
Tidak lama kemudian Chinta memberikan alamat lengkapnya termasuk Rt dan Rw nya heheheh, sekaligus dia memberikan sharelocknya ke ponsel milik Winna
“Ayo mas, ini udah dapat alamat lengkapnya, duuh ternyata kok jauh juga ya dari Mjkt mas huuf” kata Winna
“Sabar nak Winna, mas Petro akan usahakan secepat mungkin sampai ke tujuan. Semoga kita belum terlambat nak” kata pak Tembol
Kami membutuhan lebih dari satu jam setengah untuk bisa sampai ke Mjkt, dari mjkt ke Sk membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit kalau keadaan lancar.
“Ini sudah masuk daerah Sk mbak, kemudian kita ke mana mbak, coba ikuti saja sharelock yang diberikan Chinta tadi mbak”kata Petro yang dibelakang kemudi
“Iya mas, kita ikuti jalan sesuai yang diberikan oleh Chinta mas” jawab Winna
Setelah melalui belokan, kelokan, nyebrang jembatan, tanya sini tanya sana, dan akhirnya kami sampai juga di rumah yang nomor rumahnya tidak tertera di depan rumahnya. Biasa penduduk di desa kadang tidak memasang nomor rumahnya.
“Biar saya saja yang turun nak Winna, eh boleh tau nama yang diberikan Chinta atas nama rumah itu siapa ya nak Winna?” tanya pak Tembol
“Orang tua Chinta namanya pak Gatot, sesuai yang tadi kita tanya ke penduduk yang kita lewati tadi pak heheh” kata Winna
Pak Tembol kemudian turun dari mobil, dia mengetuk pintu rumah dan kemudian dibuka oleh pemilik rumah, setelah berbincang sebentar kemudian pak Tembol memberikan tanda kepada kami untuk turun dari mobil.
“Ini bapak dari nak Chinta, ayo kenalan dulu anak-anak” kata pak Tembol
“Eh maaf, ada apa yak kok rombongan ke sini, apa kalian ini teman dari Chinta anak saya?” tanya pak Gatot yang agak kurang asik diajak bicara
“Iya pak, tadi kami sudah janjian sama Chinta pak, eh Chintanya kemana pak sekarang?” tanya Chandra Dewi
“Waduh barusaaaan saja pergi sama pacarnya mbak, masak tadi ndak papasan di jalan, dia naik mobil warna biru telur asin, katanya mau beli sabun cuci piring di minimarket yang di depan sana itu mbak” kata bapak Chinta
“Waduuuhh kita telat pak” kata Winna khawatir
“Nak Winna, tolong segera dihubungi saja nak Chintanya, sekarang nak” kata pak Tembol
“Eh sebenarnya ada apa to mbak, kok sepertinya ada sesuatau yang menghawatirkan” tanya pak Gatot atau singkatan dari gagal total hihihihi
“Sebentar pak, biar kami hubungi Chinta dulu pak, karena keadaan ini berbahaya “ kata Chandra Dewi yang mengakibatkan pak Gatot semakin khawatir denggan anak kesayanganya.
“Aduuuh gimana ini, ponsel Chinta tidak diangkat angkat” kata Winna setelah beberapa kali mencoba menghubungi ponsel Chinta tapi tidak diangkat sama sekali
“Mas biar Indah dan mas Ngot yang cari dulu mas, kalian tetap usahakan telepon Chinta” Kata Indah yang langsung menghilang dengan Ngot
“Sebenarnya ada apa ini anak-anak, ada apa dengan chinta?” kata bapak Chinta pak Gatot
__ADS_1
“Permisi pak, apakah bapak sudah kenal dekat dengan pacar Chinta itu?” tanya pak Tembol
“Saya baru kenal disini pak, baru hari ini dikenalkan oleh anak saya pak, sebenarnya apa yang terjadi dengan anak saya?” tanya pak Gatot semakin khawatir
“Eh susah dijelaskan pak, pokoknya saat ini anak bapak kemungkinan besar dalam bahaya, kami akan cari anak bapak sampai ketemu” kata pak Tembol
“Eeeeh ada baiknya bapak kasih nomor Hp bapak ke anak-anak ini. Jadi kalau Chinta sudah pulang, bapak bisa hubungi salah satu dari dua teman Chinta ini pak, jadi kami bisa langsung ke sini ” Kata pak Tembol lagi
“Gel, kata Mirah, kita langsung saja cegat di Waji pct, menurut Mirah sudah dipastikan mereka ada di pct sekarang Gel” kata Blewah
“Ehm pak Tembol, ada baiknya kita langsung ke Waji pak, di daerah pct pak, karena kata Mirah sudah dipastikan mereka pasti larinya ke sana pak” kata Dogel atas omongan Mirah dan Blewah
“Ya sudah pak Gatot, sementara ini akan kami cari dulu kemana larinya pacar Chinta itu pak, tolong bapak segera hubungi apapun yang terjadi pak, dan seandainya Chinta pulang, tolong jangan boleh kemana-mana sebelum kami datang pak” kata pak Tembol lagi
Setelah saling bertukar nomor ponsel, kami segera bergegas menuju ke arah yang Mirah katakan, yaitu ke arah Pct tepatnya di hotel Waji.
“Eh rek, ini kita kan masuk dimasa lalu ya, bisa-bisa kita nanti ketemu dengan mbah Joyo rek” kata Dogel
“Siapa mbah Joyo itu nak Dogel” tanya pak Tembol
“Beliau adalah penjaga daerah sana pak, kami pernah bertemu dengan beliau sebelum beliau meninggal. Itu di bagasi ada sapu lidi yang selalu saya bawa, itu pemberian dari mbah Joyo pak” jawab Dogel
Meskipun aku tidak mengikuti petualangan mereka bersama mbah Joyo sebelumnya, tetapi aku harus bisa memahami apa yang dikatakan Dogel, tapi sementara ini aku harus memacu mobil WInna secepatnya hingga mencapai daerah pct.
“Belum pak. Dia tidak mengangkat panggilan telepon kami pak. Kami tidak tau, apakah dia mensilent hpnya ataukah Hpnya ada pada Totok. Tapi kami dari tadi sudah warning dia kalau dia ada dalam bahaya pak, dan saya suruh sharelock kalau dia sempat pak” kata Winna
“Ya sudah kalau gitu, ah lupa ya tadi kita kok ndak tanya jenis dan warna mobilnya kepada pak Gatot “kata pak Tembol
“Lha tadi kan udah disebutkan sama bapaknya Chinta pak” jawabku
“Mobil Avnz warna biru telur asin pak, tadi saya sempat tanya lagi kepada bapak Chinta sebelum kita tadi pergi pak” kata Winna
Perjalanan ini menegangkan, karena aku harus membawa mobil dalam kecepatan tinggi dan aku harus memikirkan faktor keselamatan penumpang juga.
“Tetap perhatikan tiap kendaraan avnz warna biru telor asin ya anak-anak, karena warna itu kan jarang sekali ada di jalan” kata pak Tembol
Mobil sudah ke arah pct. Tetapi sampai saat ini kami belum melihat mobil yang dimaksud, apalagi Indah dan Ngot sampai sekarang belum kelihatan juga. Mobil tetap aku kemudikan dengan kecepatan diatas rata-rata.
“Masak sih kita kelewat jauh dari mereka, kata bapaknya Chinta tadi kita kan tidak terpaut jauh dengan mereka. Harusnya mereka sudah terlihat dari tadi kalau melihat cara nak Petro mengemudikan mobil ini dengan kecepatan seperti ini” kata pak Tembol
“Apakah mereka memang ke arah Pct nak? Kok dari tadi saya belum melihat mobil yang mereka tumpangi?” tanya pak Tembol
__ADS_1
“Menurut Mirah begitu pak, karena keanehan Totok sudah dimulai dari kemarin, dan harusnya saat ini dia membawakan tumbal arwah ke hotel Waji pak” kata Blewah dengan suara perempuan
“Pak, aku mendapat pesan singkat dari Chinta!” teriak Chandra Dewi
“Dia bilang aku ke pct sebentar dan share lock juga pak, sebentar saya bukanya share locknya. Hhmmm benar, dia ada di daerah pct sekarang! ” lanjut Chandra Dewi
“Bearti tadi Chinta tidak mau mendengarkan omonganku, dia sudah terbuai dengan rayuan Totok hingga mau saja diajak ke pct” kata Winna dengan nada suara jengkel
“Bukan tidak mau mendengarkan omongan nak Winna, tetapi yang namanya Rochman dari dulu itu ya begitu itu, dia itu pandai merayu orang, bahkan sebelum dia kami binasakan, dia sempat merayu kami dengan akan membantu kami membunuh Dimas juga” kata pak Tembol
“Ayo mas Petro kebut mobilnya, ternyata dia sudah ada di daerah pct, kalau dari sini ke pct memakan waktu berapa menit mas?” tanya Winna
“Mungkin 10 menitan mbak, tapi aku usahakan lebih cepat sampai ke sana mbak” jawabku yang kemudian kutambah kecepatan mobilnya
Tidak lama kemudian indah dan Ngot sudah ada diantara kami,
“Chinta dan Totok menuju ke hotel Waji, mereka sekarang sudah hampir sampai disana, dan kalian nanti jangan terkejut melihat keadaan hotel Waji yang berbeda dengan masa kalian” kata indah
Kutambah kecepatan mobil Winna meskipun jalan menuju ke arah pct ini tidak lebar, tapi untungnya berkat kelihaianku mengemudi, aku bisa sliat sliut di jalan hiihihi.
Mobil kami sudah memasuki kawasan Pct yang ber udara tidak sepanas kota yang ada di pinggir laut heheheh, tetapi pct tidak seramai dulu tahun 1980 an, karena sekarang sudah banyak tempat pariwisata yang lebih dingin dari pada pct.
“Kita ke arah mana ini Gel” aku tanya Dogel karena aku belum pernah kesini sebelumnya kan
“Ke arah jalan yang menuju ke prgn Tro, nanti agak keluar dari kota pct sebelah kanan ada Hotel yang kita tuju” jawab Dogel
Kuarahkan mobil ini menuju ke arah luar pct, setelah belokan kemudian Dogel menyuruhku memelankan mobil.
“Pelankan Tro, sebelah kanan nanti ada hotel Waji. Hotel itu tidak nampak karena letak hotel itu ada di dalam sekali, jadi masuk lewat taman yang agak luas baru terlihat hotelnya” kata Dogel
Kami melewati sebuah warkop yang sepi yang letaknya ada di sebelah kiri, kemudian Dogel menyuruhku berhenti dan belok ke kanan masuk ke arah Hotel Waji.
Benar juga kata Dogel, hotel ini tidak kelihatan dari luar, karena harus masuk melalui pintu gerbang yang berpapan nama tertutup dengan pohon beringin.
“Hmmm pohon beringin di sebelah kanan ini Nampak ngeri juga ya, tapi di sini kayaknya rame juga, ada beberapa mobil yang sedang terparkir” gumamku
“Iya Tro saat ini memang rame, karena kita tidak di jaman kita, sekarang kita cari mobil Totok dulu” kata Dogel
“Hmm hotel ini ternyata penuh juga ya Gel pada jaman ini, sayang sekali pada jaman kita hotel ini kosong dan mengerikan” kata Blewah
“Iyo Wah, kita harus hati-hati berarti, jangan sampai membuat gaduh hotel yang sedang banyak penginapnya ini” jawab Dogel
__ADS_1
“Itu mas mobil Avnz warna biru telur asin mas” tunjuk Winna pada sebuah mobil yang parkir agak dipojokan