takut kalau penduduk disini mendengar teriakan setan itu pak” kataku
“Tenang saja nak Petro, dia tidak akan melakuan apapun, dia hanya setan lemah yang berusaha mencari keuntungan di situasi seperti ini” kata pak Tembol
“Maksud bapak setan yang sesungguhnya belum datang” tanya Dogel
“Lho ya dia itu setannya, maksud saya, coba lihat mbak Bashi, dia tetap diam tak beraksi dengan teriakan yang ada di luar itu kan nak” kata pak Tembol
“Kalau seandainya kekuatan dia besar, pasti mbak Bashi dari tadi sudah bereaksi kan nak” kata pak Tembol berusaha menjelaskan keadaan kita dan keadaan yang ada diluar
“Kekuatan yang besar belum nampak, dan yang tadi kata nak Indah itu siapa ya nak, karena yang ini itu istilahnya hanya sebagai makanan pembuka saja” kata pak Tembol
“Indah ndak tau pak, pokoknya tadi yang indah rasakan itu ada suatu kekuatan besar yang sedang menuju kemari, dan kekuatan besar itu yang merubah udara dan hawa yang ada di rumah ini pak” kata Indah
__ADS_1
“Kita tunggu saja yang besar itu datang nak, karena yang ini hanya seperti nyamuk, dia kecil tetapi kalau menggigit mengakibatkan rasa gatal yang mengganggu”
Memang saat ini hawa yang mengakibatkan perasaan tidak enak dan mengakibatkan panas sudah mulai berkurang, mungkin ada benarnya apa yang dikatakan pak Tembol tadi. Mungkin saja yang diluar itu hanya sisa-sisa dari Totok yang masih berusaha untuk menakut-nakuti kita.
Tapi apa iya sih, lalu tujuanya apa? Apakah memang dia itu kesini atas kemauanya sendiri atau dia kesini atas suruhan seseorang, dan dengan tenaga penghabisanya mencari peruntungan agar kita menyerahkan tiga perempuan itu?
“Saya kok curiga yang datang tadi itu hanya sebagai pancingan saja nak, agar kita melawan dan lengah, kemudian ada lagi yang bertugas menculik ketiga perempuan yang sedang tidur di dalam kamar itu” kata pak Tembol
“Bisa jadi seperti itu pak, mungkin ada benarnya apa yang bapak utarakan tadi pak. Tapi apakah ada kemungkinan dia yang ada di luar itu sudah dilumpuhkan oleh Saeful dan Ali pak?” tanya Tifano
“Saya ragu nak, karena nak Ali dan nak Saeful tidak mempunyai apapun untuk menyerang dan mempertahankan diri, kecuali nak Dogel meminjami sapu lidi itu, mungkin bisa untuk membantu mereka berdua nak” jawab pak Tembol
“Kalian tunggu disini saja, Novi akan lihat siapa yang ada di luar itu pak, Novi kok penasaran pak” Kata Novi
“Jangan dulu nak, takutnya yang diluar itu hanya jebakan untuk kita nak, dianggapnya keadaan sudah aman untuk kita, kemudian kita lengah dan akhirnya ada sesuatu yang lebih berbahaya menghadang kita nak”
“Tunggulah barang satu jam lagi, apabila sudah benar-benar tidak ada apa-apa, baru nak Novi bisa keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di luar sana nak” kata pak Tembol
Aneh, kenapa yang diluar tidak melakukan penyerangan seperti biasanya, kok hanya menggertak saja dan hanya teriak agar kita menyerahkan ketiga cewek yang ada di dalam.
Tapi ada benarnya apa yang dikatakan oleh pak Tembol, kemungkinan ini adalah tipu muslihat mereka saja agar kita lengah dan akhirnya mereka akan masuk untuk mengambil ketiga perempuan itu.
“Pak Tembol, apa tidak sebaiknya kita pindah dari sini pak, bagaimana kalau kita semua pindah ke ruangan biru pak, karena menurut Novi disana tempat yang paling aman pak” kata Novi tiba-tiba
“Ide nak Novi itu sudah beberapa kali saya pikirkan nak, tetapi saya tidak enak apabila ada disana bersama mereka ini, karena ketiga anak perempuan dan anak Bluekuthuq ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah vila putih nak” jawab pak Tembol
“Tapi kalau keadaan seperti ini tidak akan ada penyelesaianya pak, kalian harus mencari tempat yang aman terus menerus. Lagi pula ketiga cewek itu kan juga ada ikut andil membantu kita dalam upaya pencarian Dimas di kejadian sebelumnya pak” kata Tifano
“Iya nak Tif, ada benarnya juga nak Tifano. Bagaimana nak Wildan, nak Novi, nak Gilank” tanya pak Tembol
“Memang lebih baik begitu pak, karena tujuan kita sebenarnya sama, yaitu membunuh untuk kedua kalinya si Rochman dan kemungkinan juga si Dimas pak, tapi bagaimana dengan barang kita yang ada di rumah pak Han? Apa tidak kita ungsikan juga ke ruangan biru pak?” kata Wildan
“Memang ada baiknya begitu nak, semua harus kita bawa ke ruangan biru juga. Lalu bagimana dengan nak Blewah ini, apakah kita bawa juga ke sana atau saya yang tinggal disini menunggu sampai nak Blewah siuman?” tanya pak Tembol
“Kita bawa juga pak, kita kembali seperti dulu lagi pak, kita berjuang dari sana hingga semuanya selesai pak” kata Novi
“Saya sebenarnya Khawatir, karena disini juga ada campur tangan dari Mak Nyat Mani juga, jadi masalah mengenai sesuatu yang terkubur di vila putih itu semakin kompleks nak”
__ADS_1
"LEPASKAN AKUU..,LEPASKAN AKUUUUU....."teriak suara dari luar
Semua yang ada di dalam rumah tiba-tiba terdiam, tak bersuara sama sekali.